NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: tamat
Genre:Berondong / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:234.3k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10.

Lara mengambil kotak p3knya, lalu mengolesi betisnya yang terluka dengan antiseptik.

Bayangan Ayahnya yang selalu marah padanya, dan nada lembut munafik Ibu tirinya membuat raut wajahnya menjadi dingin seketika.

Sekarang ia sudah terbebas dari mereka, dan tidak akan sering lagi berhadapan untuk memuaskan rasa tidak suka mereka padanya.

"Halo!" sahut Lara mengangkat ponselnya yang bergetar.

"Lara, kamu sedang apa? Ayo datang kemari bergabung dengan kami!!"

Terdengar suara sahabat Lara, Olivia, dari dalam ponselnya.

"Baik, aku akan datang! kamu kasih alamatnya padaku!" jawab Lara.

Lara tersenyum melihat alamat yang diberikan Olivia, setelah ia menutup panggilan Olivia.

Alamat sebuah Galeri.

Olivia memiliki hobi melukis, mungkin sahabatnya itu sudah memiliki beberapa lukisan yang telah ia pamerkan pada sebuah Galeri.

Sama sepertinya yang memiliki bakat mendesain perhiasan sejak ia duduk di bangku SMA.

Ia mengambil jurusan Desain produk, dan saat ia berniat ingin melanjutkan bakatnya lebih spesifik lagi, ia jatuh cinta pada David.

Bakatnya itu terpaksa ia simpan, karena tidak ingin berjauhan dari David.

Ia ingin lebih fokus mengejar David, dan menjadi istri terbaik bagi David.

Harapan yang ia pikir akan terwujud, ternyata sampai sepuluh tahun berlalu, David tidak pernah meliriknya sedikitpun.

Masa muda yang sia-sia terbuang begitu saja, dan bakatnya yang seharusnya sudah bersinar saat ini hilang begitu saja.

Lara menghela nafasnya.

Ia sepertinya harus menata kembali kehidupannya yang telah terbuang begitu saja, dan akan melanjutkan kembali bakatnya yang berharga.

Ia berencana akan membuka pameran perhiasannya seperti Olivia, setelah ia melanjutkan kuliah Desainnya ke luar negeri.

Sementara itu di vila Lorenzo.

David yang menaruh rasa marah, dan benci pada Lara, pulang ke vilanya dengan wajah yang terlihat begitu dingin.

Dengan tubuh yang setengah mabuk, karena baru saja minum bersama rekan bisnisnya, ia menghempaskan tubuhnya ke sofa.

Ia kemudian berteriak memanggil Lara.

"Lara! ambilkan aku minum! cepat!!"

Seseorang datang membawakan apa yang ia teriakkan, "Ini air minumnya, Tuan!"

Mata David yang terpejam dengan kepala terkulai bersandar pada sandaran sofa, seketika terbuka begitu mendengar suara, yang tidak ia harapkan untuk datang membawakan air minum padanya.

"Kenapa kamu yang membawakan air minumnya! mana Lara, suruh dia yang datang membawakannya padaku, cepat!!!"

David kembali menghempaskan tubuhnya ke sandaran sofa, dan memejamkan kembali matanya, karena kepalanya yang terasa begitu sakit.

Cindy yang mendengar teriakan David turun dari lantai dua, dan mendekati Giana yang masih berdiri di tempatnya.

"Kemarikan gelas air minumnya, kamu pergilah! biar aku yang memberikannya padanya!" kata Cindy mengambil alih gelas air minum dari tangan Giana.

Giana tanpa menjawab memberikan gelas itu pada Cindy, lalu berlalu dari meninggalkan ruang utama vila.

Dengan pelan Cindy meletakkan bokongnya duduk di samping David, "Kamu kenapa? apakah ada masalah di kantor?" tanyanya.

Mata David seketika terbuka begitu mendengar suara Cindy, yang tidak ia harapkan sama sekali berada di vila itu.

Ia sampai nyaris melompat dari duduknya melihat Cindy duduk di sampingnya, dengan raut wajah perhatian memandangnya.

