"Enam bulan," lirih Diana dengan pelan bahkan terdengar ada rasa takut di nada bicaranya.
Sherly yang mendengar itu benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa, jantungnya terasa ditikam saat mendengar pernyataan dari adik kandung yang rela berselingkuh dengan suaminya sendiri.
Sakit? Bukan saatnya memikirkan rasa sakit ini, dengan tenaga yang masih tersisa, Sherly menatap Rian dengan tatapan kecewa.
"Ceraikan aku, mas!"
"Tidak! Jangan pernah berharap hal itu akan terjadi!"
Apa yang akan dilakukan Sherly saat Rian tidak mau menceraikannya? Apa yang akan terjadi antara Sherly dan Diana? Sanggupkah Sherly menahan rasa sakit ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lujuu Banget, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Olivia
"Sherly, menantu bunda!"
Suara teriakan Bunda terdengar saat Sherly baru saja turun dari mobil Fahri, Amelia sedang jalan-jalan dengan Rian jadi dia tidak sempat ikut.
Sedangkan Sherly yang melihat bunda melangkah ke arah mereka segera tersenyum lebar, dia tahu suasana hati wanita itu tengah bahagia karena Sherly mau menikah dengan Fahri. Sherly saja awalnya sempat terkejut karena Bunda begitu bahagia mendengar kabar itu.
"Assalamualaikum, tante," ujar Sherly dengan lembut seraya menyalami tangan Bunda.
"Panggil bunda juga!" peringatnya membuat Sherly tertawa pelan.
Mungkin karena terbiasa memanggil tante jadi ketika memanggil dengan sebutan bunda, dia sedikit canggung, walau jujur Sherly bahagia diterima dengan baik oleh ibu kandung Fahri ini.
"Ayo masuk!" Bunda menarik tangan Sherly membuat Fahri yang merasa diabaikan hanya bisa mengelus dada dengan sabar, mungkin jika dia sudah menikah dengan Sherly, bundanya akan lupa siapa anak kandungnya.
"Olivia, lihat menantu bunda!"
Sherly yang mendengar itu mengerutkan keningnya, siapa Olivia? Sedangkan wanita yang baru disebutkan namanya segera membalikkan badan, dia menatap Sherly dan Bunda secara bergantian lalu mengerutkan keningnya, siapa wanita itu?
"Sherly, dia adik Fahri, baru saja pulang dari luar negeri," jelas bunda membuat Sherly segera tersenyum.
Dia berniat untuk mengulurkan tangannya, tetapi ucapan Olivia barusan membuat Sherly sedikit tersentak kaget.
"Sejak kapan abang Fahri menikah lagi?" Tatapan tajam Olivia mengarah kepada Sherly membuat wanita itu tersadar jika Olivia tidak menyukai dirinya.
"Sebentar lagi juga mereka akan menikah," balas bunda membela Sherly, dia juga agak sedikit kesal dengan Olivia yang tidak ada sopan-sopannya kepada Sherly.
"Aku yakin wanita ini sama aja kayak wanita kemarin," cibir Olivia berhasil membuat darah Bunda naik, sebelum dia menegur Olivia, suara Fahri lebih dahulu terdengar.
"Olivia! Jaga bicaramu!"
Olivia sempat kaget mendengar suara Fahri yang tiba-tiba datang membawa minuman, baru kali ini Fahri berbicara seperti itu kepadanya karena seorang wanita selain Bunda, kenapa abangnya malah membela dia?
"Aku berkata benar! Pernikahan kemarin abang aja cuma sebentar. Sekarang mau menikah lagi? Lagian apa hebatnya dia?"
"Olivia! Sekali lagi kamu berkata seperti itu, abang tidak akan segan-segan ...."
"Aku berkata sebenarnya!" potong Olivia dengan cepat, dia kesal karena Bunda dan Fahri malah membela Sherly daripada dirinya.
Olivia melangkah pergi dari sana, sedangkan Fahri dan Bunda yang melihat kepergian Olivia hanya menghela napas pelan, mereka tidak menyangka jika Olivia akan bersikap seperti itu, karena pernikahan pertama Fahri, Olivia sangat bersemangat walau dia tidak sempat hadir karena mempunyai urusan.
"Maafkan sikap Olivia ya," pinta bunda yang diangguki oleh Sherly.
Dia mencoba mengerti kenapa Olivia bersikap seperti itu, mungkin karena efek pernikahan Fahri yang gagal. Ditambah ... dia merupakan kakak kandung Diana, wajar saja jika Olivia menolak dirinya.
"Kamu jangan dengarkan apa kata Olivia, nanti bunda akan tegur dia. Kamu tenang saja!" Bunda menyentuh tangan Sherly dengan lembut.
"Tidak apa-apa Bun, mungkin Olivia masih belum bisa menerima Sherly, oleh karena itu ... Sherly izin pamit dulu," pamit Sherly karena dia benar-benar tidak enak berada di posisi ini.
