NovelToon NovelToon
Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi Wanita / Cinta setelah menikah
Popularitas:47.3k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Putri Liliane Thalassa Serene, terlahir sebagai keajaiban yang dijaga Hutan Moonveil. Di hutan suci itulah Putri Lily tumbuh, mencintai kebebasan, menyatu dengan alam, dan dipercaya Moonveil sebagai Putri Hutan.
Ketika Kerajaan Agartha berada di ambang kehancuran atas serangan nyata datang dari Kingdom Conqueror, dipimpin oleh King Cristopher, sang Raja Penakluk. Lexus dan keluarganya dipanggil kembali ke istana.
Api peperangan melahap segalanya, Agartha runtuh. Saat Putri Lily akhirnya menginjakkan kaki di Agartha, yang tersisa hanyalah kehancuran. Di tengah puing-puing kerajaan itu, takdir mempertemukannya dengan King Cristopher, lelaki yang menghancurkan negerinya.
Sang Raja mengikatnya dalam hubungan yang tak pernah ia pilih. Bagaimana Putri Liliane akan bejuang untuk menerima takdir sebagai milik Raja Penakluk?
Disclaimer: Karya ini adalah season 2 dari karya Author yang berjudul ‘The Forgotten Princess of The Tyrant Emperor’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Terpisahkan Hingga Akhir

King Cristopher menyaksikan semua itu dari kursi tamu yang disediakan baginya. Sebuah posisi yang tak pernah ia terima selama hidup. Matanya yang tajam mengikuti setiap gerak Putri Lily, dari cara gadis itu berdiri, berbicara, hingga bagaimana seluruh aula yang porak-poranda itu seolah tunduk pada kehendaknya.

Ia tidak melihat sosok seorang putri pada penampilannya, tapi kewibawaan yang tak dipelajari lahir bersama darahnya. Sesuatu yang membuat takdir berani menuliskan namanya di kursi Queen Kingdom Conqueror.

“Putri itu tinggal di hutan sejak lahir, Your Majesty.” ucap Seer seolah tahu pikiran rajanya.

King Cristopher tidak menjawab, tapi sorot matanya masih menunjukkan keraguan akan kelayakan gadis itu untuk berdiri di sisinya. Ia tidak percaya dengan ramalan, sebelum matanya menyaksikannya sendiri.

Putri Lily melangkah mendekatinya. Langkahnya ringan, namun pasti. Tak ada sisa ketakutan di wajahnya, hanya duka dan tekad yang telah mengeras.

“Sesuai perjanjian,” ucap Lily tegas. “Tiga hari. Aku akan datang ke Kingdom Conqueror dalam tiga hari. Anda bisa kembali lebih dulu.”

Tatapan Cristopher mengeras. Suaranya dingin, dan mengandung tekanan yang mematikan.

“Tidak ada yang bisa menjamin kesetiaanmu.”

Lily menatapnya lurus, tidak tunduk ataupun menghindar.

“Aku tidak pernah mengingkari janji, tapi juga tidak terbiasa meninggalkan masalah yang belum selesai.”

Keheningan menegang di antara mereka, dua dunia yang sedang mengukur satu sama lain.

Putri Lily mengangkat tangannya perlahan, telapak menghadap ke langit-langit aula.

“Janji adalah sumpah,” katanya. “Aku bersumpah demi nyawaku, aku tidak akan mengingkarinya.”

Cristopher berdiri tegap di hadapan Lily.

“Jika kau mengingkari janjimu,” ucapnya rendah, menyeramkan, “bukan hanya nyawamu yang akan kuambil. Seluruh kerajaan ini akan lenyap bersamamu.”

Lily tidak bergeming.

“Kalau begitu, kau tak perlu meragukanku.” katanya tenang.

Seer berdiri di sisi Cristopher, menunduk hormat. Ia melihat apa yang tak dilihat prajurit, bukan ancaman melainkan takdir yang sedang bergerak.

King Cristopher berbalik tanpa menambah kata. Ia melangkah pergi bersama Seer dan pasukan Kingdom Conqueror, meninggalkan aula kekaisaran yang masih berbau darah dan duka. Mereka pulang tanpa membawa kemenangan yang dirayakan, tanpa pula membawa kekalahan yang dipermalukan. Namun mereka membawa sesuatu yang jauh lebih berharga, seorang Ratu yang telah dinantikan untuk masa depan Kingdom Conqueror.