Sebenarnya inilah selama ini yang ia inginkan.

Cindy menjadi istrinya, dan tinggal di vilanya sebagai Nyonya Lorenzo, bukan Lara!

Tapi, kenapa ia merasa ada perasaan asing melihat Cindy menyambutnya pulang, dan memberikan air minum padanya.

"Kenapa kamu bisa berada di sini?" tanya David memandang keheranan pada Cindy.

Pertanyaan yang tidak masuk akal, yang membuat Cindy seketika membeku ditempatnya memandang tidak berkedip pada David.

"A.. apa katamu?" tanyanya dengan mata bergerak-gerak memandang nanar wajah David, "Kenapa kamu bertanya seperti begitu padaku?"

Kepala David yang terasa pusing, dan matanya yang redup setengah mabuk seketika terbuka lebar mendengar pertanyaan bingung Cindy.

David mengedipkan matanya, "Oh, eh.. itu, maksudku.. kamu kan seharusnya belum pindah ke sini, karena perempuan itu belum pindah dari sini!" jawab David gelagapan.

"Nyonya sudah pindah setelah Tuan dan Nyonya Lara selesai mengurus surat perceraian kalian berdua, Tuan!" sahut Lidia menjawab apa yang dikatakan David.

"Apa?!"

David spontan bangkit dari duduknya begitu mendengar jawaban Lidia.

Ia merasa tidak percaya, kalau Lara pergi begitu saja meninggalkan vila Lorenzo.

Selama sepuluh tahun ini, Lara begitu perhatian memelihara vila dengan baik.

Tidak mungkin ia pergi meninggalkan vila, yang sudah ia anggap seperti rumahnya sendiri begitu saja.

"Tidak mungkin! bukankah dia bilang tiga hari lagi baru akan pindah dari sini?!"

"Nyonya Lara bilang, dia tidak layak lagi untuk berlama-lama tinggal disini, karena Nyonya rumah ini seharusnya Nona Cindy!" jawab Lidia.

"Huh, ternyata sadar diri juga dia sudah mengambil posisiku di vila ini!" kata Cindy mendengus dingin.

"Tidak! tidak mungkin!!"

David merasa tidak terbiasa dengan keadaan, yang tiba-tiba berubah seperti ini tanpa adanya Lara di vila, untuk ia tuntaskan rasa kesalnya setiap pulang ke vila.

Ia ingin melampiaskan lebih banyak lagi amarahnya pada Lara, sampai Lara berlutut memohon maaf padanya.

David berlari menaiki anak tangga.

Ia harus memastikan sendiri keberadaan Lara, apakah memang benar ia sudah meninggalkan vila.

Melihat David yang begitu panik mendengar Lara telah pergi pindah dari vila Lorenzo, tatapan mata Cindy seketika tidak senang melihat David yang berlari menaiki anak tangga.

"Sialan kamu Lara! David sangat mencintai ku, tapi kenapa dia bisa menjadi panik mendengar kamu pergi! sepertinya aku harus melakukan sesuatu padamu, agar David tidak pernah lagi mengingat mu!!" gumam Cindy dengan penuh rasa benci membayangkan wajah Lara.

Sementara David yang telah sampai di depan pintu kamar Lara, dengan cepat tangannya membuka pintu kamar.

Lalu ia menghambur masuk ke dalam kamar Lara.

Matanya dengan nanar melihat isi kamar yang terasa begitu sepi.

David melihat tempat tidur di tata dengan rapi, tapi ia tidak melihat barang-barang Lara di meja kecil di samping tempat tidur.

Ia bergegas melihat isi lemari pakaian Lara, dan ia pun tidak melihat satupun pakaian Lara di dalam lemari tersebut.

Tembok kamar juga terasa kosong, yang ia ingat Lara menggantung foto pernikahan mereka.

"Ada apa denganmu, David?! apa kamu tidak rela telah menceraikan Lara?!"

