NovelToon NovelToon
Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puja Mardika

Aelsana Jamira, mahasiswi cerdas yang baru lulus kuliah, menerima pekerjaan di Hanggara Group tanpa menyadari bahwa atasannya, Raksa Hanggara, adalah ayah dari Langit, anak yang selama ini ia rawat sebagai pengasuh sekaligus guru lesnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puja Mardika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

"Tapi waktu itu kelihatannya kalian dekat banget." Hanya dengan mengingat apa yang dia lihat hari itu, dada Sana terasa sesak dan sedikit sedih.

"Kamu sama Adi kelihatannya akrab. Kalian cocok." Sama seperti Sana, suasana hati Raksa ikut muram saat mengingat kejadian hari itu.

"Adi?! Maksud Bapak Aditya Mahawira? Bapak pikir kami cocok?" Tunggu, ada yang salah! Dari nada bicara Raksa, apa dia mengira Sana pacar Adi?

Tunggu sebentar! Adi jelas-jelas pacar Kika. Kok bisa Raksa salah paham?

Oh, dan hari itu waktu membayar tagihan, seluruh pikirannya tertuju pada Raksa. Dia bahkan tidak melihat berapa totalnya sebelum tanda tangan, dan sampai sekarang belum melihat tagihannya. Aneh sekali!

"Dia anggota keluarga Mahawira, dan sekarang jadi general manager Twenty One Hotel. Kamu... nggak tahu?" Raksa mengernyit, ikut bingung.

Seharusnya Sana tahu siapa Adi, tapi kenapa dia tampak sama sekali tidak sadar? Atau jangan-jangan Adi yang tidak jujur?

"Apa?!" Apa dia salah dengar? Adi general manager hotel itu?

Jadi, jadi, jadi hari itu Adi sengaja mengajak dia dan Kika ke restoran hotelnya, dan sejak awal tidak berniat membiarkan dia mentraktir mereka!

"Kelihatannya kamu benar-benar nggak tahu apa-apa, Sana. Dia baik sama kamu?"

Sebagai atasan, Raksa sudah biasa memanggil Sana dengan namanya. Tapi Sana tidak berhenti memanggilnya "Pak Raksa".

Itu tanda jarak yang masih ada di antara mereka. Karena itu, walau makin peduli padanya, Raksa tetap menyesuaikan langkahnya.

Setelah gagal dalam pernikahan, Raksa sangat berhati-hati dalam menjalin hubungan. Dia bukan tipe yang jadi trauma setelah satu kali dikecewakan, tapi juga bukan tipe yang langsung bertindak begitu jatuh cinta.

Dia perlu memastikan perasaan Sana lebih dulu sebelum memutuskan apakah akan membuka hatinya dan membiarkan perasaannya mengalir padanya.

"Siapa? Adi? Pak Raksa pasti salah paham. Adi bukan pacar saya. Dia pacar teman saya."

Sana akhirnya sadar Raksa salah paham soal hubungannya dengan Adi. Dia tidak bisa menahan senyum tipis.

"Beneran bukan?"

Raksa ikut tersenyum, dan tiba-tiba dia merasa lega, seperti beban besar yang selama ini menekan dadanya baru saja diangkat.

"Beneran bukan."

Sana menggeleng, senyumnya makin lebar. Dia tidak tahu apa yang membuatnya bahagia, tapi melihat ekspresi Raksa membuatnya geli dan senang.

Mungkin karena dia sadar Raksa ternyata sedikit peduli padanya. Walau di kantor maupun di rumah mereka selalu saling menghormati, mereka tetap saling memperhatikan.

"Aku benar-benar nggak ngerti kamu. Kenapa tiba-tiba ketawa begitu? Apa yang lucu?" Seperti tertular, bibir Raksa ikut melengkung, dan senyumnya makin lebar.

"Nggak ada apa-apa, Pak! Saya cuma tiba-tiba kepikiran, kalau Bapak dan Langit sering tertawa bersama, Langit pasti senang sekali." Karena memikirkan Langit, Sana tetap berusaha sebaik mungkin membantu memperbaiki hubungan ayah dan anak itu.

Sejujurnya, Raksa memang sudah berubah belakangan ini, dan dia senang melihatnya. Tapi Langit butuh lebih dari itu, jadi dia harus terus berjuang untuk Langit.

"Kamu lihat sendiri aku sudah berusaha lembut sama dia. Tapi ini nggak bisa buru-buru, kan?" Raksa menghela napas panjang sambil menatap Sana. Dia sedang berusaha, dan Sana seharusnya bisa merasakannya.

"Saya tahu nggak bisa buru-buru. Tapi setidaknya hari ini Bapak lebih baik sama Langit, ya? Pelan-pelan nggak apa-apa, tapi harus maju sedikit tiap hari."

Walau tidak bisa terburu-buru, dia tetap berharap di hari ulang tahun Langit, Raksa bisa berusaha sedikit lebih keras. Mungkin dengan melewati hari ini, beban di hati Raksa akan terurai sendiri.

"Jadi... kapan hubungan kita berkembang?" Karena rumah sudah hampir terlihat, Raksa memutar kemudi dan mengganti topik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!