NovelToon NovelToon
Hukuman Penjara Pengantin Pengganti Sang Mafia

Hukuman Penjara Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Adam Lorenzo Maxnore, bos mafia paling kejam di Asia Tenggara, kehilangan calon istrinya tepat pada hari pernikahan mereka akibat kecelakaan tragis. Giana Bianca Conti, wanita yang berada di mobil penabrak, dituduh sebagai pelaku, padahal kakak angkatnya, Amerda, adalah orang yang sebenarnya mengemudi dan melarikan diri.

Terjebak dalam amarah Adam, Gia harus menanggung kebencian pria yang menganggapnya sebagai pembunuh calon istrinya. Sementara itu, Amerda justru mengambil kesempatan untuk menggantikan Gia menikah dengan Ricardo Dominic demi menyelamatkan kehormatan keluarga.

Mampukah Gia membuktikan dirinya tidak bersalah? Dan apa yang akan terjadi ketika Adam mengetahui bahwa wanita yang dibencinya ternyata hanyalah korban pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 02

Pernikahan Ricardo Dominic dan Amerda telah berlangsung. Di saat Amerda berdiri anggun di samping pria yang kini resmi menjadi suaminya, Giana Bianca Conti justru mengalami mimpi buruk yang tidak pernah terbayangkan olehnya.

Dia berada di kediaman megah milik Adam Lorenzo Maxnore, dikelilingi ratusan tamu undangan yang menyaksikan sebuah pernikahan tidak masuk akal.

Di hadapannya, sebuah peti mati terbuka memperlihatkan jasad wanita yang seharusnya menjadi pengantin Adam hari ini.

Gaun pengantin putih yang dikenakan Gia terasa semakin berat. Kedua tangannya gemetar, sementara air mata terus mengalir membasahi pipinya.

Dia tidak ingin berada di sana. Dia tidak ingin menikahi pria yang bahkan tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, siapa yang berani menentang Adam Lorenzo Maxnore.

"Ucapkan janji pernikahannya!" Suara penghulu terdengar di tengah keheningan.

Gia menggeleng kuat-kuat.

"Tidak! Aku tidak mau menikah dengannya!"

Bisikan-bisikan langsung terdengar dari para tamu. Beberapa orang mengangkat ponsel untuk merekam kejadian tersebut. Para wartawan yang diundang untuk meliput acara itu juga mulai mengarahkan kamera mereka kepada Gia dan Adam.

Pernikahan seorang boss mafia paling berkuasa di Asia Tenggara tentu menjadi berita besar. Terlebih lagi, calon istri pertamanya baru saja meninggal dalam kecelakaan yang kini menyeret nama seorang wanita muda. Namun, Adam tidak terlihat terganggu oleh keributan tersebut. Dia justru menoleh kepada salah seorang bawahannya.

"Pastikan berita yang keluar hari ini hanya tentang pembunuhan calon istriku. Aku tidak ingin satu pun media menyiarkan pernikahan ini."

"Baik, Bos."

"Jadikan wanita itu tersangka utama. Biarkan seluruh Singapura mengetahui bahwa dia adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian calon istriku."

Gia membelalakkan mata.

"Anda tidak bisa melakukan ini kepadaku!" serunya dengan suara bergetar.

Adam menoleh perlahan. Tatapan dinginnya membuat Gia langsung terdiam. Pria itu mendekat, kemudian membungkukkan tubuhnya hingga bibirnya berada tepat di dekat telinga Gia.

"Satu kata penolakan lagi yang keluar dari bibirmu, aku akan membuat seluruh keluargamu hancur."

Gia membeku, "Apa?"

Adam tidak menjawab. Dia hanya mengangkat sebelah tangannya, memberi isyarat kepada seorang pria berpakaian hitam yang berdiri tidak jauh dari mereka. Bawahannya segera menyerahkan sebuah iPad. Adam mengambil perangkat itu, lalu memutar layarnya agar Gia bisa melihatnya.

"Kenali mereka?"

Pandangan Gia jatuh pada layar tersebut.

Di sana terpampang sejumlah informasi tentang keluarganya. Nama ayahnya, ibunya, anggota keluarga Conti, hingga berbagai informasi pribadi yang berhasil ditemukan anak buah Adam hanya dalam waktu lima menit. Namun, bukan informasi itu yang membuat Gia kehilangan kekuatan. Melainkan sebuah foto yang muncul di layar. Foto pernikahan Ricardo Dominic dan Amerda.

