Ellie Diana Mahendra seorang gadis cantik dari keluarga kaya raya dengan kecantikan alami.namun, kekayaan yang di miliki Ellie membuatnya di kelilingi oleh banyak orang munafik.
dan di situlah Ellie mulai meminta pada orang tuanya nya untuk hidup sendiri dan mencari orang orang yang tulus dengannya.
di saat dirinya SMA, Ellie bertemu dengan seorang pria tampan kaya raya dan baik hati bernama Alvaro Bagaskara.
kecantikan Ellie yang alami pun membuat Alvaro jatuh cinta dan mereka memlih untuk menikah setelah lulus SMA.
di awal pernikahan nya Ellie merasa hidupnya sangat baik karena di cintai dengan begitu hebatnya oleh Alvaro dan di terima baik oleh mertuanya.
namun setelah satu tahun menikah,Ellie dan Alvaro belum juga di karunia seorang anak membuat ibu mertua Ellie murka dan menyuruh Alvaro untuk menikah dengan perempuan lain.
apakah Alvaro mau menikah dan meninggalkan ellie?
ayo sama sama kita ikuti perjalanan kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon quen-yaya14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
malam petaka
" ah maaf nona,saya tidak sengaja."ujar seorang pria sambil menjulurkan tangannya untuk membantu Ellie bangun.
Ellie memilih untuk bangun sendiri dan Tidak menerima uluran tangan pria itu.
" Ellie/gabriel"ucap Ellie dan pria itu secara bersamaan.
Gabriel aktisa adalah seorang pemuda tampan yang seumuran dengan ellie.dulu di saat SMA Gabriel menjadi salah satu teman Ellie.
" gak nyangka ketemu kamu di sini lagi.makin cantik aja"puji Gabriel merasa senang kembali bertemu dengan teman lamanya.
" kamu juga lama tidak berjumpa ya."ucap Ellie tak menghiraukan pujian Gabriel.
" aku ada pertemuan penting di sini sama klien aku.kamu ke sini bareng siapa?" tanya Gabriel dengan antusias.
" baby kenapa lama sekali hmm."kedatangan Arkan yang tiba tiba langsung menarik Ellie ke arah nya mengejutkan mereka berdua.
Arkan yang melihat Ellie tidak kembali dari toilet memilih untuk menyusul gadis itu. hati Arkan langsung panas membara saat melihat orang yang di khawatir kan nya sedang berbicara dengan laki laki lain.
" Ellie siapa ini?" tanya Gabriel yang masuk berusaha menampilkan senyum nya.
" dia..."
" kekasih ellie"potong Arkan dengan cepat.
" apakah benar?" tanya Gabriel yang tak mempercayai perkataan Arkan.
Ellie tidak menjawab tapi wanita itu mengangguk iya.arkan yang melihat hal itu tersenyum senang.
" makanan kita sudah sampai,jadi ayo cepat makan sebelum dingin."ucap Arkan langsung membawa Ellie pergi dari hadapan Arkan.
" lagi lagi aku kalah dan memilih untuk memendamnya saja."batin Gabriel sedih.
Sebenarnya sudah lama sekali gabriel memendam perasaan nya pada ellie.pria itu terlalu malu untuk mengungkapkan nya hingga memilih untuk memendamnya saja.
Sedangkan Arkan setelah menjemput Ellie tadi,mereka melanjutkan makan siang nya dengan saling diam diam.arkan masih cemburu terhadap Ellie yang tadi berbicara dengan pria lain.
Sedangkan Ellie juga tidak punya mood untuk bicara sekarang karna perutnya sedang sakit.setelah makan pun Arkan tanpa mengatakan apapun langsung mengantarkan Ellie pulang.
Sekarang Arkan tengah menuju ke markas untuk mengintrogasi pelaku yang menyerang mereka kemarin malam.
memarkirkan mobilnya di depan,Arkan langsung masuk.di depan pintu markasnya Arkan di sambut oleh dua orang berbaju hitam yang bertugas berjaga di luar.
