Read this prequel novel first : AKU HARUS BAIK
Berdasarkan kisah nyata atau tidaknya itu terserah bagaimana kalian mempercayainya
18 tahun keatas untuk bisa memahami cerita
Novel ini khusus buat yang open minded
[Peringatan : Diharapkan bisa dalam berpikir dua sudut pandang dan berpikir majemuk sebelum membaca]
[Dukung terus author dengan like, komen, vote, favorit, dan share. Terimakasih]
Ini cerita tentang suatu keharusan kita dalam berperan jahat, bahwa kejahatan dirasa adalah hal yang terbaik dan perlu dilakukan saat itu juga.
Tidak peduli sekeras apapun kita mencoba dalam menghindarinya, pastilah akan ada seseorang yang memang harus berperan jahat didalam kehidupan kita
Dan,
Inilah aku sekarang.
Aku Harus Jahat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon After.Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32 - Jangan Lupa Bahagia
Aku melihat kearah luar kosanku, dan motornya tidak kulihat terparkir disana, kemudian aku berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarku, aku juga tidak melihatnya dikamarku yang artinya dia sudah pulang disaat aku tertidur pulas, kemudian aku langsung merebahkan tubuhku dikasur, lalu, menatap langit kamarku tanpa memikirkan apapun. Parfumnya belum menghilang. Aku beranjak dari kasurku, dan merapikan apapun dikamarku, tidak sengaja aku menemukan handphonenya yang tertinggal dibawah bantal, kemudian aku meletakkan handphonenya itu diatas meja, lalu, aku melanjutkan kembali pekerjaanku yang sempat tertunda, handphonenya itu menyala serta berbunyi disaat aku sedang merapikan lemariku. Kullihat pemberitahuan muncul.
"Ketinggalan"
"Jagain itu handphoneku. Jagain sepenuh hatimu"
"Balesin semua chatku yang masuk"
"Makasih"
Aku membaca itu. Setelah aku sudah merapikan apapun dikamarku, kemudian aku membuka galeri dihandphonenya yang banyak dipenuhi oleh fotonya, dan aku terus melihat fotonya yang ada digalerinya tanpa bosan sedikitpun, padahal terhitung sudah ada ratusan fotonya yang kulihat. Safira yang cantik. Aku melihat fotonya dari rambutnya yang panjang sampai menjadi pendek sebahu, dan kenapa dia tidak lelah atau bosan dengan wajah cantiknya? Safira lebih terlihat cantik disaat kalian melihatnya secara langsung, dibandingkan kalian yang hanya bisa melihatnya difoto, kemudian aku berani menjamin bahwa kalian akan terdiam saat menatap dirinya, kecantikannya bisa membuat semua orang yang melihatnya itu terjatuh kedalam pesonanya. Benarlah
"Asalkan gak sepenuh jiwa gakpapa" balasku
"Aku bisa gila" balasku
"Terserah"
"Nanti malem aku main kekosan"
"Baiklah" balasku
"Jangan buka galeriku. Disana ada fotoku"
"Udah aku lihat" balasku
"Semuanya" balasku
"Cantik gak fotonya? Pasti aku cantik"
"Mencintai diri sendiri" balasku
"Biarin"
...Jangan lupa bahagia...
Dihandphonenya. Aku melihat semua pesan masuk yang kebanyakan dari seseorang yang rasanya berniat mendekatinya, kemudian akupun langsung menutup handphonenya dan kuletakkan itu handphonenya disamping bantalku, aku memilih untuk tidak membalas semua pesan yang masuk, lagipula aku tidak ingin memberikan harapan kepada orang yang mengiriminya pesan. Entahlah. Kenapa aku harus membalas semua pesan masuknya, sedangkan pesan masuk itu semuanya dikirim oleh seseorang yang ingin mendekatinya? Rasanya seakan dia sengaja menunjukkan bahwa ada banyak orang yang ingin mendekatinya, kalian bisa membayangkan bagaimana menariknya dia sampai ada banyak orang yang mengantri kepadanya, tapi, kenyataannya tidak ada satupun dari orang tersebut yang bisa membuat hatinya tersentuh.
Begitulah.
Tidaklah bisa disalahkan, kalau, memang dia menolaknya.
