NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diana Ana

Di bumbui Cerita 21++

Tak kusangka aku bisa mencintaimu.

Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.

Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.

Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.

Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.

Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Mau Aku Peluk!

Arana yang melihat Steven tetap menutup kedua matanya merasa

sangat kesal, kesal karna merasa sangat lapar, namun Steven tidak

memperdulikannya.

Arana turun dari atas tempat tidur, lalu berjalan ke arah

kamar mandi untuk segara membersikan diri karna jujur saat ini semua

cacing-cacing dalam perutnya semuanya mulai demo minta jatah makan siang yang

telah di lewatkannya.

Arana membuka bajunya kemudian melemparnya kesembarang

tempat karna merasa sangat kesal,dan kekesalannya itu terlampiaskan oleh

bajunya.

Sementara Steven yang melihat wajah Arana berjalan masuk ke

dalam kamar mandi, dengan segara bangun dan mulai memesan makanan untuk Arana

makan, karna ia tidak ingin Arana kesal di saat seperti ini Steven ingin

melihat istrinya selalu terlihat ceria dan bahagia.

Steven mulai memesan makanan dan juga buah-buahan untuk

Arana makan dan tentu untuk dirinya juga, bahkan di saat Steven memesan makanan

kepada pelayan Hotel Steven berkata.

“Jika kamu bisa membawa semua pesananku sebelum tiga menit, aku

akan memberi tip yang besar untukmu karna telah membuat istriku makan di tepat

waktu.”

Itulah yang Steven katakan kepada pelayan Hotel tersebut,

pelayang Hotel yang menginginkan tip lebih itu dengan segera menyiapkan semua

yang di inginkan tamu yang menginap di hotelnya, dan bahkan sebelum waktu yang

Steven katakan kini semua makanan yang Steven pesan kini telah tersedia di atas

meja sopa yang ada di dalam kamar yang ia tempati menginap, dan sesuai dengan

janji yang Steven katakan ia memberi tip yang besar kepada pelayan hotel

tersebut.

Steven yang melihat makanan telah tertata rapi di atas meja,

tersenyum, lalu melihat ke arah pintu kamar mandi yang hampir terbuka.

Steven yang melihat itu, dengan segera berlari naik ke atas

tempat tidur lalu merebahkan dan menyelimuti tubuhnya seperti semula, sama

seperti Arana melihat sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.

Setelah selesai dengan ritual mandinya Arana membuka pintu

kamar mandi, lalu melihat ke arah Steven yang kini tengah membungkus tubuhnya

dengan selimut.

Arana ingin mengumpat, namun tiba-tiba matanya melihat ke

arah meja dan melihat banyak makanan tertata rapi di sana.

Wajah yang tadinya kesal kini berganti dengan senyuman manis

di bibirnya. Arana pun berkata.

“Stev, kamu yang menyediakan semua ini?” melihat ke arah

Steven yang tidak bergerak dari dalam balutan selimut “Stev, bangun, kita makan

bersama. Aku sudah sangat lapar ni” Arana mengambil buah lalu memakanya “Stev! Bangun!”

Arana berteriak pelan agar Steven segera bangun karna ia tau Steven pasti

pura-pura tidur.

Karna melihat semua yang telah di siapkannya, tidak mungkin

ia akan terlelap secepat itu, itulah yang terlintas dalam pikiran Arana saat

ini.

“Baiklah kalau kamu tidak mau bangun. Akan lebih baik kalau

kita kembali ke kota kita, karna percuma datang kemari kalau kamu hanya ingin

tidur saja.” Arana sedikit mengancam dan itu membuat Steven segera bangun dan

duduk di atas tempat tidur.

“Iya, istriku sayang, aku bangun.” Steven mengacak rambutnya

lalu turun dari atas tempat tidur dan berjalan menuju ke arah sopa dimana saat

ini Arana tengah duduk sambil memakan buah.

Namun sebelum ia sampai, Arana berkata. “Mandi dulu! Baru kita

makan.”

Steven yang mendengar ucapan Arana, tampa berkata sepatah

katapun berbalik badan masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersikan

dirinya.

Setelah selesai membersikan diri, Steven keluar dari dalam

kamar mandi, hanya menggunakan bokser kecil sambil mengerinkan rambutnya dengan

handuk yang ada di tangannya.

Arana yang melihat itu merasa sangat terkejut, karna

lagi-lagi Steven memperlihtkan bentuk tubuh Atletisnya, tubuh yang kekar dengan

begitu banyak  roti sobekan di bagian

perutnya.

