NovelToon NovelToon
Dibalik Tirani Pernikahan

Dibalik Tirani Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Balas Dendam / Teen / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Rama dan Ayana dulunya adalah sahabat sejak kecil. Namun karena insiden kecelakaan yang menewaskan Kakaknya-Arsayd, membuat Rama pada saat itu memutuskan untuk membenci keluarga Ayana, karena kesalahpahaman.

Dalih membenci, rupanya Rama malah di jodohkan sang Ayah dengan Ayana sendiri.

Sering mendapat perlakuan buruk, bahkan tidak di akui, membuat Ayana harus menerima getirnya hidup, ketika sang buah hati lahir kedunia.

"Ibu... Dimana Ayah Zeva? Kenapa Zeva tidak pelnah beltemu Ayah?"

Zeva Arfana-bocah kecil berusia 3 tahun itu tidak pernah tahu siapa Ayah kandungnya sendiri. Bahkan, Rama selalu menunjukan sikap dinginya pada sang buah hati.

Ayana yang sudah lelah karena tahu suaminya secara terbuka menjalin hubungan dengan Mawar, justru memutuskan menerima tawaran Devan-untuk menjadi pacar sewaan Dokter tampan itu.

"Kamu berkhianat-aku juga bisa berkhianat, Mas! Jadi kita impas!"

Mampukah Ayana melewati prahara rumah tangganya? Atau dia dihadapkan pada pilihan sulit nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

"Wanita yang kamu sebut Angel itu... Dia adalah Ayana-ISTRIKU!"

Deg!

Deg!

Devan tersentak, hingga matanya terbuka semakin lebar. Dadanya bergemuruh, merasa tidak terima dengan pernyataan temannya itu.

"Istri? Apa maksud semua ini? Jadi, Ayana adalah istrinya Rama? Lalu... Kenapa Ayana malah bekerja sebagai pelayan, jika suaminya orang berada?" batin Devan sedikit berpikir.

Setelah itu ia menatap Rama dengan serius. "Apa maksud ucapanmu, Rama?! Jika Ayana memang benar Istrimu, kenapa dia bisa menjadi seorang pelayan? Oh, sebentar-sebentar...." Devan berjalan kesembarang arah dengan tawa remehnya, "Pantas saja hingga kini kamu masih menjalin hubungan dengan Mawar. Ternyata, setidak beharga itu Ayana dimata kamu?"

"Jaga ucapanmu, Devan! Kamu tidak berhak mencampuri urusan kehidupanku, maupun urusan rumah tanggaku!" Tekan Rama dengan rahang yang ikut mengeras.

Semakin di tentang, membuat Devan semakin menggila. Dokter tampan itu menyeringai kecil, lalu berkata, "Pantas saja Zeva bilang, jika dia tidak memiliki Ayah. Rupanya, sejahat itu kamu Rama, sampai-sampai menutupi keberadaan PUTRAMU SENDIRI!"

"DIAM, DEVAN!" Bentak Rama. Dada pria itu sudah naik turun, hingga wajahnya memerah, "Aku minta sama kamu, jauhi Ayana!" ucapnya sambil menunjuk kearah wajah Devan.

Heh! Devan tersenyum getir. "Semakin kamu larang, maka semakin aku semangat untuk memperjuangkan Ayana! Jika aku tahu suami Ayana adalah kamu, maka sudah ku habisi sejak lalu!" Pekiknya.

Drttt...

Di tengah kemarahannya, tiba-tiba saja gawai Rama bergetar.

Dengan terpaksa, Rama mengangkat panggilan dari Asistennya itu.

"Iya, ada apa Deril?" wajah yang semula tenang, kini tersentak kuat. "Apa? Ya sudah, saya segera kesana!"

Perasaan Rama bagai terombang ambing tanpa ia tahu arah mana yang jelas.

"Ingat Devan, urusan kita belum selesai!" setelah mengatakan itu Rama melenggang keluar begitu saja.

Arghhhh....

"Kenapa semuanya seperti ini...." pekik Devan meraup kasar wajahnya. "Kamu masih bisa menyembunyikan itu, Ayana... Sekuat apa hatimu, sampai kamu rela di khianati Rama sebegitu lamanya. Pantas saja kamu tidak pernah dimanjakan dengan kemewahannya, karena Mawar lah yang mendapatkan itu," gumam Devan yang ikut merasakan mirisnya hidup Ayana.

Devan menatap arloji di tanganya. Memikirkan Ayana sampai ia kehilangan waktu makan siangnya.

"Aku yakin, Ayana pasti menjadi pelayan di rumah Rama sendiri. Aku harus menemuinya! Iya...." Devan bangkit, melepaskan jas Dokternya, lalu segera berjalan keluar.

