NovelToon NovelToon
Penghianatan Tak Termaafkan

Penghianatan Tak Termaafkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Dia mencintaiku untuk sebuah taruhan. Aku menghancurkannya untuk sebuah keadilan."

​Kirana percaya bahwa Arka Mahendra adalah pelabuhan terakhirnya. Di pelukan pria itu, ia merasa aman, hingga sebuah malam di pesta megah mengoyak dunianya. Di balik tawa mahal dan denting gelas sampanye, Kirana mendengar kenyataan pahit, cintanya hanyalah sebuah objek taruhan, dan harga dirinya hanyalah alat untuk memenangkan kontrak bisnis keluarga Mahendra.

​Dikhianati, dipermalukan, dan dibuang hingga ke titik nol tak membuat Kirana menyerah. Ia menghilang, mengubur gadis naif yang penuh cinta, dan terlahir kembali sebagai wanita sedingin es yang haus akan pembalasan.

​Tiga tahun kemudian, ia kembali. Bukan untuk memohon maaf, tapi untuk mengambil setiap keping kekayaan, kehormatan, dan kewarasan pria yang telah menghancurkannya.

Selamat datang di Cerita Kirana, di mana cinta adalah racun dan pengkhianatan adalah senjatanya.

By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Malam di pesisir Jawa Barat tidak pernah terasa sesunyi dan semencekam ini bagi Kirana. Sejak insiden traumatis di dermaga tempo hari, atmosfer di kantor kontainer itu berubah menjadi medan perang dingin yang melelahkan.

Kirana sengaja menciptakan tembok tinggi dengan menyibukkan diri bersama Reno, mengabaikan kehadiran Arka yang terus memperhatikannya dengan tatapan tajam, sedingin es namun membara oleh kecemburuan yang tertahan.

Kirana ingin membuktikan pada dunia dan terutama pada dirinya sendiri, bahwa ia telah sepenuhnya sembuh dari racun bernama Arka Mahendra. Namun, setiap kali ujung mata mereka bertemu secara tak sengaja, jantungnya berkhianat dengan detak yang tak beraturan, mengingatkannya bahwa luka dan cinta seringkali menempati ruang yang sama.

Reno, dengan segala pesona pria metropolisnya, mengundang Kirana untuk menghadiri sebuah makan malam eksklusif di sebuah resor mewah yang bertengger di tebing pantai, tak jauh dari lokasi proyek.

"Ini untuk merayakan keberhasilanmu mengamankan kontrak kementerian, Kirana. Kau butuh hiburan, bukan sekadar debu konstruksi dan wajah-wajah kaku di sini," ujar Reno dengan senyum manis yang tampak begitu sempurna, hampir terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan.

Namun, di sudut ruangan kantor yang temaram, Arka tidak sedang beristirahat. Ia sedang meneliti berkas pengadaan material dengan ketajaman insting seorang pria yang pernah hidup di jalanan yang keras. Ia melihat sesuatu yang ganjil pada Reno.

Dari balik jendela kontainer, ia sempat melihat Reno sedang berbisik di telepon dengan nada yang sangat rahasia, menyebut-nyebut tentang 'sabotase beton' dan 'kerugian total bagi Nirmala'.

Insting Arka berteriak keras. Ia tahu betul tipe pria seperti Reno, pria yang menyembunyikan belati di balik buket bunga. Ia segera memanggil Dion, orang kepercayaannya yang kini bertugas menjaga keamanan logistik di lapangan.

"Dion, lacak nomor terakhir yang dihubungi Reno sepuluh menit yang lalu. Dan periksa kembali gudang penyimpanan semen kita. Aku curiga ada muatan yang ditukar diam-diam malam ini," perintah Arka dengan suara rendah yang penuh otoritas.

"Ada apa, Bos? Kau mulai cemburu melihat si tampan itu membawanya pergi?" goda Dion dengan seringai tipis.

"Ini bukan soal cemburu picisan, Dion. Ini soal integritas proyek jembatan ini. Reno tidak datang untuk menawarkan cinta atau nostalgia; dia datang untuk mencari bangkai perusahaan Kirana," desis Arka sambil menyambar kunci mobilnya.

Malam itu, Kirana tampil sangat mempesona dengan gaun malam berbahan sutra berwarna merah marun yang memeluk lekuk tubuhnya dengan elegan. Reno mendampinginya dengan penuh kebanggaan, seolah-olah Kirana adalah trofi kemenangan terbarunya.

