NovelToon NovelToon
Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:230.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Sukma Firmansyah

Di tengah kemiskinan setelah menjual segalanya demi membantu ibu mendiang sahabatnya, takdir membawanya pada sebuah keajaiban.
Sebuah gulungan lukisan leluhur yang tak sengaja terkena tetesan darahnya membuka gerbang menuju dimensi lain—sebuah "Ruang Peta Spiritual".
Di sana, waktu berjalan sepuluh kali lebih cepat. Mata airnya mampu menyembuhkan penyakit mematikan, dan tanahnya dapat mengubah tanaman layu menjadi harta karun bernilai miliaran!
Dari seorang gelandangan di kawasan kumuh menjadi taipan pertanian yang disegani. Xia Ruofei memulai hidup barunya: menanam sayuran kualitas dewa, memulihkan tubuhnya, dan menghajar mereka yang berani meremehkannya.
Inilah kisah sang Raja Tentara yang beralih profesi menjadi Petani Legendaris!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Pensiun dini

Sore itu di musim dingin, Kota Tiga Gunung, Provinsi Tenggara.

Suasana di Alun-Alun Tiga Gunung di pinggiran selatan tampak ramai.

Di tengah hiruk-pikuk manusia, seorang pemuda berwajah agak pucat berjalan dengan langkah tegap membelah kerumunan.

Namanya Xia Ruofei. Tahun ini usianya menginjak 23 tahun, seorang prajurit yang baru saja pensiun dari barak militer.

Xia Ruofei tidak terlalu jangkung, tingginya sekitar 175 cm dengan perawakan yang cenderung kurus.

Rambutnya cepak gaya militer, tubuhnya dibalut seragam loreng musim dingin Tipe 07 berwarna cokelat. Kakinya mengenakan sepatu bot tempur hitam standar dengan tali tinggi.

Namun, tak ada pangkat atau lencana militer apa pun yang menempel di seragam lusuh itu. Sepatu botnya pun sudah babak belur; cat hitamnya terkelupas di sana-sini, tampak seperti luka parut yang jelek.

Meski pakaian Xia Ruofei tergolong tua, semuanya tampak bersih dan memberi kesan segar.

Hanya saja, penampilannya memang terasa asing di tengah gaya orang-orang kota. Ia bahkan memancing beberapa tatapan penasaran dan remeh dari orang yang lewat.

Xia Ruofei memilih masa bodoh. Punggungnya tetap tegak, langkahnya konstan—tepat 75 sentimeter per langkah. Ia melangkah penuh semangat, memancarkan aura militer yang kental.

Di tangannya tergenggam selembar struk bukti transfer, sementara wajah pucatnya menyiratkan kecemasan yang mendalam.

"Hu Zi, cuma ini yang bisa kulakukan. Aku bahkan sudah menjual rumah peninggalan Kakek..." gumam Xia Ruofei pelan pada dirinya sendiri.

"Dengan uang ini, setidaknya Ibu bisa cuci darah. Soal cangkok ginjal... aku benar-benar sudah tak sanggup. Hah, semoga kau mengerti, Kawan. Beberapa hari lagi, kita berdua bakal bertemu di alam sana. Nanti aku akan minta maaf langsung padamu..."

Setelah bicara begitu, Xia Ruofei menghela napas panjang. Hatinya terasa perih.

Hu Zi adalah kawan seperjuangan sekaligus saudara terbaik Xia Ruofei di tentara. Dia tewas tertembak dalam pertempuran di perbatasan demi melindungi nyawa Xia Ruofei.

Dua tahun setelah kematian Hu Zi, Xia Ruofei didiagnosis menderita penyakit neuron motorik, atau yang dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig (ALS).

Gejala awalnya memang ringan—pasien mungkin hanya merasa sedikit lemas, otot kedutan, dan mudah lelah. Tapi lama-kelamaan, penyakit ini akan menyebabkan penyusutan otot hingga kesulitan menelan.

Menurut standar medis saat ini, penyakit neuron motorik belum ada obatnya. Vonis hidupnya bisa sesingkat beberapa bulan, atau paling lama dua hingga tiga tahun. Kebanyakan pasien akhirnya meninggal karena gagal napas.

