NovelToon NovelToon
Surga Tak Terindu

Surga Tak Terindu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Model / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Bukan cerita poligami... Ini cerita dua orang wanita yang tidak mau mencapai surga dengan cara berbagi suami...

Shanshan mengira, menjadi cucu dari keluarga kaya raya, dan model seksi ternama, bisa membuatnya mudah mendapatkan Emyr; pria yang dicintainya...

Rupanya tidak, karena background kehidupannya, justru menjadi masalah bagi hubungan cintanya...

Shanshan harus menyaksikan pernikahan kekasihnya bersama wanita surga pilihan orang tua Emyr...

Meski nyatanya cinta Emyr masih untuknya, tapi ia tidak rela menjadi madu dari salah satu kaumnya (perempuan). Jangan sampai ada surga tak terindu: baginya dan Adeeva.

“Sekalipun aku tidak berpikir untuk menyentuhnya, rasaku masih tulus padamu, Shan," ucap Emyr.

“Allahumma baid baini wa baina.” Berkaca-kaca Shanshan merapalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naluriah...

"Shan!" Emyr membuka matanya secara cepat. Napas masih terengah-engah, hampir di setiap pori-pori kulitnya mengeluarkan peluh.

Emyr sedikit tertegun, sembari berusaha mengumpulkan nyawa yang masih belum berkumpul. Perlahan dia menyingkirkan selimut tebal di tubuhnya yang basah.

Emyr mendengus, lihatlah, AC di kamarnya seolah tak berfungsi. Gairah yang ia temui di alam mimpinya, masih bisa ia rasakan dan seolah nyata.

Sejenak Emyr merutuki dirinya, mau sampai kapan ia hanya mengalami hal panas ini di dalam mimpi saja?

Sebagai seorang yang tahu agama juga ilmu pengetahuan medis. Ia paham, marwahnya pria memang bisa memimpikan hal erotis yang mana akan merangsang gairah dan membuatnya basah saat tertidur.

Rata-rata laki laki memang mengalami mimpi basah sekali selama 3-5 minggu, yah... memang hampir sama dengan siklus menstruasi pada wanita.

Ini normal baginya, hanya saja, ia merasa di usianya yang tidak lagi remaja, ia sudah memerlukan pasangan yang bisa diajaknya berkasih mesra.

Misalnya; bisa melakukan Sunnah bermalam Jumat di atas ranjangnya, bisa melakukan Sunnah mandi bersama dengan istri di pagi harinya, dan Sunnah Sunnah lainnya.

"Shanshan...."

Dering ponsel miliknya berbunyi, sebuah kontak bertuliskan SUN memanggil dirinya dengan panggilan video. Rindu membuatnya segera menggeser tombol terima, lalu senyum manis Khaira tertampil di layarnya.

📱 "Emyr!"

"Hmm?" Pelan, Emyr menyapu mata agar lebih jelas pandangannya.

📱 "Kamu baru bangun?" Nampaknya Khaira terkejut dengan penampilannya yang masih mengenakan t-shirt tipis khas bangun tidur.

Emyr hanya menjawab dengan mengangguk lemah saja. Entah Khaira sadar atau tidak, tubuhnya penuh dengan keringat.

📱 "Kamu belum shalat subuh?"

"Hmm."

📱 "Kamu begadang lagi?"

Emyr tersenyum kecil, meski penampilan sudah berhijab, rupanya masih sebegitu cerewetnya seorang Khaira.

Sejenak ia menerawang, bagaimana kalau nantinya mereka tinggal di atap rumah yang sama, pasti hari-harinya menjadi lebih berwarna. Ahh... rasanya ingin cepat-cepat menghalalkan gadis cantik itu.

📱 "Emyr, aku nanya, kamu ngapain bengong gitu?" Emyr baru sadar, sedari tadi kekasih hatinya merutuki-nya.

"Maaf Khai... Aku...," jeda Emyr. Tunggu, ia tidak mungkin menjelaskan apa yang terjadi padanya, tak mungkin berkata jujur tentang alasan dibalik bangun telatnya.

Seandainya saja Khaira tahu, dirinya baru saja bermimpi erotis. Bahkan ketika membuka matanya, Shanshan nama yang ia sebut, oh tidak, Khaira pasti cemburu dengan nama masa lalunya.

Emyr terkikik mengingat itu. Dan yah, melihat tawa Emyr yang aneh menurutnya, Khaira semakin bertanya penasaran. "What's wrong with you, Emyr!"

