NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 - Melarikan Diri

Bruk!

Wei Zhang Zihan jatuh terduduk di tanah, tubuhnya sedikit terhuyung akibat tarikan paksa sebelumnya. Debu beterbangan tipis di sekelilingnya.

Di sisi lain, Wei Shezi ikut tersungkur, lututnya menghantam tanah lebih dulu. Napasnya terengah-engah, dadanya naik turun tidak beraturan. Namun begitu kesadarannya kembali, ia segera menoleh.

"Tampan, kau baik-baik saja?"

Wei Zhang Zihan tidak menjawab. Dia hanya diam dengan tatapan yang lurus ke depan.

Sekitar sepuluh meter dari tempat Wei Zhang Zihan berada, orang-orang berlarian dalam kepanikan. Teriakan memenuhi udara, bersahutan tanpa arah sebelum satu per satu dada mereka meledak dari dalam.

Tubuh-tubuh itu ambruk begitu saja, seakan nyawa mereka direnggut dalam sekejap tanpa ampun.

Pupil Wei Zhang Zihan bergetar.

"Kita harus pergi dari sini." Wei Shezi mengatur napasnya, lalu berdiri dengan tergesa. Tangannya meraih lengan Wei Zhang Zihan. "Ayo cepat."

"...Kai..."

Suara Wei Zhang Zihan lirih, nyaris tidak terdengar.

Wei Shezi terdiam sejenak, lalu rahangnya mengeras. "Kau tidak bisa menghentikannya."

Nada suara Wei Shezi rendah, namun tegas—seakan telah mengetahui isi pikiran Wei Zhang Zihan.

"Kau lihat sendiri, kan? Roh yang mengambil alih tubuh Chu Kai sangat mengerikan. Jika aku tidak membawamu pergi tepat waktu... nasibmu juga akan sama dengan orang-orang itu."

Wei Shezi menarik Wei Zhang Zihan agar berdiri, cengkeramannya kuat. "Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang selain keluar dari tempat ini. Kota Hou... jelas akan segera musnah."

Wei Zhang Zihan tersentak. Pandangannya yang semula kosong kini langsung mengarah pada Wei Shezi.

"Apa maksudmu... Kai berniat untuk—"

"Aku sudah pernah melihatnya," potong Wei Shezi pelan, namun dingin. "Karena itulah aku tahu."

Sejenak, angin terasa berhenti berhembus.

"Beginilah caranya saat memusnahkan satu tempat. Intinya, mulai dari sekarang... orang-orang di Kota Hou akan mati."

!!

Wei Zhang Zihan terkejut. Ucapan Wei Shezi jatuh seperti sebuah vonis mutlak, dan membuat ia harus melakukan sesuatu.

"Aku tidak bisa pergi." Suara Wei Zhang Zihan rendah, namun penuh tekanan. "Kai harus dihentikan."

"Kau tidak akan bisa!" Wei Shezi membalas tanpa ragu, nadanya meninggi untuk pertama kalinya. "Tanpa rencana, kita bahkan tidak bisa mendekatinya meski bekerjasama!"

Cengkeraman Wei Shezi pada lengan Wei Zhang Zihan menguat. "Yang harus kau lakukan sekarang adalah mencari Long Yang Wang. Hanya dia yang tahu cara menangani roh iblis itu."

"Tapi..."

Suara Wei Zhang Zihan menggantung berat. Bagaimana mungkin dia pergi meninggalkan warga Kota Hou dalam keadaan seperti ini—saat jeritan masih bergema, dan nyawa banyak orang direnggut tanpa ampun tepat di depan matanya?

BAAAM...!

Ledakan dahsyat mengguncang udara dan membuat Wei Shezi spontan menoleh. Pandangan roh cantik itu menajam, menembus kepulan debu dan gelombang energi yang bergejolak di kejauhan.

Wei Shezi segera menatap Wei Zhang Zihan dan menarik lengan pemuda itu sekali lagi.

"Ada kultivator yang bertarung dengan Chu Kai." Suara Wei Shezi cepat dan terkesan mendesak. "Kita harus pergi sekarang."

Melihat Wei Zhang Zihan masih tidak bergerak membuat Wei Shezi mendesak. "Jangan berpikir untuk membantu mereka. Ada kultivator yang menjaga Kota Hou. Mereka pasti akan menyelamatkan warga kota ini."

"Ayolah!" tatapan Wei Shezi menekan.

Wei Zhang Zihan menunduk perlahan, berat meninggalkan tempat itu. Rasa sesak menekan dadanya dari dalam. Dia memejamkan mata, dan mengepalkan tangannya kuat-kuat sebelum akhirnya mengambil langkah.

Tanpa sepatah kata pun, Wei Zhang Zihan mengikuti Wei Shezi. Keduanya melesat pergi, meninggalkan Kota Hou yang kini berubah menjadi lautan kekacauan karena perbuatan Chu Kai.

Angin menerpa wajah mereka dengan keras saat jarak semakin menjauh. Namun sepanjang perjalanan, ekspresi Wei Zhang Zihan tetap gelap.

Rahang pemuda itu mengeras ketika mendengar suara ledakan yang bergema dan teriakan bersahutan di belakangnya. Dibalik diamnya—rasa bersalah perlahan tumbuh. Dia tidak bisa melakukan apa pun dan memilih melarikan diri, meninggalkan Kota Hou yang diselimuti aura kehancuran hingga di setiap sudutnya.