Amerda berdiri di samping Ricardo dalam balutan gaun pengantin mewah. Senyum bahagia menghiasi wajah kakak angkatnya itu, seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu yang mengerikan pagi tadi.

Gia menatap foto tersebut dengan mata membesar.

"Tidak ..." Tangannya yang gemetar menyentuh layar iPad itu.

"Kenapa Kak Amerda menikah dengan Ricardo?" Air matanya jatuh semakin deras.

Pria yang berdiri di samping Amerda adalah calon suaminya sendiri. Pria yang seharusnya menunggunya di altar, bukan menikahi kakak angkatnya.

Gia mengusap layar itu berkali-kali, seolah-olah berharap foto tersebut akan berubah jika dia menyentuhnya cukup lama. Namun, kenyataan tetap sama, Amerda telah mengambil tempatnya.

Kakak angkat yang selama ini dipercayainya telah meninggalkannya di lokasi kecelakaan, kemudian merebut calon suaminya tanpa sedikit pun memikirkan nasibnya.

"Kak ... kenapa kamu melakukan ini kepadaku?" bisiknya di antara isak tangis.

Kening Adam berkerut ketika melihat reaksi Gia. Dia memperhatikan foto Ricardo dan Amerda, lalu kembali menatap wanita yang berdiri di sampingnya.

"Jadi, pria itu calon suamimu?"

Gia tidak menjawab. Dia hanya terus menangis sambil menatap layar iPad tersebut. Adam tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak mengandung kehangatan.

"Sayang sekali, sepertinya calon suamimu sudah menemukan pengantin pengganti."

Gia menggeleng, berusaha menghapus air matanya.

"Dia tidak tau apa yang terjadi. Aku yakin Kak Amerda sudah membohonginya."

"Itu bukan urusanku."

Adam mengambil kembali iPad dari tangan Gia.

"Yang menjadi urusanku adalah bagaimana membuatmu membayar atas kematian calon istriku."

"Aku tidak membunuhnya!"

"Kalau begitu, anggap saja ini hukuman atas kebodohanmu karena membiarkan dirimu terlibat dalam masalah ini."

Gia menatapnya tidak percaya.

"Anda tidak punya hak menghancurkan hidup orang lain!"

Adam mendekat, tatapannya menancap tajam pada wajah wanita itu.

"Aku punya cukup kekuasaan untuk melakukan apa pun yang ku inginkan, Bianca Gia Conti."

Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara rendah.

"Dan mulai hari ini, hidupmu berada di tanganku."

Setelah mengatakan itu, Adam menyerahkan iPad kepada bawahannya.

"Lanjutkan pernikahannya."

"Baik, Bos."

Penghulu yang sejak tadi menunggu segera melanjutkan prosesi.

Gia berdiri kaku. Seluruh tubuhnya terasa lemas, sementara pikirannya dipenuhi wajah Amerda dan Ricardo yang baru saja dilihatnya.

Dia ingin berteriak, dia ingin berlari meninggalkan tempat itu. Dia ingin pulang dan memeluk ibunya, satu-satunya orang yang mungkin masih bisa memberinya kekuatan. Namun, ancaman Adam terus terngiang di telinganya.

Gia tahu Adam bukan pria yang sekadar mengancam. Jika pria itu benar-benar menginginkannya, dia bisa menghancurkan keluarga Conti tanpa harus mengotori tangannya sendiri. Dan Gia tidak sanggup membiarkan kedua orang tuanya menanggung akibat dari kesalahan yang bukan mereka lakukan.

"Saudari Bianca Gia Conti," panggil penghulu dengan hati-hati. "Apakah Anda bersedia menikah dengan Tuan Adam Lorenzo Maxnore?"

Gia memejamkan mata. Air mata mengalir melewati pipinya.

Di hadapannya, jasad wanita yang seharusnya menjadi istri Adam masih terbaring di dalam peti mati. Di belakangnya, ratusan pasang mata menyaksikan kehancuran hidupnya.

Sementara pria yang akan menjadi suaminya berdiri di sampingnya tanpa sedikit pun menunjukkan belas kasihan. Gia membuka mata, lalu menatap Adam. Pria itu mengangkat sebelah alis, seolah menantangnya untuk kembali menolak. Gia mengepalkan kedua tangannya.

Dia tidak punya pilihan, dengan suara lirih yang hampir tidak terdengar, Gia akhirnya menjawab.

"Saya ... bersedia."

Adam tersenyum puas.

