REVALINA AZALIA memiliki Suami yang selalu mencintai nya, REVALINA bahagia hidup bersama WIRAWAN, Awan selalu menyayangi sang istri, Selalu membahagiakan sang istri.
Tapi entah kenapa, tidak ada angin tidak ada hujan, kesalahan apa yang sebenarnya Revalina buat, hingga suaminya berucap ingin menikah lagi.
disaat REVALINA yang tengah berjuang mati matian untuk melahirkan sang calon Anak, suami yang begitu ia cintai mengatakan bahwa akan menikah lagi, Revalina sangat syok mendengar nya.
lantas bagaimana kisah selanjutnya?
apakah REVALINA akan diam saja?
baca Novel BERPISAH SEKARANG!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaAzzaraAulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28Endd
Happy reading
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Merubah nasib memang benar adanya, bersama dengan dhizar Reva bisa hidup bahagia, memiliki pria yang sangat mengerti keadaan nya, mampu untuk membuat Reva sepenuhnya mencintai pria itu, hanya dhizar lah yang mampu meyakinkan Reva, andai Dhizar tidak bisa meyakinkan Reva sampai dititik ini, mungkin pria itu sudah lama menyerah.
Tekad dhizar mengejar Reva patut di acungi jempol, dhizar masih tidak percaya jika dirinya jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada Revalina Azalia.
Cupp...
Sebuah kecupan manis mendarat tepat di pipi sang suami.
Dhizar sedikit terkejut tadi, tiba tiba saja istri tercintanya mau mencium pipinya seperti tadi.
"Lagi dong"goda Dhizar.
"Itu sih mau mu "kekeh Reva lalu pergi mendatangi sang anak yang kini tengah bermain di teras.
Daffion semakin hari makin ganteng, bayi gembul yang selalu aktif sana sini kini menjadi anak berusia 5 tahun, yang dimana rasa keingintahuannya begitu tinggi.
Ya, tak terasa pernikahan Reva dan Dhizar sudah memasuki 4 tahun, Reva juga telah memiliki bayi cantik berusia satu tahun, yang diberi nama Alasyana Auliy, bayi cantik itu nampak tenang di pangkuan sang ayah.
"Bun"panggil daffion.
"Ya boy, kenapa?"ucap Reva mengelus rambut sang anak.
"Kemarin ayah nelfon fion" terang Daffion.
"Lalu? Apa ayah ingin mengajak bermain daffion bersama dedek Aira?"tanya Reva tersenyum tipis.
Tidak selamanya dia akan menyembunyikan ayah kandung putra nya itu, daffion berhak tau siapa Ayah biologis nya.
"Iya, bunda Sama Daddy dan dedek Lala ikut ya? Biar rame kata ayah, mama Anye juga ikut, mau ya Bun?"ucap Daffion memohon pada bundanya, daffion ingin bunda berserta adik dan Daddy Dhizar bisa ikut serta, biar rame, dan kayaknya seru kalau keluarga bundanya ikut semua.
Keluarga Awan dan keluarga baru Reva terlihat selalu akur, mereka tidak mau jika perpisahan dahulu menambah perpecahan di antara mereka, mereka berusaha menjadi yang terbaik diantara keluarga masing-masing, bahkan untuk Daffion, daffion juga mulai paham keadaan ayah dan bundanya.
"Apa sudah bilang sama Daddy Dhizar?"tanya Reva.
"Sudah, bahkan Daddy menyuruh ku untuk bertanya dulu pada bunda, jika bunda iya, maka Daddy iya, gimana Bun?"
Reva yang mendengar penuturan pria ciliknya ini, lantas menatap suaminya yang sedang duduk di kursi depan teras, dengan memangku anaknya yang cewek, Dhizar yang merasa ditatap bidadari hatinya pun ikut menatap, kemudian pria itu mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah, nanti kita akan bertemu bersama keluarga ayah, ayah bilang kapan ketemuan nya?"
"Kata ayah di restoran mamanya Aira."
"Baiklah kalau begitu"
Daffion langsung memeluk sang bunda.
"Makasih bunda, sayang bunda banyak banyak!"daffion memeluk Reva begitu erat karena bahagia.
Reva juga membalas pelukannya, dia ikut senang jika putranya senang, dia berterima kasih kepada daffion, karena anak sekecil ini harus dipaksa untuk mengerti keadaan kedua orang tua kandungnya yang tidak bisa hidup bersama.
Reva merasa bersyukur memiliki anak sehebat daffion, dan dia juga berterima kasih pada suaminya bersama putri kecil mereka, kelengkapan kebahagiaan telah Reva rasakan sejak bersama Dhizar, kadang cinta sejati itu memang terlambat datang.
Dan Dhizar telah membuktikan nya pada dirinya, juga daffion, jika Dhizar tidak baik sejak awal, mungkin daffion tak akan menganggap Dhizar sebagai Daddy sambungnya, begitu juga sebaliknya dengan dhizar.
Laki laki sabar, dan penyayang juga tulus, tidak akan datang dua kali.
*
*
*
*
Seseorang dengan lancang nya memukul keras pipi seorang pria yang sedang berbincang dengan wanita.
"LEARY!!! APA APAN KAMU HAH!!!"bentak seorang gadis menatap tajam pria lancang itu, yang telah menganggu acara pertemuannya.
Leary, pria itu nampak mendengus kesal setelah berhasil memukul pria yang dengan beraninya mendekati sang istri.
"KAU YANG APA APAAN MEL!!!"bentak Leary pada wanita yang berstatus sebagai istri nya itu.
