Apa yang kamu pikirkan pertama kali jika mendengar nama mertua namun, masih perjaka?
Arabella, menjadi menantu dari keluarga terpandang bahkan memiliki aset terbesar sejagat raya. Namun, entah kenapa dirinya merasa penasaran dengan keluarga dari pihak suaminya.
Aland, sosok ayah mertua bagi Arabella. Ia mempertahankan keperjakaan demi sebuah alasan.
Aland selalu menatap Arabella dengan tatapan yang sulit di pahami, entah itu suka atau benci. Tatapan tajam dari Aland begitu membuat Arabella salah tingkah.
Benny, sosok orang yang paling setia yang selalu ada buat Arabella namun, sebuah kekecewaan membawa malapetaka hingga dirinya ikut-ikutan perjaka!
Hingga pada akhirnya semua rasa penasaran terjawab bahkan cinta membawa Aland untuk ingin selalu berdekatan dengan Arabella. Bagaimana kisah dari mereka semua?
S2 Kisah Arelia - Saudara Kembarnya
Terdapat rasa candu yang begitu dalam, dendam yang membara, cinta di atas ranjang yang indah menggoda.
Ig: meldy_ta29
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meldy ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Minta gendong
...H A P P Y R E A D I N G...
“ Ya aku tahu, Bella. Aku juga minta maaf. Meskipun kita sudah melupakan semuanya tapi, kamu harus ingat surat perjanjian masih tetap berlaku,” sahut Benny tanpa banyak bicara sambil terkekeh.
Mendengar hal itu dengan cepat Arabella menatap Benny dengan tatapan yang tajam. Rahangnya ikut-ikutan kesal bahkan nafasnya mulai memburu. Hingga akhirnya ia memberikan pukulan bertubi-tubi sampai Benny menahannya tangan Arabella dengan tanggap.
“ Lepaskan! Aku ingin terus memukulmu,” kesal Arabella sambil melawan dengan penuh tenaga supaya bisa lepas tangannya yang sedang ditahan.
“ Tunggu dulu, Bella. Kau ini kenapa jadi galak begini?” Benny kebingungan yang sedang membawa tangan Bella untuk duduk lebih dekat dengannya.
“ Kita sudah saling memaafkan tapi, kenapa surat perjanjian itu masih berguna? Ayolah lelucon macam apa ini?" Arabella kesal setengah mati mengingat surat perjanjian yang begitu menekan dirinya.
“ Surat perjanjian itu tetap berguna, Bella. Agar aku bisa membuatmu menetap meskipun surat itu menyedihkan tapi, ya sudahlah terima saja, Bella. Takdirmu memang denganku,” sahut Benny sembari memberikan senyuman lalu dengan manja mencolek dagu Arabella.
“ Kau tahu? Kehaluanmu begitu tinggi. Oh ya rasanya aku sedikit mengantuk hoaamm! Semenjak Aland pergi tidurku jadi kurang nyenyak tapi, sekarang aku sudah mencoba untuk lebih kuat jadi mungkin aku akan tertidur pulas.”
“ Oh jadi wanita manja ini ingin tidur ya? Baiklah jika begitu mari kita tidur. Tapi, sebelum tidur tolong gendong aku lalu bawa aku ke kamar,” pinta Benny dengan sengaja sembari menahan senyumnya. Tanpa menunggu sahutan dari Arabella. Ia langsung berdiri bahkan dengan sengaja mengangkat tubuh wanita itu agar ikut berdiri.
“ Apa kamu sedang tidak waras?” tanya Arabella kesal sembari menjauhkan dirinya dari Benny lalu membalas dengan tatapan sinis sambil menompang kedua tangannya.
“ Lihat tubuhmu, dan perhatikan tubuhku. Kita berbeda sangat jauh hanya dadaku yang besar darimu, heuh dasar!" ketus Arabella dengan cepat.
“ Ya aku tahu dadaku kecil tidak seindah milikmu tapi saat ini aku sedang gila bahkan aku begitu tergila-gila denganmu, Bella. Ayo dong pliss! Gendong aku, Bella sayang.”
Sahutan Benny lengkap dengan senyuman manisnya hampir membuat Arabella tergoda namun, dengan cepat wanita itu menarik nafasnya memburu sembari memutarkan matanya dengan rasa kesal lalu berbalik badan pergi melangkah menjauh dari Benny walaupun ia sempat tersenyum saat sudah menjauh dari mantan suaminya.
Lain halnya dengan Benny. Ia terus-menerus tersenyum bahkan tiada hentinya sambil menatap punggung Arabella yang semakin jauh dari pandangannya. Ia terkesima mengingat sikap Arabella yang mulai membaik bahkan ia tidak sengaja melihat pipi manis Arabella terangkat seperti sedang tersenyum tipis. Lalu ia memutuskan berjalan kearah kamarnya. Tiba di kamar Benny langsung mengambil ponsel di dalam saku celana sambil rebahan lalu mencari nomor seseorang yang sangat ia kenal. Hingga beberapa saat menunggu panggilan langsung terjawab.
“ Bagaimana perkembangannya sekarang?" tanya Benny yang langsung to the point kepada Rere melalui ponselnya.
“ Responnya lumayan baik apalagi saat ini dia mulai mengingat beberapa hal meskipun aku terus mencoba untuk memperlihatkan kenangan yang baru untuknya. Oh ya, tumben sekali kamu menghubungiku tengah malam begini? Oh ... Aku tahu apa mungkin karena Arabella tidak peduli denganmu jadinya kamu mencari perhatian dariku. Benny, Benny. Meskipun benar ya tinggal jujur saja jangan bertanya masalah Aland padahal kamu sudah bertanya tentangnya sebelumnya,” sahut Rere dengan begitu percaya dirinya.
Saat Benny mendengar ucapan bodoh, ia langsung menepuk jidatnya bahkan rasanya ingin sekali melempar ponsel saat itu juga.
“ Ternyata setelah sebulan tidak bertemu otakmu kembali geser bahkan lebih parah dari dulu. Ayolah, aku ini Benny Ton, pewaris terbesar tambang berlian. Seratus Rere pun bisa kudapatkan dengan mudah tanpa mengemis perhatianmu. Ah mood baikku hilang dalam sekejap setelah mendengar ucapan bodoh mu. Baiklah kalau begitu semoga sukses dengan cintamu. Bye!”
Benny langsung mematikan ponselnya sebelah pihak dengan kesal. Ia kemudian memilih untuk membuka galeri ponselnya lalu kembali bernostalgia dengan photo kenangan miliknya saat prewedding bersama sang mantan istri.
...----------------...
Haii Genk! Tanggal 18 Senin ini ada novel baru cintai aku tuan muda ini ada bawang-bawangnya walaupun enggak semua hehe. Untuk Aland di tunggu part selanjutnya.