NovelToon NovelToon
Merpati Kertas

Merpati Kertas

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:91.1k
Nilai: 5
Nama Author: Canum Xavier

Kepindahanku yang mendadak ke sekolah yang baru membawa perubahan besar dalam kisah cinta pertamaku. Bertemu Juan dan jatuh cinta padanya adalah hal terbaik selama masa SMAku. Juan mewarnai hariku dengan banyak romansa.

Tetapi datang seorang pria bernama Nandes yang mengaku jatuh cinta padaku saat pandangan pertama. Dengan gayanya yang slengean membuat aku pusing dengan kelakuannya setiap hari. Mengibarkan bendera perang kepada Juan secara terang-terangan.

Apakah mereka musuh lama? Rahasia apa yang Juan dan Nandes sembunyikan dariku? Dan siapa Meggy yang sering Nandes sebut dan membuat Juan seperti kehilangan kesadarannya?
Penuh banyak pertanyaan dan kisah kasih masa remaja yang dipenuhi rasa suka, cemburu dan patah hati, baca terus kelanjutan Merpati Kertas setiap episodenya.

^*^ Terima kasih kepada teman-teman pembaca yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca karyaku. Tolong klik Like, Favorit dan berikan saran yang membangun. ♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Canum Xavier, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU JATUH HATI

Aku menelpon Nandes sore itu, aku ingin bertemu dengannya untuk mengatakan sesuatu. Tapi aku memutuskan untuk bicara melalui telepon. 

" Nandes.. aku…", aku memulai pembicaraan tapi tidak sanggup melanjutkannya. 

Nandes dengan sabar menungguku berbicara. " Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Aku tidak tegas dengan perasaanku sendiri. Aku akan bertemu Juan malam ini.  Apa kamu mau menungguku? Jika aku pergi sebentar untuk menyelesaikan masa laluku? Aku tau aku sangat egois. Aku sadar sebagian diriku masih terbelenggu masa lalu. Aku ingin mengakhirinya. Apa kamu mau menungguku?", aku benar-benar berharap.

Nandes berbicara dengan nada yang menenangkan hatiku “ Ya aku akan menunggumu Embun. Pastikan perasaanmu dengan baik dan  Kembalilah padaku secepat kamu bisa. Aku akan menunggumu”.

Aku menangis saat menutup telepon. Menangisi keegoisanku yang menyakiti hati Nandes. 

Malamnya aku bertemu Juan. Sekertarisnya menjemputku, aku sudah bersikeras untuk naik mobil sendiri tapi tidak di ijinkan. Juan menungguku di salah satu restoran mahal, aku menghela nafas lega karena memakai pakaian yang menurutku masih sesuai dengan lingkungan sekitar. Aku di antar ke salah satu ruangan VIP oleh seorang pelayan.

“ Terima kasih”, kataku saat pelayan itu membukakan pintu untukku. 

“ Terima kasih kembali Nyonya”, sahut pelayan itu. “ Tuan apakah anda akan memesan sekarang?”, pelayan itu bertanya kepada Juan.

“ Bawakan aku wine terbaik milik kalian”, Juan berkata ramah. 

Aku melihat Juan tanpa berkedip, sampai saat ini aku masih tidak percaya dia kembali dan duduk didepanku. Aku memperhatikannya, setiap gerak geriknya masih tampak seperti dulu, hanya saat dia berbicara dengan pelayan tadi auranya sedikit berbeda. Aku mengakuinya, sedikit rasa rindu masih terselip di dalam hatiku. 

Juan tersenyum padaku “ Hai cantik, kamu masih cantik seperti dulu”, puji Juan.

Aku tersenyum sambil mencari apakah masih ada debaran yang kurasakan seperti dulu. Dan aku tidak menemukannya. “ Kakak apa kabar?”, tanyaku sopan.

“ Aku . . . seperti ini. Masih seperti ini Embun. Aku ingin meminta maaf padamu, aku meninggalkanmu saat itu. Maafkan aku”, Juan berkata lirih.

Aku diam saja. Aku sadar sepenuhnya bahwa perasaanku sudah hilang, aku tidak merasakan sakit di hatiku saat dia berbicara. Aku tidak menemukan apa yang ku cari, jika aku masih memiliki perasaan padanya aku pasti sudah menangis dipelukannya. Tapi saat ini aku malah memikirkan Nandes, aku memikirkan perasaannya karena aku datang ke sini. 

Pelayan datang membawakan wine dan menuangkannya di gelas lalu meninggalkan kami berdua. 

“Aku merindukanmu Embun, sangat merindukanmu”, Juan menatapku penuh arti. “ bisakah kita kembali seperti dulu? maukah kamu kembali bersamaku?”, Juan menyampaikan tujuannya tanpa basa basi. 

Aku kaget. Permintaan yang mendadak ini semakin meyakinkanku untuk kembali kepada Nandes. “ Kak… aku..”.

“Jika kamu belum yakin kepadaku kita bisa memulainya dari awal. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku yang dulu”, Juan menggenggam kedua tanganku.

“ Kak aku senang kakak kembali. Aku senang karena kakak baik-baik saja”, aku berkata pelan. Juan tersenyum padaku terus menggenggam tanganku.

“ Saat kamu meninggalkanku dulu hatiku sangat sakit. Aku merasa bodoh karena begitu menyukaimu, kamu tahu sebesar apa aku menyukaimu. Aku menangis berhari-hari karena kepergianmu”, aku berkata lirih mengingat kenangan dulu yang sudah kulupakan tapi harus ku gali kembali.

Raut wajah Juan berubah sedih “ maafkan aku”.

