zahra gadis yang baik dan solehah, demi niatnya untuk merubah seorang laki - laki yang merupakan teman sekolahnya dia rela menjadi pacar laki - laki itu.
arya laki - laki yang urakan dan sering keluar malam, menerima tantangan dari para sahabatnya untuk menjadikan zahra pacarnya.
tapi setelah mereka dekat banyak perubahan yang dia rasakan, dengan seiringnya waktu benih - benih cinta pun mulai tumbuh di hatinya.
tapi di saat yang bersamaan masa lalunya pun ikut hadir dalam hubungan mereka.
akankah mereka bersatu dalam ikatan suci..?
yang mulai penasaran kita lanjut membaca novel ini.
semoga kalian suka dengan alur ceritanya, karena ini karya pertama ku.
kalian juga bisa memberi masukan di kolom komentar.
terima kasih and happy reading.. 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
zahra sudah tidak sabar untuk memberi tahukan kabar gembira ini kepada arya,
karena pekerjaannya tidak terlalu banyak jam 4 sore zahra sudah ijin untuk pulang.
sebelum pulang kerumah dia akan membuat kejutan kecil untuk arya, zahra mampir ke toko kue langganannya dan dia membeli brownies keju, kue kesukaan arya.
zahra pun melajukan mobilnya menuju kantor arya dia sudah tidak sabar ingin sampai disana.
tidak membutuhkan waktu lama zahra pun akhirnya sampai di kantor arya, dia memarkirkan mobilnya dan mulai turun.
dia berjalan menuju lift khusus dan segera menuju ruangan arya, sempainya di lantai yang di tuju zahra dia tidak melihat tina sekertaris arya.
padahalkan seharusnya ini belum jam pulang kantor, zahra pun langsung masuk ke dalam ruangan arya, tapi zahra juga tidak melihat arya disana.
zahra menutup pintu ruangan arya dan berniat akan menunggunya disini
" mungkin dia sedang rapat " fikirnya
tidak lama zahra mendengar suara dari balik pintu kamar yang sering dia gunakan kalau sedang ke kantor arya.
zahra pun mendekat ke arah pintu,
zahra yakin suara itu dari dalam sana
' suara desahan tapi siapa...? ' batin zahra
zahra dapat mendengar suara perempuan disana.
" aaahh sayang terus jangan berhenti.. aku sudah tidak tahan lagi.. aaaaaahhhh... "
zahra tidak tahan dan membuka pintu itu, sungguh dia terkejut melihat sepasang manusia sedang bergelut di atas kasur dan mereka terlihat sangat menikmati permainan mereka.
zahra menutup kembali pintu itu tanpa mereka sadari, zahra merasakan sesak di dadanya dia menangis tanpa suara.
ternyata selama ini suami yang dia sayangi dan selalu dia banggakan berbuat seperti itu, zahra duduk di kursi yang biasa arya pakai untuk bekerja.
dia masih mengingat kejadian barusan, dia mengelus perutnya.
" sayang maafkan ummi.. " kata zahra sambil menangis
cukup lama zahra menunggu mereka keluar dari kamar itu.
akhirnya mereka pun keluar kamar sambil berpelukan dan bermesraan.
" terima kasih sayang hari ini aku sangat puas... " kata arya sambil mengecup bibir tina
" aku juga sangat puas sayang kamu sudah membuat ku keluar berkali - kali... " kata tina sambil memeluk arya.
mereka masih tidak sadar kalau zahra sedang melihat mereka dari balik lemari kaca yang berada tepat di depannya.
karena posisi kursi zahra yang membelakangi mereka, zahra memegang dadanya sangat sakit sekali rasanya bahkan arya berani memanggilnya sayang dan terus menciumi bibir tina.
" sayang nanti malam jadikan kerumah ku.. aku sudah beli baju tidur yang sangat seksi sekali.. " kata tina.
" jadi makanya sekarang kita kembali bekerja biar nanti malam bisa pulang lebih cepat dan kita langsung ke rumah mu... aku sudah tidak sabar sayang.. " kata arya sambil mengedipkan matanya
zahra yang sudah tidak tahan lagi langsung membalikan kursi yang dari tadi di dudukinya.
