NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Pertama

Mobil Arjuna berhenti di sebuah daerah perbukitan. Dari sini mereka bisa melihat seluruh kota.

"Wah, tempat ini sangat indah." kata Fiana saat ia keluar dari mobil.

"Kamu tak tahu tempat ini? Kamu kan bilang lahir di sini." Arjuna nampak heran.

Fiana tertawa kecil. "Aku memang lahir di sini. Namun aku tak pernah keluar rumah sendiri apalagi bepergian di tempat-tempat seperti ini. Aku bahkan harus homeschooling."

"Sampai segitunya?"

"Makanya aku ingin sekali pergi dari sini. Dan aku menemukan kebebasan di Amerika. Aku bahkan tak mau pulang saat liburan."

"Lalu kenapa kali ini kamu akhirnya pulang?"

Fiana berpegang pada dinding pembatas yang ada di tepian bukit itu. "Mamaku sakit. Dia merengek meminta aku pulang. Dan di sinilah aku."

Arjuna meraih kedua tangan Fiana dan menggenggamnya erat. "Aku bersyukur karena mamamu meminta kamu pulang. Kita bisa bertemu."

Perlahan kepala Fiana terangkat. Ia menatap lelaki tampan di depannya. "Mengapa kamu yakin kalau kamu jatuh cinta pada pandangan pertama?"

"Karena aku belum pernah merasa segila ini saat melihat seorang gadis." Arjuna melepaskan satu tangannya yang memegang tangan Fiana lalu ia kini memegang pipi gadis itu.

"Kamu yakin ini perasaan yang sesungguhnya?" tanya Fiana lagi.

"Ya. Kamu tahu, jantungku berdebar sangat kencang saat ini. Aku bahkan merasa ingin segera menikah dengan kamu malam ini juga. Aku seakan tak ingin melepaskan mu, dan ingin terus memelukmu."

Fiana memegang pipi Arjuna juga. "Bagaimana kamu bisa jatuh cinta tanpa tahu siapa aku?"

"Karena cinta tak butuh alasan atau penjelasan."

"Kamu tidak bohong kan? Aku...aku belum pernah merasakan ini sebelumnya. Selama ini aku selalu menjaga hatiku dari semua pria yang mendekati aku."

Arjuna tersenyum senang. Ia mendekap Fiana dengan perasaan yang lega. "Terima kasih sudah menjaga hatimu. Kamu memang tercipta hanya untukku."

Dengan malu-malu, Fiana membalas pelukan Arjuna. "Aku pikir ini gila."

"Yang penting kita berdua yang sama-sama gila dan aku tidak gila sendiri." Arjuna melepaskan pelukannya. Kedua bola matanya menatap lembut ke mata Fiana. "Entah kamu percaya atau tidak, seumur hidupku, aku belum pernah menyatakan cinta pada seorang gadis."

"Bohong kalau kamu nggak pernah pacaran." Fiana nampak cemberut.

"Aku memang tak pernah pacaran. Gadis-gadis itu yang menyatakan sendiri perasaannya. Aku menjalani beberapa hubungan tanpa status." Arjuna memegang pipi Fiana dan memaksa gadis itu untuk menatapnya. "Lihat aku, sayang. Percayalah sebenarnya saat ini aku sangat gugup. Aku tak pernah menatap mata seorang gadis seperti aku menatapmu."

Fiana tersenyum. Matanya jadi berkaca-kaca karena perasaan bahagia yang menyelimuti seluruh rongga dadanya. "Jadi sekarang kita pacaran?" tanya Fiana dengan wajah polosnya.

"Ya, sayang. Kita pacaran." kata Arjuna lalu memeluk Fiana dengan wajah yang diliputi kebahagiaan.

Saat pelukannya terlepas, keduanya masih saling bertatapan tanpa mau menjauh.

Arjuna menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. "Boleh aku mencium mu?" tanyanya dengan suara yang bergetar.

Wajah Fiana langsung terasa panas. Ia tertunduk malu sambil kedua tangannya memegang erat pinggiran kemeja Arjuna.

"Kamu diam berarti setuju?" tanya Arjuna lagi. Entah mengapa cowok itu merasa sangat gugup.

Fiana mengigit bibirnya.

Arjuna pun mengecup puncak kepala gadis itu. Lalu mencium dahinya. Kemudian ciuman itu turun ke ujung hidungnya yang mancung. Lalu perlahan ia mencium pipi kanan, beralih ke pipi kiri dan akhirnya ciuman itu berhenti di depan bibir Fiana. Arjuna berhenti sejenak. Ia memejamkan matanya sebentar, lalu perlahan ia mencium bibir Fiana. Begitu lembut, penuh perasaan, karena ia tahu ini pasti ciuman pertama untuk Fiana.

