NovelToon NovelToon
Kekuatan Di Belakang Ku Menekan Seluruh Surga

Kekuatan Di Belakang Ku Menekan Seluruh Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Peradaban Antar Bintang / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:883
Nilai: 5
Nama Author: wusan

Di semesta tanpa akhir, tempat miliaran ras tak berujung hidup berdampingan, berdiri banyak kekuatan tertinggi yang menguasai aliran reinkarnasi, berbicara langsung dengan Dao Agung, dan menekan seluruh era tanpa batas. Di antara semua kekuatan itu, hanya beberapa yang benar-benar mengguncang seluruh multisemesta.

Rumah Ilahi Ungu, sebuah kekuatan misterius dengan aura tak terbandingkan, hanya dengan sedikit gerakan saja mampu membuat tak terhitung banyaknya semesta bergetar ketakutan.

Keluarga Gu, keluarga kuno yang menyimpan rahasia tabu paling menakutkan. Mereka mengendalikan rahasia yang menekan seluruh era, dari masa lalu hingga masa depan.

Sekte Pedang Wuji, penguasa Dao Pedang tertinggi. Sekali pedang mereka terhunus, surga dan neraka tak terhitung jumlahnya gemetar dan bertekuk lutut.



dan anak muda bernama lu feng memiliki peradaban yang mengguncang seluruh multisemesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jian xiao xue melawan gu xun er

Tubuh Pedang Segala Zaman tak tertandingi di seluruh surga tak terbatas,

baik dalam pedang maupun kekuatan tempur.

Darah Tertinggi, kemurnian tertinggi keluarga Gu,

tak terukur di surga tak terbatas.

Ini akan menjadi sebuah era pertempuran—

era di mana Darah Tertinggi Gu melawan Tubuh Pedang Segala Zaman.

Era yang bahkan sejarah pun akan gentar mencatatnya.

Gu Lie dan Jian Li sama-sama tak sabar.

Di lapangan sekte, banyak murid tercengang.

“Jadi… nona keluarga Gu ini mencari Lu Feng?”

“Astaga, apa hebatnya Lu Feng itu?”

Banyak yang iri dan cemburu,

bahkan berharap Lu Feng mati seribu kali.

Diperebutkan dua wanita cantik tak tertandingi—

sungguh seperti telah menyelamatkan galaksi di kehidupan sebelumnya.

Jian Xiao Xue menatap Gu Xun’er dengan tidak senang.

“Gu Xun’er, menjauhlah dari tunanganku.”

Suaranya dingin, mata indahnya menajam seperti pedang.

Gu Xun’er bersikap acuh tak acuh.

“Kalian masih calon, belum resmi bertunangan.”

“Aku datang ke sini untuk membatalkannya.”

Jian Xiao Xue mendengus dingin.

“Apa hakmu?”

“Ini sudah disahkan oleh tetua Sekte Pedang Wuji.”

“Hehe, lalu kenapa?”

“Aku tidak mau.”

“Kalau perlu, aku akan melawanmu.”

“Kakak Lu Feng itu milikku.”

Suara Gu Xun’er ikut mendingin.

Aura bangsawan yang mengerikan meledak dari tubuhnya.

Alam Raja Agung bintang satu terungkap.

Cahaya warna-warni tak terukur turun dari langit.

Bahkan Dao Surgawi seakan menangis ketakutan.

Bayangan seorang wanita anggun berjubah permaisuri muncul,

menerangi langit.

Banyak murid di bawah merasa tertekan.

Saat Darah Tertinggi muncul, semua makhluk ditekan.

Gu Xun’er mengendalikan Darah Tertingginya dengan sempurna.

Ini menunjukkan bakat surgawi yang mengerikan.

“Haha, kau mau melawanku?”

“Siapa takut?”

Jian Xiao Xue tersenyum dingin, penuh amarah.

Niat pedang meledak.

Aura pedang membelah langit dan bumi.

Bayangan seorang wanita indah memegang pedang muncul,

aura yang mengejutkan seluruh zaman terpancar.

Banyak murid merasa,

bahwa di segala zaman, Kakak Senior Jian Xiao Xue tak tertandingi.

