NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Pendant

"Padahal aku cuma akting makan, hadeuh ... kenyangnya. Rasanya aku tak sanggup untuk makan siang." Patricia merasa kekenyangan. Akhirnya ia berhenti dan kembali fokus pada layar. "Maaf ya, diriku tidak enak dilihat, tapi sabar aja. Aku takkan lama. Setelah aku pergi, silahkan panik sendiri." Ia tersenyum tipis agar tak terlihat.

***

"Ada apa, Tuan?" Eugine datang ke ruang kerja Adrian.

"Begini," ucap Adrian. "Bukankah kamu tidak tahu nomor telepon Alessandro? Bagaimana kalau kamu tanya istrinya, Lynda La Lune di Paris? Bukankah dia model terkenal? Syukur-syukur ada Alessandro di sana. Bukankah kamu tidak mengecek lagi ke bandara, apa dia pulang ke Indonesia setelah bom meledakkan mobil jemputannya?"

"Iya, Tuan. Karena aku masih fokus dengan yang di dalam kota."

"Kamu juga salah, kenapa nomor telepon Alessandro tidak kamu tanyakan waktu itu. Sekarang betapa sulitnya saat ia menghilang begitu saja."

Adrian tidak sadar, Vivianna tengah menguping di balik pintu.

"Lihat saja. Kalo Lynda memegang pendant ini, berarti Alessandro ada di sana, sebab aku cari di koper anakku, pendant ini tidak ada." Adrian memperlihatkan pendant kalung yang dimilikinya.

"Persis sama, Tuan?"

"Iya, persis sama."

Vivianna mencoba mengintip pendant milik suaminya. Ia tak pernah benar-benar melihat utuh pendant itu karena Adrian selalu menyembunyikannya setiap kali ia datang.

Bertepatan dengan itu, pria itu menengok.

Cepat-cepat Vivianna kembali bersembunyi di balik pintu. Ia tampak panik. "Apa dia melihatku?"

Adrian mengerut kening. Ia seperti melihat seseorang di balik pintu. Seketika ia melirik Eugine dan meletakkan telunjuknya di depan bibir. Ia melangkah pelan ke arah pintu memastikan tak menimbulkan suara. Dengan cepat pria itu membuka pintu dan menengok keluar. Koridor itu kosong. Tak ada siapa-siapa di sana. "Apa perasaanku saja?" Ia menyentuh dagunya dan berpikir.

Vivianna yang berada dibelokkan koridor, menyentuh dadanya yang berdetak cepat, lalu menghela napas panjang. Hampir saja ia ketahuan.

***

Dalam keadaan ruangan gelap, Vivianna nekat masuk. Ia melihat sekeliling. Sebentar saja ia sudah terbiasa melihat dalam keadaan tanpa cahaya. Pelan ia menuju sebuah meja. Ditariknya laci teratas meja itu. Ia melihat kotak hitam dan mengeluarkannya. "Ah, ini pasti pendant yang dimaksud," ucap wanita itu saat membuka tutupnya. Dengan cepat ia mengambil foto pendant itu dengan ponselnya, dan mengembalikan lagi kotak itu ke dalam laci. Pelan, ia keluar dari ruangan.

"Vivianna!"

Jantung wanita itu seakan berhenti. Adrian mendatanginya. Wajah Vivianna seketika pucat pasi.

Adrian datang dengan bergegas membuat Vivinna panik. Ia berusaha menyembunyikan kegugupan walau melihat wajah suaminya yang terlihat tengah mengerut kening. "Vivianna, tolong buatkan aku kopi. Tidak ada seorang pun di dapur, aku lihat," ujarnya saat datang.

"Tentu saja. Ini sudah hampir tengah malam, Adrian. Kenapa kamu malam-malam begini butuh kopi?" Vivianna bernapas lega. Ternyata suaminya datang karena butuh kopi.

