Kebiasaan buruknya dalam berjudi, membuat dirinya terpuruk dalam kesulitan.
Di kejar kejar Dep colector kelas mafia, membuat hidupnya, mati segan hidupu pun tak mau.
Hingga di penghujung kebuntuanya, Dylan harus bertarung melawan para Dep Colector hingga membuat nyawanya melayang.
Ikuti terus kisahnya Cuy .... Ok.
Klik favorite dan kasih like and ratenya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PESAN TERAKHIR
Setelah keluar dari acara mengisi perutnya dari sebuah restoran, kini Erick di bawa jalan jalan oleh supirnya untuk sekedar refreshing.
"Kemana kita, Pak?" tanya Erick yang penasaran akan di bawa kemana dirinya.
"Bagaimana kalau kita menuju ke taman hiburan karls erlebnis -Dorf." jawab si supir sekaligus usul kepada Erick.
Erick sekilas memandang kedua anak dan istrinya sambil tersenyum.
"Apakah taman hiburan yang Bapak sebutkan itu, cocok untuk tempat bermain keluarga?" tanya Erick yang memang belum tahu seperti apa taman hiburan yang di usulkan si supir padanya.
"Ouwh, tentu cocok. Malah menurut pendapat saya, tempat bermain karls sangat bagus untuk memupuk rasa kebersamaan dalam sebuah keluarga." jelas si supir yang langsung di iya kan Erick.
"Berapa lama waktu perjalanan yang kita butuhkan untuk menuju kesana?" tanya Erick.
"kurang lebih 45 menit, Tuan. Anda bersama nona sebaiknya tidur, nanti ketika sampai, saya akan segera membangunkan anda." jawab si supir.
Selama perjalanan menuju ke taman hiburan, Erick bersama calon keluarga kecilnya terlihat pulas tertidur di dalam mobilnya.
Dret ... dret ...
Handphone milik si supir bergetar di dalam sakunya, dan setelah di cek ternyata sebuah panggilan dari Bos besar siapa lagi kalau bukan Thomas.
Sesaat sebelum menjawab panggilan masuknya, si supir sekilas memandang ke arah Erick dan Alexa yang berada di belakangnya.
Jantungnya berdebar keras dan wajahnya mendadak pucat pias bercampur keringat, dirinya takut kalau Erick nanti akan mendengar pembucaraanya dengan Thomas.
Dengan tangan kirinya, si supir memasangkan hand set pada handphonenya dan kemudian langsung mengangkat panggilan masuknya.
"I ya, Tuan besar." ucap si supir dengan lirih.
"Kenapa lama sekali kau menjawab panggilan dariku, apa kerjamu hanya tidur saja." Thomas sedikit emosi.
"Sabar, Tuan. Sekarang tuan Darwin sedang tertidur dan berada di belakang saya." jelas si supir yang langsung dapat di pahami Thomas.
"Baiklah, aku mengerti. Sekarang, kau dengar strategi dariku." ucap Thomas yang langsung di angguki si supir.
Dan setelah selesai dengan penyampaian rencana keduanya, Thomas langsung mengakhiri panggilan teleponya.
Sang supir sekilas memandang ke arah belakang memperhatikan Erick, dirinya kini bisa bernafas lega setelah Thomas berhenti dalam menelponya.
Sementara, Thomas sudah mengkonfirmasikan pada Diana, bahwa dirinya telah memberi tahu supirnya agar siap dalan adegan sandiwaranya.
Diana menggengam tanganya dan menarik nafas dalam dalam, kini dirinya melangkah di temani Rendra menuju ruang make up, untuk merubah semua penampilanya oleh MUA (make up artis).
Satu jam berlalu Thomas masih menunggu Diana di luar ruang make upnya.
"Nyonya, semuanya sudah selesai." ucap pe make up tersebut.
Diana membuka kedua matanya yang sedari tadi sengaja ia pejamkan, dan alangkah kagetnya setelah Diana tahu seperti apa rupa wajahnya sekarang.
"Tidakkkk ....," teriak Diana yang terdengar Thomas.
Thomas merasa cemas, dan dirinya langsung menerobos masuk ke dalam ruang make up tersebut.
"Ada apa ini?" tanya Thomas yang baru saja sampai dan melihat Rendra malah ketawa cekikikan.
"Kenapa kau Rendra?, apa yang membuatmu tertawa serenyah itu." tanya Thomas yang merasa penasaran.
Rendra tak berani menjawab, namun tanganya menunjuk ke arah Diana yang sedang tertunduk.
Dengan pelan dan perlahan Thomas mengangkat dagu Diana untuk sekedar memastikan hasil make up artisnya.
"Kutu bunengggg ...," Thomas terhenyak kaget dan mundur satu langkah.
Thomas memandang pada pemake Up yang mendandani istrinya dan kemudian memberi jempol padanya.
"Sempurna, bahkan aku sendiri hampir terkecoh tidak mengenali istriku sendiri." puji Thomas pada pemake up tersebut.
"Terima kasih, tuan. Ini sudah tugas saya." jawab si pemake up dengan segan.
Thomas mengajak Diana untuk segera bangun dari duduk dan menjalankan strategi keduanya.
"Thomas, apa semua ini akan berhasil?" tanya Diana yang masih di selimuti keraguan.
Thomas memegang kedua pundak Diana dengan tanganya.
"Sayang, selangkah lagi kita akan bertemu langsung dengan anak kita dan membawa kesini, apa kau ingin semua ini sia sia?" ucap Thomas yang langsung menjadi api penyemangat besar untuk Diana.
"Rendra, siapkan mobilnya!, kali ini kau yang akan menjadi drivernya." titah Thomas yang langsung di kerjakan Rendra.
Sementara, di lain tempat. Erick terlihat sedang mengajak kedua anaknya bermain di taman hiburan sambil karls erlebnis.
Sementara Alexa terlihat sedang duduk menikmati ice cream dengan mata yang tak henti hentinya memandang ke arah Erick dan kedua putrinya.
Namun pandanganya seketika membuyar dan kabur.
"Kepalaku sakit sekali." Alexa memegang kepala dengan kedua tanganya.
Beberapa potong memori di masa lalu bersama Daren tiba tiba saja muncul di dalam pikiranya.
Dan Alexa kaget ketika seseorang yang tidak di kenalinya, tiba tiba saja duduk di sebelahnya.
"Siapa kau, kenapa kau tiba tiba datang dan duduk disini?" tanya Alexa pada lelaki yang menutup kepalanya dan hodi.
Lelaki tersebut membuka hodi sweaternya dan memadang Alexa sambil tersenyum.
"Kau ...?" ucap Alexa yang terhenti karena lelaki itu menghentikan mulut Alexa dengan jari telunjuknya.
Lelaki misterius itu menunjuk ke arah Erick dan tersenyum lebar.
"Kau mencintainya?" tanya pria misterius pada Alexa.
Alexa menangis tanpa menjawab pertanyaan lelaki tersebut.
"Lexa ...," panggilan sayang yang biasa Daren ucapkan semasa hidupnya.
Alexa memeluk erat lelaki yang dulu pernah singgah di hatinya sekaligus ayah kandung dari si kembar.
"Lexa, dengarkan aku sayang." Daren membelai wajah Alexa yang sudah lama tidak di temuinya.
Alexa memejamakan mata berharap Daren akan memberi kiss forhead pada dirinya. Namun Daren malah menggunakan jari telunjuknya untuk menyentuh kening Alexa.
Seketika amnesia yang di alami Alexa, langsung hilang. Dan Alexa kini kembali bisa mengingat semua masa lalunya.
Alexa membuka matanya dan memandang ke arah Daren.
"Aku sudah bisa mengingat semuanya." jawab Alexa sambil memeluk lagi Daren.
"Lexa, waktuku tidak akan lama lagi. Aku ingin kau hidup bahagia bersama Darwin saudara kembarku." jelas Daren yang membuat Alexa makin bersedih.
Daren melepas pelukan terakhir wanita yang sangat di cintainya. Dan tanganya kini menunjuk ke arah Darwin atau Erick yang dari kejauhan sudah terlihat sedang melangkah ke arah dirinya.
"Lexa, menikahlah denganya. Sampaikan salamku pada Darwin, katakan juga bahwa aku sangat merindukan Papa dan mama." ucap Daren yang merupakan permintaan terakhir dari Daren.
Dengan berat hati, Alexa mengangguk dan mengiyakan permintaan terakhir dari Dari Daren.
"Kini saatnya aku pergi jauh." Daren menutup kembali kepalanya dengan hodi sweaternya.
Alexa terus memandang ke arah Daren yang terus melangkah menjauhinya, yang lama semakin lama tubuhnya hilang bagaikan asap.
"Sayang, apa kau baik bajk saja." ucap Erick yang mengagetkan Alexa.
Alexa berbalik dan kini memandang Erick sambil menangis.
"Kau kenapa, apa ada seseorang yang jahat telah mengganggumu?" tanya Erick sambil memeluk dan mengelus kepala Alexa.
"Erick ...," panggil Alexa lirih.
"I ya, katakan padaku. Siapa yang telah mengganggumu." Erick semakin khawatir.
Alexa menangkup wajah Erick dengan kedua tanganya.
"Aku mencintaimu Erick, dan aku ingin kau menjadi suamiku." ucap Alexa yang membuat Erick benar benar kaget dan bahagia.
"Aku juga mencintaimu, Lexa." jawab Erick sambil kembali memeluk hangat Alexa.
LIKE ... LIKE ... LIKE JANGAN LUPA LIKENYA YA
semoga kalian selalu bahagia.. 🥰🥰😍
lanjut baca👍👍
ngangkang tuh jalan
ko tamat