NovelToon NovelToon
Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Bagi dr. Alunar Abya Manggala (23 tahun), bertugas di pedalaman Kalimantan adalah pembuktian lepas dari nama besar ayahnya, Komjen Pol. Faza Idam Manggala. Namun, idealisme dokternya diuji saat ia nekat ingin menerobos jalur merah perbatasan demi menyelamatkan warga yang kritis.

Bagi Kapten Infanteri Sagara Danendra (28 tahun), aturan lapangan adalah harga mati. Mengemban tanggung jawab berat sebagai Danki Satgas sekaligus Danposkotis di Nunukan.

"Tugas saya menyelamatkan nyawa, Kapten!" protes Alunar sengit.

"Dan tugas saya memastikan Anda tetap hidup untuk melakukan tugas itu, Dokter Alunar! Di sini, Anda ikuti aturan main saya,” balas Sagara tidak kalah sengit.

Ketegangan makin memuncak ketika jalur perbatasan memanas oleh jaringan kriminal internasional yang sedang diburu lembaga yang dipimpin ayah sang gadis, yang tidak lain sosok laki-laki paling dibenci Sagara. Laki-laki yang menyebabkan ayah Sagara meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Jerat Gadis Berhijab Marun

Sejak kejadian sore di halaman markas. Banyak para anggota menatap Alunar dengan tatapan kasihan. Dikatai bodoh di depan umum, jelas menimbulkan rasa sakit di hati Alunar. 

"Benar-benar tentara gila! Aneh! Berhati batu!" gerutu Alunar dengan suara yang cukup nyaring.

Irma yang sedang melipat selimut di ranjang sebelah langsung menoleh ke arah Alunar. 

"Ada apa lagi, dok? Masih memikirkan kejadian dengan Kapten Sagara di halaman sore tadi?" tanya Irma penasaran.

"Apalagi kalau bukan karena dia! Kakak dengar sendiri kan bagaimana dia membentakku di depan gerbang tadi?" omel Alunar dengan nafas yang memburu.

"Dia bilang aku bodoh dan tidak bertanggung jawab! Padahal aku ini baru saja menyelamatkan dua puluh anak di Kampung Tetangga dari serangan demam massal!" tambah Alunar lagi sambil menghempaskan tubuhnya ke ranjang. 

Irma terkekeh pelan, lalu berjalan mendekati Alunar.

"Dokter Alunar, dengar penjelasan saya dulu ya. Menurut pandangan saya pribadi, Kapten Sagara itu sebenarnya tidak seburuk yang dokter tuduhkan selama seminggu ini," bela Suster Irma sambil tersenyum tipis yang penuh arti.

"Tidak seburuk bagaimana? Kakak sendiri tadi siang sampai gemetar ketakutan saat dia membentak untuk segera kembali ke barak kesehatan," potong cepat Alunar.

"Kalau sedang bertugas di lapangan. Beliau memang terkenal sangat tegas, disiplin, dan menyeramkan, dok," tutur Irma mencoba meluruskan kesalahpahaman.

"Tapi asal dokter tahu saja. Kapten Sagara itu sosok pria yang sebenarnya sangat perhatian dan bertanggung jawab pada bawahannya," puji Irma. 

"Maksudnya?" tanya cepat Alunar 

"Beliau itu  selalu memastikan pasokan logistik tim kesehatan kita aman, tidak pernah tidur malam sebelum memastikan seluruh pos benar-benar aman, serta berdiri di barisan paling depan," jelas Irma panjang lebar tentang Sagara. 

"Perhatian dari mana? Yang ada dia selalu mencari-cari kesalahan orang dengan alasan militer yang tidak masuk akal!" gerutu Alunar dengan nada jengkel, mengingat kembali urusan buah apel kemarin siang. 

"Bagi saya dan beberapa perawat senior di sini, Kapten Sagara itu adalah sosok laki-laki idaman yang sangat langka, dok," seloroh Irma sambil tertawa kecil. Sengaja menggoda Alunar yang tampak mulai mendengarkan.

"Kalau saja belum menikah, saya pasti sudah ikut mengantri bersama gadis-gadis lain untuk menarik perhatiannya," canda Irma lagi dengan mata berbinar-binar.

"Laki-laki idaman? Yang benar saja. Selera kalian aneh kalau sampai mengidamkan pria kasar dan pendendam seperti dia," gerutu Alunar sambil membuang muka ke arah jendela kamar. 

"Ah, dokter saja yang belum melihat sisi lembut dari hatinya yang paling dalam. Suatu hari nanti, dokter pasti akan paham apa yang saya maksud malam ini," timpal Irma yakin. 

“Masa sih,” ucap Alunar tidak percaya. 

"Sudah larut malam, dok. Mari kita istirahat. Besok pagi masih banyak pasien anak-anak yang harus kita periksa di bangsal medis," ajak Irma menyudahi obrolan. Lalu mematikan lampu kamar. 

"Iya, selamat tidur, Kak," saut Alunar dengan suara lirih dari balik bantalnya.

