NovelToon NovelToon
CINTA KETIGA GUZ AZAM Ning Sopiah Yang Ku Kagumi

CINTA KETIGA GUZ AZAM Ning Sopiah Yang Ku Kagumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurelia Sadewa

Ning sopiah

Aku adalah santri Alumni Pesantren Darunajjah yang sudah lulus S1 Ilmu Tafsir Hadis.
Dulu aku adalah santai yang aktif dan cerdas di pesantren, Kiayi Kholil Pendiri dan Pemilik Pesantren sering menyebut ku ini calon mantu... tapi aku selalu tidak menghiraukan beliau, aku anggap itu candaan.

Empat tahun sudah berlalu setelah aku selesai S1, tiba-tiba aku diminta untuk kembali ke Pesantren.
Aku kaget Kiayi Kholil telah meninggal 3 tahun yang lalu dan di teruskan oleh Anak nya Gus Azam yang aku pun tak pernah bertemu, karena sewaktu aku mondok gus azam kuliah di Kairo Mesir....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelia Sadewa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpukau Santri Pengabdian

Di Pesantren Darunnajah ada tradisi yang tidak pernah putus. Setiap santri yang lulus Aliyah wajib mengabdi 1 tahun. Ngajar, roan, jadi khadim.

Tahun ini yang lagi pengabdian itu Hasna. Baru lulus tahun kemarin. Masih muda, masih 18 tahun. Tapi kalemnya luar biasa dan aktifnya luar biasa.

Berbeda dengan Ning Sopiah. Ning Sopiah itu alumni Darunnajah 4 tahun lalu. Sekarang sudah 22 tahun, sudah jadi Ning, sudah jadi istri ketiga Gus Azam, sudah jadi idola santri putri.

Jadi kalau dulu, Ning Sopiah itu seniornya Hasna. Hasna masuk Darunnajah pas Ning Sopiah sudah kelas 3 Aliyah mau lulus.

Pagi itu jam 6, halaman putri masih basah.

Hasna berdiri pakai kerudung hitam polos, bawa papan absen kayu, "Putri, barisan! Siap murojaah!"

Semua baris rapi.

Dari gerbang putra, motor Supra berisik masuk. Itu Aa Hafidz.

Aa Hafidz kakak kandung Ning Sopiah, yang masih single, pulang dari Lirboyo singgah ke Darunnajah buat jenguk adiknya.

Ia parkir, matanya langsung ke Hasna.

"Subhanallah... santriah pengabdian tahun ini bagus adabnya," batinnya.

Ning Sopiah keluar dari ndalem pakai mukena putih, lihat kakaknya langsung sumringah.

"AA HAFIDZ!" sapa Ning Sopiah, "Kapan datang?"

"Baru sampai, Dek."

Saat itu Ning Latifah muncul bawa gorengan, teriak, "AA HAFIDZ! KAKAKNYA SOPIAH DATANG!"

Aa Hafidz malu, "Latifah pelan-pelan!"

Ning Latifah kepo, "Aa ngeliatin Hasna ya?"

Ning Sopiah yang dengar langsung senyum, "Aa, kenalin, itu Hasna. Adik angkatan Sopiah dulu. Dulu waktu Sopiah kelas 3 Aliyah 4 tahun lalu, Hasna baru masuk kelas 1 tsanawiyah, masih kecil, masih belepotan baca pegon. Sekarang MasyaAllah udah jadi pengurus pengabdian, kalem, aktif."

Aa Hafidz mengangguk, "Oh jadi ini adik kelasmu dulu, Dek? Pantesan adabnya mirip kamu, kalem."

Hasna yang dipanggil, jalan pelan ke arah mereka, menunduk.

"Ning Sopiah," sapa Hasna pelan, suaranya gemetar karena sungkan sama seniornya yang sudah jadi Ning, "Ning Latifah..."

Lalu ke Aa Hafidz ia hanya mengangguk, "Aa Hafidz, monggo."

Ning Sopiah tersenyum ke Hasna, "Hasna, ini kakakku, Aa Hafidz. Dulu yang sering Sopiah ceritain pas kamu masih ibtidaiyah, yang ngajarin Sopiah sabar."

