Saat suamimu merundungmu dan mengataimu hanya karena fisikmu yang berukuran XXL, bagaimanakah perasaanmu?
Kanaya Salsabilla, Penulis Novel Digital yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya merundungnya, melakukan kekerasan verbal, hingga bermain api dengan mantan terindahnya di depan matanya.
Darren Jaya Wardhana, Direktur Pemasaran Jaya Corp yang merupakan pria mapan dan gagal move on dari cinta masa lalunya itu, justru memperlakukan Kanaya sebagai istrinya dengan buruk.
Di satu sisi, ada Bisma Adi Pradana, seorang Dokter yang membantu Kanaya dan terus memotivasi gadis itu untuk mengubah penampilannya.
"Tidak ada yang lebih menyakitkan selain hidup seatap dengan suami yang terang-terangan terjebak dengan mantan terindanya." Kanaya Salsabilla.
"Aku menolakmu. Menikahi Kalkun Jelek sepertimu, justru membuatku mendapatkan kutukan." Darren Jaya Wardhana.
"Teruslah berusaha, karena pintu selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha dan tidak menyerah." Bisma Adi Pr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Self Love
Apa yang dialami oleh Kanaya saat ini bagi Bisma berkaitan dengan cara dia memandang dirinya sendiri dan kurangnya dia untuk mencintai diri sendiri.
Mencintai diri sendiri bukanlah sebuah sikap yang egois. Itu adalah pandangan yang salah. Mencintai diri sendiri adalah perasaan percaya dan bangga atas kemampuan sendiri. Setiap orang seharusnya mencintai dirinya sendiri, self love atau beberapa orang pun mengatakanlove your self.
Dengan mencintai dirinya dapat membantu seseorang untuk percaya bahwa kita bisa menangani saat-saat yang buruk dan juga menikmati saat indah dalam hidup.
“Menjadi cantik berarti menjadi diri sendiri. Kamu tidak perlu diterima oleh orang lain, kamulah yang harus menerima dirimu sendiri.” ucap Bisma dengan cukup tegas, hingga Kanaya kini menoleh dan menatap Bisma dengan tajam.
“Beberapa kali aku mengatakan, cintai dirimu sendiri, Nay …Love Your Self. Perkataan itu memang terlalu mudah untuk diucapkan, tetapi begitu sulit juga kita jalankan. Mencintai diri sendiri membuat kita bisa menerima keberadaan diri kita sendiri tanpa harus memusingkan apa yang dikatakan oleh orang lain.” ucap Bisma yang memberikan penjelasan kepada Kanaya.
Sementara di satu sisi, Kanaya mencerna sekaligus merefleksikan untuk dirinya sendiri tentang apa yang sedang Bisma ucapkan saat ini.
“Kamu tidak merasakannya karena kamu tidak pernah menjadi korban perundungan, Dok ….” ucap Kanaya dengan berlinangan air mata.
Sedikit tersirat dalam ucapannya bahwa dirinya menjadi korban perundungan. Tindakan yang membuat seseorang kehilangan kepercayaan dirinya dan bahkan menderita secara mental. Ucapan dari Kanaya berkaitan dengan perundungan membuat Bisma mengerjap. Dia menilik pada dirinya sendiri di masa lampau, bagaimana saat dirinya masih sangat gemuk dan orang-orang pun juga sering merundungnya.
“Aku pernah menjadi korban perundungan, Nay … aku rasa di masa Putih Abu-Abu pun setidaknya kamu juga pasti tahu dan mendengar bagaimana teman-teman di sekolah merundungku. Kamu juga pasti tahu label yang disematkan kepadaku ‘Adi Si Gendut’, aku masih ingat, Nay … kenangan itu berbekas di dalam otakku. Tidak bisa kuhilangan begitu saja. Akan tetapi, ada satu hal yang kulakukan aku berusaha menerima dan mencintai diriku sendiri.” cerita Dokter Bisma pada akhirnya kepada Kanaya.
Masa di bangku Putih Abu-Abu yang kelam rupanya sangat membekas di dalam ingatan Bisma, bahkan label yang teman-temannya sematkan kepadanya juga masih dia ingat sampai hari ini.
“Bagaimana caranya mencintai diri sendiri, Dok?” tanya Kanaya dengan lirih.
Dokter Bisma sejenak menoleh kepada Kanaya dan menatap teman SMA nya itu. “Mengembang self love itu membutuhkan waktu, kesabaran, dan latihan, Nay … Akan tetapi, poin utama yang harus kamu tahu bahwa Self Love pantas didapatkan dan dicapai oleh semua orang.” jawab Bisma dengan penuh keyakinan.
Dalam diam, Kanaya berusaha memasukkan apa yang harus saja diucapkan Dokter Bisma itu ke dalam pikirannya.
Self Love pantas didapatkan dan dicapai oleh semua orang, termasuk kamu, Nay ….
