NovelToon NovelToon
Tiga Jagoan Yatim Piatu

Tiga Jagoan Yatim Piatu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa
Popularitas:64.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senajudifa

Dina, Syifa dan Juned mereka bertiga adalah anak Sania dari Sofwan. setelah mengalami pahit dan manisnya kehidupan, hidup mereka kembali diuji.

Setelah Sofwan bapak mereka meninggal dunia, menyusul lagi ibunda tercinta pergi menghadap yang kuasa. Dina sebagai anak sulung harus berjuang untuk adik-adiknya.

Mampukah mereka bertiga melewati semua cobaan yang kelak akan dilewati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senajudifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Serangan 1

"Apakah ayah merasa bahwa malam ini sedikit aneh?" Tanya Arimbi.

"Merasa apa? Ayah hanya merasa bahwa malam ini sangat dingin sebab angin berhembus kencang sekali sementara di luar langit malam tampak lebih hitam dan pekat." Jawab aki Saman.

Sebenarnya sebagai orang yang memiliki ilmu silat, tentu saja aki Saman sudah tau tetapi agar menantunya tidak panik dia bersikap sewajar mungkin.

"Ya Allah, jika malam ini adalah akhir dari hidupku maka kuserahkan semua hidup dan matiku hanya kepadaMu ya Allah!!" Bisik aki Saman.

Sementara itu Saribud bergegas naik ke atas motor setelah menaikan semua barang bawaan yang akan dia bawa pulang.

"Kenapa perasaanku semakin tidak enak? Seperti bakalan terjadi sesuatu tapi pada siapa? Kepadaku atau keluargaku di rumah sana?" Desisnya lagi.

"Rimbi, bisakah kamu menuruti perkataan ayah kali ini? Ayah ingin kamu bersiaplah, ayah tak bisa bohong lagi padamu!! Bangunkan anak-anakmu dan bersiaplah karena ayah merasa bakal terjadi sesuatu malam ini!!" Ucap aki Saman seraya matanya menatap lurus kearah kegelapan.

"Jika terjadi sesuatu, pergilah dengan ketiga anakmu lewat pintu belakang, tunggu ayah di kebun kita karena itu tempat teraman, tapi jika setengah jam ayah belum menyusul, maka kamu pergilah cepat bersama ketiga anakmu tak usah menunggu ayah lagi!!" Kata aki Saman kembali.

Arimbi sebenarnya keberatan dengan perkataan ayah mertuanya itu tetapi dia tidak berani membantah perkataan ayahnya selain mengiyakannya walaupun dia penasaran setengah mati pada apa yang bakal terjadi pada mereka beberapa jam kedepannya.

Arimbi masuk kedalam kamar. Sumi telah tertidur pulas setelah semenjak sore tadi dia lelah menangis akhirnya kini dia pulas tertidur. Berbeda lagi dengan Sukardi dan Sukir. Kedua putranya itu masih duduk di tempat tidur.

"Kalian belum tidur?" Tanya Arimbi lembut pada keduanya.

"Kami atut bu!!" Suara khas cadelnya Kardi memecah keheningan.

"Kardi takut apa? Kan ada kakek dan ibu!!" Kata Arimbi.

Kardi hanya menggeleng pelan. Dia menangis tanpa suara membuat kuatnya keyakinan Arimbi bahwa akan terjadi sesuatu malam ini pada keluarga mereka.

"Arimbi tau persis, Sukardi dalam usianya yang masih tiga tahun itu telah menguasai kemampuan kakek dan ayahnya. Perasaannya sangat peka. Tak heran dia telah dididik oleh aki Saman langsung sejak dia bisa berjalan.

"Kita mau pelgi kemana bu?" Tanya Kardi sambil memeluk Sukir.

"Ibu juga tidak tau tapi kalian bersiap aja ya!!" Jawab Arimbi.

Kedua putranya hanya mengangguk lalu mereka memakai jaket yang diberikan ibu mereka tanpa berkata lagi.

Sementara Saribud berusaha melaju secepat mungkin agar bisa cepat sampai di rumah.

Saat itu sudah pukul 12 tengah malam. Desa tempat mereka tinggal malam itu sangat sepi seperti desa tak berpenghuni bahkan suara binatang malampun tak terdengar sama sekali.

Hening...

Kratak...

Dari atap rumah mereka terdengar seperti sesuatu yang hinggap di atas atap.

"Suara apa itu ya?" Gumam Arimbi.

Tiba-tiba...

Rimbi bersiaplah, mereka telah datang, mereka akan menyerang lagi, kamu bawa ketiga anakmu keluar lewat pintu belakang, seperti 6ang ayah bilang tadi tunggu ayah di kebun kita tapi jika setengah jam ayah belum muncul, maka kalian pergilah sejauh mungkin!!" Kata aki Saman.

Arimbi tak banyak tanya lagi, digendongnya Sumi lalu dia memberi kode pada Sukardi dan Sukir.

Mereka bertiga keluar perlahan dari pintu belakang. Sepintas Arimbi melihat ada bayangan hitam besar bertengger di atas atap rumah mereka.

"Itu apa bu?" Tanya Sukardi setengah berbisik yang rupanya juga melihat bayangan hitam di atas atap itu.

Sssttt...

"Ayo Kardi, kita berempat harus segera pergi ke kebun dan tunggu kakek di sana!!" Bisik Arimbi.

Tak lama sehabis kepergian Arimbi dan ketiga anaknya.

"Keluar kau Saman??" Sebuah suara bentakan datang dari atas atap itu.

"Akhirnya dia datang juga!!" Bisik aki Saman menghela napas panjang lalu bersiap hendak keluar rumah.

*

*

***Bersambung...

Suara bentakan siapakah itu??

Jangan lupa untuk mengikuti terus kisah Tiga Jagoan Yatim Piatu ya reader dan jangan lupa dukungannya.

1
Dina⏤͟͟͞R
hadeh maya lagi2 ganggu aja
Dina⏤͟͟͞R
hahaha bakal pingsan duluan kalau berhadapan sama dina
Dina⏤͟͟͞R
wah hans gak peka nih.
Dina⏤͟͟͞R
waah maya ini matre juga
Fenti
dijaga dong matanya Dina
R.F
lanjut
Zenun
suara siapa tuh
R.F
lanjut kk
R.F
lanjut
Spyro
Betul banget thor.
Spyro
Niko kl ngmong suka bener 😂🤣
Spyro
Eh ak jd bayangin kan 😭😱
Spyro
Seketi pasti deh. Serem ya klo wanita sdh brtindak 😣😢
Spyro
Wah bakal diguna-guna Arimbi nya 😣😣
R.F
lanjut
R.F
semangat kak
R.F
semangat
R.F
nyicil kak
Zenun
yang ada ciro keok sama dina
R.F
hahaha hebat dina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!