NovelToon NovelToon
Kebangkitan Darah Naga

Kebangkitan Darah Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Ahli Bela Diri Kuno / Kultivasi
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Yanto Hl

Dikhianati istri sendiri, Kai kehilangan segalanya. Yang tersisa hanyalah putrinya, Aurelia — satu-satunya cahaya yang perlahan padam karena penyakit mematikan. Di titik terendah, darah yang tertidur ribuan tahun akhirnya bangkit.

Ia bukan lagi orang yang bisa diinjak. Garis keturunan Naga Tertinggi kini mengalir di uratnya. Ia bersumpah:

Yang mengkhianati akan berlutut. Kota yang membuang akan tunduk. Aurelia akan hidup — walau harus melawan surga sekalipun.

Namun kekuatan naga membuka gerbang dunia lain. Pengkhianatan itu bukanlah akhir, melainkan awal rencana gelap yang melintasi waktu. Kai kini harus melintasi dimensi, menguasai bela diri kuno, dan memimpin tim ke tempat yang tak pernah manusia jangkau. Dan di tengah badai pembalasan, ia paham: kekuatan terbesar bukanlah kemampuan menghancurkan, tapi alasan untuk melindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanto Hl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 33 — Nama yang Tak Boleh Diucapkan

Ruangan itu sunyi hingga terasa menekan. Tulisan di pinggir peti itu bersinar pudar, lalu perlahan meredup, seakan ikut berhenti bernapas. Kai melangkah mendekat, jemarinya menyentuh permukaan batu yang masih terasa hangat — bekas benda yang hilang itu belum lama pergi.

"Apa yang disimpan di sini?" suaranya bergema pelan di ruangan luas itu.

Elowen berdiri di sisi lain peti, matanya meneliti setiap sudut dinding yang tertutup bayangan. "Tempat ini bukan dibangun untuk menyimpan benda. Ia dibangun untuk menahannya."

Dari arah lorong tempat sosok bertopeng itu menghilang, suara langkah kaki terdengar — bukan satu, melainkan banyak, mendekat dengan irama yang tetap dan mengancam. Tak lama kemudian, sepasang pintu besar di ujung ruangan terbuka perlahan, dan barisan sosok berjubah kelabu melangkah masuk. Wajah mereka sama persis — tanpa ciri khas, tanpa ekspresi, seakan dicetak dari satu cetakan.

"Penjaga Keseimbangan," bisik Seraphina, mengenali lambang di dada mereka. "Mereka yang diyakini sudah musnah sejak zaman leluhur."

Pemimpin mereka melangkah maju, suaranya datar tanpa nada. "Kalian melanggar batas yang tak boleh dilintasi. Serahkan gadis itu, dan kalian boleh pergi tanpa luka."

Kai melangkah ke depan Aurelia. "Kami tidak mencari masalah. Kami mencari kebenaran. Siapa yang kalian lindungi?"

"Kami melindungi ketertiban," jawab penjaga itu dingin. "Apa yang kalian sebut kebenaran hanyalah kekacauan yang menunggu untuk lahir."

Kaelan melangkah ke sisi kiri kakaknya. "Kami tidak akan menyerahkan siapa pun. Jika kalian ingin melawannya… lewat mayat kami."

Penjaga itu mengangkat tangan, dan barisan di belakangnya maju serentak. Pertarungan meletus seketika — bukan dengan amarah, melainkan dengan ketepatan yang mengerikan. Setiap gerakan penjaga itu terkoordinasi sempurna, seakan mereka satu tubuh dengan banyak tangan. Elara dan Ren menahan serangan depan, Dagan memperkuat lantai agar tidak runtuh, Lyra dan Lirael membentuk perisai di sisi sayap, namun musuh tak mundur sedikit pun.

Mereka tidak lelah, tidak terluka, tidak gentar — setiap kali salah satu jatuh, yang lain mengisi tempatnya seketika.

"Mereka tak bisa dikalahkan satu per satu," teriak Kaelan di tengah bising pertarungan. "Mereka tidak bertarung untuk diri sendiri!"

Aurelia berdiri di tengah, tidak ikut bertarung, tidak juga mundur. Matanya menatap lurus ke arah lorong tempat sosok bertopeng itu pergi. Ia merasakan panggilan samar — bukan dari penjaga di depannya, melainkan dari ruangan yang lebih dalam, di balik pintu tertutup di ujung lorong.

"Ayah," panggilnya pelan namun tegas. "Itu bukan tujuan mereka. Mereka hanya menahan kami agar tidak masuk lebih dalam."

Kai menoleh, melihat ke arah pintu yang tertutup itu. "Kau yakin?"

"Aku merasakannya," jawab Aurelia. "Sesuatu sedang dipersiapkan sekarang. Jika kami menunggu di sini… akan terlambat."

Kai mengangguk cepat. "Kita tembus barisan mereka! Lirael, buka jalan!"