*

*

Pepohonan tinggi menyambut langkah Wei Zhang Zihan dan Wei Shezi.

Hutan lebat itu masih bagian dari wilayah Hu Nang. Tenang dan sangat berbeda dengan suasana Kota Hou yang kacau-balau.

Kabut tipis menggantung di antara batang-batang pohon, dan angin berhembus pelan membawa aroma tanah yang basah.

Wei Shezi menghembuskan napas lelah. Tubuhnya terasa berat karena ia terlalu banyak menggunakan energi jiwanya. Dia pun mengangkat tangan, menekan pelipisnya sejenak, sebelum menoleh ke arah Wei Zhang Zihan.

Pandangan Wei Shezi bertahan beberapa detik sebelum ia menggeleng pelan.

"Tampan, aku tidak ingin mengatakan ini..." suara Wei Shezi terdengar lelah, namun tetap jernih, "... tapi kau benar-benar merepotkan."

Roh cantik itu menghela napas lagi, lebih panjang dari sebelumnya. "Kau terlalu baik. Bahkan saat kau tahu Kota Hou seperti apa... kau tetap mengkhawatirkannya."

Wei Shezi mengerutkan kening. "Apa melibatkan diri dengan masalah... memang prinsip aliran putih?"

Wei Zhang Zihan tidak menjawab. Dia terus melangkah sebelum tangannya mulai terulur, melepas topi jerami yang selama ini menutupi sebagian wajahnya. Benda itu ia genggam sejenak, sebelum dimasukkan ke dalam kantong penyimpanannya.

Wei Zhang Zihan juga melepas jubah hitam yang membungkus tubuhnya. Angin hutan berhembus, menyapu kain itu sebelum perlahan menghilang.

Dalam kesunyian itu—warna pakaian Wei Zhang Zihan mulai berubah. Hitam pekat pada seragamnya memudar... perlahan-lahan tergantikan oleh biru-putih yang bersih dan tegas. Perubahan yang sama juga terjadi pada Wǎnshàng—pedang pusaka yang menjadi identitasnya sebagai Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi.

Wei Shezi menyipitkan mata. Bersamaan saat perubahan penampilan Wei Zhang Zihan—ia bisa merasakan penurunan kekuatannya sendiri. Teknik penyamaran yang ia berikan pada pemuda ini menghilang sepenuhnya.

Wei Shezi mengikuti Wei Zhang Zihan. Sesekali melirik pemuda di sampingnya tanpa mengatakan apa pun walau sebenarnya ia sangat ingin bicara.

"Hanya aku yang mengenali Kai..."

Suara Wei Zhang Zihan tiba-tiba memecah kesunyian.

Langkah pemuda itu tetap maju, namun tatapannya tampak jauh—seakan melihat sesuatu yang tidak ada di hadapannya.

"Dia masih sama... tapi juga berbeda." nada suara Wei Zhang Zihan merendah. "Ada banyak pertanyaan yang ingin kuajukan padanya."

Wei Zhang Zihan menurunkan pandangannya, sejenak terdiam.

"Apa dia... sungguh telah kehilangan dirinya sendiri?"

"Hmm... aku juga tidak yakin." Wei Shezi menggumam pelan, pandangannya lurus ke depan. "Tapi... karena Chu Kai yang meminta agar aku mencarimu... berarti masih ada harapan untuk menyelamatkannya."

"Karena itulah.." lanjut Wei Shezi, "Kau tidak boleh bertindak gegabah. Apalagi mencoba menghentikan Chu Kai saat dia berada di bawah pengaruh roh iblis itu."

Langkah kaki Wei Shezi melambat sedikit. Nada suaranya menurun, namun tegas.

"Entah kau bertemu dengannya lagi di suatu tempat... dan kejadian seperti ini terulang—Kau harus segera menyelamatkan diri."

Angin kembali berhembus.

Wei Shezi menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Dia menatap Wei Zhang Zihan dan berekspresi serius.

"Jangan mempertaruhkan nyawamu hanya untuk menolong orang lain. Nyawa manusia memang berharga, tapi bukan berarti kau yang memikul tanggung jawab atas semuanya. Bagaimanapun juga... keselamatan setiap orang adalah milik mereka masing-masing."

******

1
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
Nanik S
Ling Yang
Nanik S
Shen Quyang apakah juga akan mati ditangan Kai
Nanik S
Musuh baru Kai
Nanik S
NEXT
Hydro7
Shuxiang! Kau pikir Chu Kai adalah leluhur Bocah pengemis gila....?
Nanik S
Untung Wei Zhang Zihan dibawa melesat oleh sicantuk agar kepalanya tidak meledak
Nanik S
Cuuuuuust
Nanik S
Roh Pedang Cantik dan genit tapi bisa bermain usil juga
Nanik S
Long Wang Yang dikurung Ayahnya sendiri
Nanik S
apakah Wei Zhesi masih mengikuti Wei Zhang Zihan
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Wei Zhise... roh pedang bisa suka dengan ketampanan Roh Pedang milik Kai🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata benar pembantaian dilakukan oleh Chu Kai
Nanik S
Dimana Kau berada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!