NovelToon NovelToon
Pukat Asmara La Cosa Nostra

Pukat Asmara La Cosa Nostra

Status: tamat
Genre:Obsesi / Menikah Karena Anak / One Night Stand / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:852.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

Undian liburan impiannya berubah menjadi awal petaka bagi Rinjani, kesalahan satu malam yang dibuat bukan untuknya menjerat Rinjani masuk ke kehidupan seorang tuan mafia.
"Aku tidak akan menikahimu, namun lahirkan janin itu dan tinggalkan dia untuk jadi penerusku," ucapnya tajam penuh intimidasi seraya melemparkan surat perjanjian dan pulpen.
Namun bukannya takut, Rinjani malah melepaskan flatshoes kotornya, "talk to my flatshoes, sir!" ia melemparnya pada Loui, meski lemparannya seburuk lemparan balita.

Mohon dibaca dari awal sampai akhir ya guys 😉 salah satu cara untuk mendukung author dalam berkarya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 ~ Tak Mengerti

Jani mematikan panggilan video dan membiarkan bule borokokok itu untuk beristirahat, meskipun kakinya mesti nekuk-nekuk waktu tidur mirip meja lipat.

"Aku sudah tak bernafssuu lagi untuk makan, kau saja yang habiskan." Ujar Jani mendorong piring miliknya yang masih setengah terisi, termasuk piring-piring yang isinya masih utuh ke depan Oscar.

"Tapi, nona."

"Ck, makan... Anggap saja kau sedang perbaikan gizi!" Jani menolak protes Oscar, yang benar saja! Dia yang sedang mengandung, namun Oscar yang harus menghabiskan makanan berporsi-porsi...Oscar menatap satu persatu piring di depannya getir.

"Aku ingin pi pis sebentar, kau makan saja...." wanita itu telah beranjak dari kursinya tanpa repot-repot menunggu Oscar bangkit dari kursi.

"Nona, tunggu!"

Saking tak kuatnya menahan rasa membuncah di perut bagian bawah, "haduhhh, bolak-balik gini mesti pake popok kayanya..." Jani masuk ke dalam toilet.

Tanpa disadari seseorang berbicara lewat sambungan wireless dan mengikuti Jani ke dalam toilet.

Stainley duduk di depan gerai cepat saji itu dan memainkan ponsel sembari menunggu sang nona serta rekannya, Oscar keluar. Sesekali ia mengedarkan pandangan demi berjaga-jaga.

Oscar masih sibuk dan kebingungan menghabiskan makanan di depannya itu, meskipun terkadang celingukan ke arah toilet.

Oscar melirik arlojinya, terhitung sejak Jani melenggang ke toilet sudah 15 menit ia disana dan tak muncul kembali.

Oscar kemudian bangkit meninggalkan makanan yang masih belum tersentuh ke arah toilet.

Berulang kali ia menghubungi Rinjani dari luar pintu toilet wanita, namun perempuan itu tak jua menjawab panggilan, "kemana Rinjani?" ia memasukan kembali ponsel dan langsung nyelonong masuk ke dalam membuat kericuhan terjadi.

"Aaaa!" para wanita terkejut dan menjerit ketika Oscar masuk begitu saja ke dalam bilik toilet wanita dan mencari Rinjani.

"Rinjani?!"

"Rinjani?!"

Ia mengetuk setiap pintu bilik, bukan Rinjani yang ia temukan namun bogeman dari tas selempang setiap wanita yang merasa terganggu oleh kehadiran Oscar yang ia dapatkan.

Sedetik kemudian Stainley menghubungi Oscar.

*Os, nona Rinjani keluar bersama seorang wanita dan seorang lelaki, kau kemana*?!!!

*Tahan dia, ikuti! Aku segera kesana*, ujar Oscar.

Oscar segera menutup panggilan dan bergegas keluar dengan berlari.

....

Jani awalnya hanya mengikuti Belle yang entah kenapa menurutnya bisa kebetulan bertemu lagi dengan gadis itu di depan toilet gerai cepat saji.

Ngobrol ngaler ngidul ujungnya seseorang tiba-tiba datang dari arah belakang tanpa Jani curigai lalu menempelkan moncong pistol di belakang pinggang Jani dan memaksa Jani untuk mengikuti Belle keluar melalui pintu lain dari gerai itu.

"Maafkan aku Rinjani," ucap Belle.

Deg!

"Ikut kami," Jani merasakan sesuatu yang keras menempel di pinggangnya dan itu terdengar seperti seseorang menarik pelatuknya, Jani hafal karena Loui pernah melakukan itu padanya dulu.