Setelah memahami kondisi penyakitnya, Xia Ruofei dengan nekat mengajukan pensiun dini. Ia tak mau menjadi beban bagi kesatuannya.

Tentu saja, alasan yang lebih penting adalah harga dirinya. Xia Ruofei punya gengsi yang tinggi. Dia dulunya adalah tulang punggung tim penyerbu 'Lone Wolf' (Serigala Penyendiri). Dia tak sudi kawan-kawannya melihat dia susah payah hanya untuk menggerakkan jari, atau melihatnya terbaring tak berdaya menunggu ajal memakannya perlahan.

Setelah pensiun, Xia Ruofei pergi ke rumah Hu Zi untuk menjenguk ibunda temannya itu. Namun, betapa kagetnya dia saat tahu wanita tua itu menderita uremia (gagal ginjal). Uang santunan kematian Hu Zi yang tak seberapa sudah lama ludes, sementara kondisinya tak kunjung membaik.

Tanpa ragu sedikit pun, Xia Ruofei menjual rumah kecil peninggalan kakeknya dengan harga murah.

Dia baru saja dari bank untuk mentransfer 400.000 yuan hasil penjualan rumah, ditambah 80.000 yuan uang pesangon militernya, langsung ke rekening ibunda Hu Zi.

Tapi akibatnya, dirinya sendiri kini jatuh miskin.

Sekarang, selain uang sewa kost dua bulan yang sudah dibayar di muka, seluruh harta Xia Ruofei hanyalah beberapa ratus yuan di sakunya.

***

Setelah melewati jalan beringin baru di samping Alun-Alun Tiga Gunung, pemandangan di depannya berubah drastis.

Kemewahan kota seolah lenyap ditelan bumi. Yang terlihat hanyalah rumah-rumah rendah dengan kabel listrik semrawut dan pohon-pohon yang tumbuh liar tak terurus.

Selokan di pinggir jalan menguarkan bau busuk menyengat, dan sampah berserakan di mana-mana.

Ini adalah kawasan kumuh di tengah kota. Di era modern ini, tempat itu memancarkan aura tua dan lapuk. Untungnya, kabarnya daerah kumuh ini bakal digusur dalam satu atau dua tahun lagi.

Setelah menjual rumahnya, Xia Ruofei menyewa kamar termurah di kawasan ini untuk berteduh.

Orang tua Xia Ruofei meninggal muda, dan satu-satunya keluarganya, sang Kakek, juga sudah tiada. Dia hidup sebatang kara, jadi kamar sempit pun sudah cukup baginya.

Dia berjalan cepat menyusuri jalanan sempit itu. Keningnya bahkan tak berkerut sedikit pun meski bau busuk sesekali menusuk hidung.

Selama karier militernya, dia pernah mengalami lingkungan yang seratus kali lebih buruk dari ini. Ini mah enteng.

"Lepaskan aku... Tolong!"

Sayup-sayup, terdengar suara teriakan dari kejauhan.

Kening Xia Ruofei sedikit berkerut. Langkah kakinya dipercepat menuju arah suara itu.

Biasanya, Xia Ruofei bukan tipe orang yang suka ikut campur urusan orang lain. Tapi keamanan di daerah kumuh ini memang parah. Ada berbagai macam orang di sini.

Teriakan minta tolong itu terdengar seperti suara wanita muda, penuh dengan nada panik dan ketakutan. Kalau dia diam saja, hal buruk mungkin akan terjadi.

Dia menerobos gang sempit dengan cepat.

Di depan sebuah rumah kosong yang terbengkalai, Xia Ruofei melihat pemandangan yang membuatnya geram. Tiga preman mabuk sedang mengepung seorang gadis yang tampak panik sambil cengar-cengir nakal.

Gadis itu mengenakan jaket bulu angsa putih pendek dan celana jins biru.

Dia memiliki sepasang kaki yang jenjang. Meski pakaian musim dinginnya agak tebal, lekuk tubuhnya yang anggun dan tinggi tetap tak bisa disembunyikan.