Emyr tersenyum. "Yang pasti, aku harus secepatnya menikahi mu, dan kamu, bisa setiap hari membangunkan aku," ucapnya pelan. "Membangunkan yang lainnya juga mungkin..." batinnya.

Dari layar ponselnya, Emyr melihat senyuman manis seorang Khaira. "Aamiin," kata gadis itu. "Gih mandi!" titahnya.

"Iya..., Sayang...." lembut dan mesra. Dan Emyr menggelengkan kepalanya secara cepat sambil melafas istighfar.

Setelah cukup umur, Emyr seolah tak mampu menjaga pandangan dan sikapnya. Setiap kali berbicara dengan gadisnya, Emyr selalu terbawa arus romansa.

Sebelum lebih menjalar virus mesumnya, Emyr bergegas pamit dan mematikan panggilan videonya. Segera ia berlari masuk ke dalam Kamar Mandi untuk melaksanakan ritual mandi besar.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah enam. Tak biasanya ia bangun se-siang ini, setelah shalat subuh, olahraga, dan sarapan, Emyr juga perlu bersiap mengantar Khaira ke kampus pagi-pagi sekali.

Jadwalnya menjadi lebih padat dari sebelumnya. Meski demikian, Emyr bahagia, hidupnya berwarna, penuh canda tawa Khaira.

...{[<<>>]}...

Malam ini, di atas kursi goyangnya, Abah Zainy termenung menatap buku usang yang sudah sedikit menguning. Tidak dibaca, ia hanya memandanginya saja secara lekat.

Abah Zainy sendiri masih bergulat dengan pikiran kacaunya. Siang tadi, Abah datang ke kantor Millers-corpora group.

Yah... Kantor yang cukup besar, kantor yang menaungi banyak karyawan, kantor yang mengolah banyak sekali bisnis di dalamnya.

Kilas balik...

Di siang yang cukup terik. Abah duduk berhadapan dengan CEO Millers-corpora group.

Axel Prince Miller, laki-laki yang ia satroni dengan mengenyampingkan ego dan rasa malunya.

Cukup lama Abah duduk di kursi ini. Sebelum tadinya, ada beberapa orang yang mengusir halus dirinya.

Abah kekeuh tak mau pulang, sebelum bisa bertemu dengan pemimpin perusahaan besar ini. Dan setelah hampir tiga jam ia menunggu, pada akhirnya Axel menyuruhnya masuk.

Meski Axel harus menyertakan raut dingin, mereka terealisasi untuk duduk bersama di ruang tamu khusus. Ruangan yang dilingkupi dengan warna hitam putih, dan desain kontemporer.

"Apa yang membuat Anda kekeuh menunggu ku selama ini?" tanya Axel.

"Emyr putra ku, tentu saja," jawab Zainy Dahlan. Di sini, ia seperti lelaki tanpa gelar, seperti Zainy yang tanpa embel-embel Kiyai besar.

"Untuk?" cecar Axel. Lelaki itu sedikit mengeluarkan seringai kecil, sedikit puas dengan raut tak berdaya lawan bicaranya.

"Kedatangan saya ke sini, meminta Dek Shanshan untuk Emyr," ucap Zainy.

Axel tertawa kecil. "Kiyai ingat, enam tahun yang lalu Shanshan sudah Anda tolak dengan tidak hormat!" peringatnya sinis.

Zainy mengangguk. "Dan Allah maha membolak-balikkan hati manusia, bahkan keadaannya juga, termasuk saya yang juga masih ciptaan-Nya."

Axel memalingkan wajah dengan bibir yang mencibir. Bukan hanya Khaira yang sakit, Axel pun merasa terhina saat status Lily istrinya dihina.

"Sebagai manusia biasa, tolong maafkan kesalahan saya. Karena egois yang saya agungkan, saya menyakiti keluarga Anda."

Axel kembali menatap Zainy. "Kalau begini saja, bicara manusia biasa!"

"Maaf," ucap Zainy.

Redup mata yang Axel lihat dari lelaki berwajah damai itu, memang menunjukkan ketulusan. Tapi, tidak berarti ia harus memaafkan kesalahannya juga.

Baru permata kalinya, ada seseorang yang berani memandang rendah keluarganya. Meski nyatanya, status Lily istrinya memang tak sesuci itu saat ia nikahi. Nyatanya lagi, dahulu Shanshan memang masih menjadi model majalah dewasa.

"Apa yang membuat Anda berubah pikiran? Apa karena Emyr gagal menjadi suami dari gadis shalihah pilihan Anda?" tanya Axel.

