NovelToon NovelToon
Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Misteri / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Harsie Alive

Luna Christina seorang gadis mandiri, ceria dan baik hati namun sedikit bar-bar, rambut birunya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang melihatnya. Dia terikat skandal dengan seorang pria lumpuh yang ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Ia terpaksa harus menikah dengan Gamaliel Park seorang pria dingin yang diselamatkannya. Tanpa Luna ketahui pria itu adalah CEO dari perusahaan terbesar di negeri ini.

Misteri dan masa lalu apakah yang akan terungkap melalui pernikahan mereka?

Akankah Luna mampu bertahan dengan Gama yang terpuruk? apa yang akan Gama lakukan untuk menguak misteri kematian keluarganya? silahkan dibaca!!!

Season 2

Bima si pria dingin yang sudah menginjak usia 34 tahun belum juga menemukan tambatannya hatinya, dia hanya pasrah dan tidak memikirkan hal itu, baginya menjalin hubungan dengan seseorang akan sama beratnya dengan membangun bisnis dengan perusahaan besar.

Suatu hari dia bertemu seorang gadis sedingin Es yang ternyata sama sama dikhianati oleh kekasih mereka masing-masing.

Cinta pertama Bima menikah dengan cinta pertama gadis itu, saat mantan mereka muncul dihadapan mereka masing-masing, meminta untuk kembali membangun hubungan, saat itulah keduanya menghancurkan kedua masa lalu mereka dengan cara menjalin pernikahan kontrak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

"Kalian memang benar-benar sahabat terkonyol yang pernah kukenal, tapi aku bersyukur bertemu dengan kalian,"

-Gamaliel Park-

"Rasanya seperti punya empat orang kakak laki-laki, menyenangkan sekali, beginikah rasanya disayangi?"

-Luna Christina-

...****************...

Ayam berkokok, si langit jingga mulai menampakkan dirinya pertanda sang matahari akan bertahta di singgasananya. Jam menunjukkan pukul enam pagi, waktunya penghuni bumi bangkit dari tidurnya.

Luna menyergitkan keningnya kala sinar matahari menyapa lembut wajahnya dari balik jendela kaca kamarnya.

Luna yang masih mengantuk mempererat pelukannya pada tubuh Gama, ia sedang bermimpi memeluk seekor kelinci yang sangat besar.

Gama yang sudah bangun dari jam lima tadi menatap Luna dengan tersenyum, sesekali ia menyingkirkan anak rambut yang berani mengganggu tidur gadis cantik itu.

"Aku tidak mimpi buruk tadi," ucap Gama pelan.

Gama terbangun pukul lima pagi, saat ia bangun ia cukup heran dengan keadaannya, pasalnya tidurnya sangat nyenyak dan tidak ada mimpi buruk yang menghampirinya.

"Cantik sekali," batin Gama menatap wajah polos Luna yang tertidur lelap dalam dekapannya.

"Lihat wajah polosnya itu, seandainya dia tidak cerewet pasti akan semakin cantik, tapi bibirnya ini selalu mengomel!" batin Gama.

Gama tersenyum saat mengingat pertemuan pertama mereka, ia bersyukur karena gadis itu menyelamatkannya dari jurang kematian.

Gama terus menatap wajah cantik gadis itu. Pintu kamar mereka dibiarkan terbuka semalaman, sudah kebiasaan Luna jika tidur membuka pintu, entah apa yang membuatnya takut hanya dia yang tau, Gama tidak sempat bertanya karena rasa kantuk sudah menyerangnya semalam.

Gama menatap pintu itu, "Apa alasannya? kenapa pintu harus dibuka?" batin Gama.

Saat ia menatap pintu, muncul tiga kepala tanpa badan yang membuatnya kesal apalagi melihat wajah mereka clingak clinguk seperti pencuri.

"Gama, kenapa pintunya dibiarkan terbuka?" tanya Bima sedikit heran.

Ken melihat Luna tidur sambil memeluk erat Gama, ada rasa lain di hatinya.

"Apa kau ingin kami melihat adegan 21+++ disini?" celetuk Aiden yang langsung mendapatkan cubitan dari Bima.

"Awh...kenapa dicubit bego, sakit tau!" kesal Aiden.

Gama menatap mereka kesal, ia menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya mengisyaratkan agar mereka diam sambil melirik ke arah Luna yang masih terlelap.

Aiden, Bima dan Ken mengerti, mereka meninggalkan kamar itu.

"Kenapa aku punya sahabat konyol seperti kalian sih!" gerutu Gama dalam hatinya.

Sementara itu di luar Kamar tampak Aiden dan Bima cekikikan saat melihat Gama kesal, lain halnya dengan Ken yang diam sedari tadi.

"Hahahah, kau lihat wajah si Gama? dia begitu kesal tadi hahahah, sangat menyenangkan melihatnya kembali seperti dulu," tawa Aiden terbahak-bahak.

"Hahahah, kau benar tapi tunggu sebentar sepertinya ada yang aneh!" ucap Bima tersadar dengan sesuatu, ia menatap Ken yang diam.

