Diusir ke jalanan di tengah badai hujan bersama sepasang anak kembarnya yang menangis kelaparan, hidup Jiang Muchen hancur berkeping-keping saat istrinya memilih pergi demi gemerlap harta seorang tuan muda kaya.
Namun, tepat ketika keputusasaan nyaris menelan kewarasannya, "Sistem Ayah Super Tajir" tiba-tiba aktif, mengubah takdirnya dalam semalam dengan menjanjikan kekayaan tak terhingga hanya lewat satu syarat mutlak: membahagiakan anak-anaknya.
Kini, dengan kekuatan finansial yang perlahan mampu menggenggam ekonomi seluruh Kota Jiangcheng, Jiang Muchen bersumpah untuk membangun surga dunia bagi putra-putrinya, Zihan dan Ziyue, sembari memastikan siapa pun yang pernah menginjak-injak harga diri keluarganya... terutama sang mantan istri akan berlutut dalam penyesalan yang terlambat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Pagi buta di perbatasan provinsi, kabut tebal masih menyelimuti pegunungan yang mengelilingi markas rahasia Faksi Harimau Hitam. Udara terasa sangat dingin dan lembab.
Di dalam ruang komando bawah tanah, Jenderal Besi mondar-mandir dengan gelisah. Asap cerutu mengepul dari mulutnya, memenuhi ruangan yang tertutup rapat itu. Sudah lewat dari waktu yang disepakati, namun belum ada satu pun laporan dari Grup Tentara Bayaran Serigala Darah.
Tok tok tok.
Pintu besi ruang komando diketuk dengan tergesa-gesa. Seorang penjaga masuk membawa sebuah kotak kayu berukuran sedang yang dilapisi plastik hitam.
"Lapor, Jenderal! Kotak ini baru saja ditemukan di depan gerbang utama oleh regu patroli pagi. Tidak ada jejak pengirimnya, dan kamera pengawas tidak merekam apa pun."
"Bawa ke meja. Buka."
Penjaga itu meletakkan kotak tersebut di atas meja baja, lalu menggunakan pisau taktisnya untuk memotong segel plastik dan membuka penutup kayunya.
Brak.
Tutup kotak terbuka. Bau anyir darah yang sangat pekat langsung menyengat hidung.
Penjaga itu menjerit tertahan dan jatuh terduduk di lantai, wajahnya pucat pasi. Jenderal Besi melangkah maju, menatap isi kotak itu. Cerutu di mulutnya merosot jatuh ke lantai.
Di dalam kotak kayu itu, tergeletak sebuah kepala manusia yang terpotong rapi. Wajah bule dengan mata terbelalak penuh horor itu adalah kapten dari Grup Tentara Bayaran Serigala Darah, mesin pembunuh bayaran terbaik yang pernah disewa oleh Faksi Harimau Hitam. Di dahi kapten itu, terdapat sebuah ukiran luka sayat yang membentuk huruf J.
J untuk Jiang.
Jenderal Besi mundur dua langkah, kakinya menabrak kursi. Teror dingin merayap naik dari ujung tulang belakangnya hingga ke ubun-ubun.
'Ini tidak mungkin. Dua puluh tentara bayaran bersenjata lengkap, dibantai tanpa sisa? Siapa sebenarnya Jiang Muchen ini? Apakah dia menyembunyikan satu batalyon pasukan khusus di halaman belakang rumahnya?'
Jenderal Besi bergumam dalam hati dengan suara bergetar. Kesombongannya sebagai penguasa dunia bawah provinsi hancur berkeping-keping. Dia tahu, mengirimkan kepala ini bukan sekadar ancaman. Ini adalah deklarasi perang, dan Jiang Muchen sudah tahu di mana markas mereka berada.
"Tinggalkan ruangan ini! Jangan beri tahu siapa pun tentang isi kotak ini!" teriak Jenderal Besi pada penjaganya.
Setelah penjaga itu lari ketakutan, Jenderal Besi mengunci pintu. Dia meraih telepon satelit terenkripsi di mejanya dan menekan nomor kontak darurat milik pelindung politik terkuatnya di ibukota provinsi, seorang anggota dewan senior yang selama ini menutupi jejak kotor Faksi Harimau Hitam.
"Halo? Tuan Dewan, ini saya. Saya butuh evakuasi segera. Saya telah memancing kemarahan entitas yang tidak bisa saya tangani."