“Ah”terkejut sambil menutup matanya dengan kedua tangannya “Apa

yang kamu lakukan? Bisa ngak sih kalau kamu ingin berjalan ke arahku jangan

seperti itu, aku kan malu melihatnya.”

Arana masih menutup matanya ketika mengatakan itu, karna ia

merasa sangat malu dengan melihat bentuk tubuh Steven yang seperti itu.

Dan bisa di bayangkan bagaimana reaksi Arana, ketika melihat

ketampanan dan bentuk tubuh Steven yang bisa membuat siapa saja yang melihatnya

pasti akan tergoda ingin menyentuhnya.

“Memangnya kenapa?” tampa memperdulikan teriakan Arana

Steven berjalan ke arah sopa dan dengan santainya ia duduk di sampin Arana

dalam ke adaan seperti itu, hanya bagian sensitipnya yang tertutup celana

bokser dan itu membuat Arana sedikit menjauh darinya.

“Kenapa sih! Sini donk duduk di sampinku kita makan bersama.”

Steven menarik lengan Arana agar ia mendekat lalu makan bersama.

“Aku akan makan di sampinmu setelah kamu melilitkan handuk

itu di pingganmu, aku kan merasa risi melihatmu hanya mengenakan celana

boksermu itu.” Arana jujur dengan apa yang tengah di rasakannya.

Dan itu membuat Steven tersenyum jail. “Kenapa? Kamu tergoda

ya?” tersenyum jail melihat ke arah Arana yang kini duduk di sampinnya.”

“Apaan sih.” Arana mencubit lengen Steven ketika mengatakan

itu.

“Ao, ao, Ara, hentikan, sakit.” Steven meringgis ketika

mendapat cubitan seperti itu “Benarkan kamu tergoda.” Tersenyum jail sambil

menunjuk wajah Arana yang kini mulai memerah “Tenan saja Ara. Milikku adalah

milikmu dan milikmu adalah milikku.”

Arana yang mendengar ucapan Steven mengatakan hal itu merasa

sedikit malu, dan bahkan Arana mulai berpikir kalau Steven mulai menerima

pernikahan ini, karna telihat dari caranya ia mengatakan itu kepadanya dan

semua sikap perhatian lembut yang Steven tunjukkan kepadanya. Ia mengatakan

itu  dengan sangat serius.

“Apaan sih Stev, kalau bicara sukanya ngaco,makan cepat

karna aku ingin pergi jalan-jalan.” Arana sengaja mengatakan itu karna ia

menghindari tatapan mata Steven yang tidak biasa menurutnya.

Setelah selesai menikmati makan sore mereka, Steven dan

Arana keluar dari hotel dan mulai berjalan-jalan hanya berjalan kaki saja,

karna semua pemandangan yang di tempatiny saat ini sungguh sangat indah dan

memanjakan mata.

Saat ini Steven tidak berhenti mengambi gambar Arana yang

terus berpose indah di dahapannya di temani dengan pemandangan sekelilin yang

terlihat sangat indah. Karna Steven sengaja mengambil cameranya karna ia ingin

mengambil setiap gambar moment indah kebersamaannya bersama istrinya, bahkan

mereka berdua juga berpose bersama, bahkan Steven mengambil gambarnya bersama

dengan Arana dengan mencium pipi Arana dan Arana membulatkan matanya terkejut

ketika Steven melakukan itu padanya, sebuah potoh yang sangat lucu menurut

Steven.

Dan Aditya yang melihat kebahagian yang tengah Arana rasakan

bersama suaminya kembali merasa kesal, kesal yang tidak berujung menurutnya.

Karna merasa kesal, Aditya sampai mengajak Steven dan Arana

menginap di puncak gunung dekat pulau yang mereka tempati, gunung yang membuat

kita merasa nyaman ketika menikmati indahnya pemandangan sunset di saat senja

dan menimati suasana yang begitu sangat dingin di saat malam tiba.

Dan itu semua cocok untuk mereka berempat, pasangan bulan

madu, di puncak gunun menyediakan tenda untuk semua pasangan tenda yang

beraneka ragam warna dan di dalamnya terdapat tempar tidur yang empuk yang

cukup hanya sepasang bulan madu saja.

Itulah pulau Maladewa, pulau seribu keindahan yang bisa

membuat para turis asing merasa di manjakan ketika datang ke tempat romantis

tersebut, karna begitu banyak destinasi yang bisa di kunjungi dengan fasilitas

lengkap, kita hanya cukup menebalkan dompet untuk datang ke Maldives pulau

Maladewa.