" di mana marco"tanya Arkan pada ke dua penjaga itu.
" ketua ada di ruangan anda tuan muda."jawab mereka berdua.
Melangkah kan kakinya kembali.arkan langsung menuju ke ruangan yang di katakan anak buah nya tadi.
" tuan muda."sapa Marco ketika melihat kedatangan Marco.
" di mana tahanan kemarin malam."tanya Arkan dengan dingin.
Di saat saat suasana hatinya begini.arkan memang butuh pelampiasan dan pelampiasan Arkan kali ini adalah pembunuh bayaran kemarin.
" mari saya antar tuan!"ucap Marco.
mengikuti Marco dari belakang,Arkan langsung turun ke ruang bawah Tanah nya.inilah salah satu rahasia yang orang orang tak tau.arkan adalah seseorang yang tidak suka di usik.dan ketika ada yang mengusik nya maka orang itu akan menjadi target tahanan nya di sini.
bau darah bercampur bau amis langsung tercium saat Arkan turun lebih ke bawah lagi.bahkan di setiap sel terdapat orang orang dengan kondisi yang sangat tidak wajar.
"Bunuh kamu tuann...."
" A...aku..ti..dak..sanggup ...lagi"
" to..long...ampuni..kami.."
berbagai macam gumaman langsung memenuhi telinga Arkan.namun pria itu tidak menghiraukan nya.itulah resiko yang harus mereka tanggung karna telah mengusik hidup seorang Arkan ghayzar Abimana.
" buka sel nya"perintah Marco pada ke dua penjaga yang menjaga sel pembunuh bayaran kemarin.
Masuk ke dalam Arkan bisa melihat jika kondisi pria bertato kemarin sangat mengenaskan.
Duduk dengan angkuh di kursi yang telah di sediakan.arkan memandang pria itu dengan pandangan tajam dan dinginnya.
"le...paskan aku sialan!"umpat pria bertato itu.
"apa kau fikir akan mudah lepas jika sudah masuk ke sini."ucap Arkan.
" aku tidak akan membuang waktuku dengan pecundang sepertimu,jadi tugasmu sekarang adalah menjawab pertanyaan dari ku"lanjut Arkan.
" siapa yang menyuruh mu untuk membunuh Ellie ku hmm"tanya Arkan.
"cuih!sampai kapan pun,aku tidak akan menjawab nya."ucap pria bertato itu sambil meludah ke sepatu Arkan.
Marco yang melihat hal itu hendak maju untuk memberi pelajaran.namun saat melihat Arkan mengangkat tangannya Marco kembali mundur.
" sekali lagi siapa yang menyuruh mu BICT.."ucap Arkan dengan marah.
" hahahaha sampai kapan pun aku tidak akan memberitahu mu"jawab pria itu tertawa meremehkan.
" ck,ck,ck kau sangat bebal rupanya ya."ucap Arkan bangun dari duduk nya berjalan ke arah sebuah dinding yang sudah lengkap dengan benda benda taj*m dan perlengkapan penyiks*an lainnya.
Arkan memilih sebuah pis*u kecil dan sebuah kap*k.lalu berjalan kembali ke arah pria bertato itu.
" karna kau tidak menjawab pertanyaan ku maka aku tidak akan Segan lagi untuk membun*hmu."ucap Arkan tersenyum miring.
GLEKKK ...
" A...apa yang mau kau lakukan"ucap pria bertato itu melihat Arkan semakin dekat ke arah nya.
"kita akan melakukan sebuah operasi besar.tenang saja,ini tidak akan sakit."ucap Arkan memulai aksinya.
" Marco.."panggil Arkan.
Marco yang sudah mengerti langsung maju ke depan dan menyuntikkan sebuah cairan Agar tubuh pria bertato itu kuat dan tidak mudah mat*.
SYUT.....
" eghhh...apa ini bajingan.."tanya pria bertato itu.tapi,sayang nya pertanyaan pria itu tidak terjawab sama sekali.
Jleb....srekkkk.....
