Apa jadinya jika seorang bos tampan yang galak bertemu dengan asisten pribadi culun yang ekstra sabar?
Bagaimana kekocakan yang terjadi diantara mereka?
Rama dan Sila akan menjawabnya disini.
Happy Reading
Karya lain yang bisa kamu baca :
-Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
-Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
-Istri Pengganti
-Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Follow IG @yenitawati24
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
3 Bulan telah berlalu.
hari ini sila bertekad mempublikasikan pernikahannya kepada teman teman kantornya.
semua terkejut terlebih para kaum adam yang rata rata menaruh hati kepada sila khususnya toni.
"ja..jadi kamu sudah menikah?" tanya toni dengan raut wajah kecewa
"iya pak, saya sudah menikah beberapa bulan yang lalu" kata sila gugup
"selamat ya, sekarang dimana suami kamu?" tanya toni
"di...dia bekerja diluar negeri pak. setengah bulan sekali kita ketemu" kata sila berbohong
"oh, sekali lagi selamat ya" kata toni berusaha tersenyum
sila pergi keruangannya
"huh, ribet banget sih. coba aja kalau meira nggak dateng kesini, pasti aku dan mas rama bisa bergandengan tangan dikantor ini" sila berdecak kesal
Dirumah
"sayang oma kemana?" tanya rama mendapati oma tidak ada ditempat
"oma katanya ada reuni SMA mas, tadi udah nelpon aku" kata sila
"oh" kata rama sembari merentangkan tangannya menggapai bahu sila yang duduk disampingnya. rama membimbing kepala sial agar menempel dipundaknya.
"mas, aku mau dipeluk" rengek sila
"iya sini, tumben minta peluk biasanya paling risih dipeluk ditempat terbuka" kata rama heran. lalu dia memeluk istrinya
"nggak tau sih, aku pengen aja rasanya nyaman banget" kata sila merapatkan wajahnya ke dada bidang rama
rama tidak tahan dengan tingkah sila lalu dengan cepat dia mencium bibir istrinya
"mas, jangan ah" sila berusaha menjauhkan wajah rama darinya
"kenapa sayang? kamu yang mulai semua ini, kamu harus tanggung jawab" kata rama
"aku lagi males mas" kata sila berusaha menjauh
rama hendak bergeser namun sila menahannya.
"cium" kata sila menunjuk bibirnya
"apa? tadi kamu bilang tidak mau" kata rama bingung
"ayo mas, cium" kata sila memaksa menarik kerah baju rama agar mendekat
rama langsung mendekapnya lalu mencium bibirnya. lalu menyusuri leher istrinya yang membuatnya semakin berhasrat.
tiba tiba
"apa yang kalian lakukan !!!!!" suara bentakan seseorang menghentikan mereka
rama dan sila sama sama terkejut mendapati meira sudah berdiri didepan mereka dengan tatapan jijik.
"kalian tau malu nggak sih, apa begini kelakuan kakak adik ha??" teriak meira
"mbak tenang dulu aku bisa jelasin" kata sila berdiri hendak menghampiri meira
"mbak sebenernya tadi"
...plakkkk....
sebuah tamparan mendarat dipipi sila hingga meninggalkan bekas memar
rama melihat itu jadi naik pitam.
dia berusaha mendekati meira dan ingin menamparnya tapi segera dicegah sila.
"mas jangan mas" kata sila
"rama kamu mau nampar aku hanya karen sepupu murahanmu ini?" kata meira membentak
"asal kamu tau dia adalah istriku bukan sepupuku" bentak rama
meira terbelalak mendengar perkataan rama
"apa? aku salah denger kan?" kata meira tidak percaya
"aku sudah menikah dengannya dan aku mencintainya. maafkan aku meira tapi aku sama sekali tidak mencintaimu" kata rama
"kamu bohong kan? nggak. kamu nggak bisa ninggalin aku demi dia. kamu udah janji sama mama kamu kan? kamu nggak bisa lukai perasaan aku" kata meira mulai menangis
sila juga ikut menangis. ntah kenapa hatinya tiba tiba sedih.
"mei, kita udah selesai , tolong pergi dan jangan ganggu hidup kami lagi" kata rama
"aku bersumpah kalian tidak akan pernah bahagia. aku benci kaliaaaaan" teriak meira yang pergi dengan airmata yang masih mengalir.
rama lalu memeluk sila dan mengatakan padanya
"semua telah berakhir, sifatnya telah menunjukkan bahwa dia buka orang yang baik untuk ku jaga hatinya" kata rama
sila tersenyum dalam tangisannya. memeluk erat suami yang amat dicintainya itu
hancurkan wes...