Dua bakat tak terukur saling beradu aura.

Tak mau kalah.

Di satu sisi, Tubuh Pedang Segala Zaman—

yang bahkan leluhur pertama Sekte Pedang Wuji di surga tak terukur

pernah mengatakan bahwa itu menyamai tubuh pedang bawaannya.

Di sisi lain, garis keturunan Darah Tertinggi Gu Xun’er,

kemurniannya menyamai leluhur pertama keluarga Gu di surga tak terukur.

“Ehem… kalian berdua, tenang dulu.”

Lu Feng mencoba maju untuk menenangkan.

“Diam!”

Kedua wanita itu berbicara bersamaan,

menatap Lu Feng dengan tajam.

Lu Feng terdiam.

Ia mundur satu langkah.

Tetua Kelima di samping tertawa terbahak-bahak.

“Lu Feng kecil ini benar-benar beruntung dalam urusan wanita.”

Di sisi lain, murid-murid di bawah menjerit dalam hati.

“Lu Feng, kau pantas mati seribu kali.”

Mereka sama sekali tidak terima.

“Ayo bertarung di langit.”

Gu Xun’er berkata dengan tenang.

Tubuhnya melompat anggun, langsung terbang ke langit.

“Siapa takut?”

Jian Xiao Xue pun melompat, mengejarnya tanpa ragu.

Lu Feng tersenyum pahit.

Gu Xun’er sebenarnya adalah teman masa kecil Lu Feng dan Jian Xiao Xue.

Dulu, saat mereka masih berusia lima tahun, keluarga Gu sering datang ke sini membawa Xun’er.

Saat itu, Xun’er penuh rasa ingin tahu, manis, seperti boneka porselen.

Bahkan Lu Feng kecil, yang pikirannya jauh lebih dewasa dari anak seumurannya, sempat terpikat.

Sungguh gadis kecil yang imut.

Saat itu, Lu Feng, Jian Xiao Xue, dan Gu Xun’er sering bermain bersama.

Kadang Lu Feng membantu mereka dengan menceritakan kisah-kisah indah.

Bahkan pernah suatu kali, saat mereka diserang binatang iblis peliharaan sekte, Lu Feng maju melindungi Xun’er.

Namun setelah kejadian itu, Lu Feng mulai merasa aneh.

Kepribadian Gu Xun’er berubah.

Ia sering mengerjainya, kadang mengganggunya, seolah ingin menarik perhatiannya.

Ia juga sering bersaing dengan Jian Xiao Xue—

dalam hal apa pun, bahkan soal pujian.

Kini mereka sudah dewasa.

Dan semuanya masih sama.

“Aduh… gimana ini…”

Lu Feng menepuk kepalanya pelan.

Di langit, suara ledakan dahsyat sudah terdengar,

seperti bom nuklir yang meledak beruntun.

Cahaya emas dan cahaya warna-warni bercampur dengan petir bergemuruh,

membentuk lubang besar di udara, lebarnya jutaan mil.

Sebuah telapak tangan raksasa muncul,

seperti kaisar menghukum dunia, disertai petir yang mengamuk.

Di hadapannya, pedang besar yang menyilaukan langit dan bumi menebas turun,

membawa panas matahari yang mengerikan.

Keduanya beradu.

Ledakan kekuatan membuat murid-murid di bawah ketakutan,

bahkan banyak yang hampir berlutut.

Dao Surgawi sendiri seakan tak berani mengawasi pertempuran itu.

Di langit, Gu Xun’er dan Jian Xiao Xue saling beradu teknik.

“Telapak Kaisar Kuno.”

Suara Xun’er bergema seperti datang dari segala arah.

Langit berubah gelap, dipenuhi bintang-bintang.

Ribuan telapak emas muncul di udara, menekan ke bawah dan mengarah langsung ke Jian Xiao Xue.

“Satu Seribu Pedang.”

Jian Xiao Xue menebas ke langit.

Qi pedang sepanjang ribuan mil muncul, lalu perlahan terpecah menjadi ribuan bilah.