Lirael mengangkat kedua tangannya, sayapnya menyebar lebar, memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan. Saat penjaga itu menutup mata, mereka berlari menerobos celah yang terbuka, melesat menuju lorong yang lebih dalam. Di belakang mereka, pintu ruangan tertutup sendiri tepat saat penjaga itu berusaha mengejar — Lyra dan Dagan menahannya dari sisi lain, mengunci jalan masuk agar tidak ada yang menyusul.

Lorong itu semakin gelap semakin dalam mereka melangkah, namun dindingnya bercahaya samar dengan warna ungu tua yang berdenyut. Di ujungnya terbuka ruangan berbentuk lingkaran, di tengahnya berdiri sebuah meja batu tempat sosok bertopeng itu berdiri diam, menunggu mereka.

"Kalian cepat," katanya, suaranya tenang. "Tapi tidak cukup cepat."

Di atas meja itu terukir sebuah lingkaran yang sama persis dengan tanda di telapak tangan Aurelia — tiga titik bercahaya, bersinar terang seakan memanggil.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kai tajam.

Sosok itu menoleh, menatap Aurelia lekat-lekat. "Aku menyelesaikan apa yang dimulai ribuan tahun lalu. Kekuatan yang tertanam di dalam gadis ini bukan pemberian. Ia utang. Dan utang harus dibayar."

Ia mengulurkan tangan ke arah Aurelia, dan tanda di telapak tangan gadis kecil itu terasa panas, menariknya perlahan mendekat.

"Siapa yang menagihnya?" tanya Kaelan, melangkah maju.

Sosok itu tersenyum tipis, lalu perlahan menyebutkan satu nama — nama yang membuat udara di ruangan itu terasa dingin membeku.

"Nama itu tak boleh diucapkan," katanya pelan. "Tapi kalian akan mengenalnya saat ia datang mengambil apa yang menjadi miliknya."

Tiba-tiba lantai bergetar hebat. Dari ketiga titik di meja batu itu, cahaya melesat ke langit-langit, menembus ke atas, menembus segala batas, menuju tempat yang tak terlihat. Dan di kejauhan, terdengar suara — bukan gemuruh, bukan teriakan, melainkan tarikan napas panjang, dari sesuatu yang baru saja terbangun dari tidur yang tak terhitung lamanya.

Sosok bertopeng itu mundur ke sisi meja, menatap ke arah langit-langit yang retak. "Pintu sudah terbuka. Sekarang tinggallah menunggu."

"Siapa dia?" bentak Kai, melangkah mendekat. "Siapa yang kau panggil?"

Sosok itu menatapnya, dan untuk pertama kalinya terlihat kesedihan di matanya. "Seseorang yang dipercaya menjaga keseimbangan… dan dikhianati oleh mereka yang ia lindungi. Ia tidak datang untuk menghancurkan, Kai. Ia datang untuk mengambil kembali apa yang dirampas darinya."

Cahaya di ruangan itu berubah menjadi merah pucat. Dari celah di langit-langit, bayangan mulai turun — perlahan, berat, membawa hawa yang tak asing.

Aurelia melangkah mendekat ke meja batu, menatap ketiga titik itu. "Aku mengenali perasaannya," bisiknya. "Ia tidak marah. Ia sedih."

Sosok itu tertegun. "Kau merasakannya?"

"Ia kesepian," jawab Aurelia lembut. "Sama seperti bayangan yang kami temui dulu. Ia hanya ingin pulang."

Sosok itu terdiam lama, lalu perlahan melepaskan tangannya dari tepi meja. "Kau tidak tahu betapa besarnya luka yang dibawanya. Ia tidak akan mendengar permohonan. Ia hanya akan melihat apa yang dirampas."

Suara di atas semakin keras. Sesuatu yang sangat besar sedang turun — mendekat, semakin dekat, dan tak ada yang tahu apakah dinding tempat ini cukup kuat menahannya.

1
Youngku Manz
thorr.. aku mampir nih dan ninggali jejak, jgn lupa mampir juga di cerita baru aku ya yang bernama "RUMAH DI UJUNG JALAN LAYANG" aku tunggu loh kedatangmu di novelku dan jejakmu juga😊😍😍🤗
Yanto Hulu: 🙏 ok thor
total 1 replies
Yanto Hulu
Thanks tor
Gunadi Hudaya
sptnya ngak memerlukan review panjang lebar lagi. aku suka dengan piliha pilihan kata yg dipakai author. dalam hal karakterisasi tunggu dulu
Gunadi Hudaya
Oke, review. tulisan enak dibaca, alur mengalir halus, tidak ada ganjalan berarti yg bisa membuat pembaca berhenti. plot masih belum kelihatan tapi bagian akhir memberikan hook yg membuat orang ingin membaca bab 2. karakter juga mampu mengundang simpati kepada pembaca.
Yanto Hulu: Thanks tor🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!