“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”
“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”
Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.
Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.
Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.
🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Kebangkitan Sang Pewaris
Qin Xuan berdiri terpaku di tengah ruang asing yang dipenuhi kabut kelabu. Di sekelilingnya terbentang kerangka makhluk raksasa yang selama ini hanya dikenalnya melalui legenda.
Ada naga dengan tulang sepanjang pegunungan, burung api yang sayapnya membentang begitu luas, serta makhluk-makhluk lain yang bahkan tidak berani ia bayangkan keberadaannya.
Namun, perhatian Qin Xuan tertuju pada pagoda kuno di hadapannya.
Pagoda Pemakaman Langit.
Ia tidak mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai ke tempat tersebut. Ingatan terakhirnya hanyalah tendangan Qin Heng, darah yang mengalir dari mulutnya, dan Ling'er yang terbaring tidak berdaya.
Memikirkan adiknya, Qin Xuan segera bergerak mendekati pagoda.
Gerbang bangunan itu terlihat sangat berat. Anehnya, ketika ia mendorongnya, kedua daun pintu terbuka tanpa kesulitan.
Di dalamnya terbentang ruangan luas yang diselimuti kabut. Tidak jauh dari pintu masuk, seorang lelaki kurus duduk bersila tanpa bergerak.
Meskipun sosok itu tampak tidak bernyawa, tekanan mengerikan masih terpancar dari tubuhnya.
Qin Xuan merasa seolah ribuan pedang mengarah kepadanya. Sesaat, sebuah bayangan melintas dalam benaknya. Ia melihat seorang pendekar mengayunkan pedang hingga gunung-gunung terbelah.
Bayangan itu menghilang secepat kemunculannya.
“Seorang pemuda dengan Dantian hancur ternyata dipilih menjadi pemilik pagoda ini?”
Suara asing tiba-tiba menggema.
Qin Xuan tersentak dan segera membungkuk hormat.
“Senior, siapa Anda? Tempat apakah ini?”
“Kau belum pantas mengetahui siapa aku,” jawab suara tersebut. “Namun, karena pagoda telah memilihmu, ada beberapa hal yang perlu kau pahami.”
Suara itu menjelaskan bahwa Pagoda Pemakaman Langit merupakan penjara bagi para ahli terkuat dari berbagai zaman. Semakin tinggi lantainya, semakin mengerikan kekuatan penghuni yang dikurung di dalamnya.
“Lelaki yang kau lihat itu adalah Iblis Pedang. Dia pernah menguasai suatu zaman, tetapi akhirnya dipenjara di lantai pertama.”
Qin Xuan kembali memandang sosok yang duduk bersila.
Nama Iblis Pedang bukan sesuatu yang asing baginya. Legenda tentang pendekar tersebut tersebar luas di dunia persilatan. Konon, satu ayunan pedangnya mampu membelah gunung dan sungai.
Tokoh sebesar itu ternyata hanya seorang tahanan di lantai pertama.
“Dia sudah meninggal seratus tahun lalu,” lanjut suara misterius tersebut. “Kalau dia masih hidup, kau pasti sudah mati hanya karena mendekatinya.”
Qin Xuan menelan ludah.
“Lalu mengapa pagoda ini memilihku?”
“Karena kau memiliki Tubuh Dewa Segala Hukum. Di dalam tubuhmu juga terdapat bakat alami untuk menguasai Hukum Api.”
Qin Xuan mengerutkan kening. Selama bertahun-tahun berlatih, ia tidak pernah mendengar bahwa dirinya memiliki kemampuan istimewa semacam itu.
Sebelum sempat bertanya lebih jauh, suara tersebut kembali berbicara.
“Sayangnya, kau tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan hal itu.”
Qin Xuan merasakan firasat buruk.
“Segel pagoda ini sudah melemah. Paling lama satu tahun lagi, para tahanan di dalamnya akan mulai terbebas.”
“Satu tahun?”
“Benar. Dan sebagai pemilik baru, kau akan menjadi sasaran pertama mereka.”
Qin Xuan terdiam.
Ia kembali mengingat kerangka naga dan makhluk purba di luar pagoda. Jika para tahanan mampu membunuh makhluk-makhluk tersebut, bagaimana mungkin dirinya bisa menghadapi mereka?
Bahkan Sekte Bintang Langit mungkin tidak akan mampu bertahan menghadapi seorang tahanan saja.
“Apakah ada cara untuk memperbaiki segelnya?” tanyanya.
“Ada. Kau bisa mengumpulkan Kekuatan Hukum untuk memperbaiki pagoda. Cara lainnya, serahkan sisa umur kepadaku. Sebagai gantinya, aku akan membantumu menekan para tahanan.”
