Al berusaha keras untuk terus menempa kemampuannya Fokus pada karirnya nya adalah impian nya Setelah terbuang dari pernikahan hasil perjodohan pamannya Yang membuatnya menutup diri .Sampai ia bisa menjadi sukses Banyak wanita yang tergila gila padanya Namun tak membuat Al tergoda Akan kan Al bisa jatuh cinta lagi Setelah merasa kecewa di sang istri
Bee teman Al satu profesi Yang diam diam slalu mengagumi Al Slalu saja memberi kan motivasi dan dorongan Berharap suatu hari nanti Al menganggapnya orang yang berarti Tapi Al hanya menganggap Bee sahabat terbaik nya Akan kah Bee bisa tulus menerima persahabatan mereka Atau Al juga menaruh hati padanya baca di sini ya .... ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Dokter Luis hanya tersenyum dan berpaku tangan
" Iya di jahit , dan besok bila Willy yang membuka dadanya Maka Ana yang akan menjahitnya Begitu juga bila kau membuka dadanya Al akan menjahitnya Itu untuk latihan tahap awal " Jelas dokter Luis
Mereka berempat pun saling pandang satu sama lain Karna mereka harus bergantian memegang pisau bedah
" Kenapa bingung , Ayo sini kata dokter Luis " kata dokter Luis membuka dada mayat itu lalu menjelaskan anatomi jantung dan selaput jantung juga katup jantung Yang harus mereka ketahui
Al memperhatikan jantung mayat itu dengan hati hati Hingga sangat dekat Dan terlihat jelas jantung itu masih merah dan baru berhenti berdetak
Tangan Al serasa kaku Ketika melihat semua organ tubuh mayat itu Yang di buka oleh dokter Luis Untuk memberi penjelasan pada mereka untuk mulai mengamati nya dengan hati hati . Agar bisa melihat dan mempelajari organ jantung manusia Dan seluk beluknya
Bee yang melihat Al gemetaran Memberi kan senyuman Agar Al bisa bersikap tenang
" Buang rasa takut mu kita sedang belajar Al " bisik Bee pelan Yang melihat Al sedikit takut
" Ya " kata Al yang membuang rasa takutnya Mungkin karna ini baru awal memegang pisau bedah mengiris dada manusia Membuat Al terbawa suasana tegang Dan juga kurang percaya diri. Karna mereka baru belajar
Hampir 4 jam mereka belajar di kamar mayat Yang membuat mereka cukup lelah Setelah selesai dokter Luis pun meninggalkan mereka berempat Dan tak lupa menyuruh Bee untuk menjahit kembali dada manusia itu .
" Huh..... capek juga " Kata Bee duduk di kursi
" Ya mengerikan juga Tapi kita memang harus belajar kan " Kata Ana
" Iya makanya perlu mental yang kuat " Kata Willy Yang lalu melepas kaos tangan nya Lalu mencuci tangannya sampai bersih
Sedangkan Al membersihkan meja operasi Dan menutup tubuh mayat Yang sudah selesai di jahit . Lalu duduk si sebelah Bee
" Apa sudah selesai , apa kita langung pulang " kata Al
" Ya kita laporan dulu , lalu pamit pada dokter Luis " kata Bee
" Ya sudah ayo kita pulang " kata Al
" Ya ayo aku sudah capek nih " kata Ana
" Ayo " kata Will Lalu duluan dari ruang bedah Dan Al bersama Bee juga Ana menyusul dari belakang .