*** ***

"Bagaimana bisa, Deril? Kamu tahu darimana Ayana pergi?" Rama begitu cemas, setelah masuk dalam mobilnya.

Sembari menjalankan mobil, Deril menjawab, "Tuan Ibrahim baru saja memberi tahu saya, Pak Rama. Belia pun saat ini juga kebingungan mencari Non Aya."

Rama memejamkan mata dalam-dalam. Ia seolah tengah menyaksikan dinding pertahannya runtuh dalam sekejab. Kehilangan Ayana bahkan tak terpikirkan sedikitpun dalam benaknya.

"Kita pulang saja dulu! Saya ingin melihat cctv terlebih dulu," suara Rama melemah.

Deril semakin menambah kecepatan mobilnya.

"Pergi kemana kamu, Aya? Kenapa sehancur ini saya mendapati kamu meninggalkan rumah," batin Rama menatap jauh kedepan.

Setelah menempuh waktu 20 menit perjalanan, akhirnya mobil yang dibawa Deril berhasil memasuki gerbang mewah Tuan Jayantaka.

Dengan wajah paniknya, Rama segera turun sewaktu mobil belum sepenuhnya berhenti. Rama segera berlari menuju Paviliun tanpa mendengarkan suara teriakan Ibunya.

"Rama... Kamu mau ngapain?"

Rama terpaku di ambang pintu, kala ia sudah mendapati rumah kecil itu kosong tanpa penghuni. Rumah itu bersih. Saking bersihnya, sampai Ayana juga mengemasi semua kenangannya.

Langkah kaki lemah itu terseret masuk, dan berhenti di ruang tengah yang biasanya Zeva gunakan untuk bermain.

Di atas nakas itu masih ada sebuah paperbag yang sengaja Ayana tinggal. Rama berjalan mendekat, membuka paperbag pemberiannya waktu lalu.

"Kenapa kamu meninggalkan mainan ini, Zeva? Kamu sekarang ada dimana dengan Ibumu?" batin Rama terasa semakin sesag. Tak ingin berlarut dalam kesedihan, Rama segera meninggalkan tempat itu dan bermaksud menemui sang Ayah.

Di rumah utama, Tuan Ibrahim terlihat baru saja selesai bercengkrama dengan seseorang dibalik telfon.

"Baik-baik, saya matikan dulu!"

Baru saja ia ingin membalikan badan, ternyata Rama sudah berdiri di belakang Ayahnya menampakan wajah sendu.

"Dimana Ayana, Pah?!" suara Rama pecah.

Belum sampai Tuan Ibrahim menjawab, Bu Anita sudah lebih dulu menyela, "Papahmu juga nggak tahu, Rama! Kami aja baru saja pulang dari rumah Tantemu. Bagaimana bisa kamu bertanya pada Papah!"

"Papah yakin, Ayana pergi pasti karena dia sudah lelah, karena tidak ada yang menghargai dia dirumah ini!" tekan Tuan Ibrahim melirik sekilas istrinya. "Lagian, Rama... Bukanya kamu sudah memutuskan untuk mempertahankan hubunganmu dengan Mawar? Lantas... Kenapa kamu mencarinya? Biarkan jika Ayana memang pergi."

Bu Anita berpura-pura simpati. Ia mencoba menepuk dada sang Putra, lalu bergumam, "Sudah, Ram... Mungkin Ayana memang bukan takdirmu! Jika dia memang ingin pergi, maka biarkan! Yang terpenting sekarang... Kamu harus fokus dulu pada acara lamaran kamu, 1 hari lagi!"

Rama melepaskan tangan Ibunya. Ia yang merasa percuma, lalu segera pergi kembali begitu saja.

"Bik Sumi... Bik...." Panggil Rama mencari keberadaan Pelayan tua itu.

Bik Sumi keluar dari kamar setelah ia selesai dengan kewajibannya sebagai muslim. Wajah Bik Sumi tersentak, keluar dengan cepat.

"Iya, Den... Ada apa?"

"Bik... Bibi pasti tahu 'kan, Ayana pergi kemana? Tolong kasih tahu saya, Bik?!" Suara Rama bergetar.

Bik Sumi menggelengkan kepalanya lemah. "Bibi nggak tahu, Den... Pagi itu, Bibi ke pasar untuk belanja. Tapi pas pulang... Non Aya sudah nggak ada di rumah."

Rama semakin frustasi. Ia menyunggar kasar kepalanya, lalu segera pergi dari hadapan Bik Sumi.