Gadis itu memejamkan matanya. Seluruh bagian tubuhnya bergetar saat Arjuna menciumnya. Ia merasakan seluruh permukaan kulitnya menjadi panas. Ya ampun, ternyata seperti ini rasanya dicium untuk yang pertama kali.

Saat ciuman mereka terlepas, Fiana menyembunyikan wajahnya di dada Arjuna. Lelaki itu terkekeh karena melihat gadisnya menjadi malu.

"Sayang, rasanya aku tak mau berpisah denganmu." kata Arjuna. Ia kembali mencium bibir Fiana.

Ponsel Fiana yang ada di dalam mobil Arjuna, berdering. Gadis itu segera mengambilnya.

"Hallo Tita...."

"Fi sayang, kamu ada di mana? Cinderela harus segera kembali ke kastilnya. Kakakmu sudah menelepon aku." terdengar suara Tita yang ketakutan.

"Baiklah aku pulang. Kalian di mana?"

"Di dekat rumahmu, Fi."

"Ok." Fiana menatap Arjuna. "Aku harus pergi."

Arjuna terlihat sedih. "Baiklah. Tapi besok kita ketemu ya? Mana ponselmu."

Arjuna mengambil ponsel Fiana, lalu menelepon ke nomornya sendiri. "Aku sudah menyimpan nomorku."

Mereka pun meninggalkan kompleks perbukitan itu.

"Rumah mu di mana, sayang?" tanya Arjuna.

"Di bukit Permai."

Arjuna mengerutkan dahinya. Bukankah daerah itu adalah tempat pemukiman keluarga Adams?

"Arjuna, berhenti di sini saja." kata Fiana saat melihat mobil Jelita.

"Memangnya rumah mu yang mana?" tanya Arjuna penasaran.

"Tuh, yang paling atas. Namun aku turun di sini saja karena itu mobil temanku. Aku harus terlihat pulang bersama mereka." kata Fiana sambil menunjukan sebuah mansion yang lebih mirip istana. Arjuna terkejut.

"Kamu keluarga Adams?"

"Ya." jawab Fiana. Ia membuka sabuk pengamannya. "Sampai jumpa besok." katanya sebelum akhirnya ia turun dan segera menuju ke mobil Jelita.

Arjuna terkejut. Ia benar-benar merasa bagaikan di timpa batu yang sangat besar di kepalanya.

Ponsel Arjuna berdering. Ternyata panggilan dari sepupunya.

"Jun, kamu di mana? Kok GPS mobilmu menunjukan bahwa kamu ada di kompleks perumahan keluarga Adams? Kamu cari mati ya?"

"Aku pulang. Kalian tunggu saja di rumah." Arjuna segera memutar mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

Di dalam mobil Jelita...

Fiana terkejut. "Apa dia Arjuna Tekins?"

"Ya, sayang. Dia itu adalah musuh bebuyutan keluarga Adams. Kamu gila jika berhubungan dengannya." kata Jelita.

Fiana terdiam. Ia tak tahu harus bilang apa. Seluruh tubuhnya seperti membantu.

Ia turun dari mobil Jelita dan segera masuk ke dalam rumahnya.

Nampak kakaknya, Jordy Adams sedang duduk di dekat perapian. Seperti sedang menunggunya.

"Kenapa kakak belum tidur?" tanya Fiana.

Jordy menatap jam tangannya. "Kamu terlambat 40 menit dari jam yang seharusnya."

"Maaf, kak. Aku terlalu senang bersama teman-teman ku."

"Kakak khawatir kamu akan bertemu keluarga Pekins."

"Aku baik-baik saja, kak."

Jordy mengusap kepala adiknya. "Tidurlah." katanya lalu ia segera menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua, sedangkan Fiana memilih menggunakan lift untuk menuju ke kamarnya yang ada di lantai 3.

Fiana segera berganti pakaian, menggosok giginya dan mencuci wajahnya.

Namun ia tak bisa tidur. Bayangan wajah Arjuna terus mengusiknya.

Ia mencoba mengusir bayangan cowok itu. "Ingat Fi, dia adalah anak dari musuh keluargamu." ia berusaha menanamkan itu di kepalanya. kenyataanya, ia tetap mengingat Arjuna.