Namun, saat mereka baru saja hendak menyesap wine pembuka di restoran resor yang romantis itu, sosok yang paling tidak diinginkan Kirana muncul secara tiba-tiba.

Arka masuk ke dalam ruangan tanpa undangan. Ia mengenakan setelan jas hitam yang sangat pas, memberikan kesan dominan yang seketika meredupkan kehadiran pria lain di ruangan itu.

"Apa yang kau lakukan di sini, Arka? Aku tidak ingat mengundang rekan kerja yang kasar ke acara pribadiku," tanya Kirana dengan nada sinis, meskipun tangannya sedikit gemetar saat meletakkan gelas.

"Aku hanya ingin memastikan partner kerjasamaku tidak menandatangani dokumen yang salah atau menyerahkan kepercayaan pada orang yang salah di tengah suasana yang terlalu romantis ini," ujar Arka tenang. Tanpa permisi, ia menarik kursi di meja tepat di sebelah mereka, menatap Reno dengan tatapan yang bisa membunuh.

Reno tampak tegang, namun ia mencoba mempertahankan ketenangannya. "Tuan Mahendra, ini adalah acara pribadi. Tolong hargai privasi Kirana sekali saja. Kau sudah cukup banyak merusak hidupnya di masa lalu."

"Privasi?" Arka tertawa sinis, suara tawanya terdengar kering dan menyakitkan. "Sejak kapan pengkhianatan dan spionase industri menjadi bagian dari privasi? Reno, kenapa kau tidak ceritakan pada Kirana tentang pertemuan rahasiamu dengan vendor semen ilegal dari pelabuhan dua jam yang lalu? Vendor yang dikenal sering memasok bahan bangunan di bawah standar untuk proyek-proyek gagal."

Wajah Reno memucat seketika, namun ia segera menutupinya dengan tawa hambar. Kirana menatap kedua pria itu bergantian, kepalanya mulai terasa pening.

"Arka, kau sudah benar-benar keterlaluan! Kau hanya iri karena Reno bisa memperlakukanku dengan hormat dan kasih sayang, hal yang tidak pernah sanggup kau berikan! Berhenti mencampuri hidupku!"

"Kirana, dengarkan aku sekali saja!" Arka berdiri dan mendekati meja mereka. Ia membungkuk, menatap langsung ke dalam mata Kirana. "Pria ini bekerja untuk konsorsium pesaing yang kalah tender bulan lalu. Dia sengaja mendekatimu agar kau memberikan tanda tangan persetujuan pada material berkualitas rendah. Jembatan itu akan runtuh dalam hitungan tahun, dan namamu akan hancur selamanya jika kau mengikutinya!"

"Cukup, Arka! Cukup!" Kirana berdiri, air mata kemarahan dan frustrasi menggenang di matanya. "Kau adalah orang terakhir di dunia ini yang berhak bicara soal pengkhianatan dan kebohongan! Kau yang mengajariku cara menipu dengan sangat mahir, kau yang merusak seluruh kepercayaanku pada manusia! Jadi berhenti bersikap seolah kau adalah pahlawan yang menyelamatkanku dari dirimu yang lain!"

Kirana menarik tangan Reno dengan kasar. "Ayo kita pergi dari sini, Reno. Tempat ini mendadak terasa menyesakkan karena ada orang asing yang gila kontrol."

Arka hanya bisa berdiri mematung saat melihat Kirana pergi meninggalkan restoran bersama Reno. Ia merasa paru-parunya sesak. Ia ingin menarik Kirana kembali, ingin memeluknya dan meyakinkannya, namun ia sadar bahwa luka yang ia torehkan di masa lalu terlalu dalam. Setiap kebenaran yang keluar dari mulutnya kini terdengar seperti kebohongan baru di telinga Kirana.

Di dalam mobil mewah Reno yang melaju menyusuri jalanan pesisir yang gelap, Kirana merasa hatinya tidak tenang. Ada sesuatu dalam tatapan Arka tadi yang terasa tulus, bukan sekadar intimidasi bisnis. Ia melirik Reno yang terus-menerus melihat ke arah ponselnya dengan gelisah.

"Reno, apakah... apakah ada satu persen saja kebenaran dari apa yang dikatakan Arka tadi?" tanya Kirana pelan, mencoba mencari kepastian.

