Dia cinta pertama mu, kamu mencintai nya sepenuh hati tapi dia tidak mencintai mu? Selama 2 tahun kamu menjadi istrinya demi membayar hutang dan tidak dianggap? Lagi-lagi menikah karena kontrak?
Cukup! Aku ingin menyudahi semuanya. Begitulah kata Latisha Anindita seorang asisten manager di sebuah perusahaan Fashion ternama di ibu kota yang menikah dengan Raymond Argantara Presdir Argantara grup. Pria dingin yang pernah dia temui.
"Kak, aku mau cerai!"
"Cerai?Jangan mimpi! Bisa apa kamu tanpaku?"
Ketika meminta cerai, pria itu malah tak mau melepaskan nya dan mengikatnya dengan berbagai cara seolah ia adalah tahanan. Lalu kenapa dulu dia mengabaikan nya?
Apakah mereka akan bercerai? Ataukah cinta malah mereka malah semakin kuat?
Temukan jawaban nya di novel ini!
Area 18+
sumber gambar : pinterest
Update setiap hari,bila tidak ada halangan ❤️🙏 pukul 09.00 kalau ada chapter lebih, up sore pukul 2 siang
Mohon maaf bila ada typo dalam penulisan ataupun bahasa yang kurang tertata🙏😊 author juga manusia yang punya banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Pertanggungjawaban
...🍂🍂🍂...
Tak hentinya Ray mengumpat kata ****! Padahal baru lima kali ia menghubungi istrinya dan tetap saja nomor istrinya tidak bisa di hubungi. Ray pusing kepala, ia tidak tau harus menghubungi siapa disaat seperti ini untuk menanyakan keberadaan istrinya.
Terkutuk lah aku! jika aku benar-benar melakukan nya bersama Zefanya! Ini salahku
Satu persatu dan perlahan-lahan Ray mulai menyadari kesalahannya pada Tisha yang sudah membuat hati gadis itu sangat terluka. Ray tau Tisha mencintainya, tapi Ray selalu melukainya secara sadar maupun tidak sadar. Bahkan pernyataan cinta Ray padanya yang terlambat, mendapatkan balasan yang seharusnya. Penolakan, kekecewaan, seakan kata cinta itu sudah basi untuk istrinya yang sudah minggat dari rumah.
"Tenang Ray.. tenang.. kamu tinggal menjelaskan semua padanya, lalu minta maaf padanya. Dan dia akan kembali padamu seperti biasanya, ke dalam rumah ini ke dalam pelukan mu. Karena dia adalah istrimu..dia mencintaimu dan tidak akan meninggalkan mu.. aku masih punya hal yang membuatnya tidak akan pergi dariku" Ray menenangkan pikirannya yang kalut dan bingung, menghindari rasa takut kehilangan Tisha.
Ray mengambil kembali ponselnya, ia memencet tombol untuk menghubungi seseorang."Gerry!!"
"Ada apa pak?" jawab Gerry dengan nada malas
"Jemput kembali ibu dan kakak Latisha, bawa mereka ke rumahku!" ujar Ray tegas memerintah
"Apa bapak serius?! menjemput kembali mereka??!" Gerry tersentak kaget mendengar bahwa kedua sampah yang sebelumnya di buang oleh Ray, malah ingin dipungutnya kembali. Sebenarnya apa yang direncanakan oleh Ray dengan membawa kedua sampah itu?
"Iya, cepat temukan mereka dan bawa mereka kemari!! gaji mu naik 2 kali lipat bulan depan" ucap Ray mengiming-imingi Gerry dengan gaji
"Baiklah pak, siap laksanakan!" jawab Gerry patuh saja dengan apa yang diperintahkan oleh presdir nya itu.
Pasti pak Ray melakukan ini agar bisa mempertahankan rumah tangganya dengan Bu Tisha. Tapi, seperti nya Bu Tisha sudah tidak ingin membuka pintu hatinya lagi untuk pak Presdir.
"Kabari juga, jika kamu tau dimana istriku" ucap Ray dengan nada yang putus asa dan sedih
"Baik pak" jawab Gerry
Apa aku salah dengar? pak Presdir yang bersenang-senang semalam dengan bu Zefanya malah terdengar sedih?. Batin Gerry saat mendengar suara Ray yang sedih
Ray mencari cari Tisha ke semua tempat yang mungkin ia kunjungi. Ray terkejut saat mendatangi rumah Tisha peninggalan dari neneknya itu.
Terkejut akan fakta bahwa Tisha menggadaikan rumah itu. Dan ia tau kalau uangnya di pakai untuk membayar hutang pada Ray.
Rasa bersalah semakin menumpuk seperti beban di hati Ray, ia ingin segera menemukan istrinya dan bicara padanya secara empat mata. Untuk menjelaskan semuanya. Namun harapan Ray mungkin tidak bisa terwujud, karena satu masalah datang dan masalah lain datang lagi padanya pada hari itu yang sama.
Dreet...
Dreet..
Ponsel Ray bergetar saat ia sedang menyetir mobilnya untuk pergi ke rumah Sam. Karena Sam sempat mengirimkan pesan padanya bahwa ia ingin bicara soal Tisha pada nya.
Ray langsung mengangkat telpon itu dan menyalakan loud speaker. Karena tangan Ray sibuk memegang stir kemudi.
"Halo" jawab Ray
"Ray! cepat kamu datang ke rumah sekarang!" suara pak Faisal terdengar lantang penuh emosi.
"Ada apa kek? aku sedang sibuk.."
"Kemari sekarang juga! aku tidak akan berkata dua kali!!" ujar pak Faisal dengan kemarahan di setiap kata-kata nya.
"Baiklah, tunggu" jawab Ray tanpa bertanya lebih lanjut lagi, Ray langsung menutup teleponnya. Ray kebingungan kenapa suara kakeknya itu terdengar marah?
****
Di rumah besar Argantara.
Pak Faisal, Bu Daniah, Pak Dean, dan juga seorang wanita paruh baya terlihat sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah itu. Zefanya juga ada di sana dengan mata sembab dan wajah yang sedih memeluk wanita paruh baya itu.
Mereka terlihat bersitegang, apalagi wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda itu. Wajahnya terlihat marah dan emosi.
"Bagaimana ini pak Faisal? saya tidak terima putri saya diperlakukan seperti ini! saya minta pertanggungjawaban nya?!" ucap Bu Lisa, ibu Zefanya
"Ma, udah ma aku gak papa kok. Kalau Ray gak mau tanggungjawab, aku gak apa-apa" Zefanya menangis di pelukan ibunya.
"Tolong tenang dulu Bu Lisa, Ray sedang dalam perjalanan kemari. Ray akan menjelaskan semuanya" ucap Pak Dean mencoba terlihat baik di depan Pak Faisal
Setelah ini Ray pasti akan kehilangan posisinya sebagai Presdir Argantara grup. Lalu posisi itu akan kembali lagi padaku. batin Pak Faisal percaya diri
"Tenang bagaimana?!! Raymond sudah menodai kesucian anak saya, mana bisa saya tinggal diam?! saya tidak mau tau ya, Ray harus bertanggungjawab"
"Bagaimana Ray akan bertanggungjawab pada putri ibu? Ray sudah punya istri" ucap Pak Faisal yang masih memikirkan Tisha dan Ray.
Aku tidak mungkin membuat Ray menikah lagi dengan anak ini. Bagaimana dengan Tisha? aku juga tidak suka dengan anak ini, terlihat genit dan centil. Kenapa Ray bisa terlibat dengan wanita yang penampilan nya seperti wanita yang ada di tempat pelacuran? Rasanya tidak mungkin kalau Ray akan melirik wanita seperti ini? Tisha jelas seribu kali lebih baik dari nya bahkan tak bisa dibandingkan. Pak Faisal menatap Zee dengan tatapan tidak senang, merendahkan nya.
"Lalu bagaimana dengan anak saya yang kesucian nya sudah dirampas oleh cucu kesayangan anda itu ,pak Faisal??!" Bu Lisa terlihat sangat marah pada pria tua yang duduk di kursi roda itu.
"Mama, udah ma.. gak papa ma.. aku gak papa" ucap Zee dengan berurai air mata di wajahnya.
Sialan! si kakek tua ini kenapa menatapku begitu? apa dia tidak suka padaku?. Zee merasa tidak nyaman dengan tatapan pak Faisal padanya yang terkesan merendahkan.
"Tolong Bu Lisa tenang dulu ya" ucap Bu Daniah pada Bu Lisa yang sedang emosi itu.
Di saat tegang seperti itu, Ray muncul di hadapan semua keluarga nya yang sudah menunggunya. Ray tercekat melihat Zee dan ibunya ada disana.
"Zee, Tante Lisa? kenapa kalian ada disini?" tanya Ray keheranan
PLAK
Bu Lisa menampar pipi Ray dengan keras dan penuh emosi. Bu Daniah, Pak Faisal dan pak Dean kaget melihat pemandangan yang terjadi di hadapan mereka.
"Kenapa Tante menampar saya?" tanya Ray tidak terima ditampar oleh Bu Lisa
"Sejak awal saya tau kalau kamu itu adalah lelaki bajing*n yang menjadi kekasih Zee!! tidak disangka kamu benar-benar brengsek, berani nya kamu menodai kesucian anak saya dan memperkosa nya!" teriak Bu Lisa emosi pada Ray
"Memperkosa??" Ray tertawa sinis, ia melirik ke arah Zee dengan mata yang tajam
Benar-benar busuk kamu Zee. Jadi, ini tujuan mu? kamu ingin membuatku menikahi mu? jangan mimpi.
Maafkan aku Ray, aku tidak tau lagi bagaimana caranya agar kamu menjadi milikku selamanya. batin Zee
"Ray jawab kakek! apa kamu benar-benar memerkosa nya?" tanya Pak Faisal mengarahkan pandangan tajam nya pada Ray.
"Tidak kek" jawab Ray
"Dasar pembohong! bukti sudah ada dan kamu masih mengelak??!! sekarang saya tau seperti apa keluar Argantara yang katanya terhormat itu, tidak lebih dari keluarga pengecut yang tidak mau bertanggungjawab atas apa yang mereka perbuat?!!" Bu Lisa membentak-bentak Ray, matanya menyala emosi.
"Saya tidak memperkosa nya Tante, Zee yang sudah menjebak saya" jawab Ray tanpa ada rasa bersalah apapun
"Apa kamu bilang? bicara sekali lagi! aku bunuh kamu ya?!" Ancam Bu Lisa emosi pada Ray. Bu Lisa berkata lagi pada Pak Faisal dan semua anggota keluarga Ray, bagaimana mereka akan bertanggungjawab untuk Zee yang sudah diperkosa oleh Ray.
Aku percaya pada Ray kalau dia mungkin dijebak, tapi buktinya sudah ada. Memang Ray yang memaksa gadis itu.
Pak Faisal berada di dalam dilema yang besar, harus bagaimana menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi cucunya itu.
"Pah, bagaimana ini pah? nama keluarga Argantara sedang dipertaruhkan" bisik Dean pada papa nya itu
"Lebih baik nikahkan saja Ray dengan Zefanya, itu akan menyelamatkan reputasi keluarga kita pah" saran Bu Daniah berbisik pada pak Faisal
Dengan adanya Zefanya dalam kehidupan Ray, aku bisa mengatur atur Ray lewat Zefanya. batin Bu Daniah sudah memikirkan hal yang jahat.
"Bicara apa kamu ini Daniah?! Ray sudah punya istri! mana bisa menikah lagi?" Pak Faisal kesal dengan ucapan Daniah yang terkesan seenaknya menikahkan Ray dengan Zee sedangkan Ray sudah punya istri, yaitu Tisha.
Pak Faisal berbicara lagi pada cucunya dengan kepala dingin. Pria tua itu bertanya untuk yang terakhir kalinya."Ray, kamu bilang kalau kamu tidak memperkosanya? Lalu apakah kamu tidur dengannya tadi malam? jawab yang jujur Ray" pinta pak Faisal pada cucunya itu
DEG!
Ray memang tidak bisa mengelak lagi, walaupun ia merasa tidak memperkosa Zee. Memang faktanya ia sudah bercinta dengan Zee di apartemennya semalam. Mau dijebak atau tidak dijebak, fakta Ray tidur bersama Zee itu benar sudah terjadi.
Ray terdiam, lidahnya tiba-tiba jadi kaku. Bicara fakta memang selalu sulit bagi setiap orang, apalagi fakta yang tidak ingin diungkapkan. Sama seperti hal nya yang dirasakan Ray saat ini. Ray kehilangan kepercayaan dirinya untuk membantah, menyangkal semua yang dikatakan Bu Lisa.
Bu Daniah, Pak Dean tersenyum puas melihat Ray yang selalu percaya diri kini sedang kebingungan.
Rasakan kamu anak sombong. batin Pak Dean puas melihat Ray kebingungan dan resah.
"Ray! jawab kakek! Kamu tidur dengannya atau tidak?!!" bentak pak Faisal dengan nada suara yang meninggi
"Pah, papa tenang dulu.. nanti jantung papa kenapa-napa" Bu Daniah memegang kedua pundak pak Faisal untuk menenangkan pria itu yang sedang emosi itu.
"Iya, aku memang melakukan nya" jawab Ray dengan berat hati mengakui semua perbuatannya. Mata Ray mulai berkaca-kaca, mengingat Tisha yang sudah ia kecewakan berkali-kali.
Pak Faisal emosi dan memukul mukul tubuh Ray. Mengatai Ray sebagai pria brengsek dan bajingan yang sudah berbuat dosa besar.
"Bagaimana bisa kamu melakukan ini anak bodoh?!! bagaimana bisa kamu tidak menjaga dirimu dengan baik Hah?? apa kamu lupa kamu punya istri? bagaimana bisa kamu mengkhianati istri yang sangat mencintaimu? kamu benar-benar keterlaluan.. Raymond!!" Pak Faisal terlihat kecewa dengan perbuatan yang dilakukan cucunya itu.
Pak Faisal ikut merasakan sakit hati di dalam dirinya, karena Ray mengkhianati Tisha yang selama ini mencintai nya dengan tulus. Pria tua yang marah-marah itu memegang dadanya.
"Ka-kakek kenapa??!" tanya Ray panik melihat kakeknya memegang dadanya dan terlihat kesakitan
"Papa? papa kenapa pah?" tanya Pak Dean dan Bu Daniah cemas menghampiri Pak Faisal.
Pak Faisal menepis tangan Ray dan menatapnya penuh kebencian.
"Kakek, ayo kita ke rumah sakit!!" ajak Ray panik melihat wajah kakek nya yang sudah pucat pasi
"Tidak perlu. Aku baik-baik saja, kalian tidak usah cemas" ucap Pak Faisal sambil mengatur napasnya memenangkan pikirannya
"Daniah ambilkan minum!" seru Pak Dean pada istrinya itu
"Iya sayang" jawab Bu Daniah yang segera berlari menuju ke arah dapur mengambil segelas air.
Setelah keadaan pak Faisal mulai tenang, semua orang duduk di kursi. Memulai kembali pembicaraan mereka tentang Zee dan Ray.
"Apa pak Faisal sudah mengambil keputusan?" tanya Bu Lisa dengan sorot mata yang tajam mengarah pada Ray dan pak Faisal
"Karena Ray memang bersalah dan sudah terbukti melakukan nya. Maka, Ray harus bertanggungjawab atas perbuatannya" ucap Pak Faisal dengan wajah yang sedih.
Apa ini artinya aku akan menjadi istri Ray?. Batin Zee senang
"Kakek? apa maksud kakek? aku harus bertanggungjawab apa?!" tanya Ray tercekat dengan keputusan kakeknya itu
"Tentu saja kamu akan menikahi nya" jawab Pak Faisal tegas
"Aku tidak mau menikah dengannya! dia juga tidak hamil, mengapa aku harus bertanggungjawab? Apa kakek tau?dia tidur bukan hanya denganku saja kek! suruh saja pria pria itu yang bertanggungjawab padanya?! kenapa harus aku?!!" Ray tidak terima jika harus menikahi Zee, ia sudah punya Tisha.
Mendengar anak gadisnya di hina oleh Ray, Bu Lisa melemparkan segelas air ke wajah Ray dengan penuh emosi. Bu Lisa kembali emosi pada Ray. Untungnya Bu Daniah dan pak Dean menengahi Bu Lisa dan Ray yang berdebat.
"Keputusan ku sudah bulat, Ray kamu harus menikahi Zefanya" ucap Pak Faisal tidak bisa diganggu gugat
"Kakek!!" Ray masih membantah keputusan akhir dari kakeknya
"Apa Bu Lisa dan nona Zefanya puas dengan keputusan ini?" tanya pak Faisal dengan kepala dingin nya yang mulai memanas
"Baiklah, memang pertanggungjawaban ini yang harus didapatkan oleh anak saya. Terimakasih pak Faisal sudah berfikir bijak" ucap Bu Lisa sambil tersenyum tipis
"Tentu saja. Tapi Zefanya hanya bisa menikah dengan Ray, atas persetujuan istri sah nya. Jika dia tidak setuju maka Zefanya tidak bisa masuk ke dalam keluarga Argantara dan menjadi istri Ray" jelas Pak Faisal tegas pada Bu Lisa dan Zee.
Ray menatap kakeknya dengan mata yang berbinar-binar, ia tau kakeknya mengatakan ini untuk menyelamatkan pernikahan nya dengan Tisha.
Kejarlah istrimu Ray, jika dia tidak menerima mu lagi. Maka kamu harus ikhlas, karena ini salahmu. batin Pak Faisal
Terimakasih kakek, aku akan membujuknya agar tetap tinggal di sisiku.
...---****---...
hanya karena authornya wanita jadi semua kelakuan menjijikan tisha mereka bela dan benarkan
lihat saat tisha melakukan kesalahan2 bahkan kesalahan paling menjijikan sekalipun semudah itu dimaafkan dan kalian buat ray karakter bodoh dan tidak tegas semudah itu menerima semua kelakuan tisha
bandingkan
saat kalian buat ray yang melakukan kesalahan, kalian buat dia menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang kayak orang bodoh, dan kalian buat karakter tisha tegas pergi dan tidak mudah memaafkan
ini yang kalian anggap adil, ini adalah hasil pemikiran egois kalian sebagai wanita dan kalian tuangkan kedalam novel maka jadi lah novel munafik
dan satu lagi kemunafikan wanita yang tidak pernah hilang
*kalian melaknat pelakor tapi kalian begitu memuja pebinor bahkan begitu spesialnya sosok ini hingga bisa merasakan tubuh iatri orang
renungkanlah