Sementara Gia kembali menundukkan kepala, menangisi nasibnya sendiri. Hari ini, Amerda mendapatkan pernikahan yang diinginkannya. Sedangkan Gia mendapatkan seorang suami yang membencinya. Seorang pria yang percaya bahwa dirinya adalah pembunuh wanita yang dicintainya.

Dan sejak detik itu, Giana Bianca Conti resmi menjadi istri Adam Lorenzo Maxnore, boss mafia yang suatu hari nanti mungkin akan menjadi orang yang paling dia takuti, sekaligus orang yang paling sulit dia lepaskan.

1
merry
mati lah kau gia di pukulin Bpk mu yg jahaman itu,,, nnt kt adam bukn cari kmu slhin kmu bhkn ud kmu bela msh ajj mrh mrh,, harus nya adam bongkor jg klo amerda ank y sadam dgn kekasih y dgn bgtu maudi gk bkln dikibulin trs menerus,,
Ana Martino
membosankan
Desy Nchie
jangan buat karakter gia bodoh gtu dong kk plisss
Ass Yfa
Gia...kamu nggk dianggp ayahmi..harusnya biarin Sadam mampus...sebel aku
dyah EkaPratiwi
kapan diungkapnya kalau amerda anak kandung sadam
Muft Smoker
apa ini Gia????
ap Dy punya rencana sendri???
nyonya
gpp pisah dulu toh adam juga awalnya jahat nyiksa gia jadi adam sama sadam sama aja
Ariany Sudjana
bodoh kamu gia, kamu lebih membela Sadam daripada Adam? kamu cari mati gia
Ni'mah azzahrah Zahrah
bawa gia adam, kau akan menyesal bila gia sampai mati di tangan sadam
sri hastuti
Gia ,kok ya bodoohh banget sih, sdh spt itu msh dibela, km tu bukan anaknya sadam yg spt iblis itu 😡😡😡
Al Fatih
Apa-apaan ini gia,, koq gitu sih sikapnya....,, mengecewakan...
Qta semua membelanya,, mendukung nya...,, eh malah dia yg nawarin diri utk bertahan d rumahnya Sadam. Kecuali kalo dirimu kuat,, d jahatin bisa balas,, d pukul bisa balas memukul,, bisa mu hanya menangis saja...,, Qta perempuan memang makhluk lemah....,, tapi jangan melemahkan dirimu kayak gitu juga Gia. Kau berharap ayahmu Sadam akan terharu....,, hingga akhirnya menyayangimu....,, seperti berharap salju turun d tengah hutan yang terbakar....,, mustahil.
Ita rahmawati
malah ditinggalin di sarang setan 🤦
+1
hamil🌚
Aisyah Alfatih: 🤣🤣🤣 kak
total 1 replies
⍥⃝⃝꩗ᴜᥱ֟፝ᥱɴ_𝔅𝔢𝔢𖹭.ᐟ🐝
Paok, bodoh, tolol, bego. Bisa2 nya kau tinggal dirumah bersarang manusia egois, & tak punya hati serta penjahat gitu 😤 kesal akh lihat kekonyolan si gia. Seharusnya dia sadar klau d rumah itu tidak ada yg jdi pelindung untuk ny.Apalagi kalau amerda tau kau d rumah, mampus lah kau d siksa d tambah ayahmu
Ita rahmawati
kelamaan lah dam dramanya,, cus bilang aja amerda anak Sadam SM selingkuhannya Niar gia SM mamanya tau
Ita rahmawati
sama aja si Sadam SM Adam 🙄
ngapain nyari amerda dirumah Adam GK langsung tempat mertuanya 🤔
Aisyah Alfatih: Kalau dia menang, seluruh negara miliknya 😩
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
berharap Adam membuka jati diri siapa amerda siih ,,
Susma Wati
kalau tuan adam mengatakan kalau amerda adalah anak kandung tuan sadam dari wanita masa lalu nya, apakah nyonya maudi dan gia akan tetap membela tuan sadam atas siksaan tuan adam terhadap tuan sadam, apakah nyonya maudi akan pergi meninggalkan tuan sadam karena kebohongan yang di simpan tuan sadam brrtahun tahun, dan lebih membela amerda yang terbukti bersalah dan menyalahkan gia!
Ass Yfa
biarkan Adam menghabisi ayahmu Gia..dirimu ank yg tdk diiibginkan
aristi
kok lama bnget Thor jdi Kya muter2 ktanya mafia yg paling ditakutin kok nggretak bpknya gia aja susah bnget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!