Tiba-tiba Cindy sudah berada di ambang pintu kamar Lara, memandang David dengan tatapan yang terlihat kecewa pada David.

David tersadar dengan kehadiran Cindy, yang membuat ia pun merasa bersalah pada Cindy.

"Tidak, aku.. aku hanya... !"

"Jangan katakan, kalau kamu jatuh cinta padanya!!" nada suara Cindy seketika naik mengutarakan kecurigaannya melihat rasa panik David memeriksa kamar Lara.

"Tidak! bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya! perempuan yang tidak tahu malu sepertinya, yang sudah memisahkan kita selama bertahun-tahun lamanya!!"

Amarah David seketika tersulut mendengar apa yang dikatakan Cindy.

Ia sangat mencintai Cindy, wanita yang menolongnya saat ia terjatuh ke dalam sebuah kolam.

Saat itu ia masih duduk di bangku kelas tujuh, kakinya terluka parah karena terjatuh dari atas tembok.

Ia melarikan diri dari rumah, karena Ayahnya tidak memperbolehkannya bergabung dengan teman-temannya yang nakal.

Kalau bukan karena pertolongan Cindy, ia pasti sudah mati di dalam kolam itu.

Bersambung.........

1
Erni Erni
david begonya ,perasaan yg tulus gak kan cepat berubah david loe aja yg sadarnya telat bgt ,dah berkali2 bikin kecewa hati org ,nyia2in yg tulus demi yg berakal bulus ckckck

mau kasian tp itu hasil dari ulahmu sendiri david
Siska Sutartini
eh Darius goblok, pelihara trus duo ular diumahmu, lama2 bakal. gigit sampe. lo mati
Siska Sutartini
ah si lara ini apa gak. punya kluarga lain yg jd pendukungnya, nenek kakek bibi atau paman yg tau seluk beluk duo wanita ular yg dipiara ayahnya. gak ada pinternya si lara ihh sebel
Alvia Vi
kelara lara aku baca nyaa
Maria Christanti
trima kasih Thor ceritanya bagus. Ditunggu karya2 selanjutnya.👍💪
nuraeinieni
keren thor,,,,happy ending,,,ceritanya bagus
𝐘𝐖💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Mkch, Ade, utk crita ny, sehat slalu y, GBU ❤️🤗😘
Rita Juwita
luar biasa kereenn thor.. /Good//Good/
Rahmat
percaya diri skali kamu david kamu bener"gak tertolong lg dasar bego
Rahmat
Hahaha tersenyum lah mpai bangrut
Lia siti marlia
makasih thorr😍😍😍
nuraeinieni
happy ending,,,,,sukses selalu thor,di tunggu karya barunya.
aliifa afida
luar biasa...
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Darius, jalani saja konsekuensinya, karena kamu lebih percaya dengan duo pelacur murahan itu, daripada putri kandung kamu sendiri 🤣🤣
𝐘𝐖💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Mkch, Ade, utk Karya ny ❤️🤗😘
차니 Chani🇰🇷: Halo semua, aku penulis Chani masih sangat pemula di Noveltoon. Aku penyuka kisah negeri ginseng dan selama ini menekuni budaya Korsel. Novel pertamaku berjudul Chef Do, tentang selebriti chef berbakat yang bertemu dengan seorang gadis amnesia. Bermula dari simpati muncul bibit cinta, misteri, dsb. Yuk coba intip kisah mereka~ Selain itu, aku juga menyelipkan pengetahuan memasak ala Korsel yang aku pelajari dengan giat lho~ Semangat utk para penulis & salam utk para pembaca yg budiman 💜😊
total 1 replies
nuraeinieni
bumil agresif,memanjakan suami berondongnya.
vania larasati
lanjut
nuraeinieni
wah si berondong lagi melakukan ritual jenguk baby.
Lia siti marlia
weleh weleh setelah sekian banyaknya racun racun yang lewat di lanjut dengan malam menjenguk bayi nihhh🤭🤭🤭
nuraeinieni
ya ampun ini belinda dan raihana sifat nya sama,iri dgn kehidupan lara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!