Aku tersenyum “ Tapi aku sudah keluar dari masa itu kak”, aku melepaskan tanganku dari genggamannya.” Perasaanku terhadap kakak sudah tidak terasa mendebarkan seperti dulu. Aku sudah melupakan semuanya. Terima kasih karena sudah pernah singgah di hatiku. terima kasih karena pernah membuatku jatuh cinta kepadamu”, aku menyerahkan sebuah kotak di ke arah Juan, kotak itu berisi semua kenangan kami dulu. Merpati kertas yang Juan berikan, baju juan dan banyak kenangan di dalamnya. Aku menarik nafas lega karena sudah mengatakan hatiku kepada Juan.

Ekspresi Juan tidak dapat kuartikan, sepertinya dia kecewa dan ada sedikit kemarahan yang ditahan olehnya. 

“ Maafkan aku kak”, aku lalu berdiri dan hendak keluar ruangan ketika Juan berbicara dengan nada yang dingin.

“ Apa kamu menyukai Nandes?”.

Aku menghentikan langkahku, aku menarik nafas pelan “ Aku tidak hanya jatuh cinta padanya tetapi aku jatuh hati”. Setelah itu aku berlalu pergi meninggalkan Juan bersama kenangan kami.

***

Aku keluar dari Lobby dengan tergesa-gesa, mencari taksi dan pergi ke rumah Nandes. Aku lega karena mengetahui isi hatiku sendiri saat ini, aku lega karena sudah melupakan Juan. Aku siap mengisi hatiku dengan cinta yang baru. Menyambut Nandes yang selama ini selalu bersamaku, aku harus minta maaf padanya karena meragukan isi hatiku. 

Saat tiba di depan pintu apartemen Nandes aku menarik nafas cukup panjang, merapikan bajuku dan berdehem pelan. Aku akan mengutarakan perasaanku malam ini. Aku menekan bel, dua kali. Apa Nandes tidak ada dirumah. 

Tidak lama Nandes membuka pintu, dia terlihat tampan dalam balutan baju rumahnya yang kasual. Aku tersenyum, aku tergila-gila padanya. Aku bodoh karena tidak menyadari perasaanku selama ini. 

“ Hai, kamu datang?”, Nandes tampak bahagia melihatku.

“ Ya, aku kembali untuk perasaanku padamu”, jawabku malu-malu.

Nandes tersenyum malu juga sama sepertiku “ kenapa kamu memencet bel? padahal kamu tahu kode rumahku”, Nandes penasaran.

“ Aku.. hanya ingin kamu yang membuka pintu untukku”, jawabku canggung.

Nandes mengangguk pelan. Aku lalu berbicara serius sambil melihat matanya “ Aku bertemu Juan dan mengatakan padanya bahwa perasaanku tidak sama seperti dulu. Bahwa aku jatuh hati kepadamu dan aku akan melupakan semua kenanganku bersama Juan”.

Nandes mendengarkanku dalam diam. “ Aku menyukaimu, aku selalu teringat kepadamu, sepertinya…aku… sepertinya aku tergila-gila padamu saat ini. Bahkan sebelum ciuman pertama kita”, aku seperti sedang mengaku dosa kepada Nandes. “ Dan aku minta maaf karena menyakiti hatimu kemarin. seharusnya aku tidak ragu pada perasaanku sendiri”.

Wajah Nandes terlihat bersemu, sepertinya dia senang bercampur malu mendengar pengakuanku ini. “ Aku juga menyukaimu sepenuh hatiku. Aku hampir gila karenamu”, akui Nandes.

Aku tertunduk malu. “ Apa kamu akan membiarkanku berdiri di luar pintu sampai besok pagi”, tanyaku.

Nandes melihatku dengan tatapan penuh arti “ Jika kamu masuk aku tidak akan membiarkanmu keluar dengan mudah dan aku tidak bisa menjamin apakah aku bisa menahan diriku atau tidak”, Nandes berkata begitu dengan nada yang pelan.

Tanpa memikirkan dua kali aku masuk melewati batas pintunya dan membiarkan pintu apartemen menutup dengan sendirinya. Nandes berdiri canggung sama sepertiku. Padahal saat dia menciumku malam itu dia seperti pria dewasa yang tidak punya ketakutan apapun.

“ Aku tidak berniat untuk keluar dari apartemenmu dan kamu… tidak perlu…menahan diri”, kataku pelan lalu berjalan meninggalkannya hendak masuk ke ruang tamu. 

***

1
Diana
👍👍👍
Diana
🤣🤣oalah mak...🤭💆
Diana
juan gak asyik ah...
Diana
e..e .. jeni mau kau apakan, juan?😱
Diana
aamiin...
Diana
pingin monica di bikin novel tersendiri, thor
Diana
gak usah tunangan, nandes, lgsg nikah aja. nanti ilang lg. sebelum janur melengkung masih milik umum. hmmm
Diana
kau jahat thor, bikin aku gak bisa berhenti baca sampek dini hari dan batre tinggal 2%.💆 hidungku mampet kebanyakan nangis 😭😭 semoga ujian embun cepat berakhit
Diana
kayaknya monica tuh pawang si nandes🤣🤣
Diana
semoga embun lekas bahagia...kasihan menderita terus gara² garangan😤
Diana
nggak ngerti harus komen apa😖
Diana
suka semua visualnya. artis lokal krn tokoh yg di ceritakan memang org indonesia.👍👍
Diana
kenapa jd begini😭😭😭
Diana
serba salah ya, embun? dah, juan utkku sj. mau aku jadikan mantu🤭 lumayan ganteng, kaya, smart beuhh...😝
Diana
mau ngapain ya berdua?🤔💆
Diana
jangan² juan kembali
Diana
serba salah ya mbun?
Diana
🤣🤣🤣
Diana
😂😂😂jd ngeri² sedep melihat pertemanan mereka.💆
Diana
mulutmu saa .. suka bener😂😤👊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!