NovelToon NovelToon
Disakiti Tunangan Dicintai Mafia Posesif

Disakiti Tunangan Dicintai Mafia Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Dark Romance
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Livia Alessandra adalah tunangan yang sempurna, namun bagi Axel Killian, Livia hanyalah tameng untuk mendapatkan warisan kakeknya. Setiap kali Livia membutuhkan Axel, laki-laki itu selalu menghilang demi Elena. Alasan Axel selalu sama, yaitu Elena fisiknya lemah karena sakit.

Hingga pada akhirnya Livia memilih pergi dan menghilang dari Axel setelah puncaknya ia ditinggal Axel saat fitting baju pengantin. Dan saat itu Livia sudah tahu tentang hubungan Axel dan Elena dibelakangnya. Ternyata Elena bukan sahabat perempuan Axel, tapi mantan pacarnya.

Diambang kehancuran hati, semesta tidak membiarkan Livia jatuh. Ia diselamatkan oleh Morenzo, pemimpin mafia brutal yang diam-diam telah mengamatinya dengan obsesi gila sejak lama.

Livia kini bangkit kembali bukan sebagai pengemis cinta. Saat Axel mulai memohon kesempatan kedua karena sadar Elena hanyalah parasit, Livia hanya tersenyum dingin dibalik pelukan posesif Morenzo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elena Tidak Dipedulikan

Sore harinya, Livia meminta Axel menemaninya ke sebuah pameran perhiasan. Livia sengaja memilih tempat-tempat publik di mana teman-teman mereka kemungkinan besar akan melihat mereka bersama. Ia ingin membangun narasi bahwa Axel kembali ke pelukannya, namun tetap mempertahankan batas hanya teman agar ia tidak perlu memberikan komitmen apa-apa pada Axel.

"Axel, lihat kalung ini. Cantik, ya?" Livia menunjuk sebuah kalung berlian yang harganya setara dengan biaya satu tahun pengobatan Elena.

"Kamu mau itu, Liv? Biar aku ambilkan," Axel ingin membuktikan bahwa ia bisa memberikan lebih banyak pada Livia daripada yang pernah ia berikan pada Elena.

"Jangan sekarang, aku tidak mau kamu membeli perhiasan untukku sebagai bentuk penebusan dosa. Aku mau kamu membelinya karena kamu sadar bahwa aku layak mendapatkan yang terbaik, lebih dari siapapun yang pernah ada di hidupmu."

Kalimat itu adalah perintah terselubung. Livia sedang mendikte nilai dirinya di atas orang lain. Axel yang sudah kehilangan nalar sehatnya karena tekanan warisan dan rasa takut kehilangan Livia, hanya bisa mengangguk patuh. Ia merasa bahwa dengan menuruti setiap keinginan Livia, ia sedang membangun kembali puing-puing kehidupan.

Padahal, ia sedang menggali lubangnya sendiri.

Sepulang dari tempat pameran perhiasan, Axel akhirnya mengaktifkan ponselnya. Ada tiga puluh panggilan tak terjawab dari Elena dan puluhan pesan teks yang isinya mulai dari memohon, menangis, hingga mengancam akan melakukan hal nekat.

Dulu Axel akan langsung panik dan merasa menjadi pria paling jahat di dunia. Namun sekarang, setelah seharian berada di bawah pengaruh manipulasi Livia yang lebih berkelas, pesan-pesan Elena terasa seperti gangguan.

Livia yang kebetulan masih ada di samping Axel, langsung bertanya.

"Elena lagi?"

"Iya. Dia bilang dia pingsan tadi sore dan baru sadar," jawab Axel.

"Pingsan? Dan dia masih bisa mengirimkan pesan sebanyak itu? Hebat sekali daya tahan tubuhnya. Dulu, saat aku benar-benar masuk rumah sakit karena tipes akibat memikirkan pernikahan kita yang tidak jelas, aku bahkan tidak sanggup memegang ponsel. Tapi Elena, dia sungguh luar biasa, ya. Salut aku sama dia."