Mereka berempat tiba di puncak gunung, menjelang senja. Dan bisa

lansung menikmati keindahan sunset di atas puncak.

Arana dan Steven selalu berpegangan tangan tidak sekalipun

Steven melepas penganngan tangannya dari tangan istrinya, karna ia mulai

melihat tatapan mata yang Aditya tunjukkan untuk istrinya dan Steven tidak

menyukai itu.

Steven mulai menyewa tenda untuk ia tempati menginap untuk

malam ini, begitupun dengan Aditya dan Michel. Setelah menikmati pemandangan

indah di sore hari, mereka masuk ke dalam tenda masing-masin karna hawa dingin

mulai mengelilingi puncak gunun tersebut.

Steven yang tidak menyangka kalau di puncak gunun ternyata

sangat dingin dan itu membuatnya selalu memeluk tubuh Arana, lain dengan Aditya

yang sudah mengetahui itu ia mengataka kepada Michel untuk membeli jaket tebal

untuk ia kenakan dan juga istrinya di atas puncak gunun.

“Ara, aku sangat kedinginan.” Steven melihat ke arah Arana

yang kini tengah memeluk lututnya, karna selimut untuk mereka gunakan untuk

tidur belum datang karna biasa pelayan di puncak gunun itu mengantarkan selimut

setelah para tamunya makan malam.

“Aku juga Stev.” Arana memeluk erat lututnya setelah

mengatakan itu.

Tampa berkata apapun Steven memeluk tubuh Arana dari

belakang dan itu membuat tubuh Arana seketika menghangat.

“Apa kamu merasa hangat?” melihat wajah Arana yang kini

tengah bersandar di dadanya.

“Hem, aku merasa hangat.” Arana membalas memeluk Steven

sambil melihat ke arah luar tenda, dan di depan tenda mereka Aditya juga tengah

memeluk tubuh istrinya di dalam tendanya.

Jarak antara tenda Steven dan tenda Aditya sangatlah dekat

mungkin tiga sampai empat langkah saja akan sampai dari tenda Arana dan steven.

Pembagian makanan dan minuman untuk menghangatkan tubuh kini

telah ada di dalam tenda masing, Steven yang melihat minuman yang di bawa

pelayan itu melihat ke arah Arana lalu berkata.

“Ara, apa aku boleh mengambil sebotol kaleng minuman itu?”

Steven meminta izin kepada Arana agar membeli minuman yang di bawa pelayan itu,

minuman yang bisa menhangatkan tubuh. Steven meminta izin karna ia takut Arana

tidak akan mengizinkannya dan sampai marah kepadanya, dan Steven tidak ingin

itu terjadi.

“Boleh.” Arana tersenyum hangat melihat ke arah Steven

ketika ia mengatakan itu,karna ia mengerti Steven membeli minuman itu karna ia

ingin menghangatkan tubuhnya yang begitu sangat kedinginan.

Steven mulai meminum minumannya, setelah selesai menikmati

makan malam romantis menurutnya, dengan Arana dan selimut pembagian untuk

masing-masing tenda juga sudah di bagikan.

Arana yang mendapat selimut dengan segera menyelimuti

seluruh tubuhnya yang terasa sangat begitu dingin.

“Biurrr, Stev, aku merasa sangat kedinginan.” Arana menyelimuti

seluruh tubuhnya dan tinggal wajahnya saja yang terlihat.

Steven yang mendengar ucapan Arana tersenyum,lalu berkata “Mau

aku peluk?” tersenyum melihat ke arah Arana yang kini tidak berhenti menggigil.

“Tidak perlu! Kamu itu cuman mau nyari kesempatan dalam

kesempitan saja.” Arana memperlihatkan wajah kesalnya lalu merebahkan tubuhnya

sambil menutupi seluruhnya tampa ada yang terlihat.

Steven melihat istrinya bertingkah konyol seperti itu

berkata “Kamu lucu banget deh Ra, aku merasa ingin segera memakanmu.” Ucap pelaan

Steven, namun masih bisa di dengar jelas oleh Arana.

“kamu bilang apa barusan?” Arana membuk selimut yang

menyelimuti wajahnya lalu melihat ke arah Steven yang kini tengah meneguk

minuman terakhirnya dari dalam gelas.

“Hem, aku hanya ingin mengatakan kalau aku sangat mengantuk”

Setelah mengatakan itu Steven menutup pintu tendanya dan

mengunci bagian resletinnya, kemudian berjalan mendekat ke arah Arana yang kini

tengah membungkus tubuhnya dengan selimut. Dan ikut merebahkan tubuhnya di

sampin Arana, Steven pun berkata.