"Aku sedang membaca buku. Isinya menarik sekali. Lagipula besok hari minggu. Aku begadang, tidak apa-apa kan? Karena tidak pergi ke kantor."

"Kamu sudah gak muda lagi, Adrian. Jangan sering-sering begadang, gak baik buat kesehatanmu." Wanita itu menepuk-nepuk lengan suaminya. Walau begitu, ia pergi juga ke dapur.

Adrian memperhatikan punggung istrinya hingga hilang dari pandangan. Cepat-cepat ia masuk ke ruang kerjanya. Ia memang sempat melihat istrinya keluar dari ruangan itu. Di beberapa tempat ia periksa, tapi tak ada sesuatu apa pun yang hilang. Lalu, untuk apa istrinya tadi ke ruangan ini?

***

Pagi itu, setelah sarapan, Vivianna menyempatkan diri pergi ke taman belakang. Ia kemudian menelepon seseorang. "Sayang."

"Apa? Kenapa kamu tiba-tiba telepon? Bukankah sudah kubilang ...."

"Ini penting."

"Apa?" Pria di ujung sana mulai mendengarkan.

"Adrian meminta Eugine untuk mendatangi istri Alessandro di Paris."

"Lho, katamu istrinya datang bersama Alessandro? Maksudmu, Alessandro sekarang di Paris?"

"Aku juga tidak mengerti. Katanya, istri Alessandro itu model terkenal. Namanya Lynda La Lune."

"Lynda La Lune? Aku akan cari tahu. Jadi, Lynda ini istri Alessandro? Wow, hebat juga."

"Perempuan itu mungkin memegang pendant milik Alessandro."

"Pendant? Apa maksudmu dengan pendant?"

"Entah. Mungkin Alessandro tidak ingin bertemu dengan Adrian. Begitu yang aku pernah dengar, tapi akhirnya dia datang. Mungkin karena kejadian mobil meledak itu, dia kabur ke Paris. Kalau kamu bisa menemukan pendant itu, kita bisa kembali ke rencana awal. Kita pakai pendant itu untuk mengelabui Adrian sekaligus menghilangkan nyawa Alessandro."

"Maksudmu, menggantinya dengan peran pengganti lagi?"

"Iya. Pemilik pendant itu seharusnya adalah Alessandro. Kalo kita bisa mengambilnya lebih dulu atau mencurinya. Alessandro pasti takkan bisa mengakui dirinya kalau pendant itu tidak ada."

"Tapi bukankah Eugene sudah mengetahui wajahnya? Eh, tapi ... okelah, aku tahu kelanjutannya. Serahkan saja padaku."

"Aku akan kirimkan foto pendant itu padamu."

***

Fian mengusap wajah dengan kedua tangan lalu memutar tubuhnya ke belakang. Ia menyodorkan tangannya pada istrinya di belakang. Lana mencium tangan suaminya dengan santun.

Fian memandangi wajah istrinya yang baru selesai solat. "Mmh, senang rasanya melihat kamu akhirnya bisa pakai mukena."

"Iya, Mas. Untung paket mukena itu cepat datang. Lega rasanya bisa solat pakai mukena." Lana menunduk memperhatikan mukena yang baru didapatnya.

Terdengar bel berbunyi.

"Oh, itu pasti paket makan malam." Fian melepas sarung, memakai jaket dan memasang topi di kepala. Ia bergegas ke luar kamar.

Di tempat lain ribuan kilometer dari sana, Sophie tengah melamun memandangi patung yang belum jadi di hadapannya. Ia menatap patung itu sambil merokok.

Patung putih yang ada dihadapan adalah patung seorang wanita yang tengah berjongkok. Patung itu seukuran manusia. Sang wanita di patung itu tengah menggendong seorang bayi dan memeluk seorang gadis kecil.

