21+ 🔥
Monica Alexandra~
Seorang janda muda yang harus terjun ke dunia hitam. Menjadi seorang wanita pekerja malam demi menafkahi anak dan juga ibunya.
21+ Harap bijak dalam berkomentar.
Don't spread with your mouth, what your eyes didn't see!! 🔥🔥🔥
With Love..
Camey smith❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camey smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
siapa
Bicara..
kenapa..
oke..
Tiga kata itulah yang Monica dengar saat Ken menerima telponya. Sementara Ken yang sudah selesai lantas menghampiri Monica lagi.
"Siapa?" tanya Monica.
"Alex.."
"Ada apa? kok abis nerima telpon kaya kesel gitu?"
"Kevin diserang musuhku!" jawab Ken sambil menghembuskan nafas dan menjeda kalimatnya. "Katakan siapa suami mu? aku harus pergi sekarang."
"Kevin?" tanya Monica.
"Salah satu anak buahku! jangan mengalihkan pertanyaan.." balas Ken.
"Kevin!"
"Astaga! kau wanita keras kepala ternyata. Aku harus pergi sekarang, ini penting."
Belum sempat mencegahnya, Ken sudah berlalu meninggalkan Monica. Ken sepertinya tidak menangkap jawaban Monica yang menyebutkan Kevin adalah mantan suaminya. Ken mengira bahwa Monica belum memberikan jawaban siapa nama mantan suaminya.
Satu jam setelah kepergian Ken, Monica masih duduk di sofa sambil memainkan remot tv di tanganya. Mata nya menatap lurus seolah sedang serius menonton, padahal sejak tadi dia hanya memindah mindah chanel nya saja.
"Uwghh.." Lenguh Monica saat perutnya terasa perih.
"Pasti gara-gara makanan pedes tadi deh." ucapnya sambil memegang perut.
Namun semakin lama rasa perih nya semakin bertambah, Monica juga sudah berkali-kali bolak balik kamar mandi.
"Gak ada obat, harus ke apotek nih.."
Monica pun mengambil tas kecil dan hp nya kemudian bergegas pergi.
***
Ken sedang berada di salah satu rumah sakit. Raut wajahnya tampak terlihat kesal dan marah karna salah satu sainganya mencoba menyerang anak buahnya.
Salah satu kaki tangan handal Ken yang tak lain adalah Kevin sedang terbaring lemah di atas brankar rumah sakit karna kecelakaan yang di sebabkan oleh ulah anak buah saingan nya.
"Kita harus balas!" kata Ken yang sedikit tertahan ingin teriak saat itu juga.
"Tuan Reza menghilang, Mister." jawab Alex, si tangan kanan yang selalu menuruti seluruh perintah Ken tanpa membantah sekali pun.
"Aku tidak mau tahu, cari dia sampai dapat!" balas Ken sambil mencengkram kerah baju Alex.
"Saya akan lakukan yang terbaik, Mister!" jawab Alex lirih.
"Cari sampai lubang semut pun!" balas Ken sambil melepaskan cengkramanya dengan kasar.
Alex hanya menghela nafas kemudian pamit pergi untuk menyelesaikan tugasnya. Seluruh anak buah Ken sudah mengabdi dengan segenap jiwa raganya. Meskipun Ken terbilang garang dan berdarah dingin seluruh anak buah Ken tetap setia dan patuh karna sebenarnya Ken adalah orang yang baik, Loyalitas Ken terhadap anak buah dan keluarga mereka juga memperkuat alasan mereka terus mengabdi.
.
.
.
****
Setelah selesai membeli obat Monica kembali ke apartemen dengan ke adaan lebih baik, Perutnya sudah membaik sekarang.
Monica memencet password sebelum memasuki ruangan itu dan berjalan masuk. Namun saat akan masuk kakinya menginjak sesuatu.
"Apa nih?" katanya sambil memperhatikan sebuah bucket bunga mawar dan sebuah kotak senada dengan bunga nya.
"Aaaa.. Ken sosweet banget sih.." Gumamnya sambil memeluk benda itu dan tersenyum.
Monica pun memasuki unit apartemen dengan wajah merona dan senyuman yang belum hilang. Monica meletakan bucket bunga dan kotak itu di atas kasur yang masih berantakan lalu membukanya.
Di dalam kotak itu ternyata berisi sebuah ponsel baru, kartu nama dan sebuah kartu ucapan.
*Maaf bukan maksud lancang atau tidak sopan, aku hanya ingin mengenalmu. Semoga kamu menerima nya dan mau menghubungiku.
have a nice day, with love.. Johan❤️*
Senyuman Monica jadi memudar, ia pikir ini adalah dari Ken. Monica lantas menutup kembali kotak itu dan menyimpanya dibawah ranjang tanpa menggubris isi kartu ucapan dari Johan.
Next, ditunggu kelanjutannya.
sana sini sono satu lubang buat rame²