Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 34
✨
Han Yu
Aku begitu gila sampai ngak bisa kontrol emosi sendiri. Kemarin aku pergi meninggalkan NaNa dengan gegabah, bukannya langsung pulang malah nemenin Seva sampai pagi hari.
Saat kembali ke Vila resepsi semua orang sudah pergi, aku langsung kembali ke kota dan pulang. Berharap bisa melihat NaNa dan memberikan dia penjelasan, tapi aku ngak nemuin dia dirumah, bahkan juga di Demio.
“Sekarang kamu sibuk nyari dia, untuk apa.?”
“Jordhan..”
“Kamu akan kasih tau dia tentang hubunganmu dan Seva.? Atau ngejelasin kenapa kamu mendadak pergi.?”
***kringggg*** ponsel Jordhan berdering.
“Apa...!!! Oke deeh”
“Kenapa..??” Tanyaku penasaran.
“Ikut denganku.. bukankah kamu ingin cari NaNa..?”
Aku mengikuti Jordhan pergi. Rasanya tak asing begitu sampai di suatu tempat. NaNa balik jadi wanita simpanan lagi..??
Apa ayahnya butuh biaya.??
Sosok wanita yang aku kenal duduk di meja bartender sambil memegang botol. Terlihat banyak sekali bekas botol dan gelas kosong di depannya.
“Jordhan” sapa Qin Lang melihat Jordhan datang.
“Heeii NaNa... NaNa..!!!” Teriak Jordhan berusaha menyadarkan NaNa yang sudah mulai mabuk.
“Aku memberikan dia segelas cocktail, tapi dia minta lagi dan lagi. Bahkan mengambil beberapa botol wiskhy dan wine”
Aku berjalan mendekati dia, mengambil botol yang dia bawa lalu memeluknya dengan erat. Hari itu aku membuat kesalahan terbesar dengan pergi tanpa memberi dia kejelasan. Sikapku yang egois membuatnya begitu terluka hingga seperti ini.
“NaNa.. kita pulang”
“Han Yu....” Jordhan menghentikan tanganku.
“Lebih baik jika kamu biarkan NaNa sendiri dulu”
“Aku ngak bisa jordhan. Aku ingin memberinya penjelasan.”
Bogem mentah melayang mengenai pipi kiriku hingga aku terdorong mundur. Tak sampai disitu, Jordhan juga mendorong tubuhku menjauh dari NaNa.
“Kamu mau jelasin kalo kamu pergi ngejar Seva karna masih cinta..??!!!! Jangan egois Han Yu..!! Gak ada kata tamak dalam kamus cinta. Pahami itu..!!”
Tamak..??
Aku terlalu tamak..?
Jika soal egois, aku akui memang aku cukup egois saat itu. Mengajaknya merayakan pernikahan, mengundang beberapa tamu dan akhirnya malah pergi begitu saja.
Tapi soal tamak..??
Aku cukup yakin jika aku mencintai NaNa, bahkan sudah cukup cinta. Entah mengapa saat melihat Seva pikiranku menjadi kacau. Tubuhku jadi ngak terkontrol.
Aku masih diam terpaku saat Jordhan membopong NaNa.
“Aku mengajakmu kemari bukan untuk membawa NaNa pulang bersamamu. Aku hanya memberi tahu akibat dari ke egoisanmu.”
Begitu ucap Jordhan yang kemudian pergi meninggalkan aku yang masih berdiri tegak tanpa tau harus berbuat apa.
✨
Jordhan membawa NaNa pergi ke rumahnya, karna saat itu tidak mungkin membawa NaNa pulang rumah. Disisi lain karna tidak ada yang mengurus NaNa nantinya.
“Siapkan air hangat dan washlap, buatkan sup dan isi bathub” teriak Jordhan memerintah beberapa pelayan.
“Baik Tuan”
Jordhan membaringkan NaNa di kamar tamu. Sesekali NaNa mengigau memanggil nama Han Yu. Jordhan merasa sedikit bersalah juga, harusnya dia tidak sembarangan membawa NaNa bagaimana pun kondisinya.
Para pelayan wanita datang membawa air hangat dan washlap, Jordhan menyuruh mereka untuk membersihkan tubuh NaNa dan menganti bajunya.
Setelah selesai Jordhan kembali masuk dan duduk disofa sembari membaca buku. Sesekali dia menatap NaNa dengan penuh iba, seperti ikut merasa apa yang NaNa alami.
✨
< NaNa >
Bos Qin memberiku cocktail yang super enak, siapa yang tau kalau aku bakal habis 5 gelas. Entah kenapa saat menikmati racikan cocktail itu aku justru mengingat moment bersama Han Yu.