Hasna jadi malu, masih ingat, "Nggih Ning, saya masih ingat dulu Ning Sopiah yang ngajarin saya cara lipat mukena yang rapi pas saya masih kelas 1, 4 tahun lalu. Ning Sopiah udah lulus, saya baru masuk."

"Nah itu," kata Ning Sopiah ke Aa Hafidz, "Dulu Hasna itu santri baru paling kalem, tapi kalau ada roan dia paling depan. Sekarang udah jadi pengurus pengabdian, MasyaAllah."

Aa Hafidz yang mendengar itu jadi makin terkesima. Jadi Hasna itu bukan gurunya Sopiah, tapi muridnya Sopiah dulu. Didikan senior yang 4 tahun lalu.

Siang di ruangan Gus Azam, Aa Hafidz serahkan proposal, Gus Azam goda adik iparnya.

"Hafidz, kamu masih single, kamu lihat adik kelas istrimu ini. Hasna, baru lulus tahun kemarin, masa bakti 1 tahun, bulan depan selesai, mau kuliah di Malang. Kalem, aktif. Gimana?"

Aa Hafidz keselek teh, "Gus..."

Jam 2 siang, Hasna ngajar Tahsin putri kecil di kelas.

"Coba lagi Dek, 'Ba'... bibirnya dirapetin... pinter..."

Aa Hafidz lihat dari luar jendela jarak 2 meter, ditemani Ning Sopiah.

"Gimana Aa?" bisik Ning Sopiah, "Itu Hasna yang dulu Sopiah ajarin lipat mukena 4 tahun lalu, sekarang udah bisa ngajar 20 anak, sabar banget kan?"

Aa Hafidz mengangguk, "MasyaAllah Dek, didikan kamu dulu berhasil. Dia kalem kayak kamu, tapi aktifnya luar biasa. Beda sama Latifah."

Ning Latifah muncul lagi, "WAH NGEGOSIPIN HASNA YA!"

Ning Sopiah langsung, "Sstt Kak Latifah! Hasna lagi ngajar!"

Hasna dari dalam menoleh, menegur lembut, "Ning Latifah, jangan berisik."

Ning Latifah langsung diam.

Selesai ngajar, Hasna keluar bawa Iqro, menunduk.

"Ning Sopiah, maaf tadi saya ngajarnya masih belepotan, masih belajar seperti dulu waktu Ning ngajarin saya 4 tahun lalu."

Ning Sopiah tertawa, "Udah bagus banget Hasna, kamu sekarang lebih sabar dari Sopiah dulu."

Aa Hafidz memberi jalan, "Mbak Hasna, saya sebagai kakaknya Sopiah jadi tenang, adik kelasnya Sopiah yang dulu kecil, sekarang udah jadi guru yang kalem aktif seperti ini. Tradisi pengabdian 1 tahun Darunnajah memang hebat."

Hasna tersenyum malu, "Semua karena didikan senior-senior seperti Ning Sopiah dulu, Aa. 4 tahun lalu kalau tidak diajari Ning Sopiah, saya tidak akan bisa sampai pengabdian sekarang."

Sore di pendopo, Gus Azam kumpulkan mereka.

"Hasna, Aa Hafidz butuh partner TPQ di desanya setelah kamu selesai bakti bulan depan. Kamu musyawarah dulu sama Abahmu ya."

Hasna mengangguk, "Nggih Gus."

Aa Hafidz jaga jarak, ada meja di tengah, "Kalau Mbak berkenan, saya tunggu kabarnya. Saya terkesima lihat santri baru lulus tahun kemarin yang kalem tapi aktifnya seperti Mbak. Seperti adik saya 4 tahun lalu, tapi sekarang versi pengabdian."

Ning Latifah nyeletuk, "WAH BERARTI HASNA DULU MURIDNYA SOPIAH, SEKARANG MAU JADI KAKAK IPAR SOPIAH DONG! DARI MURID JADI IPAR! WAH SERU!"

Gus Azam melotot, "LATIFAH!"

Semua ngakak.

Dan sore itu ditutup adem.

---Bersambung---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!