Zainy menghela pelan. "Banyak sekali faktornya, termasuk kedekatan anak-anak kita yang sudah tidak lagi bisa dikatakan sehat."

Axel mengernyit. "Maksud Anda? Putri saya berpotensi melakukan zina, begitu? .... Jadi Anda menganggap kalau putri ku menggoda putra mu..., apa begitukah maksud kedekatan yang tidak sehat?" berangnya tak terima.

Zainy menggeleng. "Demi Allah, saya tidak berpikiran seperti itu," sanggahnya. "Mereka sudah dewasa, memiliki rasa ingin saling menyentuh satu sama lain, itu naluriah."

Axel terkekeh getir mendengarnya.

"Saya ke sini menebalkan muka saya untuk menyudahi jahatnya syahwat yang mungkin sangat menyiksa mereka setiap harinya...."

"Saya tahu saya salah, saya sadar saya egois, tapi akhirnya saya kalah oleh ketulusan dan kesetiaan Emyr, itulah makanya saya berani datang ke sini, Tuan Axel."

"Abah..."

Tepukan pelan di pundaknya, membuyarkan lamunan Abah Zainy. Rupanya, Ummi Fatimah sudah duduk di sofa yang terletak di sisi kiri kursi goyangnya.

"Abah melamun?" tanyanya seraya mengusap lembut lengan pria itu. "Mikirin opo, Bah?"

"Emyr..."

Fatimah mengerut kening mendengar jawaban singkat suaminya. "Kenapa memangnya? Ada apa dengan bungsu kita?"

Hening, lalu kembali bicara. "Dia perlu menikah, dan dia hanya mau menikah dengan Dek Shanshan saja."

"Shanshan?"

Abah mengangguk. Ia pun memutuskan untuk menceritakan perihal putra bungsu mereka yang sudah sekitar sepuluh hari terakhir kembali dekat dengan Shanshan.

Termasuk, menceritakan tentang pagi tadi, saat Emyr terus mengigau nama Shanshan di tengah tidurnya. Ia juga tahu, pagi tadi Emyr dan Shanshan begitu mesra ketika bicara, karena diam-diam ia menguping-nya.

Bukankah, ini sangat menyiksa sepasang kekasih yang tak halal itu? Zainy tentu tidak ingin terlalu jauh membuat lubang dosa bagi putra bungsunya. Selain mengalah, dan mengaku kalah, apa lagi memangnya?

...,...

...📌 Terima kasih votenya kesayangan kooh.... I lope yooouu..... ...

1
Cha Cha
adakah cerita emak bapaknya shanshan tolong spill judulnya kalo emang ada😅🙏
PASHA: Ada kak, Secretary N secret baby.. klik profil aku
total 1 replies
ayu cantik
suka
ceuceu
Yah kok tamat?
baby boy belum lahir
ceuceu
Kasian emyr/Sob//Sob//Sob//Sob/
ceuceu
Part ini/Sob//Sob/
ceuceu
ph ternyata perjodohan krn adeeva suka duluan sm amyr,sampai nyogok paman bibinya amyr
ceuceu
Ikut sedih merasakan apa yg di rasakan shansan/Sob/
tapi kasian jg emyr,serba salah keduanya/Wilt/
Rahmawati Rahmawati
aku baca ini d awal 2026...terharu banget
Mama lilik Lilik
ceritanya selalu menarik dan bagus, terimakasih bunda untuk cerita ya 🙏
Heni Fitria
karena king dan aisyah ini ...saya baca semua cerita pasha..🤣🤣🤣
Ernawati💕
sangat luar biasa
Esih Kurniasih
baca ke sekian kali👍👍
Yuyun Srie Herawati
sejak kapan ada fakultas Indonesia thor? 😄😄😄 yang ada Universitas Indonesia
PASHA: kalo ada typo mohon diingatkan... orang nulis kejar tayang itu pikiran nya nggak bisa fokus sepenuhnya... Chat WA aja kadang salah sebut
total 1 replies
Suroyya AlGadrie
❤️❤️❤️
Dini Mulyati
keren
Aniko Juke Chrystina
Luar biasa
nana mail
GOOD
retno❤️
Saking sukanya sama cerita ini... sampe kubaca 2x Kak... semangat trs berkarya Kak... sukses selalu yav🙏🏻👍🏻🥰
Erry Sunarti
rayuan maut Emyr telah meluluh lantakan perasaan Khaira .uhuyy /Heart//Heart//Heart/
Erry Sunarti
Sebegitu pengaruhnya King di sekolahannya , apa king jadi ketua geng ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!