"Ada apa?" tanya Aiden mengikuti arah mata Bima.

"Ken apa kau menyadarinya?" ucap Bima.

Ken menatap mereka, ia mengangguk pelan. Sebenarnya Ken sedari tadi memikirkan Gama yang tidak histeris jika bangun pagi, biasanya mereka bertiga akan pontang-panting berlari ke rumah Gama hanya untuk mengecek keadaan pria itu walau tak digubris oleh Gama sebelumnya.

Inilah yang membuat mereka bertiga bangun cepat-cepat untuk melihat kondisi sahabat mereka. Namun yang mereka lihat adalah sebuah pemandangan menakjubkan yang tidak pernah terjadi selama setahun ini.

Ada rasa lain di hatinya saat melihat Gama dan Luna tidur bersama. Rasa bersyukur dan bahagia saat melihat Gama mulai pulih.

Namun ada rasa yang aneh, ia begitu tenang saat melihat Luna tidur di samping Gama, ia merasa Luna akan sangat aman jika ada di sisi Gama. Seperti rasa tenang seorang kakak saat melihat adiknya bersama orang yang tepat.

"Ada apa?" tanya Aiden lagi.

Tokk

Kepala Aiden digetuk oleh Bima.

"Arghh... kenapa kepalaku kau pukul!" kesal Aiden sambil mengelus kepalanya.

"Kau terlalu lambat, kau tidak mengerti apa yang kita lihat tadi Aiden?" kesal Bima.

"Memangnya kenapa?" tanya Aiden lagi. Bima dan Ken merotasikan kedua bola mata mereka.

"Astaga, Kau pemilik Hotel terbesar di dunia tapi otakmu selalu Lola, aku ragu apa kau memang pemilik hotel itu?" kesal Bima.

"Ck.... jelaskan supaya aku mengerti!" balas Aiden.

"Selain mulutmu yang ember, ternyata kau juga tidak peka ya, kau lihat Gama tadi kan? dia tidak mimpi buruk bodoh!" ketus Ken.

"Ah...jadi ini masalah Gama," ucapnya masih belum konek sepenuhnya.

Ken dan Bima menatap kesal ke arah Aiden, mereka meninggalkan pria itu sendiri di ruang santai dan beranjak ke dapur.

"Apa!! ja...jadi...jadi...Ga.. Gama Sembuh!!" teriak Aiden yang baru sadar dengan apa yang dimaksud Bima dan Ken tadi.

Ken dan Bima hanya geleng-geleng kepala mendengar teriakan Aiden, mereka melanjutkan pekerjaan mereka menyiapkan sarapan pagi seperti yang biasa mereka lakukan jika berkumpul bersama.

Sementara di dalam kamar Gama berdecak kesal saat mendengar teriakan Aiden yang begitu keras sehingga terdengar ke seluruh bagian rumah.

"Haishh...aku benar-benar harus menjahit mulutnya itu!" batin Gama.

Ken dan Bima menyiapkan sarapan dengan telaten, kedua pria ini memang paling jago dalam urusan masak memasak, rasa makanannya pun tak kalah dengan masakan Chef bintang lima.

Luna menyergitkan keningnya saat mencium bau sedap dari arah dapur. Gama yang menyadari Luna bangun, kembali menutup matanya berpura-pura tidur.

Luna membuka matanya dan mengumpulkan kesadarannya. Matanya terbelalak saat melihat tangannya dengan erat memeluk Gama dari samping.

"Astaga, apa yang kulakukan? kenapa aku menempel terus dengannya," gumam Luna namun masih terdengar jelas oleh Gama.

Luna melepas pelukannya perlahan-lahan, setelah di lepas ia meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku.

"Erghhhh......hufffff.....haaaaahhhh..... udaranya sangat segar, wah sudah jam tujuh, aku harus membangunkannya," ucap Luna sambil menatap Jam dan Gama secara bergantian.

"Hmmm....harum sekali! tapi siapa yang masak? apa Andin atau Yuna? mana mungkin! mereka belum kembali kesini!" ucap Luna penasaran.

"Gama, bangun sudah pagi, ayo bangun," ucap Luna sambil menggoyangkan tubuh Gama.

Dengan bakat aktingnya, Gama berpura-pura baru bangun dari tidurnya. Ia membuka matanya dan mengusap kedua matanya dengan tangannya.

"Ahh....emmm...sudah pagi ya, ergghhh.....tubuhku terasa pegal!" ucap Gama sbil memegang bagian yang dipeluk Luna semalaman, ia berniat menyindir Luna dan melihat ekspresi gadis itu.

Mendengar itu Luna mengalihkan pandangannya dan mengganti topik pembicaraan.

"Ekhmm....mu..mungkin kau masih sakit, sudah ayo bersihkan dirimu kita ke ruang depan!" ucap Luna langsung beranjak mengambil pakaian ganti untuk Gama. Gama tersenyum tipis saat melihat wajah gugup Luna.

Gama membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang diberikan Luna, begitupun dengan Luna, mereka bergantian membersihkan diri dan mengganti pakaian.