" akhhh.....sakit..."teriakan kesakitan dari pria itu langsung menggema ketika pis*u kecil Arkan menancap di dada pria itu lalu merobek nya hingga ke per*t pria itu.
" berteriak lah,karna aku sangat suka mendengar teriakan mangsaku"ucap Arkan sekarang mengeluarkan semua isi dalam per*t pria itu.
" iblis...iblis...ka..kau..iblis.."ucap pria itu menahan rasa sakit yang luar biasa.
" dan kau salah karna telah berurusan dengan iblis ini."ucap Arkan sekarang memotong motong kecil tang*n dan kak* pria itu.
Tak...tak...tak... AKHHH....tak...tak...
Akibat efek suntikan yang Marco suntikan membuat pria bertato itu tidak mudah mati dan merasakan sakit yang sangat kuat.
" ka..kau...bia..dap.."ucap pria itu.
" wa...laupun..kau...mem.. bunuh..ku..seperti ini.ta..pi...satu yang harus kau tau..na..nanti...malam...putri bungsu... Mahendra pasti akan...di bunuh.."ucap pria itu sebelum menutup matanya dan mati.
DEGG....
Arkan yang mendengar hal itu entah kenapa mendadak menjadi takut.
" bakar many*t nya dan cari tau siapa yang menyewa mereka."ucap Arkan langsung keluar dari sana.
*****
malam harinya di kediaman Mahendra nampak seorang yang memakai jubah hitam tengah memantau mansion ini.
" aku yakin malam ini aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan."ucap sosok itu langsung pergi dari sana.
Di dalam mansion Mahendra malam ini adalah malam di mana Megan akan pulang kembali bersama Oma dan opanya.
" Megan! Ku harap kau bisa mengubah kebiasaan mu itu sebelum aku mengatakan hal sebenarnya pada Oma dan opa"bisik Megan di telinga Megan.
Deg...
" apa maksud Ellie,apa dia tau apa yang selama ini aku lakukan."batin Megan takut.
" apa yang kamu bisikkan di telinga Megan Ellie."tanya tuan Rian.
" tidak apa apa opa"jawab Ellie tersenyum.
" ya sudah kalau begitu kami pulang dulu ya."ucap tuan Rian langsung mengajak istri dan Megan pergi.
" apa kamu yakin tidak akan mengatakan fakta itu pada opa dan Oma princes.."tanya arjuna.
" tidak kakak,biarlah Oma dan opa ada temannya.aku juga sudah memperingati Megan tadi."ucap Ellie.
mencium keluarga nya satu persatu Ellie melanjutkan kata katanya." ya sudah Ellie ke kamar dulu ya."ucap ellie langsung naik ke atas menuju kamar nya.
Di kamar nya Ellie memeriksa ponsel nya berharap Arkan akan menelepon seperti biasa.namun wanita itu harus menelan pil pahit karna ponsel itu kosong.
" ck,kenapa dia tidak peka sama sekali.apa dia sudah tidak mencintaiku lagi."kesal Ellie melempar diri nya ke kasur.
" apa aku sudah mencintai nya ya."gumam Ellie ragu ragu.
lamban laun tapi pasti, karna sibuk berfikir Ellie pun tertidur tanpa sadar.
Jam 12:30
Brugh.. brugh....brak....
" eghhhh siapa itu? Apa kucing ya."gumam Ellie mengucek ngucek matanya.
Suara berisik yang berasal dari balkon kamar membuat Ellie terbangun.bangun dari kasurnya Ellie meraih sebuah fas yang ada lalu menuju ke balkon untuk memeriksa nya.
Srek....
Kosong!ellie Tidak melihat siapapun di sana.' mungkin kucing'batin Ellie berbalik badan.
Hap....
" hmptttttt....."
SYUT....
" eghhhhh..."
Ellie langsung terkulai lemas saat seseorang berjubah hitam membekap mulutnya dan menyuntikkan sesuatu di leher wanita itu.
jangan sampe Marco kenapa, jangan buat sad ending untuk Marco ya Thor, kan kasihan istri dan anak nya .
do mohon banget pokoknya thorrr