Ciihh ironis..
Dia yang tiba tiba mengajak mengadakan pesta pernikahan tapi dia juga yang pergi begitu saja. Bahkan sampai saat ini batang hidungnya juga belum terlihat.
Pusing dan pening
Pelan pelan berusaha membuka mata, aku merasakan aku seperti sedang berada di atas awan yang sangat lembut.
Oh MG...!!!
Ini dimana..?? Apa aku di temukan seorang milyader saat mabuk..?
Kamar ini besar sekali, nuansa clasik ala rumah para konglomerat niih.
“Udah sadar..? Aku suruh mereka anterin sup buat kamu kalau gitu..”
“Jo....Jordhan..!!!!!” Aku terkejut dan bangun.
Wait..!!
Bajuku sudah diganti..!!
Aku terus meraba tubuhku dan merasa telah kehilangan sesuatu.
“Para pelayan wanita yang mengganti bajumu. Apa aku kelihatan mesum..??” Cetusnya sambil melangkah keluar.
Kamar ini sungguh luar biasa, hampir mirip kamarku dan Han Yu.
Apa Jordhan juga sekaya Han Yu..?? Tapi dia bahkan bekerja di H’YU.
Mungkin saja dia tuh milyader yang lagi menyamar.
Aku menarik selimut dan duduk di kasur yang lembut itu. Tak beberapa lama Jordhan kembali dengan pelayan wanita, pelayan itu meletakkan sup panas dimeja dekat ranjang, lalu pergi meninggalkan kami berdua.
“Minum selagi panas. Itu bisa bantu meringankan pusing karna kebanyakan minum.”
“Ee’eemm”
Aku mengambil mangkok sup lalu meminumnya pelan pelan.
Wow..!!! Rasanya enak...
Cukup lumayan juga menetralkan perut dan pening.
“NaNa, aku minta maaf untuk sebelumnya. Aku udah lancang bawa kamu pulang ke rumahku.”
“Aku harusnya berterima kasih, tapi siapa yang beri tahu kamu aku di Night Club.?”
“Qin Lang, siapa lagi..?? Aku dan dia teman berbisnis. Aku pertama kenal kamu juga dari dia. Dia tiba tiba telfon aku dan bilang kalau kamu mabuk berat.”
“Aahh begitu... aku cuma minum 5 gelas coctail, ngak mungkin bisa mabuk berat.”
**Tok** Jordhan menepuk kepalaku dengan buku yang dia bawa.
“Awwww”
“Kamu habisin 2 botol wishky dan 1 botol Wine. Kamu tau ngak?? Total minuman mu mencapai seribu dolar.”
“Hah...!!!!!!!! Gak mungkin, aku bukan wanita yang kuat minum banyak..!!”
Seribu dolar..!!! Seribu dolar..!!
Itu gajiku selama satu bulan. Astaga aku bisa gila..!!!
“Tunggu...!!! Siapa yang bayar..?”
“Han Yu... siapa lagi.?”
Jadi Han Yu datang..?
Tapi kenapa dia ngak bawa aku pulang.?
Apa dia menyuruh Jordhan membawaku pulang kerumahnya..??
Ciihh... lelaki seperti apa itu, ngak bertangung jawab sama sekali. Apa dia sudah ngak menganggap aku sebagai istrinya..!!
“Sory NaNa, semalam dia coba bawa kamu pulang. Tapi aku cegah dia, aku fikir kamu masih butuh waktu.”
“Bawa aku pulang..?”
Jordhan mendekat, merogoh saku dan memberiku sebuah cincin.
“Aku nemuin ini di taman. Aku ngak maksa kamu buat pergi nemuin Han Yu, juga ngak nyuruh kamu buru buru pergi. Lakukan apa yang membuat hati mu tenang”
“Istirahatlah, aku pergi dulu.” Jordhan melangkah pergi.
“Jordhan.. terimakasih”
Aku memandangi cincin pemberian Han Yu yang belum sempat aku kenakan. Mungkin aku salah menilainya, atau mungkin ..... aaaiiiihhhhh
Aku menarik selimut lalu berusaha tidur. Berharap malam ini aku mendapatkan mimpi yang indah.
✨
✨ see u in the next chapter
Ada yang setuju gak mimin siksa si Han Yu dulu..??
Biar ngak gampangan jadi cowok 😂😂
Jangan lupa Like yaa. Mimin udah bantu up looh🤭🤭😁
sambil munggu ani ani up 🤭