Qin Xuan mengangkat kepala.
“Sisa umur?”
“Benar. Kau bisa memperolehnya dengan meningkatkan tingkat kultivasi atau menyerap sisa umur orang lain.”
Penjelasan itu membuat Qin Xuan terdiam cukup lama.
Ia baru saja kehilangan seluruh kekuatannya. Sekarang, bukan hanya keselamatan Ling'er yang terancam, tetapi juga nyawanya sendiri.
Namun, perkataan sosok misterius tersebut memberinya sedikit harapan.
“Senior, apakah Anda bisa memperbaiki Dantianku?”
“Tentu saja. Bagiku, luka seperti itu bukan masalah besar.”
Jantung Qin Xuan berdebar.
“Tetapi kau harus menyerahkan seratus tahun sisa umurmu.”
Harapan yang baru muncul seketika berubah menjadi kegelisahan.
Seratus tahun bukan jumlah kecil. Dengan Dantian yang hancur, ia mungkin hanya memiliki sisa umur sebanyak itu. Menyerahkannya berarti mempertaruhkan seluruh masa depannya.
Qin Xuan teringat Ling'er yang terbaring di depan gerbang keluarga.
Ia juga teringat ibunya, yang mungkin sedang menunggu kepulangannya tanpa mengetahui apa yang telah terjadi.
Jika ia tetap menjadi orang tanpa kekuatan, siapa yang akan melindungi mereka?
“Baik,” jawab Qin Xuan akhirnya. “Aku bersedia.”
“Kau tidak takut mati?”
“Tentu aku takut. Tetapi jika aku tidak mendapatkan kembali kekuatanku, Ling'er mungkin akan mati lebih dulu.”
Sesaat tidak terdengar jawaban.
Kemudian suara misterius itu kembali menggema.
“Pilihan yang berani. Kalau begitu, aku akan memberimu kesempatan untuk memulai kembali.”
Cahaya terang turun dari atas dan memasuki dahi Qin Xuan.
Dalam sekejap, berbagai tulisan asing memenuhi pikirannya. Tulisan-tulisan itu perlahan tersusun menjadi sebuah teknik kultivasi.
Teknik Kekacauan Segala Perubahan.
Qin Xuan belum pernah mempelajari teknik tersebut. Anehnya, ketika mulai menjalankannya, energi di sekelilingnya langsung bergerak mengikuti kehendaknya.
Kabut kelabu mengalir masuk ke tubuhnya.
Rasa sakit yang selama ini memenuhi dada dan seluruh anggota tubuhnya perlahan menghilang. Tulang yang retak pulih, saluran energi yang rusak kembali tersambung, dan Dantiannya terbentuk kembali.
Namun, perubahan itu belum berhenti.
Jauh di dalam pagoda, setetes darah misterius memancarkan cahaya. Darah tersebut menembus ruang dan menyatu dengan tubuh Qin Xuan.
Tubuhnya bergetar hebat.
Kekuatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya mengalir melalui darah dan tulangnya.
“Tubuh Dewa Segala Hukum akhirnya bangkit,” gumam sosok misterius itu.
Pada saat bersamaan, jauh di luar dunia yang dikenal Qin Xuan, para ahli yang sedang berlatih dalam pengasingan merasakan perubahan luar biasa.
Berbagai kekuatan alam bergetar seolah menyambut kelahiran sesuatu yang telah lama menghilang.
Namun, Qin Xuan tidak mengetahui semua itu.
Ketika membuka mata, ia hanya merasakan satu hal.
Kekuatannya telah kembali.
Bahkan, tubuhnya sekarang jauh lebih kuat dibandingkan sebelum Dantiannya hancur.
Ia masih berada di Alam Penguatan Tubuh, tetapi kekuatan fisiknya telah mencapai lebih dari empat puluh ribu kilogram.
Qin Xuan mengepalkan tangan. Untuk pertama kalinya sejak pengkhianatan di sekte, ia merasa memiliki kesempatan untuk mengubah nasibnya.
Tiba-tiba, suara pertengkaran terdengar samar.
“Qin Heng! Bagaimana kau bisa memperlakukan saudaramu sendiri seperti ini?”
Qin Xuan mengenali suara tersebut.
“Ibu?”
Kesadarannya segera kembali ke dunia luar.
Di depan gerbang Keluarga Qin, Liu Qingyue berlutut sambil memeluk kedua anaknya.
Air mata mengalir di pipinya ketika melihat Qin Xuan dan Ling'er terbaring dengan tubuh penuh luka.