Jani tak berani menoleh, jelas bisikan itu bukan sedang mengajaknya untuk bersenang-senang.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Jani tanpa mengalihkan pandangannya dari Belle, sungguh Jani tak bisa mencerna semuanya, sedetik yang lalu semuanya tampak normal....

Seseorang bersuara berat itu semakin menekan pistol ke pinggangnya, "jangan banyak bertanya, ikut saja!" bisiknya lagi penuh ketegasan.

"Rinjani, aku akan menjelaskan tapi tidak disini. Jika kamu ingin selamat, maka ikuti perintahku...." ucap Belle, kini gadis yang telah ditemui Jani 3 kali ini, seolah berubah...ia seperti.... Loui.

Tanpa banyak bertanya dan berpikir lagi, Jani mengikuti Belle berjalan, langkahnya bahkan sedikit kacau demi bisa mengimbangi langkah Belle yang justru terkesan seperti ketakutan.

Diantara keramaian Jani harus merasakan ketakutan.

.

.

.

Rinjani beberapa kali menoleh ke belakang, berharap Oscar, Stainley atau anak buah Loui yang lain tau akan kehilangannya dari gerai.

Ia kini tak bisa untuk tenang, jantungnya seperti mau copot. Jani menyesal menolak pengawalan yang begitu ketat.

"Siapa kamu Belle? Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu lakukan ini padaku? Apa salahku?!" cecar Jani bertanya, mendadak ia menghentikan langkah lelahnya di dekat parkiran bassement.

"Hey!" bentak si pria namun Belle mengangkat tangannya, "Biar saja Bruce."

Belle mendekatkan jaraknya pada Rinjani, "Kau akan tau sebentar lagi Rinjani. Bukan aku yang akan menjelaskannya....tapi suamimu, Loui Mackenzie....orang yang sudah membunuh kakakku," air muka Belle jelas seperti orang murka, dipenuhi kebencian saat mengucapkan itu.

"Orang yang sudah menghancurkan bisnis kakakku hingga hancur tak bersisa, orang yang memban taiii seluruh kepercayaan kakakku termasuk menjadikanku hewan buruan yang patut dihabisiii!" jerit Belle, wajah Jani masih mengernyit tak percaya, ia bahkan menggeleng cukup kencang, "tak mungkin."

Belle menyeringai, "atau jangan-jangan kau tak tau apa pekerjaan dari seorang Loui Mackenzie, Rinjani?!"

Jani mengerutkan dahinya melihat sikap Belle yang seperti orang kurang waras ini.

"Apa kau gila?" tanya Jani datar.

Plak!!!

Nyutt--nyuttt---nyuttt!

Pipinya seperti disengat sesuatu, begitu menyakitkan nan panas, "apa kau gilaaa?!" kini Jani berteriak pada Belle yang langsung dibekap dari arah belakang oleh Bruce, dan seketika pergerakannya dikunci lalu didorong untuk dipaksa masuk ke dalam mobil.

"Mmpphhh---mpphhhh!" Sekuat apapun Jani berteriak, maka suaranya akan tetap tak terdengar orang sekitar. Sekuat apapun Jani berontak tenaga lelaki itu jelas lebih kuat dari Jani.

Mesin mobil dinyalakan oleh Belle, hendak keluar dari bassement, namun nyatanya Stainley berhasil menyusul mereka bersama seorang anak buah Loui, sementara Oscar menyusul beberapa meter di belakang.

"Damnnn!" Belle menginjak gas kuat-kuat membuat hentakan mobil melesat kencang keluar bassement.

"Stainleyyy!!! Oscarrrr!" teriak Jani menggedor-gedor jendela mobil yang sontak harus bergelut dengan Bruce demi satu dua gedoran dengan harapan kedua anak buah Loui itu dapat mendengar dirinya

"Nona!"

"Rinjani!"

Oscar dan satu lainnya langsung berlari menuju mobil, mencatat dan mengingat plat nomor mobil yang dipakai si penculik.

"Damnnn!"

"Ke arah St. Avenue!"

"Berhentiii, Belle!" Jani kini meraih rambut Belle dari belakang dan menariknya, hingga Belle sedikit oleng mengendarai mobil, "argghhh!" erang Belle, praktis mobil itu jalan tak karuan ke kanan dan ke kiri.

"Shittt!" Bruce menarik kedua tangan Jani dan berusaha mengikatnya, "Fuu**^ckkkk are you, biiitchhhh!" umpat Bruce pada Jani.

