Grace Eloise seorang wanita lulusan mahasiswi tingkat atas yang sekarang sudah menjadi seorang dosen jurusan kedokteran di suatu kampus terbilang cukup elit tidak kalah terkenal dari kampus lainnya.
Wanita satu ini tidak kenal lelah karena hidupnya sangat keras sehingga dia menjadi orang yang mampu berdiri di kakinya sendiri.
Dikatakan keluarganya juga tidak terlalu mewah karena ayahnya bekerja di suatu bar kecil ibunya telah tiada dan sekarang hidup mereka sudah terbilang cukup lumayan akan tetapi sang ayah hanya menghabiskan uangnya hanya untuk berjudi dan mabukan.
Grace pernah melarikan diri dari rumah karena begitu marahnya terhadap sang ayah sebab dia sangat tidak di hargai sebagai seorang anak.
Bukankah anak perempuan sangat bermanja dengan ayah mereka?
Namun tidak untuk Grace, dia hanya tahu mencari uang untuk melanjutkan kehidupan mereka.
Sampai suatu ketika dia bertemu lagi dengan mantannya di sebuah cafe brsma seorang wanita.
Yuk ikuti kisahnya... 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Tersadari...
...『⇒Bab 34⇐』...
Rumah Ocha.
Ruang tamu.
"Emang dasar ya ini bocah! calling gue enggak di respon paling suka bikin gue cemas, mana Gibran juga enggak ada nongol di kampus! hadeh, cabut kah itu pasutri?" gerutu Ocha bernada jengkel sebab ia sedang berbicara di depan layar ponselnya sendiri. "Coba sekali lagi deh, kali aja di respon!" cakapnya sembari ia lekatkan ponsel genggam miliknya ke arah telinga.
Tuttt
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif...
"Wah wah... Bener-bener! tadi masih berdering ini udah enggak lagi, awas aja besok kalau nongol di kampus gue buang tuh ponsel ke jurang, ah! kesel gue..."
Ocha terus mengoceh sepanjang ia menghubungi Grace namun sama sekali Grace tak menjawabnya sebab itulah Ocha mengomel dan melempar ponsel miliknya tersebut tepat di sampingnya.
Tap
Tap
"Ada apa sih Chacha? dari tadi mama lihat kau mengomel tidak ada habisnya, ada masalah di kampus?" tanya sang ibu setelah ia berjalan keluar dari arah dapur. "Nah makan itu, udah mama kupas kulitnya!" lanjut ibunya lagi dengan meletakkan sebuah piring telah terisi potongan buah kiwi di dalamnya.
"Aah ma! aku lagi kesal sekarang, bad mood jadinya!" rengekan serta hentakan kaki Ocha beberapa kali di atas sofa tempat duduknya.
"Kesal kenapa?" tanya ibunya pula sembari duduk di dekat Ocha.
"Itu tuh si Grace! seharian enggak ada kabarnya, semenjak aku tahu perlakuan keluarganya terhadap dia membuat aku jadi kepikiran terus ma!" celoteh Ocha masih terdengar nada kesalnya ketika ia membalas pertanyaan ibunya.
"Memangnya Grace tidak ke kampus?" bertanya lagi.
Ocha hanya bergeleng kepala tanpa bersuara.
"Kenapa ya? apa Grace punya masalah? sudah biasa kah dia tidak ke kampus?" melanjutkan bertanya kembali.
"No, ma! bestie ku itu tak pernah mau ketinggalan mata kuliahnya, baru pertama kali ini dia sampai tidak hadir! benar-benar cemas aku di buatnya ma," cerocosnya lagi tiada henti menggerutu.
"Sudah ah, jangan kau berfikir yang tidak-tidak! mungkin saja dia mendapat urusan sangat penting makanya tidak bisa ke kampus," timpal sang ibu pula terdengar memberi ketenangan pada anaknya itu.
Ocha pun hanya diam mendengar perkataan ibunya barusan.
"Di makan itu buahnya jika sudah selesai pergi tidur besok susah di banguni," sindir ibunya pula serta ia berdiri dari tempat duduknya hendak pergi.
"Iya," jawab Ocha secara singkat namun dirinya masih terdiam setelah sang ibu beberapa melangkahkan kaki.
Anggun menoleh kembali namun ia tetap melihat Ocha terus bersandar di bagian sofa merebahkan tubuh pula.
"Ocha..." Tegur ibunya dengan bernada tegas.
"Lah belum pergi," sahutnya sembari ia melihat ke arah ibunya.
"Cepat, malah terdiam!" tegasnya lagi.
"Iya loh ma, ih bawel banget sih!" ketusnya namun ia langsung mengalihkan wajah ke arah tv sambil mengomel di mulutnya tanpa bersuara.
Sang ibu hanya bergeleng kepala ketika Ocha tak melihatnya lagi.
"Macem emak-emak ngomel terus," gumam Ocha pula namun mulutnya sudah mengunyah buah yang di bawa oleh sang ibu sebelumnya. "Ah iya, memang udah emak-emak! sampai lupa, gue kan anaknya!" gumamnya lagi bahkan ia terus memasukkan buah kiwi tersebut beberapa kali ke dalam mulutnya.
"Oh, mama baru ingat mau bilang sesuatu padamu!" ucapnya pula sehingga ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Ocha kembali.
