maaf, untuk sementara karya ini tidak di lanjutkan dulu dikarenakan authornya sedang sibuk, insyaallah, nanti akan saya lanjutkan kembali🙏🙏
apakah sebuah hubungan rumah tangga akan sakinah mawadah warahmah, jika suami dengan tega mengkhianati istri..??
.
kisah kehidupan yang menguras emosi dan air mata..🥀
Dinda harus menerima kenyataan kalau suaminya harus menikah lagi dengan sahabatnya sendiri karena hubungan terlarang yang mereka lakukan.
Dinda harus menjalani hari harinya dengan penuh kesedihan, ambisi Dewi untuk memiliki kekayaan suaminya membuat Dinda selalu disalahkan, Dewi melakukan segala cara untuk menyingkirkan Dinda dari rumah dia sendiri.
bagaimana ceritanya..?
baca yuk..!!
jngn lupa like, comen n votenya
rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rezeki untuk Dinda
hari sudah semakin siang, Dinda melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11.30, dinda sudah sangat lelah, tapi pekerjaan nya belum juga terselesaikan, panas terik matahari membuat keringat bercucuran, hingga membasahi baju yang Dinda kenakan.
''Alhamdulillah hari ini aku bisa olah raga, jadi haus, aku ambil minum dulu ahh..'' ujar Dinda tersenyum. dinda berjalan menuju dapur untuk membuat es jeruk kesukaannya
...kriing......
...kring......
...kriing.......
terdengar suara handphone Dinda berbunyi.
nomor tidak dikenal muncul di layar ponselnya.
📞 hallo, assalamualaikum..'' Dinda mengangkat telepon dengan mengucap salam
📞 waalaikumsalam ka, ini aku Amel. ka bisa gak siang ini kk ke butik..?'' tanya Amel, Amel sengaja menyuruh Dinda untuk datang ke butik karena dia dan teman temannya sudah berada di butiknya
📞 bisa mell, memang nya kenapa..?'' tanya Dinda balik,
📞 Amel sama temen temen sudah ada di butik kk, mereka suka dengan baju baju kk, mereka mau borong ka..'' jawab Amell dengan semangatnya
📞 Alhamdulillah syg, ya sudah, kk mau siap siap dulu ya, kk pasti datang ..'' ujar Dinda tersenyum bahagia, Dinda sangat beruntung hari ini karena butiknya ramai oleh pembeli
📞 Amel tunggu ya ka, jangan lama lama ya..!!'' ujar Amel menutup panggilan telepon nya
Dinda tersenyum bahagia, rasa cape dalam dirinya seketika hilang ketika mendengar kabar bahagia itu, dengan penuh semangat Dinda berjalan menuju ruang atas untuk membersihkan badannya, dia harus menjemput rezeki yang tak disangka sangka itu.
''kamu kenapa Din, kaya lagi seneng gitu..?'' tanya Dewi yang tiba tiba muncul di depan pintu kamarnya, Dewi melihat Dinda senyum senyum sendiri hingga membuat nya penasaran
''iya Dew, tau aja kalo aku lagi seneng, oh iya Dew, aku mau kebutik dulu, nanti kalau mas Hendra pulang tolong bilangin aku kebutik ya..'' ujar Dinda . Dinda bisa saja menelpon Hendra untuk meminta izin, tapi dia tidak mau mengganggu suaminya, Dinda tau suaminya pasti sedang sibuk, Dinda terpaksa menitip omongan nya kepada Dewi agar Dewi menyampaikan nya kepada hendra
''iya Din, nanti aku bilangin..'' ujar Dewi. "heh, males banget, bilang aja sendiri.." batin dewi
...dewipun masuk kembali ke dalam kamarnya, dia duduk di sofa sembari memikirkan sesuatu,...
"Dinda kan mau pergi ke butik, ahhhhhaaa, ini kesempatan ku untuk mengundang semua teman teman ku datang ke rumah, assiiiiikkk.." ujar Dewi semringah. dewi bangkit dari duduknya berjalan menuju ruang keluarga.
...tak...
...tok...
...tak...
...tok...
terdengar suara langkah kaki yang turun menuju ruang bawah
"itu pasti Dinda.." batin dewi. Dewi langsung berpura pura membaca majalah padahal dia menunggu Dinda, Dewi ingin Dinda cepat pergi ke butik agar dia bisa dengan cepat mengajak teman temannya, Dewi takut Hendra keburu pulang dari kantor dan semua rencananya gagal, dia ingin sekali menjadi no 1 diantara ibu ibu rempong itu
"dew, aku berangkat dulu ya.." ujar Dinda pamit. saking buru buru Dinda langsung berjalan keluar rumah menuju mobil, lalu melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
"akhirnya si Dinda pergi juga, ini saatnya aku telpon teman temanku.." ujar Dewi. Dewi langsung menelpon teman teman di grupnya untuk datang ke rumah
tangannya dengan lihai memesan makanan mahal dari cafe untuk menjamu semua teman temannya, lalu dia menge'chat temannya lewat grup WhatsApp.
"asiiiikkk, sebentar lagi mereka akan percaya kalau aku orang kaya.." ujar Dewi sangat senang
...🌺di butik Dinda🌺...