"Deril, saya tunggu kamu di ruangan kerja saya!" ucap Rama di sebrang telfon.

Dan setelah beberapa menit itu, Deril tiba didepan pintu ruangan kerja Rama.

Ceklek!

"Bagaimana, Pak Rama?"

"Deril... Coba kamu lihat cctv ini," kata Rama sambil menatap serius kearah laptop didepannya. "Saya rasa, Ayana memang sudah mempersiapkan kepergiannya sebelum masalah ini. Bagaimana menurutmu?"

Setelah menatap fokus pada layar laptop tadi, Deril akhirnya menyimpulkan. "Pak Rama, kalau menurut saya... Pasti ada oknum dibalik kepergian Non Ayana. Ada dua hal yang begitu janggal disini."

Rama semakin mengerutkan dahinya. "Maksud kamu?"

"Begini, Pak... Posisi cctv tepat didepan rumah utama tiba-tiba rusak. Jadi, kita tidak tahu siapa yang sudah membantu Non Ayana pergi, karena ada Bu Ratih dan juga Zeva yang dia ajak! Dan yang kedua, Non Aya tidak mungkin bisa tahu akses cctv berada, jika bukan orang rumah Anda sendiri yang tahu semua itu."

Rama mencoba mencerna ucapan Deril. Dan benar saja, semua ucapan Asistennya itu sangat masuk di akal. Ayana pergi bukan hanya dirinya saja. Melainkan ada anak dan Ibunya. Dan tentu, pasti ada oknum yang membantu kepergian mereka.

"Apa ini rencana Papah? Tapi... Bukanya Papah lebih senang jika ada didekat Zeva?" batin Rama merasa pusing sendiri.

*** ***

Malam harinya, tepatnya pukul 18.30 wib.

Ayana sudah rapi dengan penampilan terbaiknya. Dan ia saat ini tengah menatap kaca panjang didepanya sambil berputar.

"Semoga saja, claent itu cocok dengan desain busanaku. Aku nggak nyangka, ternyata diam-diam banyak orang yang tahu," gumam Ayana tersenyum bahagia.

Ia segera mengambil tas selempangnya, memakai sepatu flat, dan keluar dari kamar.

Zeva saat ini tengah bermain di tengah dengan Bu Ratih dan Dika. Anak buah Tuan Ibrahim itu begitu antusias menjaga keluarga Ayana, dan bertugas menjadi penjaga rumah tersebut.

Tap!

Tap!

Tap!

Semua orang mendongak, mendengar suara langkah kaki Ayana ketika menuruni anak tangga.

"Wah... Ibu tantik cekali," gumam Zeva menatap kagum Ibunya.

Ayana terkekeh mendengar itu. "Anak Ibu bisa aja nih," ucapnya sambil mencium pipi gembul Zeva.

"Ya... Mas anterin, ya!" tawar Dika merasa cemas.

Ayana menggelengkan kepala lemah. "Nggak usah, Mas! Mas Dika di rumah aja temani Ibu. Lagian... Saya sudah memesan taxi online kok. Sebentar lagi juga datang."

Bu Ratih ikut menimpali, "Hati-hati, Ya... Pulangnya jangan malam-malam. Kalau ada apa-apa cepetan telfon Dika!"

Ayana mengangguk.

"Daaaa.... Ibu...."

Setelah melambaikan tangan kecil pada putranya, Ayana segera keluar sebab taxi online pesananya sudah tiba didepan.

*

*

Korean Cafe and Resto

Malam ini menepati janjinya pada Mawar, dengan dinner di resto langganan mereka.

Rama segera menuju ruangan VIP yang sengaja di pesan Mawar lebih dulu. Meskipun Rama kurang begitu nyaman, namun demi menghargai permintaan kekasihnya itu ia mengalah.

"Atas nama, Pak Rama?" tanya Staff yang sudah berdiri menunggu kedatangan suami Ayana itu.

Rama mengangguk.

"Mari... Saya antarkan ke ruangan VIP nomor 4 dilantai 2," kata Staff tadi sembari mengadahkan tanganya kedepan.

Rama segera berjalan lebih dulu, hingga tibalah disebuah ruangan yang didalamnya sudah ada Mawar.

"Silahkan, Pak Rama!"

Begitu pintu terbuka, Rama segera masuk kedalam dengan wajah dinginnya.

Mendengar suara hentakan bunyi sepatu yang sangat menggema, membuat Mawar reflek menoleh. Wanita cantik itu menyeringai tipis, lalu bangkit menyambut dengan senyum terbaiknya.

"Sayang... Duduklah! Aku bahagia sekali akhirnya kamu datang," kata Mawar yang juga ikut menjatuhkan tubuhnya diatas kursi kembali.

