NovelToon NovelToon
Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Cerita ini hanya karangan author buat menghibur. jangan dianggap serius...

......

Cinta yang di kira membawa kebahagiaan ternyata menghadirkan petaka yang besar didalam hidupnya.

Janji manis seorang pria telah menghancurkan seluruh harapan dan martabat keluarganya sekaligus.

"A..aku hamil!" lirihan bergetar keluar dari bibir mungilnya. ia menatap nanar wajah seorang pria yang telah membuatnya terjebak didalam nuansa cinta ini.

"Kau gila! aku tak merasa menghamilimu."


Bagi petir menyambar di langit sana, Ia sungguh terkejut dengan pandangan lemahnya. Malam itu ia tak tahu apa yang terjadi tapi akhir-akhir ini ia merasakan gejalanya.


Sakit dan rasa malu yang ia tanggung setelah itu tak lagi membuatnya hidup dalam ketenagan. Ia benci benih yang ada didalam kandungannya serta keluarganya tak lagi menerimanya.


"Aku memang menyedihkan. karna bualannya aku sampai mengandung benih menjijikan-ini."


Ia harus menerima di kucilkan disuatu tempat yang jau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menahan diri!

Nyonya Tantri terlihat khawatir di dalam kamar Erina yang kembali demam tinggi. ia terus menghubungi suaminya agar segera pulang karna ia takut jika Erina semakin kelut disini.

"Nyonya! Nona Erina tak mau makan." ucap Bibik Iyem yang sudah membawakan nampan makanan tapi Erina belum juga mau makan.

"Erin! jangan begini, Nak!"

"Ma!" suara serak Erin terdengar lirih.

"Aku baik-baik saja. selera makanku memang berkurang." lirihnya masih memejamkan mata.

"Aku tahu kau seorang dokter! tapi, kau jangan menyiksa diri sendiri." decah Nyonya Tantri dengan wajah tegasnya merasa cemas. Bibik Iyem hanya membisu diam dikala melihat Erina selalu saja di perhatikan begini.

"Ma! dimana Sandra?" lagi-lagi pertanyaan itu keluar.

"Dia akan segera kesini. kau makan dulu!"

"Tapi, aku ingin melihatnya. Ma!"

Nyonya Tantri mengangguki permintaan Erina yang sangat ingin bertemu Sandra. sedangkan wanita itu seperti enggan untuk pulang berkunjung kesini.

"Mereka akan tiba malam ini. kau tenang saja. hm?"

"Benarkah?" tanya Erina berbinar cerah.

"Iya! Papamu sudah menjemputnya." Nyonya Tantri mendekat membelai kepala putrinya. Erina terlihat sangat senang dengan lengkungan manis miliknya terukir membayangkan wajah cantik Sandra.

"Makasih. Ma!"

"Hm. sekarang kau makan!"

Erina mengangguk menerima suapan makanan dari Nyonya Tantri yang benar-benar selalu memperhatikannya. Bibik Iyem merasa kali ini Sandra akan kembali melihat rasa sakitnya dulu.

........

Pagi-pun menyapa. mentari diatas sana masuk ke sela fentilasi kamar membawa cahaya kekuningan yang menerobos tak sabaran membuat sosok yang semalam tertidur lelap itu sedikit terganggu.

"Ehmm!"

Gumamnya kecil dikala cahaya itu menusuk matanya. kelopak netra cantiknya itu berkerut menekan lensa mata yang merespon.

Tangannya meraba tempat di sampingnya. dan seperti biasa terasa dingin tapi kasurnya lebih empuk dari yang ada di kamarnya.

Ia menggeliat beberapa kali sampai ia merasa aneh dengan bagian selimutnya yang beraroma mind ini. ia terasa sangat familiar sampai memeluk erat benda itu.

"Ehmm... enaknya!" gumam Sandra membenamkam wajahnya ke bantal empuk ini. Ia tak sadar jika sedari tadi manik elang kehijauan itu tengah memandangnya dari arah pintu kamar mandi sana.

"Kau sudah bangun?"

Mata Sandra langsung terbuka lebar mendengar suara berat menarik kesadarannya. Ia beringsud duduk diatas ranjang menatap terkejut kearah kamar mandi.