Eva melipat satu demi satu baju yang meli dan teman temannya pilih, setiap rak baju terlihat kosong saking banyaknya orang yang membeli baju di butiknya. Eva tersenyum menoleh ke arah majikannya, Eva merasa sangat keteteran dengan semua customer yang terus berdatangan.
''alhamamdulilah Bu, ramee lagi butik kita..'' ujar Eva tersenyum gembira,
''alhamamdulilah va..'' ujar Dinda bersyukur. Dinda melayani satu demi satu customer sembari membantu Eva mengemas
bisnis Dinda kali ini tidak hanya disitu saja, Dinda juga menjual baju secara online, saking banyaknya peminat, Dinda harus mencari beberapa pegawai lagi untuk membantunya di bagian pengiriman.
''trimakasih ya ka, semua jadi berapa..?'' tanya melii. meli membayar semuanya
''semuanya jadi 12 juta mell..'' jawab Dinda, Dinda menyodorkan beberapa tas besar yang berisikan baju belanjaan meli dan teman temannya
''ini uangnya ka, terimakasih. besok aku kesini lagi ya, besok sudah mulai pemotretan ya ka, keluarkan semua baju baju bagus yang ada di butik kk..'' ujar meli tersenyum.
''oh ya..?'' tanya Dinda kaget ''Alhamdulillah..'' Dinda mengucap sukur ''kk akan siapkan baju terbagus buat kamu..'' ujar Dinda kepada meli, Dinda akan menyiapkan sesuatu yang spesial untuk meli
''iya ka, terimakasih ya ka, aku pamit pulang dulu, assalamualaikum..'' ujar meli pamit
''waalaikumsalam..'' ujar Dinda. Dinda mengantarkan Melli hingga ke depan
ketika meli sudah pergi, dan para customer sudah menemukan baju yang mereka sukai, Dinda menutup butiknya karena dia rasa sudah tidak ada yang bisa dia jual lagi, yang tersisa hanya dres dan atasan beberapa biji.
Dinda sangat bersyukur hari ini karena dia bisa mendapatkan Rizki yang begitu melimpah, Dinda membantu Eva membereskan baju yang tersisa di rak baju, Dinda berniat untuk memberikan sisa baju itu kepada orang yang membutuhkan, setelah semua habis, Dinda akan menggantinya dengan model baru dan suasana baru.
...🌺di rumah 🌺...
satu demi satu paket makanan berdatangan, Dewi yang sudah menunggu, membereskan semua makanan itu ke meja. hari ini Dewi menjadi ratu di rumah itu, bagaimana tidak, Dewi bisa dengan tenang bersantai dan menikmati makanan yang enak enak dan mahal.
...Ting tong...
...Ting Tong...
suara bell berbunyi begitu nyaring..
Dewi langsung bersiap merapikan baju dan rambutnya agar kelihatan lebih rapi dan anggun.
''siang Jeung..'' ibu ibu sosialita itu dengan ramai masuk ke dalam rumah setelah Dewi membuka pintu rumah
Dewi tertegun, dia heran kenapa mereka langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi kepadanya, Dewi melihat semua ibu ibu sosialita itu kagum dengan rumah yang dia miliki. Dewi menahan rasa kesalnya, dia tersenyum seakan terbang ke langit ketujuh setelah mereka memujinya.
''astaga, rumah apa istana..'' ujar Bu Ambar. Bu Ambar dan yang lain berkeliling menyentuh perabotan mahal yang ada di rumah itu
''eeehhh, sudah, sudah. ayo duduk, kita ngobrol ngobrol..'' ujar dewi, Dewi merasa diabaikan karena mereka lebih fokus dengan perabotan yang di desain oleh Dinda
''maaf Jeung, aku baru liat rumah sebagus ini, kamu beruntung banget sih, liat perabotannya mewah mewah banget, belanja dimana si Jeung..?'' tanya Bu Ambar, mereka dengan serentak memuji apa yang Dewi miliki, mereka mengira itu semua milik dewi
''iya dong, itu gue beli di luar negeri..'' jawab Dewi berbohong
''oh, pantesan aja. pasti harganya mahal..'' ujar Bu Ambar, Bu Ambar masih kagum dengan kekayaan yang Dewi miliki
''udah gak usah mikirin itu, gak penting. mending kita makan aja..'' ujar dewi, Dewi membuka semua kotak makanan itu, lalu menuangkannya ke dalam piring
''waaahhhh, makanannya enak enak, pasti mahal..'' ujar Bu Ambar mencicipi satu persatu makanan yang ada di meja itu
''jeung Dewi ini memang paling top, kita gak akan mungkin bisa menandingi kekayaan kamu Jeung..'' ujar Bu Ambar dan yang lainnya terus memuji
''udah ah, biasa saja..'' ujar Dewi berpura pura malu, padahal dia sengaja mengajak mereka datang ke rumah untuk memamerkan semuanya
...**bersambung...
bantu like nya ya sayang🙏🙏**
....itu pembantunya hendra...suruh peka dikit lah.....jgn oon2 amat....
yg ambilnperhiasan Dinda blum tau emg rumah org kaya gk da cctv