"Kamu benar, Liv. Dia mungkin cuma cari perhatian," gumam Axel. Livia tersenyum samar.

Tapi kau sudah terlambat, Axel. Meskipun kau sudah sadar sekalipun, kau dan Elena tetap harus merasakan sakitnya sebagai diriku.

"Kalau kamu memang merasa dia sakit, pergilah temui dia besok. Tapi besok pagi, Daddy mengundangku sarapan bersama. Dia bilang dia ingin membahas posisi wakil direktur yang baru untukmu." Livia menabur umpan lagi.

Axel hanya terdiam tidak menjawab apa-apa, karena memang Livia tidak ada seruan untuk mengajak Axel turut serta dalam pertemuan Livia dengan ayahnya Axel.

Akan tetapi,

Keesokan paginya Axel benar-benar mengabaikan pesan Elena yang mengatakan bahwa Elena sedang di depan pintu rumah Axel. Axel justru sudah berada di ruang makan rumah besar keluarganya, duduk berdampingan dengan Livia di depan ayahnya.

Livia bersikap sangat manis. Ia mengambilkan makanan untuk Axel, berbicara lembut tentang rencana bisnis mereka, dan sesekali tertawa kecil menanggapi lelucon ayahnya Axel. Axel merasa seolah ia telah kembali ke masa kejayaannya.

Namun di tengah sarapan itu, ponsel Axel berdering lagi. Nama Elena muncul di layar. Ayah Axel melirik dengan tajam.

"Siapa itu?" suara ayahnya terdengar berat.

"Hanya teman, Pa. Tidak penting," jawab Axel.

"Sepertinya Elena tidak akan berhenti sampai kamu datang kepadanya, Axel. Mungkin memang tempatmu di sana, bukan di sini bersamaku dan Daddy." Ujar Livia.

"Tidak, Liv. Aku di sini bersamamu. Kau lebih penting darinya." Axel langsung mematikan ponselnya dan meletakkannya dengan kasar di atas meja. "Dia tidak penting. Aku akan memblokir nomornya hari ini juga."

Memblokir katanya? Ahahaha, itu kan yang sering aku lakukan. Dan sekarang Axel yang melakukannya, tapi memblokir Elena? Sungguh lucu sekali pertunjukan ini.

Livia menunduk, menyembunyikan senyum geli. Inilah yang ia inginkan. Ia ingin Axel sendiri yang memutus urat nadinya dengan Elena. Ia ingin Axel yang menghancurkan korban kesayangannya itu dengan tangannya sendiri.

"Benarkah kamu akan melakukannya? Aku hanya ingin merasa aman, Axel. Aku tidak mau memprioritaskan pria yang hatinya masih terbagi untuk drama wanita lain."

"Aku janji, Livia. Hanya kamu. Kamu adalah prioritasku sekarang," Axel mengacungkan dua jari, mengambil sumpah janji.

Di dalam hati, Livia bersorak. Bagus, Axel. Sekarang kamu sudah resmi menjadi budakku. Kamu telah membuang wanita yang kamu tiduri demi wanita yang sekarang bahkan tidak mau menyentuh tanganmu tanpa sarung tangan. Betapa epic-nya pembalasan ini.

Sedangkan Daddynya Axel, melihat situasi Axel dan Livia yang telah kembali seperti ini, ia merasa warisan kekayaan keluarga Killian aman. Pastilah jatuh ke putranya, Axel.

Pertanyaannya, mengapa bukan Daddy Axel yang dijatuhi warisan tersebut? Jawabannya adalah... Kakek sesungguhnya tidak setuju Daddy Axel menikah dengan wanita yang sekarang jadi istrinya, yaitu Mommy Axel. Jadi Kakek akan mewariskan semuanya ke sang cucu. Jika atas nama Axel, maka amanlah sudah kekayaannya. Kalau tidak begitu, tamatlah sudah oleh keserakahan sang besan.

