⚠️ [ JANGAN COPY PASTE WOI! KREATIF DIKIT DONG YAHH 😍 ]
– Mengandung kata-kata kasar 🙏🏼
__________________________
Pertemuan antara empat gadis, yang memiliki jiwa kesengklekan yang luar biasa. Berawal dari kegabutan yang mendalam. Dan bertemu karena rindu yang membesar.
Inilah kisah kami :v
"Kenapa jadi kayak Indos*ar geblek?!" tanya Alika kesal.
"Hah, masa iya?" sahut Nara.
"Lah, kata siapa?" tanya Yesha ikutan.
"Kalau pada nanya mulu siapa yang jawab egee?!!" protes Diva.
"Tapi lo juga nanya, Dipp," balas Yesha santai dengan watados.
"Tau ah, bodo amat!"
"Sengklek kan?! Emang iya."
"Au ah," sambung Nara.
"Udah diem deh."
"Mending promosi."
"Oke guys, jadi ini novel baru author. Maap kalau gak jelas, karena authornya juga gak jelas," cibir Yesha.
"Jangan lupa vote ya?" sahut Alika.
"Likenya saudara-saudari," dilanjut Diva.
"Oh iya, komen and share, hehehe."
"Yaudah gitu aja, selamat membacaaa semuaaaa!" --Alika, Nara, Diva, Yesha.
– Adapun kesalahan, kesamaan, atau apapun dari novel ini, saya mon maap. Karena novel ini dibuat murni dari pemikiran dan hasil kegabutan saya, tanpa meniru pihak manapun 🙏🏼
Happy reading guisss>>>
📍200521-210806
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Aulia Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Focragi • 34 Perjodohan Dipsi
Hari hari terlalui.
Di setiap harinya, Crazy Bacot selalu dilindungi bak tuan putri oleh Danial dan temannya yang lain. Mereka dijaga super ketat sampai kemanapun harus berbarengan. Semenjak itu juga, thalia dan gengnya tidak pernah mengganggu Nara dan yang lain.
Yesha sudah tidak memakai tongkat lagi karena dia merasa kakinya sudah pulih. Papa mamanya tidak tau tentang kakinya karena waktu itu mereka pergi ke luar kota.
"Gila ajaaa, capek bener gue dijaga seketat ini" keluh Alika, mereka berada di kantin. Para bodyguard mereka sedang berolahraga.
"Lah gue pikir cuma gue yang capek dijagain kek begini, mana yang dipatuhi abang gue lagi" sahut Yesha.
"Gimana caranya cabut ya?" tanya Nara.
"Ini hari apa?" tanya Diva.
"Sabtu, kenapa?" tanya Alika.
"Astaga dragon" diva terkejut.
"Kenapaa?" tanya Nara.
"Perjodohan gue" ujar Diva.
"Ntar malem?" tanya Yesha, diva mengangguk.
"Wahh, penasaran gue. Siapa ya yang jadi adek ipar nanti" sahut Nara. Mereka tertawa.
"Kalau bener om om gimana?" tanya Diva.
"Gak mungkin dah div," respon Alika.
"Nothing is impossible" balas Diva.
"Tunggu aja nanti gimana jadinya" sahut Yesha.
"Haiii cecan" sapa David, dia datang bersama Wisnu, Arya dan Anand.
"Belicikk" Diva menutup telinganya. Alika, Nara, dan Yesha tertawa.
"Echa, lo ada waktu gak nanti malem?" tanya David.
"Kenapa?" tanya Yesha balik.
"Mau ajakin keluar" jawab David.
"Ke?"
"Ketempat rahasia" jawab David.
"Gak mau gue takut dimutilasi" jawab Yesha. Arya tertawa paling keras disana. David langsung menginjak kakinya.
"Aaaaaaauuu" keluh Arya. Mereka tertawa lagi.
"Gak bakal gue mutilasi kok, gak mungkin juga" balas David.
"Nothing is impossible" Crazy bacot menyahutinya berbarengan.
"Is, gue serius. Gue gak bakal ngapa ngapain lu" jawab David.
"Tanya bang kuda aja nanti. Kalau dia izinin gue manut" balas Yesha.
"Gue udah tanya Danial, dia izinin kok" kata David.
"Gak percaya" Yesha cuek sambil memakan baksonya. David mengambil ponselnya lalu menelepon Danial.
—Febrian—
David; Feb, gue pinjem adek lo ntar malem bolehkan?
📞 Danial; mesti kali tanya dua kali? Kan udah gue bilang boleh.
David; santai abang ipar, adek lo yang gak percaya nih (mematikan teleponnya)
"Gue pikir bakal dilarang" gumam Yesha.
"Ya udah iya, ntar malem gue jemput" kata David.
"Echa sama david, Dipa ada schedule. Gue sama alika berdua doang masa yang gabut?" tanya Nara.
"Nara ngode kak Wisnu" sahut Diva. Mereka tertawa.
"Gue ntar malem pergi kok, jadi lo sendirian yang gabut" balas Alika.
"Eh, Lo mau kemana?" tanya Nara.
"Jalan jalan dong, Frans ajakin keluar" jawab Alika.
"Sejak kapan lo deket sama Frans?" tanya Diva dengan mata yang sok disipit sipitkan. Padahal dia emang sipit.
"Emmm" Alika nampak berfikir lalu tertawa.
"Jangan jangan lo udah jadian? Bambang gimanaa ALIKAA?" tanya Yesha.
"Ca lu pengen gue getok? Bambang siapa geblek" balas Alika.
"Yang waktu itu, waktu gue di RS" jawab Yesha.
"Oh itu" sahut Nara lalu tertawa cekikikan.
"Gobl*k semua temen gue astaga" keluh Alika.