"Kenapa kau di sini?" panik Sandra segera menutupi tubuhnya. ia hanya memakai baju kaos dengan hotpans pendek diatas paha putihnya.

Rusel hanya diam keluar kamar mandi. ia terlihat baru saja selesai membersihkan diri terbukti dengan rambutnya yang basah menampakan pahatan sempurna itu.

"Pergilah mandi!"

"Kau kenapa di kamarku pagi-pagi begini??" pekik Sandra tak terima. ia masih belum sadar jika kamar ini bukanlah kamarnya melainkan kamar seorang pria yang tadi malam telah menghalalkannya.

Rusel hanya diam. ia yang sudah berpakaian santai itu memilih mengeringkan rambut dengan handuk kecil diatas kursi sudut sana.

"Sel!! kau.."

"Kau di kamarku!" jawab Rusel datar membuat Sandra syok langsung merotasikan matanya. Dan benar saja, kamar ini berbeda tampilan. lebih pada maskulin terbukti dengan kerapian dan aroma Mind shampo milik Rusel.

"A..aku.."

"Pergilah mandi! setelah itu makan."

Sandra memandang rumit Rusel yang tampak sama seperti biasa. pria itu selalu memperhatikan tapi masih dengan gaya datarnya yang tak bisa di tiru siapapun.

"Kau mendengarku?"

"A.. apa kita memang sudah menikah?" lirih Sandra menatap cincin perak di jari manisnya. Rasanya masih belum percaya jika ia sudah menikah.

Rusel paham dengan raut bingung Sandra hingga ia menghela nafas melempar handuk di tangannya ke wajah Sandra.

"Kauu!!"

"Pergilah mandi! Papamu sudah lama menunggu."

Sandra langsung mengumpat. ia meletakan handuk itu keatas bahunya lalu melangkah turun dari ranjang.

Tak perduli pada kaki jenjang putih itu terlihat ataupun bokong berisinya yang menonjol. Sandra tetap melenggang ke kamar mandi sana membuat Rusel mengambil nafas dalam.

"Untung kau seperti ini di depanku." gumam Rusel menyasak rambutnya rapi. Kegemaran Sandra memang suka berpakaian asal.

Sementara di dalam sana. Sandra di buat heran melihat peralatan mandinya pindah kesini, belum lagi handuknya juga.

"Apa dia memang memindahkan semua barangku?" gumam Sandra heran. ia menoleh ke belakang dimana Rusel tak lagi ada di kursinya.

"Kemana dia?" gumam Sandra keheranan. tak mau membuang waktu, Sandra memilih membuka semua pakaiannya dan segera mengambil air dari Bak mandi disini.

Ia lupa menutup pintu kamar mandi sampai visual indah lekuk tubuhnya tampak jelas terpampang nyata di mata elang Rusel yang sebenarnya tadi ke depan kamar menemui Isami yang mengantarkan makanan.

Glek..

Rusel menegguk ludahnya berat menggenggam nampan di tangannya dengan sedikit gemetar. bagaimana tidak?! Tampak belakang indah itu seakan menyengat tubuhnya sendiri terutama bagian di bawah sana. belum lagi kulit mulus berlekuk itu sangat memancing bara setiap lelaki.

"Mandi. dan mandi!"

Sandra bergumam ceria membasahi tubuhnya dengan air dan membungkuk mengambil air lagi. dua daging kenyal itu tampak begitu lembut di basahi air belum lagi ada tai lalat di bagian paha dalam Sandra yang begitu terlihat manis. bentuk pinggang dari tubuh jenjang Sandra yang menggiurkan membuat Rusel frustasi.

"Shitt!"

Rusel langsung sadar menahan diri yang lagi-lagi merasa sesak. ia tergesa-gesa meletakan nampan itu diatas kasur. untung saja Rusel telah menyiapkan pakaian Sandra hingga Rusel ingin pergi.

Tapi, aroma tubuh Sandra dari dalam kamar mandi sana menganggu pikirannya. apalagi tai lalat di aera dalam itu membuatnya mulai kacau.