Upacara pemakaman Permaisuri Isolde Anastasia berlangsung dalam kesunyian yang menyesakkan dada. Penghuni istana, bangsawan, prajurit, hingga rakyat berbondong-bondong memenuhi jalan menuju Surga Tersembunyi Imperial Agartha. Tempat itu adalah rahasia cinta Lexus dan Anastasia, saksi tumbuhnya benih-benih cinta kaisar dan permaisurinya.

Langit menggantung kelabu. Awan tebal menutup matahari, seolah dunia pun enggan menyaksikan perpisahan ini. Angin berhembus pelan, membawa isak tangis yang tak pernah berhenti sejak kabar ini disiarkan.

Anastasia telah dibersihkan dengan penuh penghormatan. Rambut panjangnya disisir rapi, wajahnya damai seolah hanya tertidur. Ia dikenakan busana permaisuri berlambang singa, simbol keberanian dan kelembutan yang selama hidupnya menyatu sempurna dalam dirinya.

Ketika peti akan diangkat ke prosesi terakhir, Lexus menggenggamnya erat. Tangannya gemetar, napasnya tersengal, seakan tubuhnya menolak menerima kenyataan.

“Anastasia…” lirihnya, nyaris tak bersuara.

Ia menunduk, dahinya menempel pada peti. Bagi Lexus perpisahan ini tidak nyata. Terlalu kejam untuk menjadi kenyataan.

"Aku bisa menjadi Lexus tanpa mahkota, tapi aku tidak pernah bisa menjadi Lexus tanpa dirimu.” Air matanya mengalir tanpa henti.

“Napasmu adalah kehidupanku, kepergianmu adalah kematianku.”

“Ayahanda…” suara lirih Pangeran Lian dan Pangeran Leo terdengar serempak, tangan mereka menepuk pundak Lexus dengan hati-hati.

“Anastasia, istriku…” suara Lexus pecah. “Kita berjanji hidup dan mati bersama.”

“Ayahanda, jangan katakan itu…” Putri Lily terisak, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

Lexus mengangkat wajahnya perlahan. Matanya merah, kosong, namun masih menyimpan sisa kesadaran yang keras kepala.

“Pangeran Aurelian,” panggilnya.

“Aku di sini, Ayahanda,” jawab Pangeran Lian, melangkah maju dengan kepala tertunduk.

Dengan tangan yang berat, Lexus mengangkat mahkota kaisar dari atas kepalanya.

“Hari ini,” ucap Lexus dengan suara bergetar namun tegas, “Kaisar ini melimpahkan tahta kepadamu, Pangeran Aurelian Valemont. Jadilah kaisar yang bijaksana, yang tidak memerintah dengan ambisi melainkan keadilan. Jadilah kuat, namun tidak kejam. Lindungi rakyatmu seperti kau melindungi darahmu sendiri, dan jangan pernah mengorbankan hati nuranimu demi kekuasaan.”

Pangeran Lian memejamkan mata saat mahkota itu diletakkan di kepalanya. Napasnya dalam, menahan gelombang emosi yang mengguncang jiwanya.

“Aku, Pangeran Aurelian Valemont,” ucapnya lantang, suaranya bergetar namun mantap,

“bersumpah atas nama langit dan tanah Agartha, atas darah leluhur dan nyawa rakyatku, akan memerintah dengan keadilan, menjaga kehormatan kekaisaran, dan berdiri paling depan saat bahaya datang.”

Lexus mengangguk perlahan.

“Pangeran Leo,” panggilnya lagi.

Pangeran Leo melangkah maju, matanya basah namun sorotnya tajam.

“Hari ini,” lanjut Lexus, “Kaisar ini melimpahkan posisi Panglima Perang kepadamu, Pangeran Leonardo Alistair. Jadilah pedang Agartha. Lindungi tahta, lindungi bangsamu, dan berdirilah di sisi kakakmu dalam damai maupun perang.”

Leo berlutut, menunduk dalam-dalam. “Aku bersumpah, Ayahanda.”

