" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 6
Deg"!!
"Benarkah"!! Sahut Asisten Dika ,dan kembali menatap wanita tersebut, dan benar saja saat dia kembali menatapnya bukan hanya kerlingan mata yang dia dapatkan bahkan wanita itu sudah menjulurkan lidahnya kearah asisten Dika.
"Boss, ini sangat mengerikan"! Sahut asisten Dika,seketika bulu kudunya ikut berdiri.
"Kau pikir.Sudah ayo kita pulang ,sebelum kau di goda wanita jadi jadian itu"! Sahut saka sambil beranjak dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan restoran tersebut.
Asisten Dika pun ikut berdiri dan melangkah di belakang bossnya.
Di dalam mobil.
Saka menyandarkan kepalanya dapa kursi kemudi matanya menatap langit langit mobil di atasnya.
"Ternyata sesusah ini ya mencari kekasih,"! Gumam saka dalam hati ,barulah dirinya merutuki nasib kenjombloan nya jika seperti ini.
"Apa iya aku harus datang nanti malam menemui wanita yang di maksud mama itu"! Kembali saja di buat dilema.
----Waktu terus berjalan hingga sore pun tiba.
Seperti yang di katakan Sarline Bahkan kini supir pribadi nya sudah berdiri di samping mobil menunggu Sarli keluar dari rumah ini Alea.
"Al,aku pulang dulu ya, terimakasih untuk makanannya"! Kata sarline sambil menggendong tas sekolahnya di punggung nya.
"Sudah kayak sama siapa saja,itu hanya mie instan,bukan pizza"! Sahut Alea .
" Kalau kamu mau pizza ,kapan kapan aku akan membawa kamu untukmu".
"Hahaa, boleh boleh "! Canda Alea .
"Ini jangan lupa belanjaan mu"! Alea mengangkat satu kresek berisi makanan ringan ke udara.
"Untuk kamu saja, di rumahku banyak begitu"! Jawab sarline sambil melambaikan tanganya dan berjalan menuju mobil hitam yang sudah terparkir di pinggir jalan..
"Tapi ,line"! Pekik alea namun sarline sepertinya tidak menggubrisnya dan langsung masuk begitu saja kedalam mobil. Saline melambaikan tanganya saat mobil hitam tersebut mulai melaju meninggalkan rumah Alea.
Malam itu , Alea sedang membantu Bu Hanik memasukan kue kedalam kardus. Wajah Bu Hanik bapak begitu kelelahan.
"Bu , istirahat lah biar aku saja yang mengantarkan ini ke rumah pak RT." Kata Alea sambil menatap wajah lelah ibunya.
"Apa kamu tidak apa apa"! Tanya Bu Hanik memastikan.
" Tidak ,sekalian aku mau beli martabak telur di dapan sana"!
"Kalau begitu pakai uang itu Al, itu belum dibayar sama Bu RT "! Kata Bu Hanik,dan Alea Langsung menggelengkan kepalanya.
"aku ada uang Bu, tenang saja" celetuk Alea. Gadis bar bar itu langsung saja mengangkat kardus berisi kue dan langsung mengantarkannya ke rumah pak RT.
**
Disisih lain tepatnya di mansion Aditama, saka sudah bersiap dengan pakaian formalnya dan akan pergi keluar rumah, entah mau menemui Vallen atau mau keluar sendiri ,dirinya pun masih bingung.
"Kak, mau kemana ,kencan buta ya"! Ledek sarline yang melihat saka keluar dari kamarnya dan langsung menuruni anak tangga.
"Sotoy"!
"CK, kalau kak saka mau aku bisa Carikan kekasih jadi jadian untuk kak saka"! Celetuk sarline asal bicara. Mendengar itu saka terhenti seketika dari langkahnya dan membalikan badan menatap adiknya.
"Apa kau yakin"! Tanya saka memastikan.
"Eemmm"! Sarline mengangguk mantap,saka pun menatap intens ke arah adiknya mencari sebuah keseriusan dari ucapanya.
"CK,tidak perlu,yang ada nanti kau berikan aku kepada teman sekolahmu yang juga sama sama masih ingusan sepertimu," sahut saka,seketika tidak tertarik sama sekali dengan tawaran adiknya itu.
"Kau payah lah kak, kalau begitu nikmati saja kejomblan mu itu "! Teriak sarline kesal. Setiap kali saka selalu begitu ,tidak bisa diajak bicara serius dengan sarline,saka selalu menganggap jika adiknya itu masih kecil dan akan tetap kecil dimatanya sampai kapanpun.
"Dasar laki laki kutup, nyidam apa mama dulu lahirin modelan kek gitu"; geruntu sarline merutuki kakanya.
" Ada apa ,sayang". Tanya tuan bhara yang tiba tiba muncul dari belakang sarline.
" Pa ,lihatlah kelakuan kak saka, susah sekali di ajak kompromi"! Tuan bhara terkekeh mendengar adua sarline tentang kakaknya.
"Sudah biarkan saja,nanti kalau kakak mu sudah ketemu pawangnya pasti juga berubah dengan sendirinya"! Jelas tuan bhara sambil mengusap lembut kepala sarline. Sarline pun mengangguk sambil menenggelam kan dirinya pada pelukan sang papa.
"Pa,dulu papa saat berpacaran dengan mama umur berapa"! Tanya sarline dengan keponya sambil duduk di ruang tengah bersama tuan bhara,.
Tuan bhara terkekeh dan mulai bercerita tentang masa mudanya yang sudah mengejar ngejar istrinya sejak mama zahra masih sekolah dulu.
"Jadi papa dan mama beda usia 10 tahun ya"! Tuan bhara mengangguk sambil tersenyum.
"Pantas saja mama masih sangat muda saat ini,apalagi jika jalan dengan kak saka ,tidak akan tahu jika itu adalah mamanya sendiri"! Mendengar itu tawa tuan bhara pun meledakan tawanya memang apa yang di katakan Sarline benar adanya, mama Zahra masih terlihat seperti wanita berumur 30 tahunan ,pesona mama Zahra sejak gadis memang tidak kaleng kaleng hingga membuat tuan bhara tergila gila Tak ketulungan.
--- saka yang saat itu sudah berada di Sebuh restoran tepat dimana mama Zahra melakukan kencan buta untuk nya,sengaja saka memakai masker agar mengetahui wajah wanita yang mama Zahra maksud sebelum bertemu langsung dengan wanita itu. Di meja nomor 3A terlihat seorang wanita cantik duduk sendirian dengan segelas jus di hadapanya.
Saka duduk diseberang meja wanita tersebut memperhatikan lebih lama lagi sebelum benar benar menemui nya.
Baru saja akan beranjak dan menghampiri wanita tersebut,seorang laki laki berumur mendekat dan menyapa wanita yang masih duduk sendiri itu.
"Nona Vallen"! Kata laki laki tersebut sambil menatap Vallen penuh kagum.
"Hai tuan"! Sahut Vallen dengan senyum manisnya.melihat interaksi tersebut saka membatalkan niatnya untuk kencan buta dengan Vallen.
"Apa mama tidak melihat wanita itu dengah teliti seluk beluknya, tatapanya saja penuh nafsu kepada laki laki paruh baya itu, apalagi jika bertemu denganku ,apa tidak langsung diterkam nya aku hidup hidup"! Gumam bhara sambil melangkah pergi meninggalkan restoran tersebut, meskipun begitu apa yang di katakan saka memang benar adanya,jika dengan laki laki berumur saja mau apalagi dengan saka yang masih muda dan tampak pari purna tersebut bisa bisa disosor sebelum waktunya oleh wanita itu