"Ketua!" suara Simob diluar menyadarkan Rusel yang segera keluar langsung menutup pintu kamar membuat Simob menyeringit.

"Ketua!"

"Hm?"

Wajah Rusel terlihat merah dan terlihat kepanasan dengan keringat di lehernya.

"Apa ketua sakit?"

"Kenapa kau kesini?" tanya Rusel mengalihkan pembicaraan. Ia menormalkan raut wajahnya kembali datar seakan tak terjadi apa-apa.

Simob yang tak mau ikut campur segera menyahut pertanyaan Ketuanya.

"Semuanya sudah siap. Ketua! hanya meninggu kau dan Nona!"

"Hm. kau pergilah!"

"Apa kau perlu bantaun untuk berkemas di dalam. Ketua?" tanya Simob ingin membantu tapi Rusel segera merapat ke pintu kamar itu seakan tak ada yang bisa masuk ke dalam sana.

"Tidak! aku bisa mengurusnya sendiri."

"A.. baiklah! saya pergi!"

Rusel mengangguk datar melihat Simob pergi. pria itu terlihat bingung sesekali menoleh kebelakang menatap Rusel yang hanya diam di tempatnya.

"Ketua!"

Sapa beberapa pekerja pembersih diluar menyapa Rusel yang anehnya berdiri di depan pintu penginapannya sendiri seperti penjaga.

Beberapa orang dari Asrama-pun tampak datang membuat Rusel mengumpat mengeratkan peggangannya ke peggangan pintu.

"Siall! kenapa harus sekarang?!"

"Ketua!" Ednan datang menemui Rusel yang menatap mereka datar terkesan tak bersahabat.

"Ketua! apa ada masalah?"

"Tidak! kita bicara di bawah sana!" Rusel melangkah ke arah pohon di depan kamar menjauhkan mereka dari kamarnya.

Ednan begitu bingung. tak biasanya Ketua Rusel menutup pintunya serapat itu, biasanya mereka tetap di biarkan berdiri disana.

"Ketua! apa kau yang akan membawa Nona Sandra ke kota?" tanya Ednan masih belum tahu soal pernikahan Sandra dan Rusel.

"Hm."

"Bagaimana kalau aku yang menggantikan kau. ketua?"

Rusel diam berbalik menatap tajam Ednan yang berharap jika ia bisa beri kesempatan untuk mendekati Sandra.

"Tetua menunjukku!"

"Aku akan mengatakan pada Ayahku kalau kau s.."

"Tugasmu bukannya berpatroli?"

Ednan langsung diam. Ia merasa tatapan Rusel begitu posesif sama seperti awal ia mendekati Sandra. sebenarnya kenapa Ketua begitu memperhatikan Sandra?

....

Vote and Like Sayang..

1
Earlyta a.s Salsabila
good
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
Aisilia Putri
aku baca lagi thor kangen karyamu walau kau gak aktif lagi disini
jojo
Luar biasa
Amelia Harianja
kenapa banyak bawang di parrt ini
Amelia Harianja
part yg menyedihkan
Amelia Harianja
erina iri.. sandra mendapatkan laki2 yg sangat sempurna
Amelia Harianja
russel pelakunya
Amelia Harianja
kok baca novel ini seakan2 hidup Y.a
alur ceritanya seakan2 kira ikut di sana
kren habis
Amelia Harianja
orangtua pilih kasih
Amelia Harianja
kan itu anak russel bukan anak daniel
Amelia Harianja
seru banget thord
Amelia Harianja
sangat rapuh sandra
Othor Bahenol 😍
nggak tahu aku baca novel ini sampai yg ke berapa kali, suka banget sama Sandra & rusel, feel nya dapet banget 🥰
Eneng Haerani
Luar biasa
Azahra Atika
Biasa
Azahra Atika
Kecewa
Henym
Luar biasa
Othor Bahenol 😍
Thor, jadi iri sama si Sandra
dia dapat lelaki sempurna, andai di dunia ini ada lelaki sempurna seperti rusel pasti pasangannya begitu bahagian, karena begitu di ratukan di mata rusel
Othor Bahenol 😍
Aaa, aku sudah berulang kali mampir di sini, tapi tak pernah bosan 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!