"Jani ngga tau ada urusan apa kamu dengan Loui, Jani juga ngga tau apa kamu dan Loui saling mengenal....hanya saja, jangan bawa-bawa Jani dalam masalah kalian!" teriak Jani yang kemudian di tampar Bruce agar Jani diam, hanya sepersekian detik tamparan tangan besar Bruce mampu membuat Jani terdiam.

Belle melihat itu dari rear vision, "karena kamu jalanku untuk lepas dari Lou, dan kamulah jalanku untuk mengembalikan semuanya termasuk dendam, Rinjani..." jawab Belle.

Jani membalas tatapan Belle dengan sorot mata tak suka, "aku bukan alat..." Jani mendorong sekencangnya badan Bruce dengan belakang badannya, menyudutkannya ke pinggir bangku hingga lelaki itu terjepit oleh Jani.

"Hey! Arghhh!"

Tangan Jani meraih kembali kepala Belle dan menjambak rambutnya, "hentikan mobilnya!!!"

Mobil yang ditumpangi Belle oleng ke kanan dan kiri dengan laju cepat karena si supir dijambak Jani, "lepaskannn! Kau akan membuat kita semua celaka!" hingga akhirnya mobil itu menabrak pembatas jalan dan berputar tak terkendali menubruk beberapa kendaraan lain.

"Aaaa!"

.

.

Stainley segera meretas beberapa cctv, mencari mobil dengan plat nomor yang ditumpangi Jani, atas bantuan kepala polisi yang sudah menjalin kerja sama dengan kartel Loui untuk memuluskan pengiriman barang terlarang setiap waktunya.

"Dimana mereka?" Oscar membanting stir ke kanan seperti arahan Stainley sebelumnya.

"St. Maria,"

"Kerahkan anak buah yang ada disana untuk mencegat laju mobil mereka..." perintah Oscar pada anak buah lainnya.

"Kita harus menemukan nona Rinjani sebelum tuan Lou pulang."

Oscar beberapa kali menggelengkan kepalanya, si al! Bagaimana ia bisa sampai kecolongan begini.

"Apa kau melihat siapa mereka?" tanya Oscar.

"Aku melihatnya! Wanita itu seperti Belle Anderson," ujar Horison.

Oscar mengerutkan alis dengan delikan tajam, "Belle Anderson?"

"Ya."

"Bukankah minggu lalu, dia sudah dihabisi di perbatasan Amerika Utara?" tanya Oscar pada Stainley.

"Ya, aku bahkan melihatnya jatuh dari tebing."

"Atau jangan-jangan ia mengelabui kita, dan memalsukan kematiannya?" tanya Stainley.

"Si al!!! Jika Loui sampai tau, habislah aku..."

.

.

1
...sus@nt!
astaghfirullah 🤣🤣🤣
Ita Rahmawati
sama jani,kota kelahiran saya sukabumi..kamu mah di pelabuhannya yah.....
etdah teh sih itu hadiah ga slah ampe 10 pintu tuh kulkas😂😂
Sinta Dewi
cerita mu luar biasa Thor. setiap cerita nya punya karakter nya masing-masing 👍👍👍. mantap 🔥🔥. tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰🌹
ms. S
novel nya bagus bgt, mmg ga mudah keluar dari hal yg SDH kita anut, author mengemas dgn apik
CANTIKA
y udh jgn minum itu,coba loncat dr gedung siapa tau ketemu Spiderman lumayan kan😅
CANTIKA
biasanya kan klo dpt hadiah itu hadiah menarik klo ini sih hadiah petaka😭
CANTIKA
hadehhh ga bisa nolak klo modelan gini😋
CANTIKA
namanya susah disebut,kira2 panggilannya ap tuh cwo😇
CANTIKA
mendadak cosplay JD pemulung ini sih😅
CANTIKA
astaga.....knp JD sharavvvvv😅
Maya Sari
keren euy
Kayla Callista
pernah baca ini sama ngakak teh sin, karyamu keren2 loh ,kocak juga dan romantis 😍
Vlink Bataragunadi 👑
euuuu ieu aki2 hiji kalah jd kompor
Vlink Bataragunadi 👑
nyeri kulit beuteung gustii/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
atuh lah eung thor, disebut namanyaaaaa bukan lord Voldemort ini maaah/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
ga ada harganya banget ketua cartel disebut borokokok/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
aaaa.... embuhlaaah kumaha karep Janiiii/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
atuh teh Sin ih aku teh lagi 😭😢😵😷 malah ngakak 😂😂😂
Vlink Bataragunadi 👑
belegug atuh mafia teh bisa salah sasaran gt hadeuh
Vlink Bataragunadi 👑
roti kadet ceunah/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!