Setelah sarapan selesai, Livia meminta Axel mengantarnya ke sebuah kantor yang baru dilihat Axel. Di dalam mobil, Livia kembali berakting.

"Axel, aku merasa bersalah jika kamu benar-benar memblokirnya. Bagaimana kalau dia benar-benar sakit?" Livia bertanya dengan nada prihatin yang palsu. Sama seperti yang dilakukan Elena.

"Sudahlah, Liv. Kamu sendiri dulu yang bilang dia cuma drama. Aku sudah muak."

"Drama? Sudah muak? Maksudnya apa, Axel?"

Livia pura-pura kepo. Dan itu membuat Axel langsung tertarik kembali kesadarannya, bahwa ia jangan bercerita kalau ia telah dibohongi Elena. Satu kebohongan Elena sudah Axel cium, tinggal bukti-bukti lain Livia kirimkan dengan akun anonim.

Axel lidahnya mendadak kelu. Ia hampir saja membocorkan kecurigaannya tentang manipulasi Elena. Di hadapan Livia yang kini menatapnya dengan mata bulat penuh rasa ingin tahu, Axel merasa harus menjaga wibawanya. Ia tidak ingin terlihat seperti pria bodoh yang bisa dikendalikan oleh dua wanita sekaligus.

​"Maksudku..." Axel berdehem, "Aku muak dengan ketidakpastian, Liv. Elena selalu menggunakan kelemahannya untuk menahanku. Sementara kamu memberiku tantangan, memberiku harga diri. Aku hanya merasa sudah waktunya aku memilih mana yang nyata dan mana yang sekadar beban."

"Nyata, ya? Kata yang berat, Axel. Aku harap kamu benar-benar paham apa yang nyata di depan matamu sekarang."

Livia tersenyum dalam hati, tinggal selangkah lagi.

.

.

Bersambung.

1
Tevina Anggita
lanjuttt🤣🤣💪
aleena
Saya Baru tau mallah
jika melompT di pagi hari bisa menggugurlan kecebong 🤣🤣🤣🤭🤭
Tevina Anggita
lanjutt💪
〈⎳ FT. Zira
sekerang jijik,, sebelumnya ngejar🤧
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: munafik sih si axel.
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
kann dugaanku bener🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
vitamin subur mungkin🤭
〈⎳ FT. Zira
mana bisa gitu Livi/Facepalm//Facepalm/
Dewi Payang
sakit memang kalo dianggqp gak lwbih berharga dari harta🤭🤭🤭
Dewi Payang
dan sayangnya Axel gak jadi dpt warisan🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah emang bs gt?
Zenun: mbuh, mungkin pikir Livia bisa🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyk apa itu puncaknya yah, apa kyk bukit teletubbies? 🤔
Zenun: kurang lebih segede gitu😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
seketat isi celananya si morenzo y liv
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: yah si livia ampe perih2 gt 🤣🤣
total 2 replies
Dewi Payang
11 12 si daddy sama anaknya🤭
Zenun: betul tu🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Biar kagak malu dudukan ajanAxel sama Elenan🤣
〈⎳ FT. Zira
mungkin Livi pernah nyelametin morenzo🤔
Zenun: iyeu keuh?
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
sampe gak sadar gimana itu
〈⎳ FT. Zira: antara tidur terlalu nyaman atau emang senuhannya yg gak berasa..ehh/Silent//Silent/🤣
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
morenzo mungkin lagi anuu🤭
Zenun: anu apa nih😁
total 1 replies
aleena
bagian yang mana morenzoo
apakah Livia pernah menolongmu
Zenun: bagian yang paling sensitif dari Morenzo, gak sengaja di sentuh Livia
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
dirimu gak kelihatan El🤣🤣
aleena
🤣🤣kau hadir dengan penuh kebohongan, sekarang rasakan
betapa sakitnya diabaikan dan di lupakan🤭🤭
Zenun: uhuuuy, udah mulai ngerasain dicuekin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!