NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk GC : Siapakah nama paman Almira?

Pernikahan yang dibina Almira selama setahun kandas di tengah jalan. Tomy. suami yang dicintainya menghamili sekertarisnya. Almira yang kecewa dengan suaminya langsung kabur dari rumah untuk menghindari suaminya dan mertuanya.

Tanpa sengaja Almira bertemu kembali dengan Tomy di kantor tempat Almira bekerja, karena atasan Almira adalah teman Tomy. Semenjak itu Tomy kembali mendekati Almira. Almira tidak ingin kembali ke mantan suaminya dan hanya ada satu cara agar Tomy berhenti mengejar Almirah lagi, yaitu menikah dengan atasannya yang bernama Faisal Yudhatama.

Faisal Yudhatama adalah pemilik perusahaan tempat Almira bekerja Faisal adalah seorang duda yang memiliki tiga anak, istrinya meninggal karena sakit kanker yang di deritanya.

Demi menolong Almira dari gangguan Tomy, Faisal meminang Almira. Akankah Almira menerima pinangan Faisal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Persiapan Pernikahan.

Almira memeriksa penampilannya di depan cermin. Beberapa menit lagi Faisal akan datang menjemputnya. Hari ini ia dan Faisal akan mengurus pernikahan mereka yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Akan menjadi hari yang melelahkan, karena bagaimanapun juga mereka harus mengurus sendiri semuanya.

Tok…tok…tok….terdengar suara pintu kamar diketuk. Almira membuka pintu kamarnya.

“Non, Den Faisal sudah datang,” kata Mbok Silah.

“Iya, Mbok. Suruh tunggu sebentar,” kata Almira.

“Baik, Non,” jawab Mbok Silah.

Almira memeriksa sekali lagi penampilannya, lalu mengambil tasnya yang tergeletak di atas tempat tidur kemudian ia keluar dari kamarnya.

Almira melihat Faisal sedang berbincang-bincang dengan pamannya di teras rumah. Laki-laki itu terlihat segar pagi ini. Padahal kemarin Faisal dan keluarganya pulang dari rumah Almira pukul setengah sepuluh malam. Namun pagi ini tidak terlihat tanda-tanda kelelahan dari wajah Faisal. Laki-laki itu sepertinya semangat sekali untuk mengurus pernikahan mereka.

Almira menghampiri Faisal dan Pak Rahmat.

“Sudah siap?” tanya Faisal ketika melihat Almira datang menghampirinya.

“Sudah,” jawab Almira.

“Kami berangkat dulu, Om. Assalamualaikum,” pamit Faisal lalu menyalami Pak Rahmat.

“Waalaikumsalam hati-hati di jalan,” pesan Pak Rahmat.

Almira mencium tangan Pak Rahmat.

“Assalamualaikum,” ucap Almira.

“Waalaikumsalam,” jawab Pak Rahmat.

Kemudian Almira dan Faisal berjalan menuju mobil Faisal yang diparkir di pinggir jalan. Pak Rahmat memperhatikan ke duanya hingga mobil yang dikemudikan Faisal melaju meninggalkan rumah Pak Rahmat.

“Sekarang kita mau kemana dulu?” tanya Faisal sambil fokus menyetir.

“Kita ke tempat sewa baju pengantin dulu,” jawab almira.

Mereka memutuskan untuk menyewa baju pengantin daripada membeli. Toh hanya sekali mereka memakainya.

“Oke, baik Bu Bos,” kata Faisal.

Mobil Faisal mengarah ke sebuah tempat sewa baju pengantin muslim yang cukup terkenal di kota Jakarta. Faisal memarkirkan mobilnya di depan sebuah butik pengantin muslimah. Butik ini pernah mereka datangi ketika mereka mencari baju pengantin untuk pernikahan Dini dan Rafi.

Almira lebih dahulu keluar dari mobil Faisal lalu langsung masuk ke dalam butik. Sedangkan Faisal baru menyusul karena ia harus menerima telepon dari stafnya. Ketika Faisal keluar dari mobilnya tiba-tiba Adit datang menghampirinya.

“Hei, Sal.” Adit menepuk bahu Faisal.

“Hei, Dit. Ngapain lu ada di sini?” tanya Faisal.

“Nganterin istri ke salon,” jawab Adit sambil menunujuk salon di sebelah butik.

“Lu ngapain ke sini?” tanya Adit.

“Biasa nganterin Ibu Bos ke butik,” jawab Faisal.

Adit melihat ke butik yang ada di depannya.

“Itu kan butik untuk pengantin. Siapa yang nikah?” tanya Adit.

“Gue mau nikah sama Ibu Bos,” jawab Faisal.

“Siapa sih Ibu Bos lu? Bikin gue penasaran,” tanya Adit.

“Ada saja. Ntar juga lu tau sendiri,” jawab Faisal.

“Gue ke dalam, ya Dit. Ntar Ibu Bos cariin gue,” pamit Faisal.

“Gih sana,” jawab Adit.

Lalu Faisal masuk ke dalam butik. Di dalam butik Almira sedang sibuk memilih gaun pengantin. Ia bingung karena gaun pengantin muslimah terlihat bagus-bagus. Faisal mendekati Almira.

“Darimana, Mas? Kok lama sekali datangnya?” tanya Almira sambil memilih gaun pengantin.

“Tadi di depan ketemu ada Adit,” jawab Faisal.

Almira langsung menoleh ke Faisal.

“Terus?” tanya Almira.