"Tentu saja tidak, sayang. Jangan biarkan pria gila itu merusak malam kita. Dia hanya tidak bisa menerima kenyataan bahwa kau sudah melupakannya. Dia pria yang gila kontrol dan ingin menghancurkan siapa pun yang ada di dekatmu," jawab Reno sambil mencoba memegang tangan Kirana untuk menenangkannya.

Namun, saat mereka sampai di depan hotel dan Reno turun sebentar untuk menerima telepon mendesak, Kirana melihat sebuah amplop cokelat besar yang terselip di balik dasbor mobil yang tidak tertutup rapat. Rasa penasarannya mengalahkan rasa sopannya. Dengan tangan bergetar, ia membukanya.

Darah Kirana seolah membeku seketika saat ia membaca isinya. Itu adalah draf kontrak antara perusahaan Reno dan sebuah firma cangkang yang bertujuan untuk melakukan penggelembungan dana dan sabotase material pada proyek jembatan nasional. Ada detail rencana untuk menyedot dana dari Nirmala-Kencana melalui vendor fiktif.

Air mata yang tadinya tumpah karena amarah pada Arka, kini berubah menjadi air mata kehancuran yang murni. Ternyata benar. Ia telah membiarkan dirinya ditipu lagi oleh pria lain, hanya karena ia terlalu sibuk membenci Arka hingga buta terhadap musuh yang sebenarnya.

Tiba-tiba, pintu mobil terbuka dengan kasar. Reno masuk kembali, namun wajah manisnya telah lenyap, digantikan oleh wajah yang dingin dan kasar. Ia melihat amplop itu di tangan Kirana.

"Jadi, si Ratu Es sudah tahu?" suara Reno berubah menjadi berat dan mengancam.

"Kau... kau sungguh tega, Reno? Setelah semua kenangan masa kuliah kita? Kau ingin menghancurkanku demi uang?" suara Kirana tercekat.

Reno tertawa keras, sebuah tawa yang mengingatkan Kirana pada tawa dingin Arka di masa lalu. "Masa lalu tidak membayar tagihan hutang keluargaku, Kirana. Kau terlalu naif, persis seperti yang dikatakan Arka. Kau sangat mudah dimanipulasi jika menyangkut perasaan. Aku hanya memanfaatkan celah emosional yang ditinggalkan oleh mantan tunanganmu itu."

Reno mencengkeram lengan Kirana dengan sangat keras hingga Kirana meringis kesakitan.

"Sekarang, kau akan ikut denganku ke kantor lapangan dan menandatangani persetujuan vendor itu sekarang juga, atau reputasi Nirmala akan kuhancurkan di media malam ini juga dengan bukti-bukti palsu yang sudah kusiapkan!"

Di saat Kirana merasa dunianya runtuh untuk kedua kalinya dalam hidupnya, suara kaca jendela mobil di samping Reno hancur berkeping-keping. Sebuah pukulan keras mendarat tepat di wajah Reno, membuat kepalanya terbentur setir.

Arka ada di sana. Ia tidak pernah benar-benar pergi, ia mengikuti mobil Reno dalam kegelapan sejak dari resor.

"Lepaskan tangamu dari dia, bangsat!" teriak Arka. Ia menarik Reno keluar dari mobil melalui jendela yang hancur, dan perkelahian hebat pecah di bawah guyuran hujan yang tiba-tiba turun dengan deras.

Arka melampiaskan seluruh amarah, rasa bersalah, dan sisa-sisa cinta yang tertahan melalui tinjunya. Ia tidak peduli jika ia harus kembali ke penjara atau jika tubuhnya hancur. Yang ia tahu, tidak boleh ada satu orang pun yang menyakiti Kirana lagi.

Kirana keluar dari mobil dengan tubuh gemetar, ia terduduk lemas di aspal yang dingin dan basah. Ia menangis histeris melihat dua pria itu berkelahi di bawah hujan. Setelah Reno tersungkur tak berdaya dan pingsan, Arka berbalik ke arah Kirana.

Napas Arka tersengal-sengal, darah mengucur dari pelipis dan buku jarinya. Ia mendekati Kirana yang sedang merapuh. Dengan sisa tenaganya, Arka melepaskan jas hitamnya yang basah kuyup dan menyampirkannya ke bahu Kirana yang kedinginan.

"Sudah kubilang sejak awal... jangan pernah percaya pada siapa pun... termasuk aku," bisik Arka dengan suara parau yang menyayat hati.