Berpikirlah apapun sepuasnya,
Terkadang. Aku seringkali berpikir semua perempuan yang berparas cantik adalah penjahat terkejam, karena mereka tidak peduli dengan betapa kerasnya perjuangan seseorang kepadanya, tapi, meskipun begitu sebenarnya mereka itu menderita saat menunggu seseorang yang diharapkannya, bahkan mereka bisa sampai harus menunggu sepanjang hidupnya. Kehidupan tentang pengorbanan. Adapun masalah lainnya yaitu disaat seseorang yang diharapkannya itu datang kepada perempuan berparas cantik tersebut, seseorang itu haruslah bisa menjaga serta mempertahankan hubungan itu dari banyak orang yang ingin memisahkan, dan kenyataannya banyak dari seseorang itu yang pada akhirnya menyerah, karena merasa tidak pantas bersanding dengan perempuan berparas cantik tersebut, padahal seseorang itu sudah didukung atau mendapatkan kepercayaan penuh oleh sang perempuan tersebut untuk terus menjaga serta mempertahankannya, kemudian berakhirlah hubungan yang sudah mereka bangun dengan susah payah dalam sekejab.
Sampailah pada akhirnya. Kemungkinan yang terbaiknya,
Beruntung mereka tidak saling membenci.
Terburuknya,
Mereka saling menyakiti.
Begitulah.
Iya.
...*********...
Safira berdiri dipintu. Aku menjatuhkan handphonenya karena terkejut dengan kedatangannya, dan kuambil handphonenya yang terjatuh dikasur, kemudian aku beranjak dari kasurku untuk menyerahkan kepadanya, Safira menatapku dengan lekatnya saat menerima handphonenya, barulah aku menyadari kalau galerinya belum kututup. Safira langsung meletakkan handphonenya dimeja. Aku mengubah posisi dudukku untuk memberinya ruang disampingku, aku menghindari tatapan matanya karena perasaan canggung, dan kuambil buku yang berada didekat kasurku, dia menyentuh lenganku dengan pelannya, sembari melihat kearah handphonenya yang berada dimeja.
"Dibalesin gak chatnya?" ucap Safira
"Enggak. Cowok semua chatnya. Males" ucapku
"Yaudah" ucap Safira
Safira hanya terdiam, dan langsung kualihkan pandanganku,
Safira menatapku kembali, "Kamu ngelihat terus fotoku digaleri sampai belum dikeluarin. Menurut kamu fotoku kayak gimana?"
"Fotonya. Bagus" ucapku
"Jawab yang jujur aja gakpapa" ucap Safira
"Cantik sama manis" ucapku
"Suka" ucap Safira
Kulihat dia tersenyum saat mendengar jawabanku, dan lagipula siapa juga orang yang tidak ingin mengakui bahwa dia cantik? Senyumannya itu menyejukkan bagi siapapun yang melihatnya, kemudian tatapan matanya itu membuat siapapun terdiam mematung, serta apapun yang dilakukannya itu rasanya tidaklah bisa disalahkan, terlebih saat kalian melihatnya begitu menyesali perbuatannya, hal pertama yang kalian lakukan pastilah segera langsung memaafkannya. Safira yang cantik. Handphonenya terlihat menyala, lalu, berdering dengan cukup kerasnya, tapi, kulihat dia hanya terdiam dan tidak bergeming, tidak beberapa lama dia beranjak dari tempatnya kemudian memeriksa handphonenya, setelahnya dia melihat jam ditangannya, lalu, mengambil tasnya yang berada didekatku, Safira tersenyum simpul kepadaku sembari melambaikan tangannya yang mengisyaratkan bahwa dia harus segera pergi.
Aku mengambil kunci, lalu, berjalan mengikutinya dibelakang, karena pintu dikosan seringkali dikunci jadi harus kuantar sampai kelantai bawah, aku terus melihatnya sampai dia menghilang disebuah belokan, kemudian aku berjalan kembali menuju kosanku dengan perasaan yang sulit kujelaskan. Tentang perasaanku kepadanya. Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana hubunganku dengannya secara tepat, karena aku tidak mengerti batasan mana yang sudah kulewati, dan juga dia tidak memberikanku batas apapun yang membuatku semakin tidak mengerti, terlebih aku serta dirinya juga tidak pernah menyepakati suatu hubungan tertentu, menurutku suatu hubungan yang terjalin itu sulit dijelaskan hanya dengan sebuah perasaan belaka, kecuali sampai pada akhirnya disaat kedua belah pihak menyepakati hubungan tersebut. Status itu rumit.
Fotonya apa orangnya?
Lagipula. Keduanya sama cantiknya.
Benarlah.
Kenyataan lebih cantiklah,
Aku jamin itu.
kak thor ngulang baca lagi 🤗 setelah pernah usai
kan gelap....