“Qin Xuan sudah banyak berjasa untuk keluarga ini. Mengapa kalian memperlakukannya seperti musuh?”
Qin Heng tertawa meremehkan.
“Bibi Liu, keluarga tidak membutuhkan orang yang sudah kehilangan kekuatannya.”
Liu Qingyue memeluk Ling'er semakin erat.
“Kalau begitu, setidaknya berikan obat untuk Ling'er. Dia hampir tidak bisa bernapas.”
“Aku punya saran,” jawab Qin Heng sambil menyeringai.
“Tuan Muda Ketiga Keluarga Sun sudah lama menginginkan Ling'er. Nikahkan saja dia sebagai selir. Mungkin keluarga Sun bersedia membantu mendapatkan Pil Pemulih Roh.”
Wajah Liu Qingyue memucat.
Ia mengetahui reputasi buruk Tuan Muda Ketiga Keluarga Sun. Menyerahkan Ling'er kepada lelaki itu sama saja dengan membiarkannya mengalami penderitaan yang lebih mengerikan.
“Jangan pernah berpikir aku akan menyerahkan putriku!”
“Kalau begitu, jangan meminta bantuan.”
Seorang gadis berpakaian mewah yang berdiri di dekat mereka akhirnya angkat bicara.
“Cukup, Kakak Qin Heng. Bagaimanapun, Kakak Qin Xuan pernah berjasa bagi keluarga.”
Gadis itu adalah Qin Qianqian, cucu kesayangan Tetua Agung.
Liu Qingyue segera menoleh kepadanya.
“Qianqian, tolong bantu mereka. Bukankah kau dahulu sangat dekat dengan Qin Xuan?”
Qin Qianqian memandang pemuda yang masih terbaring itu.
“Aku tidak melupakan kebaikannya, Bibi. Tetapi Pil Pemulih Roh sangat berharga.”
“Apa yang bisa kulakukan?”
“Tapi jika Kakak Qin Xuan bersedia menyerahkan semua Teknik Kultivasi dan Teknik Bela Diri milik Sekte Bintang Langit, aku akan meminta Kakek memberikan pil tersebut.”
Liu Qingyue menatapnya tidak percaya.
“Qianqian, kau tahu akibatnya jika rahasia teknik sekte dibocorkan!”
Qin Qianqian tidak menghindari tatapannya.
“Kalau begitu, aku tidak bisa membantu.”
Liu Qingyue kehilangan kata-kata.
Gadis yang dahulu selalu mengikuti Qin Xuan sambil memanggilnya dengan penuh keakraban kini bersedia mempertaruhkan keselamatan sepupunya demi mendapatkan teknik berharga.
“Jadi, kau tega memanfaatkan keadaan Ling'er demi mendapatkan teknik milik sekte?”
Suara Qin Xuan tiba-tiba terdengar.
Liu Qingyue segera menoleh. “Xuan'er! Kau sudah sadar?”
Qin Xuan bangkit perlahan. Ia melihat wajah ibunya yang basah oleh air mata, lalu menatap Ling'er yang masih tidak sadarkan diri.
Dadanya terasa sesak.
Ia telah memperoleh kembali kekuatannya, tetapi adiknya masih berada di ambang kematian.
“Ibu, aku akan menyelamatkan Ling'er.”
Qin Qianqian mencoba tersenyum. “Kakak Qin Xuan, aku hanya ingin membantu. Kalau kau menyerahkan teknik-teknik itu—”
“Tidak usah.”
Jawaban singkat tersebut membuat senyumnya membeku.
Qin Xuan kemudian menatap Qin Heng.
“Serahkan obat penyembuh yang kau miliki.”
Qin Heng tertawa keras.
“Kau masih belum sadar? Dantianmu sudah hancur. Apa yang bisa kau lakukan?”
Qin Xuan tidak menjawab. Dalam sekejap, tubuhnya bergerak maju.
Sebelum Qin Heng sempat bereaksi, sebuah tangan telah mencengkeram lehernya dan mengangkat tubuhnya dari tanah.
Tawa Qin Heng langsung terhenti.
Para murid keluarga yang berdiri di sekitarnya segera menyerang, tetapi Qin Xuan segera melepaskan gelombang kekuatan dari tubuhnya.
Semuanya terlempar.
Qin Qianqian mundur dengan wajah pucat.
“Mustahil... Bukankah Dantiannya sudah hancur?”
Qin Xuan mengabaikannya. Ia mempererat cengkeramannya pada leher Qin Heng.
“Untuk terakhir kali aku meminta dengan baik,” katanya dingin. “Sekarang, katakan di mana obat itu.”
......................
Bersambung...