Lexus lalu menoleh pada putrinya.

“Putriku… Liliane Thalassa Serene,” katanya lirih. “Cahaya yang diberikan para dewa secara diam-diam di rahim ibundamu. Kelak, jika mahkota itu berada di atas kepalamu, ingatlah bahwa kau tak lagi hanya seorang putri atau adik. Kau akan menjadi ibu bagi bangsamu. Tempuhlah takdirmu, dan jadilah perempuan yang tetap lembut tanpa kehilangan keteguhan.”

Tangannya diletakkan bergantian di atas kepala ketiga anaknya, sebagai tanda berkat sekaligus harapan.

Putri Lily, Pangeran Lian, dan Pangeran Leo mencium kening ibunda mereka untuk terakhir kalinya.

Tak peduli sekali pun melanggar aturan kerajaan, Lexus turun ke liang bersama Pangeran Lian dan Pangeran Leo. Mereka mengangkat peti Anastasia dengan tangan mereka sendiri. Prosesi dihentikan di tengah jalan. Sebab Lexus menunduk, meletakkan keningnya di peti Anastasia lalu memejamkan mata. Tak ada seorang pun yang berani menghentikan sang Kaisar.

Waktu berjalan lambat, seolah enggan bergerak. Pangeran Lian akhirnya memberanikan diri menyentuh bahu ayahandanya.

Brugh…

Tubuh Lexus roboh, jatuh di atas peti Anastasia.

“Ayahanda!” teriak Lian dan Leo bersamaan, mengangkat tubuh ayah mereka dengan panik.

Putri Lily berlari menghampiri, wajahnya dipenuhi kecemasan. Ia berlutut di sisi Lexus, “Ayahanda…” gumamnya lirih.

Tabib kerajaan memeriksa denyut nadi Lexus lama, seolah memastikan hasil pemeriksaannya berkali-kali. Wajahnya berubah pucat dan kaku.

“Oh Dewa…” bisiknya lirih.

“Ada apa, Tabib?” suara Lily bergetar. “Katakan ada apa.”

Tabib itu menunduk lebih dalam.

“Yang Mulia Kaisar Lexus… telah tiada, Putri.”

Dunia berhenti perputar di kepala ketiga anak kembar itu.

“Ayahanda…” tangis Putri Lily pecah.

“Ayahanda…” suara Pangeran Lian dan Leo menyatu dalam duka yang tak terperi.

Dua mahkota kini terbaring bersama di Surga Tersembunyi Imperial Agartha. Sepasang jiwa yang tak bisa terpisah, bahkan oleh kematian.

1
Yana Phung
apakah kaisarnya seorang duda?? 😅😅😅
Kenick Cafe
lanjut 🤭
Dafit Pratama
lanjut 3 bab thor
gaby
Waaah, king ga pny ratu sebelumnya, tp ko ada 2bocil?? Ponakan atau anak dluar nikah??
imel
yaaah 🥹
Patrish
waduh...ada bocil bibit perusuh
Rahayu Ayu
Sepertinya ada bocil yg salah faham.
kedua bocil yg entah anak siapa.
apa bocil dari kakak atau adik Kaisar???
Di tunggu bab berikutnya kak Author
listia_putu
siapa dua bocil itu? next
Diva Yuwena
Lahh King Cristopher udah punya anak Thor??
Komariyah Hendriyati
up yg banyak thorrr suka bgt ma. novel ini🤭🤭😍😍😍😍😍
Engkar Sukarsih
👀👀👀👀
Engkar Sukarsih
putri...kamu masih di mana🥰🥰
Andi
/Heart/
Andi
up.. up.. uo
shiti
bangus ceritanya
Diva Yuwena
Hari ini kok belum up" thor🤔
siska nirmala
bye nye moonveil..sedih Lily harus berpisah dengan moonveil dan eri
listia_putu
aku menunggu saat2 raja christoper bucin sama putri lily.... next....
listia_putu
era baru imperal agartha di mulai, dengan jatuhnya hukuman mati untuk erivana, tp masih ada aster yg menyimpan dendam untuk trio kembar, lanjut ....
Mommy Dza
Lily ❤️🔥 mengingatkan kita pada permaisuri Anastasia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!