Rama sedikit mengernyit. Ia tampak aneh dengan tiga gelas yang tersaji diatas, begitu tiga hidangan di depan matanya. Seolah, kekasihnya itu tengah mengundang satu orang lagi yang entah ia sendiri tak tau siapa.

"Gelasnya ada tiga? Apa ada orang lain yang sedang kamu tunggu, Maw?"

Mawar tersenyum. "Ada, Mas! Kita tunggu saja, mungkin... Sebentar lagi dia juga sampai!"

Rama mengernyitkan dahinya.

"Siapa?"

1
Dini Anggraini
Alhamdulillah akhirnya karina terbebas dari Arash si jahat dan neraka itu semoga karina bisa hidup bahagia dengan Arsyad. 👍👍😍😍
Daulat Pasaribu
kenapa jodoh similya harus dika si thor.gk sukalah thor.wanita gk baik yah jodohnya sama yg gk baik
Septi.sari: nggak jadi kak, keduanya saling tentang🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Daulat Pasaribu
bisa bisa wanita kotor macam milya dpt nya dika,berzinah ma org lai tapi si dika yg tanggung jawab.gk adil itu thor namanya.uda jahat perangainya.klo baik tadi gk papa
Septi.sari: ia nih kak, dika si lugu kasian jadi korban😭🔥
total 1 replies
Dini Anggraini
Enak banget milya habis yang senang2 dika kena imbasnya Q gak setuju milya menikah dengan dika Thor biarkan anaknya hidup dengan milya sendiri saja agar milya merasakan bagaimana rasanya jadi ayana hidup sendiri mengurus ibu sakit suami gak peduli. 🙏
Dini Anggraini: belum bunda karena banyak yang masih jahat banget anita, mawar dan milya kapan mereka jadi baik masih saja jahat meskipun di penjara. 🙏😭😭
total 2 replies
Dew666
💎💎💎💎
اختی وحی
typo nya thor, imelda jdi anita sampe bingung bacanya
Septi.sari: oh iya kak, maapken😭
total 2 replies
Dini Anggraini
Alhamdulillah kakak author mendengar nasihat kami para pembaca dengan Arsyad balik sama karina agar karina hidupnya gak menderita lagi bila mawar dan keluarganya menderita biarkan saja karena mereka jahat banget tapi kalau karina kan baik kasihan. Makasih kakak author yang baik. 👍👍😍😍😍
Dini Anggraini: ya kak
total 3 replies
Daulat Pasaribu
uda hamil pun ditinggalkan cowoknya gk mau bertanggung jawab,malah tetap jahat.dasar milya perempuan bodoh
Septi.sari: kesel banget ya kak🤭
total 1 replies
Elly Irawati
ditunggu episode selanjutnya kak, gas up lagiiiii biar ndx penisirin😅😅.. critanya loh masyaallah bikin greget.. ternyata si mawar dalang dari semuanya😡
Septi.sari: masya allah, tersayang, macihhhhh❤❤❤❤🤭🤭🤭
total 1 replies
Daulat Pasaribu
itulah balasan buat si milya karena uda jahat sama kaka iparnya ayana
Septi.sari: biar kapok kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
si pak arman apa gk syok kalao tau anaknya otak dari pelaku pembunuhan berencana arsyad
Septi.sari: ntar di penjara dua2nya kak🤭🔥
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Dini Anggraini
Benar rama kamu sudah putuskan yang terbaik kamu tidak tahu saja yang mencoba membunuh Arsyad bukan anita saja tapi juga mawar malah mawar dalang dari semua ini. Semoga pak Ibrahim segera menemukan video rekaman percakapan mawar dan anita tentang perencanaan pembunuhan Arsyad dan menguasai kekayaan pak ibrahim ya bunda. 😍😍
Septi.sari: apa di buatin novel buat Karina ya kak, 🤭
total 3 replies
اختی وحی
gk rela klw ayana balik sama rama. sama devam aja biar rama kapok
اختی وحی
males bngt rama msih ketemu² ayana, jrs ny cerai aja beres
اختی وحی
suka bngt karakter pak ibrahim jos👍👍
Septi.sari: bijaksana banget kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
smoga rama dan ayana serta zeva keluarganya hidup bahagia.
Daulat Pasaribu
jgn sampai ada masalah lagi,smoga aja rama betul betul berjuang untuk ayana dan zeva
Septi.sari: iya kak, setelah bahagia, mau lanjutin kisahnya Arsyad🔥
total 1 replies
kalea rizuky
novel terburuk yg pernah q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!