Alunar menarik selimut hingga menutupi dada, mencoba membuang jauh-jauh tentang sosok Sagara versi Irma.

“Pokoknya dia laki-laki sangat menyebalkan,” gerutu Alunar sambil memejamkan paksa kedua matanya.

***

Keesokan siangnya, di dalam bangsal medis yang jendelanya terbuka lebar-lebar. Terlihat Alunar sibuk memeriksa beberapa anak kecil yang mendapatkan pengobatan gratis. Hijab marun yang ia kenakan semakin menambah kecantikannya. Sedangkan diluar jendela tampak Sagara terus mengawasi Alunar.

"Cup, cup, anak pintar dan hebat. Lihat mata kakak sini. Suntikannya seperti digigit semut kecil," bujuk Alunar dengan nada suara yang terdengar sangat lembut dan menenangkan. 

“Beneran, kakak dokter?” 

“Kalau sakit bilang ke kakak ya.” 

“Baik, Kak.” 

Saat seorang pasien anak percaya pada dirinya. Alunar langsung menyuntikkan vaksin ke lengan atas. 

"Nah, selesai!” 

“Sudah selesai, dok?” 

“Sudah selesai, seperti digigit semut kan?” 

“Benar, lebih sakit digigit semut.” 

“Karena sudah berani disuntik vaksin. Maka, kakak dokter kasih vitamin untuk anak pintar dan hebat," puji Alunar sambil tersenyum manis. 

"Dia ternyata memiliki hati yang luar biasa tulus untuk orang-orang di sini.” 

Rasa kagum langsung memenuhi hati dan pikiran Sagara untuk Alunar. Meskipun dirinya mencoba membuat benteng. Namun, nyatanya rasa kagum pada sosok Alunar semakin besar. 

Arisandhi yang sejak tadi menyadari arah pandangan komandannya langsung berdehem keras dengan sengaja demi memecah lamunan tersebut. 

"Ehem! Izin, Ndan. Tampaknya dokter Alunar sangat mahir dan telaten menenangkan anak-anak pedalaman," pancing Arisandhi dengan nada suara meledek. 

"Bagaimana menurut pandangan mata Anda sendiri, Komandan? Pemandangan di dalam sana sangat indah dan menyejukkan hati, bukan?" tanya Arisandhi lagi sambil menolehkan ke arah wajah Sagara.

"Astaga! Fokus pada perimeter keamanan, Letnan! Jangan membiasakan diri mengurusi hal-hal di luar tugas patroli utama pos!" tegur Sagara kaget saat tiba-tiba ada Arisandhi berada di sampingnya. 

"Siap, perintah dimengerti, Ndan! Fokus pada perimeter luar, bukan pada kaca jendela dokter Aluna yang cantik!" sahut Arisandhi dengan senyum lebar penuh kemenangan.

"Kembalilah ke dalam ruang logistik sekarang juga dan segera periksa ulang seluruh laporan amunisi cadangan kita!" perintah Sagara dengan nada suara yang semakin meninggi untuk menutupi rasa malu dan salah tingkahnya yang tertangkap basah mengawasi Alunar. 

"Siap, laksanakan perintah, Ndan!" pamit Arisandhi sambil memberikan sikap hormat lalu tertawa kecil yang ditujukan untuk Sagara 

“Ingat Sagara, dia itu putri dari jenderal Faza,” ucap Sagara menyakinkan dirinya yang kini mulai retak karena pesona kuat Alunar

Sore hari gumpalan awan semakin gelap. Rintikan air yang mulai menetes membasahi wilayah Poskotis dan sekitarnya. Membuat semua orang keluar untuk menikmati hujan pertama. 

"Hujan! Akhirnya hujan turun juga di pos kita!" teriak Oka dari arah teras barak jaga dengan penuh semangat.

"Ayo semuanya keluar ke lapangan! Kita nikmati air hujan pertama setelah kemarau panjang ini!" seru prajurit lainnya bersahutan sambil berlarian keluar menuju halaman terbuka.

Alunar yang baru saja selesai merapikan tumpukan berkas medis langsung berlari kecil keluar menuju teras. Mengikuti semua orang menikmati berkah hujan pertama. 

Wajah lelahnya seketika berubah menjadi sangat cerah, gembira, dan berseri-seri. Tanpa memperdulikan bajunya basah kuyup.

"Alhamdulillah ya Allah! Akhirnya kemarau panjang ini berakhir juga!" seru Alunar sambil merentangkan kedua tangannya. 

Menengadahkan wajahnya yang tertutup hijab maron lurus ke arah langit. Membiarkan butiran air hujan membasahi kain hijabnya dan mengalir di permukaan kulit wajahnya. 

Di saat yang bersamaan Sagara yang masih berada di lorong langsung menghentikan langkahnya saat melihat Aluna. Pandangan matanya terkunci pada Alunar yang saat ini terlihat sangat cantik.