“Dia tanya mau ngapain Mas ke butik pengantin. Mas jawab aja Mas mau nikah sama Ibu Bos. Dia penasaran siapa Ibu Bos yang Mas maksud. Sudah biarkan saja nanti juga dia tau sendiri, Mas mau mengundang dia ke pernikahan kita,” jawab Faisal.

“Apa nggak bakalan runyam mengundang Adit, Mas?” tanya Almira.

“Nggak, paling dia jadi bingung sendiri,” jawab Faisal.

Almira melanjutkan mencari gaun pengantin. Dan akhirnya pilihannya jatuh pada baju pengantin berwarna nude. Dan suit untuk Faisal juga di sesuaikan dengan warna gaun penganti Almira.

Setelah selesai mencari baju pengantin, mereka langsung menuju ke café More yaitu cafe yang dulu tidak jadi mereka booking untuk pernikahan Dini dan Rafi.

“Mas sudah telepon cafenya?” tanya Almira ketika mereka dalam perjalanan menuju café More.

“Sudah, kata managernya langsung saja datang ke café,” jawab Faisal.

“Nanti mau makan siang dimana? Di café More atau di tempat lain?” tanya Faisal tanpa menoleh ke Almira.

“Di café More aja, Mas,” jawab Almira.

“Oke.”

Akhirnya mereka sampai juga di café More. Café masih terlihat sepi, mungkin karena belum waktunya makan siang.

Faisal dan Almira langsung menghampiri petugas kasir.

“Mbak, saya mau ketemu dengan manager café,” kata Faisal.

“Oh, silahkan duduk dulu, Pak. Nanti manager kami akan menghampiri Bapak dan Ibu,” kata petugas kasir.

Lalu Faisal dan Almira mencari tempat yang nyaman untuk berbicara. Tak lama kemudian seorang laki-laki muda yang seumuran Rafi datang menghampiri Faisal dan Almira.

“Selamat siang. Perkenalkan saya Hendi manager di sini,” ucap pemuda itu.

“Selamat siang, Saya Faisal dan ini calon istri saya Almira.” Faisal memperkenalkan dirinya.

Kemudian Hendi duduk di hadapan Faisal.

“Ada apa yang saya bantu?” tanya Hendi

“Kami mau membooking café ini untuk pernikahan kami,” kata Faisal.

“Bisa, Pak. Untuk kapan, Pak?”

“Untuk hari Selasa pagi,” jawab Faisal.

“Bisa, Pak. Nanti akan kami atur,” kata Hendi.

“Tapi saya mau booking seluruh café karena tamu yang kami undang cukup banyak,” kata Faisal.

“Bisa, Pak. Nanti kami akan tutup café untuk umum,” kata Hendi.

“Kita bicarakan hal ini di ruangan saya. Biar lebih tenang. Karena sebentar lagi café akan ramai oleh pengunjung yang akan makan siang,” kata Hendi.

“Baiklah.”

Lalu Almira dan Faisal mengikuti Hendi ke ruang kerjanya. Di ruang kerja Hendi mereka bisa membicarakan semuanya dengan tenang. Ternyata Hendi orangnya cukup koperatif sehingga ia menyanggupi permintaan Faisal dan Almira.

“Akan kami laksanakan sebaik mungkin,” begitulah jawaban Hendi.

Akhirnya Faisal dan Almira bisa bernafas lega karena masalah tempat dan makanan sudah terpecahkan. Sehingga besok mereka bisa membagikan undangan pernikahan mereka.

1
ayu cantik
suka
Deche
Terima kasih.
Ira Herawati
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Liliek Retno Yuwanti
tidak semua pengantin baru belah duren
Liliek Retno Yuwanti
saaaah....Alhamdulillah...semoga SaMaWa...Aamiin YRA
Liliek Retno Yuwanti
rasain Tomi...baru tahu kan...gimana rasanya kehilangan....
Liliek Retno Yuwanti
dinikahi....
Liliek Retno Yuwanti
rencana mas Faisal ...dinikmati gitu...lah belum tentu Tomy gak ganggu lagi... lanjuuut Thor bagus ceritanya.../Good/
Liliek Retno Yuwanti
kalau ada anak kembar yg rewel cari ibunya jadi ingat saudara ipar sepupuku, anaknya kembar,ibunya meninggal 10 hari ssdh melahirkan
Liliek Retno Yuwanti
Mas Faisql gercep banget yaaa
Liliek Retno Yuwanti
Waoow..Mas Faisal..iman dan iminnya sama2 kuat...Alhamdulillah...duda idaman tuuu...
Liliek Retno Yuwanti
gak salah kalau selalu ada cerita boss sama sekretarisnya jatuh cinta...
karena setiap hari ketemu....
pepatah Jawa mengatakan tresno jalaran seka kulino....
Liliek Retno Yuwanti
YangTi...panggilan singkat dari Eyang Putri = nenek
Liliek Retno Yuwanti
alasan klasik...KHILAF..../Awkward/
Paulina H. Alamsyah Asir
Done votenya oma. 😍❤🙏
Deche: terima kasih
total 1 replies
Paulina H. Alamsyah Asir
Luar biasa.... Joss... Joss.... 😍❤🙏😛💪
Veronica Maria
eyang putri
mbah putri
uti
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓻𝓮𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓷𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓮𝓵𝓮 𝓽𝓮𝓵𝓮 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Deche: Terima kasih
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓕𝓪𝓲𝔃𝓪𝓵 𝓪𝓷𝓪𝓴𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓷𝔂𝓴 𝓷𝓲𝓱 😅😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝔂𝓪 𝓐𝓵𝓶𝓲𝓻𝓪 𝓪𝓽𝓪𝓼 𝓴𝓮𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓪𝓷 𝓝𝓪𝓳𝓵𝓪 👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!