Bunda menganggukan kepala dengan pelan walau sebenarnya agak berat merelakan Sherly pulang karena wanita itu baru saja sampai.
Sherly segera berpamitan kepada Bunda, mereka berdua melangkah pergi menuju mobil, meninggalkan Bunda yang tengah menatap kepergian mereka dengan tatapan sayu, walau hanya sedetik raut wajahnya sudah berubah kesal karena mengingat ucapan Olivia barusan.
"Fahri, kamu bisa singgah sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan," pinta Sherly saat mereka telah sampai di depan kontarakan Sherly.
Mendengar ucapan Sherly, Fahri menganggukan kepala, dia segera turun dan duduk di hadapan Sherly yang tengah memainkan jari-jari tangan, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu tetapi ragu.
"Katakan saja," ujar Fahri dengan lembut.
Sherly sejenak terdiam lalu mengangkat kepalanya menatap Fahri, sedangkan Fahri yang melihat tatapan itu menjadi was-was, apa yang sebenarnya ingin Sherly bicarakan?
"Jika adikmu tidak menerimaku, lebih baik kita batalkan saja rencana menikah, aku tidak mau hubungan kalian malah merenggang hanya karena kamu menikah denganku," jelas Sherly panjang dan lebar mencoba untuk mengeluarkan semua yang menganjal di hatinya karena jujur, untuk sekarang ini Sherly tidak ingin membuat masalah.
Fahri yang mendengar itu tentu saja tidak terima, setelah perjuangannya mendapatkan Sherly dan sekarang tinggal selangkah lagi? Sherly ingin membatalkan rencana mereka? Tentu saja tidak bisa dibiarkan!
"Jika kita membatalkannya, aku yakin bunda akan sedih mendengar hal itu. Kamu sendiri sudah lihat bagaimana antusiasnya bunda tadi, lagian jika hanya masalah Olivia, aku akan membujuk dia," ujar Fahri dengan lembut.
Sherly sejenak terdiam, apa yang dikatakan Fahri barusan benar. Bunda akan sangat sedih jika mengetahui hal itu, dia menjadi tidak teta. Tetapi, Sherly juga tidak mau hubungan Olivia dan keluarganya malah ....
"Yakin saja denganku! Aku akan membujuk Olivia!" tekan Fahri yang diangguki oleh Sherly, dia harus percaya kepada pria di hadapannya ini.
"Kamu jangan marah kepadanya, dia melakukan hal itu karena dia sayang kepadamu."
"Kamu tenang saja, kalo begitu aku pergi dulu!" Fahri segera berdiri, dia juga tidak lupa mengucap salam membuat Sherly segera menganggukan kepala dan membalas salam pria itu.
Sedangkan Fahri, selama perjalanan dia benar-benar kesal dengan Olivia, setidaknya jika memang tidak menyukai Sherly jangan menunjukkan di hadapan wanita itu. Membuat keadaan menjadi rumit saja, untung tadi dia bisa menyakinkan Sherly, jika tidak? Dia tidak tahu harus melakukan apa.
"Olivia mana Bun?" Fahri melangkah dengan cepat saat masuk ke dalam rumah.
Bunda yang mengerti ucapan Fahri segera menunjuk ke arah kamar wanita itu, dengan tergesa-gesa, Fahri mengetuk pintu kamar Olivia.
"Olivia, ada yang perlu abang bicarakan!" tekan Fahri dengan tegas membuat wanita itu segera membukakan pintu.
Dia menatap Fahri dengan malas, karena dia yakin, Fahri hanya akan membahas perihal wanita tadi. Sedangkan Fahri yang melihat Olivia ada di depannya, segera menghembuskan napas pelan, dia ingat ucapan Sherly untuk tidak marah kepada wanita itu.
"Kenapa kamu tidak menyukai Sherly? Memangnya dia berbuat salah?" tanya Fahri dengan lembut.
Olivia mengangkat kepalanya, memang Sherly tidak berbuat kesalahan, tetapi dia hanya kesal saja saat mendengar Fahri akan menikah lagi padahal dia baru saja bercerai, bagaimana jika Fahri juga akan bercerai dengan wanita itu?
"Dia wanita baik, berbeda dengan sebelumnya, bahkan bunda juga suka dengannya," lanjut Fahri masih lembut.
"Aku tidak mau abang tersakiti, bagaimana jika kalian juga akan bercerai? Aku tidak mau abang salah memilih wanita lagi!" ujar Olivia mulai mengatakan pendapat dan kekhawatirannya.
"Percaya sama abang!" Fahri menyentuh pundak Olivia membuat wanita itu semakin ragu.
"Tapi ...."
...***...
jalang ini dah bunuh org dgn mencelakai HBS it minta maaf dan selesai gK di penjara...anjing GK...y anjing bgt lah....anjingggggggggggg
bangettt