“Bagi selimutnya Ara.” Steven menarik pelan selimut yang

tengah Arana gunakan.

Arana yang mendengar ucapan Steven yang memintanya untuk

berbagi selimut berkata, “Awas ya Steve jangan macam-macam.”

“Aku tidak akan macam-macam sayang.” Melingkarkan tangannya

di perut Arana karna posisi Arana saat ini membelakanginya “Cuman satu macam

yang akan aku lakukan.”

Steven memeluk erat tubuh Arana dari belakan ketika ia

selesai mengatakan itu, Arana yang merasa hangat di peluk oleh suaminya

berbalik badan dan ikut memeluk erat tubuh Steven.

Steven merasakan sesuatu yang hebat ketika Arana membalas

pelukannya, Steven merasakan seperti ada sesuatu yang tengah mendorong dirinya

untuk melakukan sesuatu.

Mungkin karna terbawa suasana, atau merasa dingin atau

pengaruh minuman yang baru saja ia minum, manun ke adaan Steven saat ini seratus

persen sadar, tidak terpengaruh minuman. Yang jelasnya Steven tidak tau apa

itu.

Steven mengecup lembut dahi Arana sangat lama, dan Arana

yang belum tertidur merasa sangat nyaman dengan kecupan lembut Steven.

Steven melepas kecupannya dan itu membuat Arana mengdongak

melihat ke arahnya, Arana pun berkata.

“Kamu kenapa Stev?” berkata pelan dan lembut, tidak seperti

tadi yang berkata judes.

“Maaf, Ara, kalau kamu tidak suka mendengar ucapanku yang

akan aku katakan ini, terlebih dahulu aku meminta maaf dan semoga kamu tidak

marah ketika mendengarnya.”

Steven sengaja mengatakan itu, karna ia takut setelah ia

mengatakan yang di inginkannya Arana akan marah terhadpanya dan oleh sebab itu

Steven meminta maaf terlebih dahulu.

“Minta maaf?” bingun melihat sikap Steven “Memangnya kamu

ingin mengatakan apa Stev?” mendongak melihat wajah Steven yang kini tengah

melihatnya juga, dan bahkan saat ini napas Steven terasa jelas di hidung Arana.

“Katakan saja Stev, yang ingin kamu katakan. Aku akan

mendengarkannya” tersenyum “Dan tidak akan marah jika itu masih bisa di maafkan

atau di maklumi.”

Steven yang mendengar semua kata yang keluar dari dari dalam

mulut Arana, merasa ragu dengan apa yang akan ia katakan, rasa takut mulai

menyelimuti hatinya, takut jika Arana marah dan membencinya.

Tampa berkata apapun Steven kembali memeluk tubuh Arana

dengan sangat erat, Steven merasa sangat takut jika Arana pergi meninggalkannya

setelah mendengar apa yang di inginkannya.

“Katakan Stev? Apa yang kamu inginkan?...”

1
Iqbal Ika
bgus
Yesi Yupita
refleks nyanyi apa salah ibuku dirundung pilu
Winsulistyowati
Kasihan Thor...Moga Dia Tanggjwb Yo Thor Pd Arana..
🌻Ruby Kejora
di sini rupanya rame sekali Kak Salam kenal dan salam sukses buat kakak💐😄
bundan@ furqan
ika widya
udh lma bgt g up thor kn pnasaran dgn klnjutn crtany thor
Queenamila
tanpa thor bukan tampa
👸🏻🌹🎆Nana ConLey💫
akibat Michel jg yg terlalu ambisi merebut pcr org
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
Anita Rahayu
jgn lma2 upnya dah 1thun thor
Yanthi Chahya Yustikarini
seruuu
Ms Dahlia
alo.. aq mampir..
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭

usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂
Cristin Tasinem
ayo lanjut Thor jangan kelamaan jeda nya
Liany Sayda
lanjut
Betty Yunita Yunita
Kira2 up ny masih lama ya thor....
Rommy Wasini Khumaidi
kenapa gk jujur aja sama steven,kalao ara diperkosa
Itoy Bintanx
kalo di pikir2 ini byk terkejut ny
Betty Yunita Yunita
Thor betapa ny jangan lama2 dong
Siti Sadiyah
lanjut
Siti Sadiyah
#####################
Eti Guslidar
aditya. hhhhhh
Eti Guslidar
suami yg penyayang.. mauuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!