"Why mam?" tanya Ocha menyahut pula serta ia melihat ke arah ibunya lagi.
"Besok mama ada arisan di rumah teman mama jadi kau harus menjaga butik mama," titahnya terdengar memaksa.
"Yaelah, mama juga ada karyawan! besok aku banyak tugas loh ma," protes pula secara ia menolak dengan menggerutu kembali.
"Walaupun ada karyawan tetap harus di pantau kerjanya tidak bisa di biarkan sendiri di butik, lagian kau bisa kerjakan di butik ada meja khusus tempat duduk mama! jangan banyak protes Chacha bukannya sering kau mama suruh menjaganya, jadi tak ada penolakan yang mama perintahkan!" tegasnya kembali berkata demikian.
Ocha tampak membuang nafas kasarnya mendengar ocehan yang keluar dari mulut ibunya saat ini.
"Iya ma, iya... Oh tuhan!" turut Ocha mencoba mengalah sebab sudah pasti ia di omelin kembali jika masih meneruskannya.
"Bagus, kalau gitu mama mau istirahat cepat habiskan dan tidur!"
Anggun pun pergi setelah ia lelah mengoceh sehingga ia mengarah ke kamarnya pula.
"Beginikah gue nantinya? iyuuuuu, kagak mau gue! tapi yang herannya nyokap gue ngomelin gue hampir tiap saat itu wajah bening amat enggak ada keriput dikit pun, pake apa sih? penasaran gue, coba gue searching dulu ya, biar enggak mati penasaran gue!" gumam Ocha sembari ia membuka layar ponselnya tersebut.
Produk apa yang membuat wajah kinclong
Yap saat ini Ocha sedang mengetik di halaman google sembari terus mengetik dan pada akhirnya muncul pula yang di cari olehnya itu.
"Uwaw... Ini toh produknya! ternyata pakai skincare, hah! pantesan bening amat wanita sekarang sampai yang udah tua pun wajah macem anak gadis, ck gue paling anti yang beginian! merusak kulit gue yang ada, mending gue yang alami ajalah ya begini pun gue tetep cantik tanpa embel-embel, buahahah!" gelak tawa Ocha pecah di saat ia ngoceh sendirian bahkan ia terus menepuk-nepuk perlahan wajahnya itu.
"Upss! nyokap gue udah masuk kamar, kan ya? mati gue kalo sampai nyokap denger ocehan gue," sejenak Ocha membungkam mulutnya dan celingukan tampak sedang memeriksa bagian kamar ibunya.
Ocha membuang nafas panjang karena situasi tampak aman serta melanjutkan memakan buah yang hampir habis di buat olehnya.
...🤣🤣 Ocha bengek dah kelakuan gak ada habisnya 🤣🤣...
.
.
.
Di pagi hari sebuah apartemen terbilang cukup besar.
Grace membuka matanya perlahan dan menguap pula serta ia terduduk di kasurnya sembari meregangkan tubuhnya namun matanya masih terpejam sehingga ia belum menyadari di mana ia saat ini.
"Hoam, jam berapa ini? rasanya badan ku tidak enak sekali," gumam Grace sehingga ia membuka mata dan membulatkan kedua matanya itu. "Hah? tempat siapa ini?" kagetnya Grace karena kesadarannya tampak belum terkumpul makanya ia sampai se-kaget itu.
Grace melihat ruang tidurnya begitu luas, memiliki AC, beberapa sofa di lengkapi dengan meja, kaca hias, lampu gantung dan masih banyak lagi yang memang tidak ada di dalam kamar tidur di rumahnya.
Jelas Grace masih belum ingat kenapa ia berada di tempat seperti itu lalu ia membuka selimut tebal yang menutupi tubuhnya dan seketika turun dari kasur langsung membuka pintu kamar tersebut serta berlari begitu saja.
Drap
Drapp
Grace terus berlari sampai ke ruang depan.
"Selamat pagi nona, baru saja saya mau bangunkan ternyata nona sudah keluar dari kamar. Silahkan ke ruang meja makan nona karena saya sudah siapkan sarapan nona."
Seorang wanita tampak berumur 30 tahun sedang menyambut Grace dengan senyuman ramah di wajahnya namun Grace malah kebingungan sendiri.
"No -nona? anda siapa?"
Grace semakin di buat heran dengan sambutan itu bahkan matanya melebar ketika sajian hidangan di atas meja sudah kian lengkap pula.
^^^To be continued^^^
^^^🍁 aiiWa 🍁^^^
...Kutipan :...
Jangan pernah berharap jalan hidupmu akan seperti orang lain, perjalanan hidupmu adalah sesuatu yang unik seperti dirimu. ~ Grace Eloise
kisah perjuangan seorang Grace wanita hebat dan tangguh yang menjalani kehidupannya dg ayahnya dg kekuatannya sendiri...
sangat suka dg cerita seorang wanita tangguh yg sll di suguhkan author u para readers dg jalur cerita yg sangat menarik u di baca...
semangat ya thor u semua karya2 mu yg luar biasa. God bless always.
anak tiri di sayang sayang anak kandung di sia sia kan... sungguh ayah yg tidak bertanggung jawab terhadap anaknya
ngakak aq beb boy dpet baju ocha, warna apa sih.. jan bilang pink boy🤣🤣
untung aja OCHA msh selamat, bhya gk bisa renang