"Ndan? Anda tidak jadi memeriksa bagian tanggul air di belakang barak?" tanya seorang prajurit piket.

Sagara tidak menjawab pertanyaan itu sama sekali. Ia hanya mengangkat tangan kanannya sekilas sebagai isyarat pendek agar prajurit itu segera melanjutkan tugasnya tanpa perlu mengganggunya. 

“Siap, Ndan. Permisi.” 

Selayaknya tengah terhipnotis. Sagara berjalan menghampiri Alunar. 

"Bagaimana mungkin ada perempuan seperti dia tempat sekeras ini?" gumam Sagara terpesona. 

Sangking terpesonanya pada Alunar. Hingga Sagara tidak menyadari keberadaan Arisandhi di belakangnya.

"Sangat cantik dan menawan ya, Bang?" tanya Arisandhi dengan nada suara yang sengaja dibuat sangat pelan. Namun, sudah mampu menyadarkan Sagara. 

"Jaga ucapan dan bicaramu di depan umum, Lettu Arisandhi," tegur Sagara dengan pelan. Namun anehnya kali ini nada suaranya sama sekali tidak terdengar ketus, galak, atau marah seperti biasanya. 

"Abang tidak akan pernah bisa membohongi pandangan mata," bisik Arisandhi lagi.

"Dia itu perempuan yang sangat tangguh saat harus membawa motor trail menembus bukit curam,” tutur Arisandhi. 

“Dia juga sangat tulus dan lembut saat merawat anak-anak kecil pedalaman. Lihatlah ke depan sana sekarang, Bang!” pinta Arisandhi.

“Dia terlihat sangat bahagia dan cantik hanya karena berkah air hujan. Dia benar-benar memiliki paket komplit yang diimpikan oleh setiap laki-laki sebagai seorang perempuan.” 

Arisandhi menjeda ucapannya. Hanya untuk Sagara berpikir lebih jernih. 

“Sekarang saya tanya ke Abang. Ego dan dendam macam apalagi yang mau Abang pakai sebagai alasan untuk terus membencinya di pos ini?" tanya Arisandhi memberikan pertanyaan telak yang berhasil menembus jantung pertahanan batin Sagara. 

“Tidak ada, Bang. Dia tidak pantas untuk dibenci,” ucap Arisandhi lalu pergi meninggalkan Sagara. 

"Bagaimana mungkin aku tetap mempertahankan rasa benci ini pada perempuan seperti dia?" lirih Sagara tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok Alunar yang mulai mengajak perawat lain ikut merayakan turunnya hujan. 

“Benar kata Sandhi. Jika dia memiliki apapun yang diidamkan oleh setiap laki-laki. Termasuk diriku,” ucap jujur Sagara pada dirinya. Rasa kagum tampaknya benar-benar meruntuhkan kebenciannya. 

1
ika
dredeg aku....
syora
alhamdulillah alunan slamat
ya allah saga harga dr anda bnr" ya ckckcj
Danny Muliawati
jangan terlalu benci nanti cinta loh 😜
Danny Muliawati
pasti jodoh ini mah 😄
ika
who is?
musuh siapa ini?
ika
akhir nya update juga...
semangat ya Thor...
di tggu update selanjutnya...
Cichio23: siap kakak
total 1 replies
ika
hahaha....

kasian sekali kamu Sagara 🤭🤭🤭
ika
ga sabar nunggu mereka jadian 🤭🤭🤭
ika
jreng jreng jreng....

silahkan berusaha Sagara 😄🤣🤣
syora
benci bd tipis sm cinta
aplikasi klau smpai luna th ms lalu ayah saga yg jg bertindak kurang baik ke ayah faza dl
ingt saga ada tour tunai,jgn slh lngkh hnya krna ego yg blm tentu bar knyataannya
ika
wes ta lah ...
benci jadi cinta iku....
nikmati saja, buang dendam nya Sagara ...
alunar gadis baik, dari klrga baik jg...
syora: setujuuuuu pkai👍👍👍👍👍tar klau alunan bnr" bnci blik
habis dah saga
total 1 replies
ika
lanjut kan saja Sagara...
mpe kpn kamu seperti itu???
syora
setuju posisi blh kapten tp klau nggak bs profesional buat apa
Fatimah Zubaedah
duh Sagara...Awas nanti jatuh cinta,cinta kepada alunar
ika
ayahmu yg jahat Sagara, kamu ga tau kan cerita nya?
ak loch dah baca . ..
🤭🤭🤭
Cichio23: Masa sih, Kak? Othor loh belum tahu🤭😄
total 1 replies
syora
padahal kamu blm tahu almarhum ayah dl seperti apa
lanjut sj egomu gara
hingga penyesalan
bikin pingin ngetik kalau aja nih ank
ika
tegang cuy....
Fatimah Zubaedah
tahan nafas thorr bacanya😄
syora
aduhhh kapten saga jgn trlalu menuruti ego
lg pl ada crita knpa,ayah km dimutasi
ika
ngeri ya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!