Wajahnya oval dan sangat cantik. Mata besarnya yang seharusnya tampak lincah, kini dipenuhi ketakutan.

Rambut indahnya tampak agak berantakan, dan tubuhnya gemetar hebat, membuatnya terlihat makin menyedihkan.

1
Memyr 67
apa arti keonjuran di kantor? duh, ucing ala ebi
Memyr 67
teranyar? itu bahasa infonesia? ada di kbbi?
Jujun Adnin
good
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat t😍💪
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Memyr 67
𝗂𝗁𝗂𝗁𝗂𝗂, 𝗍𝗎𝖻𝗎𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗈𝗍𝗈𝗍, 𝗍𝗎𝖻𝗎𝗁 𝗄𝖾𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀𝖺𝗇 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗌𝖾𝖻𝖾𝗅𝗎𝗆𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗌𝖾𝖻𝗎𝗍 𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝖺𝗇𝗀, 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗆𝖺𝗅𝖾𝗆. 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗇𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗒𝖺? 𝗉𝖺𝗌 𝗇𝗀𝖾𝗍𝗂𝗄?
Maz Shell
kebanyakan penjelasan Thor
Memyr 67
𝗄𝗈𝗄 𝖺𝗄𝗎 𝗂𝗄𝗎𝗍𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝗉𝗋𝗂𝖺 𝖻𝖺𝗋𝖺𝗍 𝖻𝖾𝗀𝗈. 𝖿𝗂𝗌𝗂𝗄 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖺𝗌𝗂𝖺 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇. 𝖻𝗎𝗇𝖽𝗂𝗋
Memyr 67
𝗉𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗄𝗈𝗄 𝗉𝖺𝗀𝗂 𝗉𝖺𝗀𝗂? 𝗉𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖿𝖾𝗌𝗍𝗂𝗏𝖺𝗅 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗋𝖺𝗄𝗒𝖺𝗍?
Darmono
lanjutkan thorrr ceritanya mantap banget 👍💪🙏
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖻𝗈𝗅𝖺𝗄 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄 𝗃𝗎𝖺𝗅𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀. 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗌𝗎𝗄𝗎𝗅𝖾𝗇. 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗋𝗃𝖾𝗆𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗇𝖽𝗂𝗋𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗉𝖺𝗄𝖺𝗂 𝖺𝗂 𝗌𝗂𝗁 𝗂𝗇𝗂?
Heni Setiyaningsih
sehat terus dan semangat Thor 😍💪
Memyr 67
𝗄𝖾𝗋𝖾𝗇 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗀𝖺𝗇𝗃𝖾𝗅 𝗄𝖾𝗋𝗍𝖺𝗌 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗀𝗂𝗈𝗄. 𝗋𝖺𝗄𝗒𝖺𝗍 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗍𝖺 𝗄𝖺𝗒𝖺𝗄 𝖺𝗄𝗎 𝗀𝖺𝗇𝗃𝖾𝗅 𝗄𝖾𝗋𝗍𝖺𝗌 𝖻𝗂𝖺𝗌𝖺 𝗉𝖺𝗄𝖺𝗂 𝗌𝗍𝖾𝗉𝗅𝖾𝗌 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗅𝖺𝗄𝖻𝖺𝗇. 😄😄
Memyr 67
𝗍𝖺𝗎 𝗋𝖺𝗌𝖺. 𝗌𝖾𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗅𝗈𝗈𝖽 𝗐𝗈𝗅𝖿 𝗆𝖺𝗎 𝖽𝗂𝗍𝗂𝗇𝖽𝖺𝗌 𝗌𝖾𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗌𝗂 𝗋𝖾𝗇𝖽𝖺𝗁𝖺𝗇. 𝗍𝖾𝗋𝗅𝖺𝗅𝗅𝗎 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗍𝗎 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗌𝗂. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗌𝗂 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝗄𝗇, 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗄 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀.
Jujun Adnin
ok
Heni Setiyaningsih
sehat terus dan semangat 😍💪
Heni Setiyaningsih
wow....mantab😍👍👍👍 makaci Thor crazy up nya 😍😍😍😍😍😍😍
sehat terus dan semangat Thor 💪💪💪💪💪
Jujun Adnin
gas terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!