" eehhhmm... "
sontak mereka kaget mendengar ada suara lain di ruangan ini.
mereka kaget mengetahui siapa pemilik suara itu wajah mereka menjadi pucat, arya langsung melepaskan pelukannya dari tina dan mendekat ke arah zahra.
zahra pun langsung berdiri dan berniat untuk pergi,
" yang se.. jak ka.. pan kamu di... sini.. " kata arya gugup
zahra tidak memandang arya, zahra menghampiri arya dan tersenyum.
" sejak kalian bermesraan di dalam kamar.. " kata zahra sambil menahan air matanya
" yang aku bisa jelasin ini semua.. " bela arya
" enggak ada yang perlu kamu jelasin, maaf kalau aku sudah ganggu kalian.. "
zahra sekilas melihat tina yang sedang tertunduk dia melewatinya dan pergi begitu saja.
arya mengejar zahra sampai ke depan lift dia memegang tangan zahra tapi zahra menepisnya dengan kasar
" kamu jangan pernah sentuh aku dengan tangan kotor kamu itu.. " zahra pun berlari dan meninggalkan arya yang masih bengong.
sesampainya di dalam mobil zahra menangis dia tidak menyangka arya akan menyakitinya seperti ini.
" aku fikir kamu beneran sudah berubah.. tapi nyatanya kamu sama saja kaya dulu.. " kata zahra yang terus menangis.
zahra memutuskan untuk tidak pulang ke rumahnya dia kembali ke rumah sakit dan membawa bajunya yang memang di simpan disana.
dia pun mengajukan cuti selama beberapa hari, zahra ingin pergi untuk menenangkan dirinya.
dia tidak ingin pulang ke rumah itu dan dia juga tidak bisa kembali kerumah orang tuanya, arya pasti akan segera menemukannya disana.
zahra sedang tidak ingin bertemu dengan arya untuk sekarang ini, akhirnya zahra pun pergi dengan luka yang sangat dalam.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆
setelah mengejar zahra arya kembali keruangannya, dia melihat tina masih di ruangannya.
" bagai mana kak, apa bu zahra mau dengerin kamu.. "
arya pun menggelengkan kepalanya.
" tina sebaiknya kita batalkan saja acara kita malam ini aku ingin menyusul zahra ke rumah.. " kata arya sambil berlalu
tina pun mengerti dan dia kembali kemejanya, tina tidak menyangka hubungannya dengan arya akan di ketahui secepat ini.
dia binggung apa arya akan memilihnya atau malah meninggalkannya, tina sudah sangat mencintai arya dan hanya arya yang pernah melakukannya dengan tina.
arya segera pulang dan dia tidak melihat zahra dimana - mana, dia mulai menghubungi nomer zahra tapi tidak tersambung.
sampai malam arya terus menunggu dan masih tidak melihat tanda - tanda zahra akan pulang, arya pun melihat jam sudah menunjukan pukul 11 malam.
" apa zahra pulang kerumah orang tuanya ya.. " tanya arya
arya pun memutuskan besok pagi dia akan menjemput zahra di rumah orang tuanya itu.
pagi - pagi sekali arya sudah sampai di depan pintu rumah ibunya zahra.
dia pun memberanikan diri mengetuk pintu dan tidak lama keluar mamahnya zahra,
" eh arya ayo masuk nak, tumben kamu pagi - pagi kesini, oh iya zahra enggak ikut bunda sudah kangen banget sama dia. sudah lama sekali zahra enggak main kesini.. "
arya pun kaget mendapat pertanyaan seperti itu dari mertuanya dan itu artinya zahra tidak kesini lalu kemana dia.
" iya bun arya lagi ada urusan di dekat sini jadi arya putuskan untuk mampir kesini buat nemuin bunda.. dan zahra enggak ikut dia tadi pagi - pagi sekali sudah kerumah sakit, sedang banyak pasien.. " bohong arya
" apa zahra tinggal di apartemen abangnya atau dia tidur di rumah sakit ya.. ?? aku harus cek kesana.. " fikir arya
tidak lama arya pun pamit pulang kepada mertuanya itu
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa