Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
" Kakek... Dimana kakekku? " dibalut kepanikan Inara berteriak.
Bahkan hampir saja gadis itu terjatuh. Jika tak segera tangan seorang pelayan menangkapnya.
" Tenanglah nona. Saat ini kakek anda sedang dalam perawatan dokter."
" Kakek..." Inara menangis tergugu.
Dulu ia sudah pernah sekali kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan pesawat.
Peristiwa itu tentu sungguh sangat mengerikan untuk Inara ingat kembali.
Dan sekarang giliran Yohan yang ia lihat di rawat dalam rumah sakit.
Membuat gadis itu takut akan kehilangan keluarga lagi.
" Inara.. " suara lembut terdengar menyapa. Membuat Inara yang semula tengah dalam keadaan menunduk. Jadi spontan menoleh ke arah sumber suara tersebut.
" Tante Ana.. Kakek.." Inara memeluk erat tubuh semampai milik wanita itu.
Ana adalah adik kandung dari mendiang ibu Inara. Selain Yohan. Ana adalah orang yang paling berjasa merawat Inara kecil hingga menjadi sebesar ini.
" Tenanglah Inara. Aku yakin pria tua itu dalam keadaan baik - baik saja sekarang. Bukankah dia adalah orang tua yang kuat? "
" Tante Ana..."
Ana tampak berusaha tersenyum. Meski dalam hati wanita itu pun juga turut merasa takut dan khawatir seperti apa yang saat ini Inara rasakan.
Namun Ana memilih untuk terlihat kuat. Tak terlalu ingin menunjukan rasa kekhawatirannya itu di hadapan orang lain. Terutama di hadapan Inara. Yang ia ketahui memiliki sedikit trauma akan masa lalu kelam yang pernah gadis itu alami bersama kedua orang tuanya.
Sampai pintu ruangan operasi pun terlihat mulai perlahan terbuka. Dengan seorang dokter yang terlihat keluar dari sana.
" Dok.. Bagaimana keadaan kakekku." terlihat tak sabar. Inara bergegas menghampiri.
Bahkan bukan hanya Inara saja yang terlihat berlari. Melainkan Ana dan para pelayan yang ikut turut mendampingi ke sana pun ikut menghampiri dokter berjas putih itu.
" Tenanglah semua. Tuan Yohan saat ini sudah lepas dari masa kritisnya. Dan hanya butuh perawatan untuk pemulihan tubuh pasca selesai operasi."
Hembusan nafas lega berangsur - angsur keluar dari hidung dan mulut semua orang.
Termasuk Inara. Yang saat ini tubuhnya serasa lemas, setelah sedari tadi tubuhnya ikut menegang karena rasa khawatir berlebih akan kondisi kakek Yohan yang sempat harus di operasi.
" Apa aku boleh melihat kakekku dok? " tanya Inara ke arah dokter itu dengan penuh harap.
" Mohon maaf nona Inara. Untuk saat ini tuan besar belum bisa di kunjungi oleh siapa pun. Jika anda bersedia. Anda bisa mengunjungi tuan besar besok. "
" Baik dok. Tidak apa - apa , aku mengerti. Aku mohon , tolong rawat kakekku semaksimal mungkin. Berapa pun biayanya tak akan menjadi masalah untukku. Yang jelas aku ingin kakek dalam keadaan pulih seperti sedia kala kembali."
" Baik nona. Saya mengerti." Dokter itu terlihat menunduk hormat kepada Inara.
Bukan hanya Brian. Nyatanya Inara juga berasal dari sebuah keluarga terpandang di ibu kota Lankar itu.
Jadi semua kekayaan mau pun sanjungan orang - orang terhadapnya, sudah sangat terbiasa bagi Inara.
Lain halnya dengan Anita. Wanita itu dulunya berasal dari keluarga yang biasa. Namun karena ambisi serta kegigihan keluarganya membangun usaha. Alhasil , keluarga Anita pun menjadi keluarga kaya di ibu kota Lankar.
Ya.. Meskipun tak sekaya keluarga Inara.
Tapi yang jelas. Keluarga Anita cukup di segani di seluruh ibu kota Lankar. Apalagi mereka mengetahui hubungan Anita dan Brian.
Sehingga membuat tak ada satu pun dari mereka yang berani mengusik keluarga Anita. Begitu pula ketika Anita kabur dari pesta pernikahannya dengan Brian.
Mereka semua hanya bisa memaki wanita itu sebagai wanita bodoh di dalam hati.
Tak berani mengucapkannya secara langsung. Karena takut Brian akan tersinggung. Mengingat bagaimana gilanya pria itu mencintai Anita dulu.
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra