Laura seorang gadis yang berkeinginan menjadi model internasional. Laura seorang gadis yang suka berpakaian sexy karena memang bentuk tubuhnya yang aduhai.
Namun pertemuannya dengan Zakia membuat dia tiba-tiba berubah haluan. Laura merubah 100% penampilannya.
Laura yang tidak pernah berpacaran harus menerima perjodohan sebagai syarat untuk menjadi seorang Model oleh Orang Tuanya. Sampailah dia dipertemukan dengan seorang CEO yang terkenal dengan keganasan nya dan gila akan kebersihan.
Akankah Laura bisa menaklukan kerasnya hati sang CEO?
Akankah Laura bisa bersatu?
Yuk ikutin kisahnya..🤗🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Tercuri Lagi
Jangan Lupa Like, Koment dan Vote🤗🙏
Waktu menunjukan pukul 5 pagi. Laura masih meringkuk dibawah selimut. Karena selain dinginnya Ac, cuaca di Kota London memang sangat dingin. Terlebih Laura saat ini hanya memakai gaun malam yang bertali spagetti.
Ceklek
Pintu kamar Laura terbuka. Jason memasuki kamar itu dengan langkah perlahan, entah mengapa dia ingin segera pulang dari rumah Ayah angkatnya untuk melihat wajah gadis pujaannya. Jason menyunggingkan senyum saat melihat tubuh Laura terbungkus sempurna oleh selimut. Yang tersisa hanya wajah cantik Laura.
"Bahkan saat tidurpun dia sangat cantik. Bagaimana mungkin aku tidak jatuh hati pada gadis sesempurna dia," ujar Jason lirih.
Jason menatap daging lembut milik Laura yang berwarna merah alami. Jason tidak tahan untuk tidak mengec*p daging lembut itu. Perlahan tapi pasti dia mendaratkan sebuah ci***n lembut didaging lembut milik Laura. Mencium wangi maskulin yang Laura kenal, membuat dia terjaga dari tidurnya. Namun Laura paham, saat ini situasi sedang tidak biasa. Tubuh Laura sedikit menegang saat menyadari daging lembut miliknya sedang dilu**t pelan. Dan dia tahu siapa pelakunya, namun Laura pura-pura masih tertidur. Jauh dilubuk hatinya, Laura ingin sekali mebalas ci***n itu. Namun dia tidak ingin Jason berfikir bahwa dirinya seorang gadis murahan.
Hampir 30 detik Jason menikmati daging lembut itu, Jason menghentikan aksinya. Jason tidak ingin lepas kendali meskipun dia sangat menginginkan lebih. Namun kegilaan itu tidak hanya cukup sampai disitu saja. Jason tiba-tiba ikut naik ketempat tidur, dan masuk kedalam selimut yang sama dengan Laura. Tangan Jason memeluk sempurna tubuh Laura, menerima perlakuan seperti itu tubuh Laura kian menegang. Dia membuat sebuah pergerakan halus seolah-olah dia menyadari keeberadaan seseorang.
"E-el? ap-apa yang kamu lakukan?" tanya Laura gugup.
"Biarkan seperti ini sebentar saja. Aku lelah, aku belum tidur sama sekali." Jawab Jason.
Tubuh Laura semakin menegang tatkala Jason memeluknya erat, dan wajahnya menempel dibelakang punggung Laura yang polos. Hembusan nafas Jason membuat ada sensasi berbeda yang Laura rasakan. Laura spontan mengepalkan tangannya karena takut bibirnya mengeluarkan suara yang aneh.
"Bi-bisakah kamu merubah posisimu? please jangan seperti ini," ujar Laura sembari menggigit bibirnya.
Namun pertanyaan Laura sama sekali tidak dijawab oleh Jason.
"E-el?" tanya Laura.
Lagi-lagi Jason terdiam. Laura menolehkan wajahnya perlahan, namun yang terdengar hanya dengkuran halus milik Jason.
"Dia tidur? bagaimana dia bisa tidur sembarangan? terlebih tidur dikamar seorang gadis," ujar Laura lirih.
Laura melepaskan tangan Jason dari pinggulnya, karena pelukan Jason sudah melemah. Dan itu mempermudah Laura untuk melepaskan diri. Laura segera beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar sembari membawa ponselnya. Laura melakukan sebuah panggilan untuk Bi Lastri, dia menyuruh wanita itu agar tidak usah datang. Laura tidak ingin Bi Lastri melihat seorang pria berada dikamarnya dan menjadi salah faham.
"El kan lagi tidur, gimana kalau aku buka maskernya? bukankah ini adalah kesempatan emas? tapi bagaimana kalau dia bangun dan marah? lagian aku tidak ingin merusak kepercayaannya. Tapi demi Tuhan, aku sangat penasaran," ucap Laura.
Laura mendekati Jason dan menatap wajah pria bermasker hitam itu. Terlihat sekali Jason sangat lelah.
"Sebenarnya siapa kamu El? apa tujuanmu mendekatiku? entah mengapa kamu berhasil membuatku takut kehilanganmu, sebenarnya seperti apa perasaanmu padaku? kalau kamu memang mencintaiku, mengapa kamu tidak pernah mengatakannya?" tanya Laura Lirih.
Laura mengelus puncak kepala Jason dengan penuh kasih sayang. Entah keberanian darimana, Laura mendaratkan sebuah kec***n dikening Jason. Laura meninggalkan Jason dan pergi menuju dapur untuk membuat sarapan pagi untuk dirinya dan Jason. Saat Laura pergi, mata Jason terbuka. Jason menyunggingkan senyumnya dan kembali melanjutkan tidurnya.
Waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi. Laura sudah mandi dan berpakaian santai. Jason masih saja terlihat setia didalam balutan selimut. Laura pergi menuju ruang tamu dan menonton tv. 15 menit kemudian, dia melihat Jason keluar dari kamar dan berjalan menuju dirinya. Tanpa merasa bersalah, Jason duduk disebelah Laura dan kepalanya bersandar dibahu Laura.
"Hey, pria pemalas. Apa belum puas juga tidur dikasur empukku?" tanya Laura.
"Diamlah! Biar aku begini sebentar saja," ujar Jason.
"Dasar pria manja," ucap Laura.
Namun sama sekali tidak ada jawaban. Jason sama sekali tidak menimpali kata-kata Laura.
"Sarapanlah! kamu sudah melewatkan sarapanmu El. Nanti kamu sakit," ujar Laura.
"Kamu bikin sarapan apa? aku mau kamu membuatkanku nasi goreg seafood," ucap Jason.
"Kamu fikir rumahku restaurant? seenaknya saja pesan sesuai maumu. Tapi kamu beruntung kali ini. Aku memang membuat nasi goreng seafood hari ini," ujar Laura.
"Bisakah kamu membungkuskannya untukku? aku ingin memakannya di Apartementku," ucap Jason.
Laura menghembuskan nafasnya, dia tahu Jason tidak ingin wajahnya terlihat oleh Laura saat sedang menikmati nasi goreng buatannya. Tanpa menjawab ucapan Jason, Laura pergi menuju meja makan untuk membungkuskan nasi goreng untuk Jason.
"Kamu memang calon istri yang baik Laura. Walaupun mulutmu sadis, tapi aku tahu kamu melakukannya dengan kasih sayang," batin Jason.
"Ini makanlah! habiskan ya," ucap Laura.
"Pasti. Aku pulang ya?" ujar Jason.
"Ya." Jawab Laura.
Jason pun pulang meninggalkan kediaman Laura. Dia ingin segera sarapan dan membersihkan diri, agar tubuhnya kembali segar.
*****
"Siapa dia?" tanya Riko.
Riko mengirim chat dan sebuah foto memperlihatkan seorang pria sedang tersenyum manis kearah Sidney.
"Tidak tahu. Darimana Kakak mendapatkan itu? apa Kakak memata-matai aku?" tanya Sidney.
"Mustahil tidak tahu. Apa dia kekasihmu disana?" tanya Riko lagi.
"Jangan bicara sembarangan. Kalau Kakak menyuruh orang membuntutiku, maka suruh orang itu mencari info yang jelas. Satu lagi, aku tidak suka Kakak tidak mempercayaiku. Itu artinya cintamu padaku masih sangat dangkal," balas Sidney.
"Bukan begitu Sayang, aku sangat cemburu kalau ada pria lain menatapmu penuh arti begitu." Jawab Riko.
"Apakah yang kita lakukan tidak menjadi cukup bukti bahwa aku sangat mencintaimu Kak? apa perlu aku menyerahkan kehormatanku dulu baru Kakak bisa mempercayaiku?" tanya Sidney
"Maaf Sayang janganlah marah. Aku hanya takut kehilanganmu," balas Riko.
Sidney tidak membalas chat Riko dengan kata-kata. Namun Sidney membalasnya dengan sebuah emotion yang membuat senyum Riko mengembang.
"I love you so much honey," chat Riko.
"Love you more my prince," balas Sidney.
"Jaga dirimu, jaga jarak dengan pria manapun. Kalau Jason pulang, aku akan meminta cuti. Aku akan datang mengunjungimu sayang," chat Riko.
"Really?" tanya Sidney.
"Of course Baby," balas Riko.
"Aku menunggu kedatangan Kakak, akan aku ajak Kakak keliling Kota Australi,"ujar Sidney.
"Sekalian kita bulan madu ya?" tanya Riko.
"Dasar Kakak mesum." Jawab Sidney.
Riko terkekeh membaca chat dari Sidney, dia benar-benar merindukan gadis pujaannya. Riko semakin ingin menggoda Sidney.
"Sayang, bolehkan saat disana aku menikmati pegunungan yang indah dengan waktu yang cukup lama?" tanya Riko.
Sidney yang tidak mengerti arah pembicaraan Riko, menjawab dengan penuh antusias.
"Tentu saja Kak, di Australia banyak sekali pegunungan yang terkenal. Nanti kalau Kakak kesini, kita bisa mengunjunginya satu persatu." Jawab Sidney.
"Tidak perlu. Aku hanya ingin mengunjungi dua gunung saja, dan aku ingin menikmati kedua puncak gunung itu dengan waktu yang lama. Bila perlu sampai keluar laharnya," balas Riko.
"Emang bisa? aku baru dengar, bagaimana caranya?" tanya Sidney heran.
"Tentu saja bisa. Nanti kalau kita bertemu, aku akan mengajarimu bagaimana caranya." Jawab Riko.
"Baiklah Kak, aku jadi tidak sabar ingin segera bertemu denganmu," balas Sidney.
"Apalagi Kakak. Kakak juga tidak sabar lagi ingin menikmati dua gunung itu." Jawab Riko.
Riko sampai sakit perut karena tertawa saat membalas tiap chat dari Sidney. Dan pada akhirnya chat mereka berakhir tanpa Sidney tahu apa maksud Riko sebenarnya.
*****
"Nasi goreng seafood buatanmu sangat lezat," ujar Jason.
Jason mengirim sebuah chat dengan sebuah foto kotak makanan yang kosong isinya.
"Syukurlah kalau kamu menyukainya El," balas Laura.
"Bisakah Kamu setiap hari membuatkanku nasi goreng seafood?" tanya Jason.
"Aku bukan pembantumu. Enak saja, buat saja sendiri!" balas Laura.
"Baiklah." Jawab Jason.
Jason membalas sembari mengirim emotion sedih. Menerima balasan Jason, membuat Laura menyunggingkan senyum. Entah mengapa dia sangat senang Jason manja dengan dirinya, itu membuat Jason lebih pantas sebagai anaknya ketimbang TTM.
Jangan Lupa Like, Koment, Dan Vote🤗🙏