Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Setelah kejadian Gu Nian yang tega menggugurkan calon anak mereka beberapa jam yang lalu, kini hingga larut malam Pangeran Duan masih terjaga, dadanya masih di penuhi rasa amarah dan kecewa oleh tindakan yang di lakukan Gu Nian, Pangeran Duan tidak habis fikir hanya karna membenci dirinya, kenapa Gu Nian sampai tega membunuh calon anaknya sendiri.
''Nak, semoga nanti kamu hadir lagi di dunia dari orang tua yang benar benar menginginkanmu'' gumam Pangeran Duan menatap langit malam.
Setelah selesai mengatakan harapannya, Pangeran Duan melanjutkan langkahnya berjalan jalan mengelilingi istananya, tanpa di dampingi kedua pengawal setianya.Dan saat melewati area taman istana, Pangeran Duan melihat Qin Lu duduk seorang diri di depan teras kamar yang menjadi tempat Qin Lu menginap di istana.
''Kenapa dia masih belum tidur'' gumamnya menatap lurus ke arah Qin Lu.
Lalu Pangeran Duan melangkahkan kakinya menghampiri Qin Lu.
Ehemm
Qin Lu yang sedang termenung sontak tersadar dan langsung menoleh, lalu dia buru buru berdiri untuk memberi hormat pada Pangeran Duan.
''Salam Pangeran'' ucapnya.
Pangeran Duan tersenyum.
''Nona Lu Lu tidak perlu bersikap seperti itu pada saya, anggap saja saya sama seperti dengan Qin Yu''
''Mana bisa begitu, Pangeran adalah putra mahkota, sedangkan saya hanya rakyat biasa'' sahut Qin Lu.
Pangeran Duan menghela nafasnya. ''Baiklah terserah Nona Qin saja'' ucap Pangeran Duan.
''Oh ya, kenapa Nona Qin belum tidur?, apa tempat tidur di kamar ini kurang nyaman?, biar saya minta pelayan untuk mengganti yang baru'' tanya Pangeran Duan.
Qin Lu buru buru menggelengkan kepalanya.
''Ah tidak tidak, tempat tidurnya nyaman kok, hanya saja saya belum mengantuk'' ucap Qin Lu.
Pangeran Duan mengangguk anggukkan kepalanya.
''Kebetulan saya juga tidak bisa tidur, apa Nona Qin bersedia menemani saya duduk di sana'' pinta Pangeran Duan sembari menunjuk ke arah gazebo yang terletak di atas kolam ikan.
''Boleh''
Pangeran Duan tersenyum. ''Kalau begitu mari kita ke sana''
''Hem''
Lalu mereka berdua pergi ke gazebo, dengan Qin Lu berjalan di belakang Pangeran Duan.
Di gazebo Pangeran Duan dan Qin Lu duduk saling berhadapan satu sama lain, Qin Lu sedikit kikuk karna Pangeran Duan menatap lurus ke arahnya, tapi beberapa saat kemudian Pangeran Duan beralih menatap ke arah langit malam.
Cukup melihat expresi di wajah Pangeran Duan, Qin Lu bisa menebak kalau saat ini pasti Pangeran Duan sedang manahan kesedihan yang di rasakannya,
Bagaimana tidak, istri yang di cintainya tega membunuh calon anak mereka.
''Pangeran, bolehkah saya bertanya sesuatu?''
Pangeran Duan seketika kembali menatap ke arah Qin Lu.
''Silahkan''
Qin Lu terdiam sejenak untuk menarik nafasnya.
''Kenapa selir kedua bisa tinggal di istana dingin?''
Kini ganti Pangeran Duan yang terdiam mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Qin Lu.
Melihat keterdiaman Pangeran Duan, Qin Lu buru buru meminta maaf.
''Pangeran maafkan saya, karna sudah lancang bertanya hal yang tidak seharusnya saya tanyakan''
Pangeran Duan tersenyum, dan tanpa sadar telapak tangannya yang lebar terangkat untuk mengusap pucuk kepala Qin Lu yang sedang menundukkan kepalanya.
''Tidak apa apa, kamu boleh bertanya apapun yang ingin kamu ketahui dariku, selagi aku bisa menjawab, aku akan menjawabnya''
Qin Lu yang mendengarnya sontak langsung mengangkat kepalanya.
''Benarkah?!'' seru Qin Lu dan Pangeran Duan menganggukkan kepalanya.
''Jadi kenapa selir kedua tinggal di istana dingin?''
''Beberapa bulan yang lalu, selir kedua tidak sengaja membuat permaisuri terluka, jadi aku menghukumnya dengan tinggal di istana dingin'' papar Pangeran Duan.
Qin Lu seketika mengerutkan keningnya. ''Benarkah?, bukannya ilmu beladiri Permaisuri sangat hebat, jadi tidak mungkin selir kedua bisa melukai Permaisuri'' tukas Qin Lu curiga.
Pangeran Duan menatap Qin Lu dengan menyunggingkan senyumnya.
''Kamu benar, sebenarnya masalah utamanya ada di keluarga Permaisuri''
''Maksud Pangeran?'' tanya Qin Lu tidak paham.
Pangeran Duan menghela nafasnya.
''Ibu Permaisuri itu adik sepupu Raja, sedangkan Raja sangat membenci selir kedua, bahkan dulu pernikahan kami sempat di tentang keras oleh beliau'' tukas Pangeran Duan.
''Kenapa Raja membenci selir kedua?'' tanya Qin Lu.
''Karna dia orang dari kekaisaran'' jawab Pangeran Duan.
''Lantas, bagaimana anda dan selir kedua bisa mengenal satu sama lain?'' tanya Qin Lu semakin penasaran.
''Aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan, saat itu dia pulang dari negara tetangga bersama keluarganya, aku yang jatuh hati dengannya langsung menyuruh pengawalku untuk menculiknya tanpa melukai orang tuanya''
Flash back on
Beberapa tahun yang silam, saat Pangeran Duan baru menginjak usia tiga belas tahun, ketika dia pergi jalan jalan ke perbatasan bersama beberapa pengawalnya, dia melihat ada kereta yang sedang berhenti tak jauh darinya, lalu pandangan Pangeran Duan langsung tertuju ke arah gadis yang sedang duduk di atas batu yang tak lain adalah Gu Nian, dan seketika Pangeran Duan langsung terpesona pada kecantikan Gu Nian saat itu.
Di usianya yang masih belia, Pangeran Duan yang selalu berfikir apapun yang di inginkannya harus di milikinya, dia langsung menyuruh para pengawalnya untuk menculik Gu Nina tanpa melukai Gu Nina ataupun kedua orang tuanya.
Dan setelah pengawalnya berhasil menculik Gu Nian, Pangeran Duan langsung membawanya pulang ke kerajaan timur.
Dan kabar tentang Pangeran Duan yang membawa pulang gadis dari kekaisaran terdengar sampai ke telinga Ayahnya, yang saat itu baru menggantikan Kakek Pangeran Duan sebagai raja, dan membuat Raja sangat murka, bahkan saat itu Raja ingin membunuh Gu Nian, namun dengan kepintaran Pangeran Duan, dia berhasil merayu sang Ayah untuk menerima keberadaan Gu Nian.
Pangeran Duan mengatakan pada Ayahnya, jika keberadaan Gu Nian pasti bisa menjadi alat agar militer kekaisaran tidak bisa menyerang kerajaan timur, dan akhirnya sang Ayah menyetujui usulan Pangeran Duan.
Awalnya Raja ingin Gu Nian menjadi pelayan di kerajaan timur, namun Ibu Pangeran Duan yang memiliki hati lembut tidak setuju, dia memberi usulan agar Gu Nian menjadi teman Pangeran Duan saja, dan akhirnya usulan itu di setujui oleh Raja, mungkin karna sang Raja sangat mencintai Ratunya.
Saat itu Gu Nian hampir setiap hari menangis karna merindukan orang tuanya, tapi dengan perhatian yang selalu di berikan oleh Pangeran Duan pada Gu Nian, perlahan lahan Gu Nian mulai menerima dengan takdirnya, hingga saat memasuki masa pubertas, Gu Nian perlahan mulai membalas perasaan Pangeran Duan, mungkin karna perhatian dan kelembutan yang selalu Pangeran Duan berikan.
Hingga saat keduanya sudah memasuki usia menikah, Pangeran Duan meminta restu pada sang Ayah untuk menikahi Gu Nian, dan tentu saja Raja menentangnya dengan kerasa, selain karna Gu Nian berasal dari kekaisaran, Pangeran Duan juga sudah memiliki calon permaisuri, bahkan pernikahan keduanya sudah di tetapkan bulan depan.
Pangeran Duan menolak perjodohan itu dengan tegas, karna dia hanya mencintai Gu Nian, dan saat itu perdebatan antara anak dan Ayah sangat memanas, hingga akhirnya Pangeran Duan mau menikah dengan calon Permaisuri asalkan dirinya di izinkan menikahi Gu Nian, Ratu yang membujuk sang Raja untuk menyetujui permintaan putranya, akhirnya hanya bisa mengalah, dan akhirnya Pangeran Duan menikahi Gu Nian sebagai selir tanpa ada pesta, namun sebulan kemudian Pangeran Duan menikah lagi dengan calon yang sudah di tentukan sebagai Permaisurinya dengan pesta pernikahan yang sangat meriah.
Flash back off
Qin Lu yang mendengar cerita Pangeran Duan agak terkejut, ternyata Gu Nian bisa menikah dengan Pangeran Duan karna mau sama mau pikirnya.
''Pangeran maaf, kalau dulu anda dan selir kedua sama sama cinta, kenapa sekarang selir kedua terlihat membenci anda?'' tanya Qin Lu semakin penasaran.
Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Qin Lu, perlahan Pangeran Duan bangkit dan berdiri menatap langit malam.
''Waktu itu ada mata mata dari kekaisaran yang menemuinya, dan sejak saat itu sifat dia berubah, dia selalu menjaga jarak denganku, dan menatapku penuh kebencian'' tukas Pangeran Duan dengan wajah sendu.
''Mata mata'' beo Qin Lu.
''Hem, sepertinya mata mata itu memberi kabar tentang Jendral Rong pemimpin militer kekaisaran saat ini, karna setelah hari itu Nian sering sekali membandingkanku dengan Jendral Rong'' ucap Pangeran Duan dengan tangan terkepal.
suka mengejek lelaki giliran disindir telak langsung erosii
dulu saja sering nyindir nyindir karna merasa dekat dgn JendrAl rong
sekarang tau kan udah kena imbasnya
selain jendral rong
pengawal hanbin dan Xiao Fei harus bisa main senjata pintol juga🤔🤔