Di kamarnya pun, Arjuna tak bisa tidur. Walaupun ia sudah mencoba mengusir bayangan Fiska, nyatanya ia semakin tersiksa. "Ya Tuhan, kenapa dia harus lahir dari keluarga Adams?"

**********

Pagi pun datang. Fiana bangun saat jam sudah menunjukan pukul 10 pagi.

Ia segera mandi dan turun ke bawah. Nampak mamanya, Wulan Adams sedang menyirami bunga-bunga anggrek nya yang ada di teras samping.

"Selamat pagi, ma."

Wulan menoleh. "Anak gadis mama, kenapa bangunnya sudah siang seperti ini? Kamu melewatkan sarapan pagi dan itu membuat papamu agak marah."

"Mama, aku belum terbiasa dengan pengaturan jam di negara ini. Bedanya 8 jam dari Amerika."

"Nak, ayo sarapan."

"Baiklah, ma." Fiana masuk kembali ke dalam rumah.

"Nona.....!"

Reina, pengawal sekaligus pengasuhnya yang menemani Fiana di Amerika mendekati gadis itu.

"Ada apa?"

Reina menatap sekeliling lalu i berbicara dengan setengah berbisik. "Semalam pulang dengan siapa?"

"Tita dan Jelita."

Reina menggeleng. "Lalu, siapa lelaki di mobil Jaguar hitam?"

Deg! Wajah Fiana mendadak pucat.

"Eh, itu...., dia ....."

"Nona, itu adalah Arjuna Tekins kan? Aku terpaksa menghapus rekaman CCTV jangan sampai kakak nona mengetahuinya."

Fiana memeluk pengasuh yang berusia 45 tahun itu. "Aunty Rere, i think i'm falling in love with Arjuna."

"What?" Reina mendorong tubuh gadis itu. "Are you crazy?"

Fiana melangkah perlahan dan duduk di depan meja makan. "Sepanjang malam aku memikirkannya."

"Nona, sebaiknya kamu pulang lebih awal ke Amerika. Ini bahaya."

Ponsel Fiana bergetar.

Fiana sayang, bolehkah kita bertemu hari ini?

Fiana menatap Reina. "Aunty, aku harus ketemu Arjuna."

"Sayang, kamu membahayakan dirimu sendiri."

"Aunty, please....!" Fiana mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.

"Sayang, kakakmu akan membunuh kita berdua." Reina menepuk pipi gadis yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri. Bagaimana mungkin ia membuat mata yang berbinar karena cinta itu menjadi redup cahayanya?

Fiana terpaksa menelepon Tita dan meminta agar ia dan Arjuna bisa bertemu di rumah Tita. Awalnya gadis itu menolak namun Fiana terus membujuk karena tahu jika siang seperti ini, kedua orang tua Tita tak ada di rumah.

Begitu tiba di rumah Tita, Fiana langsung menemui Arjuna yang sudah menunggunya di ruang kerja papanya Tita.

"Sayang .......!" Arjuna langsung memeluk Fiana seakan mereka telah lama tak bertemu.

"Arjuna, cinta kita terlarang." kata Fiana tanpa bisa menahan air matanya.

"Tidak sayang." Arjuna melepaskan pelukannya. Ia memegang kedua tangan Fiana. "Aku tak peduli dengan nama Adams atau Pekins. Sepanjang malam aku terus berpikir, namun perasaan ini begitu kuat mengatakan kalau aku benar mencintaimu."

"Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku takut..."

"Jangan takut, sayang. Aku tak akan pernah melepaskan mu walau apapun yang terjadi. Asalkan kamu juga berjanji tak akan pernah melepaskan aku."

Fiana mengangguk. Arjuna tersenyum senang. Ia kemudian mencium dahi Fiana.

"Ya, Tuhan memangnya ada cinta sebesar itu hanya karena sekali menatap saja?" tanya Tita.

Reina mengusap wajahnya. "Nona, cinta ini bisa membunuhmu." kata perempuan itu lalu menutup pintu ruangan kerja papanya Tita. Ia ingin memberikan mereka privasi.

***********

Segila apa cinta yang akan mereka lewati?

Sebesar apa badai yang akan menerpa cinta mereka?

Apakah cinta sebesar itu benar ada walaupun mereka baru bertemu?

1
tintiin21
makin seru.... 😍😍😍😍
Maria Kibtiyah
siapa diana siapa gadis yg di oeprasi ahk bikin pusing
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Edgar penuh dgn misteri dan pak Roman kirain tulus membantu Juna🥺
tintiin21
waduh non stop... 😅😅😅😅😅
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
Syavira Vira
semangat kak dilanjut 🙏💪👍🏻♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!