"Gue gak kenal Bambang siapa jingan" balas Alika. Yesha, Diva, dan Nara tertawa.
"Astaga, malah ngakak kalian" protes Arya.
"Syutt, diem" balas Nara. Padahal dia masih tertawa, ntah apa yang ditertawakan.
"Kalian kenapa ketawa sih?" tanya Anand.
"Gak tau" balas Diva. Mereka mencoba berhenti tertawa, tapi tertawa lagi.
"Maklum aja, rada gesrek semua emang" kata Alika.
"Jancok" balas Nara meskipun masih cengengesan. Tiba tiba bel sekolah berbunyi tanda jam masuk kelas.
"Pelajaran siapa?" tanya Yesha.
"Pak Erik" jawab Alika.
"Telat lima belas menit gak apa apa kan ya" kata Nara.
"Eh apa pula? Balik ke kelas sekarang." suruh Wisnu.
"Ntar ah mas," balas Nara.
"Balik sendiri atau mas gendong sampe kelas" Nara langsung berdiri dan pergi meninggalkan kantin. Wisnu cengengesan.
"Nanti malam mas jemput" teriak Wisnu.
"Ya udah, kita ke kelas dulu" Diva, Alika dan Yesha pergi.
"Ca jangan lupa ntar malem" kata David. Yesha berdehem lalu pergi.
"Gue doang yang sendirian di malam Minggu ini" keluh Arya alay. Semua temannya malah beranjak untuk pergi.
"Laknat!!!!" teriak Arya, Wisnu, Anand, dan David tertawa.
____ ★
Diva POV
Malam ini. Malam gue ketemu sama orang yang mungkin bakal jadi imam gue nantinya.
Gue udah bersiap siap dengan menggunakan gaun berwarna krim. Warna favorit gue.
Demi apapun, gue gugup. Gue takut kalau yang dijodohkan ke gue itu om om. Gimana jadinya gue nikah sama om om astagaaaaa.
Toktoktok..
Anjr gue kaget bangke.
"Diva, turun nak. Calon mertua kamu udah dateng" teriak mami.
Calon mertua lah konon. Serem gue denger nya. Gue masih enam belas tahun masa harus nikah muda? Yang bener ajaaaa.
"Iyaaa diva turun" balas gue.
Iyain aja, daripada gue durhaka. Gue keluar dari kamar dan menuju ruang tamu. Gue nunduk, masih gak siap ketemu sama orang itu.
"Kenapa nunduk gitu?" tanya Papi. Malu pak, astaga gak peka amat. Gue diem ae lah.
"Kenalin, gue Branden..." Branden? Kan si kunyuk tetangga meja gue. Gue mendongak lihat itu orang.
"Branden Renaldi, biasa dipanggil Renald" lanjutnya. Gue nunduk lagi, lu pada tau kenapa?
Karena itu orang mukanya beneran kayak om om. FEELING GUE BENERR COY, OM OM!!! Kenapa emak sama bapak gue kejem banget sih ah.
"Ludiva Farasia, diva"
"Diva jangan nunduk terus dong, nak Renald mau lihat muka kamu" kata papi. Si papi kagak bener nih ah, gue pengen bunuh diri aja kalau gini.
"Saya udah sering lihat muka diva om" jawabnya. Hah? Dimana? Gue kagak kenal lu om om!
"Oh iya?" tanya Bapak bapak. Gue rasa itu bapaknya om Renald ini.
"Iya om" jawabnya.
"Ya sudah, ajak diva keluar sana. Kalian kenalan dulu" suruh ibu ibu. Yang gue yakinin itu emaknya. Eh tunggu, gue disuruh ikut dia gitu? Kalau gue dimutilasi gimana?
Virus otak Yesha menyebar ke gue ;)
"Gak apa apa diva, pergilah" suruh mami. Ikutin aja dah :v
Om om itu pegang tangan gue. Demi apapun gue gelii!!!!! Gue akui emang dia ganteng, tapi gantengan Branden tetangga meja gue.
Eh kenapa gue bandingin sama Branden kunyuk itu ? Bodo amat ah..
Gue ikutin aja, dia ajak gue ke mobil. Dia ngajak gue keliling. Gue pengen ngajak dia baku hantam. Eh apa sih Dipa ah :)
"Kita mau kemana?"
"Terserah om aja" anjr demi apa gue keceplosan manggil dia om! Bodo amatlah ah.
"Keliatan banget ya tuanya?" tanya Si Renald. Gue ngangguk pelan dengan takut takut. Gue takut aja ntar gue malah dibuang ke sungai:v
"Panggil mas aja, biar akrab" katanya. Gue makin geli anjr bangkelah.
"Ehhe iya"
"Kita ke taman aja gimana?"
Serah lu om serah :v gue anggukin aja ajakan dia.
Skip dah
Gue sama om om itu udah sampe di taman. Tamannya lumayan romantis gitu. Dari kejauhan gue liat seseorang.
Satbang! Echa sama David disini. Huaaa, coba gue juga gitu, sama orang yang sepantaran gue.
"Kamu mikirin apa?" tanya Renald.
"Nggak"
Dia tarik tangan gue pelan menuju air mancur yang ada di taman. Setidaknya gue kagak ketemu si Echa sama David.
Ini saatnya gue interogasi ini orang.
"Kamu kenapa mau perjodohan ini?"
"Karena, aku mau" jawabnya. Boleh gak ya bunuh ni orang.
"Iya maunya kenapa?"
"Karena aku suka sama kamu"
Gila? Baru ketemu bangke
"Kita baru ketemu, kamu langsung suka gitu?" tanya gue super duper heran.
"Ini bukan pertama kalinya kita ketemu"