Dari seberang telepon, suara anggota dewan itu terdengar sangat dingin dan panik.
"Jenderal Besi, kau bajingan tolol! Apa yang kau lakukan semalam?! Militer wilayah timur tiba-tiba menetapkan status siaga satu. Jenderal Song Tianhao secara pribadi mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk seluruh jajaran tinggi Faksi Harimau Hitam atas tuduhan pengkhianatan dan percobaan pembunuhan tingkat tinggi!"
"T-tapi Tuan, Anda harus membantu saya. Saya punya banyak bukti tentang transaksi kita!"
"Jangan berani mengancamku! Militer sudah memblokir semua akses jalan di perbatasan. Kau sudah mati, Jenderal Besi. Jangan pernah hubungi nomor ini lagi."
Tut.
Panggilan diputus. Jenderal Besi membanting telepon satelit itu ke dinding hingga hancur berkeping-keping. Dia benar-benar sendirian sekarang. Faksi Harimau Hitam yang ditakuti di seluruh provinsi telah menjadi seonggok daging mati yang tinggal menunggu waktu untuk dieksekusi.
Sementara itu, di ruang kerja Vila Raja yang hangat dan terang.
Jiang Muchen sedang duduk di sofa kulitnya, menikmati secangkir kopi hitam. Di seberangnya, Su Qingxue duduk dengan setumpuk gulungan cetak biru dan tablet digital di pangkuannya.
Wanita cantik itu mengenakan kemeja sutra putih yang sedikit terbuka di bagian kerahnya, memperlihatkan leher jenjangnya. Namun, ada lingkaran hitam tipis di bawah matanya, menunjukkan bahwa dia sama sekali belum tidur sejak menerima tugas merancang Pulau Bintang Biru kemarin pagi.
"Tuan Jiang, ini adalah rancangan awal untuk area pusat pulau. Saya telah membagi zona menjadi tiga bagian. Zona pertama adalah kastil utama bergaya Eropa klasik yang menghadap ke laut lepas. Zona kedua adalah taman hiburan pribadi dengan kebun binatang mini yang hewan-hewannya sudah saya pesan dari penangkaran legal internasional. Dan zona ketiga adalah area pantai dengan pasir putih yang diimpor khusus agar sangat lembut untuk kulit anak-anak."
Su Qingxue menjelaskan dengan nada antusias. Matanya berbinar-binar memancarkan dedikasi yang luar biasa, seolah dia sedang merancang istana untuk anak-anaknya sendiri.
Jiang Muchen meletakkan cangkir kopinya. Dia menatap wajah lelah namun penuh semangat dari Su Qingxue. Pria itu menyadari betapa kerasnya wanita ini bekerja hanya untuk memenuhi satu permintaannya.
"Manajer Su, kapan terakhir kali kau tidur?" tanya Jiang Muchen pelan.
Su Qingxue tersentak sedikit, lalu tersenyum canggung.
"S-saya sempat tidur siang selama satu jam kemarin, Tuan Jiang. Anda tidak perlu khawatir. Saya sangat menikmati proses ini. Membayangkan Tuan Muda Zihan dan Nona Ziyue berlarian di sana sudah cukup memberikan saya energi."
Jiang Muchen berdiri. Dia berjalan mendekati Su Qingxue. Wanita itu tanpa sadar menahan napasnya saat tubuh tinggi dan dada bidang pria itu mendekat.
Jiang Muchen merogoh saku celananya, mengambil sebuah botol kaca kecil berisi cairan biru jernih yang memancarkan cahaya redup. Itu adalah Ekstrak Vitalitas Dewa, sebuah item pemulihan tingkat tinggi yang dia tukarkan menggunakan poin tersembunyi dari sistem. Ekstrak ini tidak hanya menghilangkan segala kelelahan fisik, tetapi juga meremajakan sel-sel tubuh dan memberikan kecantikan abadi.
"Buka mulutmu," ucap Jiang Muchen.
Su Qingxue membelalakkan matanya, wajahnya langsung merona merah hingga ke telinga. Perintah itu terdengar sangat mendominasi namun penuh kelembutan. Tanpa bisa menolak, dia membuka bibirnya sedikit.
Jiang Muchen meneteskan satu tetes cairan biru itu ke atas lidah Su Qingxue.