“Lakukan berbagai perawatan diri atau apa saja yang kamu sukai, Nay … jika kamu seorang penulis novel, jangan terpacu dengan tulisanmu. Beri dirimu sendiri untuk melakukan apa pun yang kamu sukai mungkin merawat badanmu, menonton saluran televisi favoritmu, mendengarkan musik, memasak, atau apa pun yang bisa memberikanku kebahagiaan. Seperti aku, Dokter memang profesiku, tetapi lihatlah Dokter yang kini berdiri di hadapanmu ini juga bisa membaca novel digital di platform membaca dan menulis novel. Banyak hal lainnya lagi yang aku lakukan di luar profesiku sebagai Dokter.” aku Bisma yang tentu ingin memberikan contoh secara riil kepada Kanaya.
Nampak Kanaya menganggukkan kepala. Gadis itu menyadari, bagaimana setiap hari dia hanya bergelut dengan laptop dan handphone. Tidak memberi dirinya sendiri waktu yang menyenangkan dan mendatangkan kebahagiaan.
“Lalu jangan membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain. Setiap orang memiliki tolok ukur sendiri-sendiri, Nay … jika kamu merasa insecure, lebih baik jangan membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain secara positif memang memacu kita untuk berkompetisi secara sehat, tetapi jika kamu memandangnya secara negatif yang terjadi justru kamu akan semakin jatuh dan menilai dirimu sendiri tidak ada apa-apanya dibandingkan orang lain. Yang harus kamu lakukan adalah terimalah dirimu sendiri. Dirimu berharga. Tuhan menciptakanmu dengan keunikannya sendiri. God create you special, and there is no one just like you (Tuhan menciptakanmu spesial, dan tidak ada seorang pun yang sepertimu).” ucap Bisma dengan begitu yakin bahwa mungkin saja yang dia ucapkan kali ini bisa sedikit memotivasi Kanaya.
Nampak Kanaya begitu memperhatikan setiap ucapan yang keluar dari mulut Bisma, teman SMA nya ini benar-benar menjelma menjadi sosok yang tidak hanya tampan, tetapi juga berpengetahuan luas. Kanaya pun menyadari bahwa Tuhan menciptakannya dengan keunikan dan spesial tentunya, bahkan di muka bumi ini tidak ada yang sepertinya. Anak yang dilahirkan kembar identik pun tidak 100% sama, dalam sifat dan karakter bahwa dua anak yang kembar identik pun bisa berbeda.
“Terima kasih, Dok … rasanya aku begitu malu. Aku malu betapa aku tidak mencintai diriku sendiri. Aku malu dengan kondisi fisikku yang justru kian mengikis rasa percaya diriku. Jujur, aku terfokus pada kesakitan yang aku derita.” aku Kanaya dengan menundukkan kepalanya.
Sungguh dia malu karena hanya terfokus dengan berbagai penderitaan dan hinaan secara verbal yang sering kali dia terima.
Namun, Bisma pun menggelengkan kepalanya. “Aku tahu, apa yang kamu alami sangat sulit, Nay … menjadi korban perundungan itu tidak mudah. Bahkan banyak orang yang menyerah hingga akhirnya memilih bunuh diri setelah dihujam dengan berbagai aksi pembullyan. Di sini, sebagai temanimu aku berharap, mulailah cintai dirimu sendiri. Terima semua kekurangan dan kelebihanmu. Buang semua pikiran negatif yang sering kali melingkupimu.” ucap Bisma dengan sungguh-sungguh.
Sejenak menatap Kanaya, Bisma pun kembali bersuara. “Penghinaan terbesar dari siapa yang membuatmu begitu hancur?” tanya Bisma pada akhirnya. Bisma percaya ada sebab pasti ada akibat. Sama seperti Kanaya yang merasa hancur dan bahkan ingin melakukan jalan instans untuk tampil cantik. Bisma merasa ada penghinaan terbesar dari seseorang yang membuat Kanaya begitu hancur bahkan beberapa saat yang lalu temannya itu berniat perihal operasi penyedotan lemak.
Kedua mata Kanaya mengerjap, sungguh dia tidak menyangka bahwa Bisma menanyakan hal seperti ini. Sementara Kanaya hanya diam, lidahnya terasa kelu tidak mampu untuk menjawab pertanyaan dari Dokter Bisma.
Di satu sisi, Bisma yang menunggu jawaban hanya mampu terdiam. Tujuannya adalah ingin mengetahui siapa orang yang telah menggores luka yang begitu dalam pada hati Kanaya. Goresan luka yang tidak menimbulkan darah, tetapi menusuk begitu dalam hingga membuat si empunya hati kesakitan dengan goresan luka ditimbulkan.
tubruk aja itu laki laki..hingga terjungkal
terimakasih thor atas ilmunya aku yg hanya tinggal baca novel dngan gratis , kadang suka ngeluh kalau nunggu lama up