Tabrakan itu mengguncang dunia.

Cahaya berkilauan menyinari awan, bahkan di siang hari tampak seperti matahari kembar.

“Sungguh luar biasa… setiap teknik mereka sudah dilatih hingga kesempurnaan.”

Salah satu murid inti berkata dengan suara rendah.

“Benar. Mereka baru berumur enam belas tahun, tapi sudah sekuat ini? Bahkan bakat abadi pun belum tentu bisa mencapai tingkat seperti ini.”

Para murid berdiskusi dengan wajah terkejut.

“Jari Kuno Sunyi.”

Jari seputih giok, berkilau seperti batu rubi, menunjuk ke arah Jian Xiao Xue.

Sinar laser emas meluncur, menerangi surga dan menekan ke bawah sejauh puluhan ribu mil.

Jian Xiao Xue langsung membalas.

“Pedang Bentuk Pertama: Penghakiman.”

Ia menusukkan pedang ke depan.

Pancaran laser pedang merah membesar, menghantam langsung jari emas itu.

Kaboom!

Energi primal yang kacau menyebar.

Awan bergemuruh, petir dan angin muncul bersamaan.

Darah tertinggi meningkatkan bakat pemahaman hingga tak tertandingi,

sementara kecepatan kultivasi Gu Xun’er melonjak secara alami.

Tubuh Pedang Segala Zaman juga sama mengerikannya.

Memahami pedang seperti minum air, bahkan bakat tingkat kaisar pun tak layak dibandingkan.

Bentrokan itu semakin sengit.

Lu Feng menyaksikan dari bawah, menghela napas pelan.

“Wanita marah… memang yang paling menakutkan.”

“Kalian berdua berhenti.”

Lu Feng bergerak.

Dengan lubang hitam, tubuhnya menghilang dari tempat semula dan muncul tepat di antara mereka berdua.

Namun pada saat itu, Jian Xiao Xue dan Gu Xun’er langsung panik.

“Kakak Lu Feng, awas!”

“Lu Feng!”

Mereka berdua berteriak bersamaan, penuh kekhawatiran.

Baru saja mereka melepaskan serangan.

Telapak Penghancur Dunia.

Langit dan bumi berubah.

Sebuah telapak tangan abu-abu raksasa muncul, mengandung energi penghancur dahsyat, selebar puluhan ribu mil.

Telapak itu menerjang ke depan, membuat cahaya matahari tertutup dan pegunungan di bawahnya layu seketika.

Jian Xiao Xue juga tidak mau kalah.

Karena sudah melepaskan serangan tingkat kaisar, dia pun melanjutkan.

Pedang Memotong Langit.

Siulan pedang terdengar tajam.

Dari langit turun cahaya surgawi seperti pedang, membelah semesta dan menghantam telapak raksasa itu.

Namun saat itu, Lu Feng berada tepat di tengah-tengah mereka.

Ini membuat para murid di bawah berteriak panik.

“Apa yang dilakukan Lu Feng ini?”

“Itu serangan teknik tingkat kaisar! Apa dia mencari mati?”

Bahkan Gu Lie dan Jian Li mengerutkan kening.

Mengapa anak ini ikut campur?

Tetua kelima di bawah juga hendak bergerak.

Namun tiba-tiba, semua orang tertegun.

Lu Feng menyatukan kedua tangannya.

Lalu membuka telapakannya.

Sebuah lubang hitam terbuka.

Dia melemparkannya ke langit, tepat di antara dua serangan itu.

Seketika terbentuk lubang hitam raksasa dengan radius satu kilometer.

Daya hisapnya meluas sejauh jutaan mil.

Bahkan serangan tingkat kaisar milik Jian Xiao Xue dan Gu Xun’er tersedot masuk.

1
Daud Nikolas
lanjut thor
master x
oke bg gw lanjut
Daud Nikolas
lagi thor
Daud Nikolas
lanjut thor
Daud Nikolas
keren
Daud Nikolas
semangat thor💪
Daud Nikolas
bagus sih,kalau untuk genre fantasy adu latar belakang 🤣🤣
master x
keren😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!