Kirana mendongak, menatap Arka dengan tatapan yang hancur berkeping-keping. "Kenapa kau kembali, Arka? Kenapa kau selalu muncul di saat aku sudah siap untuk benar-benar membencimu selamanya? Kau membuatku tidak bisa lepas dari bayanganmu!"

Arka berlutut di depan Kirana di atas aspal yang basah. Ia menangkup wajah wanita itu dengan kedua tangannya yang terluka dan kotor, menatapnya dengan intensitas yang meluluhkan segala pertahanan.

"Karena meski kau membenciku sampai mati, tugasku di sisa hidupku adalah memastikan tidak ada pria lain yang menyakitimu sekejam yang pernah kulakukan dulu. Kau adalah satu-satunya alasan aku masih ingin menjadi manusia, Kirana."

Kirana tidak bisa menahannya lagi. Ia menghambur ke pelukan Arka, memeluk pria itu dengan sangat erat seolah Arka adalah satu-satunya pegangan di tengah badai. Ia menumpahkan segala tangis, ketakutan, dan rasa cintanya yang terlarang di dada Arka yang bidang. Di bawah hujan lebat malam itu, kebencian dan cinta melebur menjadi satu kesakitan yang tak terlukiskan namun terasa nyata.

Kirana sadar, ia terjebak dalam lingkaran setan yang tak berujung bernama Arka Mahendra. Ia tidak tahu apakah ia ingin segera keluar atau justru memilih untuk tenggelam lebih dalam ke dalam dekapan pria yang telah menghancurkan sekaligus menyelamatkannya berulang kali.

...----------------...

Next Episode....

1
shabiru Al
mau tamatkah ?
Miss Ra: Belum kak..

masih panjang..
total 1 replies
Eva Karmita
benarkah Arka meninggal... sedihnya 😭😭😭😭
kalea rizuky
Kirana goblok pergi jauh lah gatel amat li kayak jalangg
Eva Karmita
😭😭 Arka kau laki" sejati...kau rela di pandang rendah dan hina demi penebusan dosa mu ...cintamu tulus Arka semoga ada keajaiban kamu bisa selamat dari ambang kematian yang menanti ...Kirana apa yang sekarang kmu rasakan melihat Arka lemah dan tidak berdaya 😭😭💔
Eva Karmita
perjuangan cinta yang rumit dan penuh pengorbanan berdarah 💔🥀🥺
Eva Karmita
nyesek banget dah 😩😩 ....cinta Arka yang begitu besar tapi Dimata Kirana hanya sebuah kepalsuan 💔😭
Eva Karmita
otor keren jalan ceritanya bagus aku suka melihat perjuangan cinta Arka tidak pernah menuntut untuk dibalas cintanya cuma mau selalu dekat dgn wanitanya ❤️🤍👍
Miss Ra: thank u atas apresiasinya kak..

semoga berkesan dengan semua ceritaku yaa..

/Kiss//Heart/
total 1 replies
Eva Karmita
terharu banget melihat perjuangan Arka dalam menembus semua dosa nya ...semoga kalian bisa bersatu dalam suka dan duka ❤️
shabiru Al
ta kasih vote ya thor biar makin semangat up nya 💪
Miss Ra: thank u kakak...

semoga berkesan dengan ceritaku..
/Kiss/
total 1 replies
shabiru Al
ta kirain kirana gak bakalan tau siasat arka,, akhirnya tau juga strategi arka agar bisa menangkap baskara,, meski harga yang harus dbayar arka sangat mahal
shabiru Al
rumit benar2 rumit,,, arka melindungi kirana dengan menghancurkan jiwanya...
shabiru Al
permainan semakin berbahaya
shabiru Al
makin rumit dengan jalan pikiran arka,, dah curiga juga pasti arka tetep terlibat... kasihan sekali kirana
shabiru Al
makin rumit makin jlimet dan bodohnya kirana gak bisa lepas dari arka
shabiru Al
benar2 pelim
Miss Ra: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
anju hernawati
bagus jalan ceritanya author lanjut y .....
Miss Ra: siaaappp
total 1 replies
zhelfa_alfira
makin seru
Renjana Senja
nah bener. harus waspada sama barang asing gitu
Renjana Senja
eh. kiriman apa itu kalau boleh tau kawan?
zhelfa_alfira
wah keren²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!