"Gam, mana pakaianmu yang ku beli kemarin? sepertinya ada yang hilang, apa mungkin tertinggal di toko?" ucap Luna sambil memeriksa lemari pakaiannya.

"Apa kau tidak melihat Aiden dan Bima semalam? mereka yang memakainya," ucap Gama.

"Ahh, pantas saja sama, kupikir itu kebetulan," ucap Luna mengerti.

"Aku kasihan dengan mereka jadi kuberikan saja, tidak apa apa kan?" tanya Gama.

"Tak apa, lagipula itu ulahmu sendiri jadi kau harus membantu mereka!" celetuk Luna sambil mendorong kursi roda Gama keluar kamar.

Mereka sampai di ruang santai namun tidak ada orang disana, hanya ada aroma masakan yang sangat lezat.

"Mana mereka? kau cium itu tidak? siapa yang memasak ya?" ucap Luna.

"Ayo kita lihat, mungkin itu Ken atau Bima, mereka memang jago memasak," ucap Gama.

Luna mengangguk, ia mendorong kursi roda Gama ke dapur. Benar saja mereka melihat dua pria tampan tengah memakai celemek, Ken memakai celemek biru milik Luna dan Bima memakai celemek pink bertuliskan nama Yuna.

Sedangkan Aiden, ia malah ketiduran di atas meja dapur.

"Hahahah, lucu sekali mereka memakai celemek itu!" kekeh Luna saat melihat penampilan Ken dan Bima.

Gama menatap Luna, ia senang saat melihat senyuman di wajah gadis itu.

"Wah sepertinya enak!" ucap Luna, kedua pria itu menghentikan aktivitasnya dan menatap Luna sejenak.

"Sebentar lagi selesai, bisa bantu siapkan piring Luna?" tanya Ken.

"Baiklah Kak Ken!" ucap Luna.

Akhirnya merekapun bekerja sama menyiapkan makan pagi mereka.

Sementara itu di sebuah toko buah, tampak seorang pria tampan dengan wajah tampan serta aura yang menyeramkan bagi orang lain namun tidak bagi seorang gadis yang tengah berseteru dengannya.

"Hei tuan! saya duluan yang lihat jadi ini milik saya!" kesal wanita itu, dia adalah Andin.

"Ck.... dimana-mana yang menyentuh terlebih dahulu yang menjadi pemiliknya nona!" balas pria asing itu.

"Aku tidak peduli, aku sudah lebih dulu melihatnya, kau harusnya mengalah dengan perempuan!" kesal Andin.

"Ck...apa laki-laki harus selalu mengalah? kenapa bukan nona saja yang mengalah?" balas Pria itu.

"Dasar pria egois, kusumpahi kau bertemu wanita cerewet, jika boleh dua wanita sekaligus!" kesal Andin meninggalkan pria itu disana.

.

.

.

jangan lupa buat like, vote dan komen ya teman-teman readers😊😉

1
peri_cinta
kak q kembali lagi😂😂dulu sllu nungguin update sekrang malah maraton Mulu
markunah
cerita,x bagus AQ suka bngat.
Ilham Bay
Luar biasa
Ayujuli
ah keren author sempat sempat menyematkan ayat Alkitab 🥰
ahyuun.e
lebay bnget si luna bikin orang lain montang manting sana sini repot mkirin dia, dia enak"an ngumpet sante" nontonin di balik layar, dasar hati batu
Prih Wati: sensi amat buk tinggal baca dan nikmati aja,
total 1 replies
Dyah Oktina
ooo jd begitu ceritanya... para balita d libatkan.... keren thor ceritamu.... seru... sedih... ketawa.. tegang..
Dyah Oktina
lah cristo itu bukannya balita ya... kok d ajak masuk gedung penyekapan...
Dyah Oktina
edi ya thor... 🤭
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
hahahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂 biasa aeeee author...
Dyah Oktina
seru ceritamu thor..... semangat...💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻❤️
Dyah Oktina
wah..... kla beneran ada... pembullyan parah.. dan pihak pendidik diam.... terlalu.... 😭😭😭😭😭😡😡😡😡
Dyah Oktina
eh... mikha.. masa laki2 minta pertanggung jawaban
Dyah Oktina
d lipat2... buang k laut aja thor... biar d makan ikan hiu
Dyah Oktina
Ooo ooo ya Allah. ...aiden... kenapa jatuh mulu... ceroboh banget jd orang ya... benjol deh yuh jidat.. ngak ada kapok2 nya ya... jatuh kok sering... 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😂😂😂😂
Dyah Oktina
kagum ya mah..... 😂😂😂😂😂😂😂 sama mah... aku yg baca juga syok lihat kelakuan 2 geksrek... anak mama itu..
Dyah Oktina
aiden... 😆😆😆😆😁😁😁😂😂😂😂
Dyah Oktina
visualnya gama.... keren... juga luna.. ❤️
Sarah Alkansa
Yaa Alloh thor aq sampe ikutan nyesek 😭😭😭
Sarah Alkansa
gama jahat bngt iiih,, aq yg bacany aja ikut nyesek😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!