Mereka berempat lebih dulu ke ruangan dokter Luis untuk berpamitan Setelah itu mereka langsung pulang dan berpisah di lobby rumah sakit
" Al ayo bareng " kata Bee
" Hah.......apa kau bawa mobil " kata Al
" Ya ayo bareng " kata Bee Yang berjalan menuju lorong parkiran rumah sakit untuk mengambil mobil bersama Al . Dan Al mengikuti Bee Dan ketika sampai di parkiran Bee memencet remote kontrol kunci seketika pintu mobil langsung terbuka
" Ya tuhan gila mobil antik " batin Al Ya tahu mobil Bee mobil mahal tahun 70 Yang sangat legendaris Dan pastinya mobil itu sangat mahal
" Ayo masuk " kata Bee
" Ini mobilmu " kata Al tak percaya
" Ya kenapa ?" kata Bee
" Mobilmu keren dan antik " Kata Al Yang masuk dan duduk di sebelah Bee
" Ya ini punya papi , apa kau asli orang indonesia " Kata Bee Sambil menghidup kan mobilnya Dan membawa mobilnya keluar dari lorong pakir rumah sakit
" Ya kenapa " kata Al
" Tidak, hanya heran saja kau sangat ahli dalam herbal yang membuat ku cepat pulih Dan juga bisa menilai barang antik Sedangkan semua teman temanku Mengatakan ini mobil tua dan jelek " Kata Bee terkekeh
" Mungkin mereka tidak tahu, Padahal mobil ini bila di jual bisa mencapai harga trilyunan " Kata Al yang tahu kekek nya juga pengoleksi barang antik
" Bagaimana kau tahu ?" kata Bee Sambil Yang tahu mobilnya pernah di tawar 2 triliyun oleh teman sang papi Namun Bee tak melepasnya Karna warisan sang kakek . Sambil menyetir meninggalkan rumah sakit
" Ya aku hanya sering melihat barang antik para colector tua " kata Al melirik Bee Yang bisa menilai Bee bukan gadis dari kalangan biasa
" O..... begitu , Oh ya apa kau mahasiswa jalur prestasi Al " kata Bee
" Aku dengar kau mahasiswa yang mendapat beasiswa penuh di sini ." kata Bee lagi
" Ya karna hanya itu yang bisa aku andalkan untuk kuliah lagi " Kata Al Yang meraih ponselnya yang bergetar
" Ya halo siapa ini ? " kata Al
" .........."
" Apa sekarang ?" kata Al
" ............"
" Baik tuan " kata Al
" Bee bisa turun kan aku di halte depan saja Ada orang yang mau minta bantuan" kata Al pada Bee
" Biar aku antar , beri tahu saja alamat nya " Kata Bee
" Sebentar biar aku tanya dulu " kata Al Yang mengirim pesan pada si penelpon
Bee pun membawa mobilnya pelan Dan setelah Al mendapatkan alamat nya Bee langsung melajukan mobil ke alamat Yang di berikan Al Karna dia tahu alamat daerah itu Yang tak jauh dari rumah sang kakak .
" Apa kau tahu wilayah nya ?" kata Al heran melirik Bee
" Ya " kata Bee tancap gas .
Dan tak sampai setengah jam mereka sampai di rumah ukuran besar Dan megah Dan Bee menghentikan mobil nya di depan rumah besar itu Rumah mantan senator ( sekelas mentri )
" Ayo turun " kata Bee
" Hah..... apa ini rumahnya Bee " Kata Al
" Ya ayo " kata Bee Yang turun dari mobil Dan Al ikut turun menyusul Bee Lalu kedua nya menuju teras rumah Yang sudah di tunggu seorang pria bertubuh besar
" Maaf apa tuan Muller ada ?" kata Bee
" Apa kalian dokter nya ?" Kata pria itu ramah
" Iya tuan " kata Al
" Oh mari silahkan masuk , biar saya antar dok. Tuan Muller menunggu dokter di rumah tengah " kata pria itu Yang tak lain adalah bodyguard tuan Muller
" Terimakasih tuan " kata Al ramah Yang lalu mengikuti pria itu menuju ruang tengah Dimana tuan Muller sedang duduk santai menunggu Al
" Tuan ini dokternya " kata Pria itu
" Hei nak , kau........ bukan nya kau Bee
" Iya tuan Muller " Jawab Bee tersenyum
Yang membuat Al terkejut Kalo Bee kenal dengan pria yang ditolong nya
" Ok....ok ..... Jadi di teman mu Bee Ayo sini duduk lah bibi maria....!! " kata tuan Muller Yang membuat seorang wanita datang tergopoh gopoh datang untuk menghadap didepannya
" Tolong buat kan minum ya buat tamu tamu saya ya " kata Tuan Muller
" Baik tuan " kata wanita itu cepat cepat kembali ke belakang .
"' Sini anak muda mendekati lah , Bee teman mu ini Yang yang menolong saya sepulang dari restoran Waktu itu saya hampir kena serangan jantung saat shock Tapi dia datang menolong saya . Siapa namamu nak ?" kata Tuan Muller
" Panggil Al saja tuan " kata Al tersenyum
" Ya ya Al terimakasih" kata tuan Muller tersenyum lalu menepuk nepuk bahu Al
" Begini Al , apa kau mau jadi dokter pribadi ku untuk beberapa bulan ke depan Karna dokter pribadi sedang masa cuti " Kata tuan Muller menatap Al serius
" Hah..... dokter pribadi ?" kata Bee kaget .
**Maaf author baru nulis pelan pelan satu bab . Insyaallah kalo sudah sehat ** Author bikin tiga bab lagi Trimakasih pengertiannya
Tama