"Apakah pantas jika seorang istri berjalan bersama laki laki lain, dibelakang suaminya yang jelas jelas masih hidup sehat disini"ucap Leary menatap tajam istri nya tersebut.
Amelianie asfiran nampak terdiam, setelah perjodohan konyol 4tahun lalu, keduanya beneran dinikahkan oleh orang tua mereka, Leary maupun Amel tak mampu menolak perjodohan itu, mau tak mau, suka tak suka pernikahan itu harus keduanya terima.
Sejak pernikahan berjalan, Leary terlalu bodo amat pada Amel, tapi dia tidak selingkuh, Leary terus menyibukkan diri di kantor, Amel sebenarnya hampir menyerah, tapi ini amanat orang tua nya, dia juga tak mau menikah lebih dari satu jika bercerai dari suaminya, jadi Amel juga cuek jika Leary pun cuek, keduanya memang pasutri, tapi menjalani kehidupan masing-masing dalam satu rumah.
"Oh, jadi sekarang kau sadar jika sudah punya istri?"sinis Amel menatap tak suka Leary.
Tak mau berdebat panjang, Leary menarik sang istri keluar restoran, membawa sang istri ke taman dekat restoran, dia butuh udara, didalam tadi serasa panas, cemburu kali pak🤣.
"Maaf"
Satu kata keramat itu keluar dari bibir suaminya, Amel terpaku disitu, namun sedetik kemudian dia berbalik arah hendak pergi.
Belum satu langkah kakinya berjalan, Leary memeluk sang istri dari belakang, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
"Apa tidak bisa merasakan kecemburuan ku pada mu? Aku kesal kau bersama laki laki itu, atau mana pun"
Terkejut? Ya, Amel bahkan hampir kejang kejang tadi, tapi nggak deng! Dia masih waras kok.
Amel melepaskan pelukan suaminya, tapi Leary semakin erat.
"Sesak Leary!!!"
Akhirnya Leary melepaskan pelukannya, Amel berbalik dan menatap mata Leary.
"Apa maksudnya cemburu? Kau tidak sakit kan??"tanya Amel sembari menyentuh kening Leary, siapa tau anget, lagi nggak sehat jadi ngawur gini.
Tanpa diduga, Leary berjongkok di depan Amel, Amel nambah syok berkat tingkat laku Leary hari ini, inimah Nurul udah di luar😭🤣.
Leary mengeluarkan kotak kecil dari sakunya dan membukanya, sebuah cincin emas tepapang cantik di sana.
"Mungkin ini terlambat, tapi aku ingin mengajakmu ikut bersama ku, untuk membina hubungan rumah tangga yang sebenarnya, benar benar membangun sebuah rumah tangga yang bahagia, hidup bahagia selamanya bersama keluarga kecil kita, AMELIANIE ASFIRAN aku meminta mu untuk menjadi istri ku yang sesungguhnya, apakah kau bersedia???"
Amel tidak menyangka jika Leary ingin mempertahankan rumah tangga mereka, awalnya dia akan mengajukan perceraian setelah pulang dari restoran tadi, setelah mendapatkan kejutan ini, Amel akan memikirkan lagi tentang perceraian.
"Kau serius? Tidak akan bermain jalang lagi??"
Leary menggeleng, semenjak pernikahan terjadi, Leary tidak mencari wanita malam lagi untuk membuat dirinya terhibur, dia sibuk mengurus bisnis nya, dia tak mau pernikahan kali ini berjalan seperti pernikahan sebelumnya ,dia ingin memperbaiki, tapi sayang, dia terlalu gengsi untuk mendekati Amel, untuk kenal lebih dekat.
"Aku tidak akan berjanji, tapi akan aku buktikan, jika aku sudah tidak seperti dulu lagi, dan itu berkat dirimu, aku ingin kita benar benar bersatu sebagai suami istri, aku telah jatuh cinta padamu Mel, ku mohon bertahan lah dengan ku dalam pernikahan ini"
"Apa jaminannya jika kau tidak akan mengulangi lagi kesalahan mu dulu?"tanya Amel menantang Leary, benarkah pria itu sudah tobat?.
"Kau bisa mengambil semua harta ku, kalau perlu buat aku gelandangan jika aku menduakan mu"
"Nggk bercanda kan??"
Leary menggelengkan kepalanya.
"Sekarang berdiri lah" pintah Amel
"Tapi kau belum menjawab lamaran ku loh"
"Berdiri dulu!!!"
Demi kesejahteraan rumah tangga nya mendatang, Leary menurut dan berdiri dari jongkok nya.
"Ini udah berdiri, sekarang apa jawab mu, kuharap kau tidak mengecewakan ku Mel"
Tanpa menjawab pertanyaan tersebut, Amel dengan cepat memeluk laki laki didepannya ini, syok dong si Leary.
"Mell??"
"Kenapa baru sekarang? Kenapa setelah aku berfikir untuk berpisah darimu, kau baru mengatakan ini"
Mata Leary melotot, mendengar kata perceraian itu.
"Kau berniat untuk bercerai dari ku?"
"Tadinya iya, tapi setelah mendengar lamaran mu tadi aku tidak jadi mengajukan perceraian padamu"Amel semakin erat memeluk suaminya.
"Apa itu artinya kau menerima ku sebagai suami yang sesungguhnya untuk mu??"
"Tentu saja bodoh! Begitu saja kau tidak peka!!" Amel memukul kecil dada suaminya.
Seulas senyuman terbit dari bibir Leary, inikah kebahagiaan yang sesungguhnya? Dia sangat bahagia Amel mau menerima nya.
"Terima kasih my baby "
"Me too my husband "
*
*
To be continued