Lama terdiam mata Sophie akhirnya mengalirkan air mata. Sekian lama, sudah berulang kali ia ingin menyelesaikan patung itu tapi tak kunjung selesai. Selalu ujung-ujungnya ia akan menangis. Karena itu ia selalu menunda menyelesaikan patung ini. Patung ini punya kesan begitu dalam di hatinya.

Sophie akhirnya menghempaskan tubuhnya ke belakang. Ia berbaring di atas ranjang yang diletakkan di atas lantai. Ia menghela napas pelan. "Aurora, kamu pasti bisa. Semangat!" Sesaat ia terdiam, melempar rokok ke lantai dan mengusap air matanya dengan cepat. Ia bangkit lalu mengambil alat kikir dan palu. Wanita itu mulai berjongkok mengikis sisi-sisi yang belum selesai di bagian bawah. "Alessandro sudah kembali. Aku harus menyelesaikan tugasku agar Mommy bisa tenang di alam sana."

***

Lynda berlari. Butiran keringat mulai membasahi dahi. Cuaca begitu panas.

"Lynda, kembalikan kalungku!" teriak Fian yang tengah mengejarnya di belakang.

Lynda menoleh ke belakang. Ia tertawa. "Ayo, coba tangkap aku," ujarnya sambil mengangkat tinggi-tinggi pendant emas yang ada di tangan. "Ayo, coba. Ambil sendiri." Ia kembali berlari menjauh.

"Lynda, itu bahaya! Kamu tak boleh memegang itu!"

Lynda memutar tubuhnya dan berlari mundur. "Ceraikan Lana dan jangan memberinya apa pun! Yang jadi istrimu itu aku, bukan dia!"

"Lynda, dengarkan aku!"

"Tidak! Aku tidak akan mendengarkanmu selagi kamu masih menikah dengannya!" Lynda berbalik dan berlari kencang, tapi ia terkejut saat dirinya sudah berada di pinggir jurang. Untung saja kakinya berhenti tepat pada waktunya. Beberapa langkah lagi ia akan masuk jurang. Ia berbalik.

Bersambung ....

1
Uthie
ditunggu lagiiii 💪
erviana erastus
kalo kamu curiga knp anteng2 aza adrian menyebalkan
Rahma Inayah
lnjutkn thir
Uthie
lanjutttt 💪💪💪
Rahma Inayah
cerita Sophie semasa kecil panjg juga
Baby_Miracles: heum, iya
total 1 replies
erviana erastus
flashback nya panjang banget thor 🤭
Uthie: betullll sekali 🤭
total 1 replies
Rahma Inayah
oh bgtu cerita hidup Aurora bearti penjahat nya salh tangkap .untung Aurora mau bertukar baju klu TDK nyawa nya melayang sdh
Uthie
Lagiiiiii 🤩
Rahma Inayah
up LG penasaran dgn ceritanya
Uthie
Lagiiii dong 😍👍
Uthie
Duhhh... kapan sihh tuhhhh si Vivian dan anaknya ke bongkar 😌
Rahma Inayah
kan bnr semua nya rencana viviana dan gorgio ank nya bgtu pun dgn ledakan di bandara .semoga Fian BS membongkr penghianatan viviana dan anknya juga selingkhn viviana juga tentg kematian ibunya
erviana erastus
pak tua tolol 🤣 .... vivian cs nggak lama terbongkar semua ulahmu
Rahma Inayah
lnjut Thor, ayo.sohie bongkar kebohongan ale palsu
Rahma Inayah
siap kah yg nyuruh nya JD Ale palsu mkn penasaran ceritanya
Rahma Inayah
sejaht apa pun Linda ttp istri Fian yg tlh menemani nya 5 THN LM nya walaupun perrilku dan pribadinya TDK spt Lana
Rahma Inayah
km GK tau aja Adrian klu meteo SDH di door oleh gorgio sendri
erviana erastus
adrian tolol suka kali dijadikan boneka vivian dan georgio 😏😏😏
Rahma Inayah
lanjut thor
YuWie
mafiaa apaa fian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!