NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlempar ke masa lampau

Angelie lee dan teman-temannya menghadiri acara kampus.

Kampus Angelie lee termasuk kampus tertua yang merupakan bangunan bekas peninggalan sejarah.

Angelie lee mahasiswa seni, sedang mendalami seni menulis kuno di kampusnya sebagai mahasiswa yang aktif, dia juga terkenal berbakat sebagai mahasiswa kampusnya.

Festival lentera, dan kembang api menandakan awal tahun baru semua siswa perempuan diwajibkan menggunakan pakaian tradisional.

Membawa kerajinan lentera masing-masing melakukan napak tilas di gedung kampus sambil menunggu malam Tahun Baru.

**

"Gelap sekali disini... " kataku berjalan mengikuti teman-teman di depan.

Seluruh bangunan gedung listriknya dimatikan.

Gedung tua yang gelap membuat suasana menjadi suram.

"Apa kita menyambut tahun dengan cara baru begini? pantas saja banyak yang tidak mau ikut" kata temanku yang di depan.

Tiap kelompok berjalan terdapat tiga orang anggota diambil secara acak.

Aku juga penakut tapi pura-pura berani di kegelapan, aku berpikir tidak apa juga masih satu rombongan.

"Tunggu pelan-pelan" kataku.

"Tunggu Angelie lee... jangan buru-buru" kata teman yang satunya menahan salah seorang teman yang satunya lagi.

Mereka berhenti di bawah pohon besar, disitu digantung banyak sekali lampion.

"Kita istirahat saja di sini dulu... " kataku.

"Kita sudah jauh berjalan, finishnya dimana ya? " kata salah satu temanku.

"Kalau aku tidak salah lihat tadi siang, di gerbang kampus utama dekat aula" kataku.

"Hah, masih jauh... " kata temannya.

Salah satunya duduk berjongkok, Aku melirik jam di tanganku masih jam sepuluh malam.

"Bagaimana kita lanjut saja, supaya cepat sampai" kata teman yang satunya.

Aku mengangguk setuju dan meraih tangan temannya yang satu untuk berdiri dan berjalan lagi menuju tujuan hingga finish.

Beberapa rombongan juga mendekat, dengan jarak mereka yang tidak jauh membuat mereka merasa aman berjalan di gelap.

Kampusnya cukup luas, Aku mengambil air minum di tas serut yang ku bawa sambil memegang lentera di tanganku berhenti minum air putih tertinggal di belakang.

"Hei.. Tunggu... " kataku.

Aku berlari kecil menyusul dan...

Aku terjatuh, sibuk sendiri sendalku tersangkut akar kayu, terjatuh di samping pohon kakiku terasa sakit keseleo pandanganku gelap, kepalaku terasa sedikit pusing, lenteraku terlepas di depan.

Aku berusaha berdiri kaki sebelahku lengket di lumpur, tanah hitam dan basah di sekitar membuatku susah berdiri

Seseorang pria lewat dengan pakaian tradisional berwarna merah.

"Hei... bisa bantu aku berdiri? " kataku meminta tolong.

Berbalik seorang pria melihatku,

akhirnya datang juga yang menolong...

dia hanya menatap diam ke arahku tidak juga menyerahkan tangannya untuk membantu berdiri.

Aku melambai-lambaikan tangan agar dia meraihnya.

"Hei.. Bantu aku tolong.. " Kataku, dia malah diam.

Pria itu menyerahkan tangannya menunduk mendekat ke arahku.

Tapi dia malah mengambil lentera, yang ada di depanku.

"Hei... Hei.. Apa-apa'an, tolong aku..." kataku marah, berusaha berdiri sendiri, dia bercanda saat seperti ini tidak lucu pikirku dalam hati.

Aku mengikuti langkah pria itu, kehilangan teman-temanku yang tadi bersama.

Lagipula dia membawa lentera di depan.

**

Di depan sudah terlihat kerumunan orang banyak berkumpul.

Hatiku lega akhirnya sampai finish juga.

Suasana tidak gelap lagi.

Aku menarik kain pakaian pria yang di depanku.

"Lenteraku" kataku meminta.

Pria itu menatapku dengan tegas.

Aku merebut lentera itu dari tangannya dia tidak mau melepaskan lentera milikku.

"Lentera ini milikku, jangan bercanda" kataku berusaha mengambil dengan ramah, tapi dia malah menahan lentera itu dengan jari tangannya yang kuat.

Para wanita yang berkumpul di depan berlari mendekat.

Menutup hidung ke arahku.

"Xiu Ren, kau kotor sekali... " kata sekumpulan wanita yang datang ke arah kami berdua.

Mereka tertawa, sambil memegang hidung.

Menertawakan aku...

"Nona xiu ren... " kata seorang wanita yang satu lagi dengan pakaian polos pink dan bawahan coklat membantu membersihkan pakaianku, layaknya dayang-dayang di masa lampau.

Menyeka lumpur di bajuku.

Pria itu mendekatiku, aku melepaskan tangan mundur dari lentera.

"Lentera ini milikku" katanya, dengan tubuh tinggi wajah yang tampan, wajah itu mendekati wajahku menatapku sebentar lalu melenggang pergi meninggalkan aku di kerumunan.

Huh...dia kira dia siapa, anak jurusan mana? mau tebar pesona dengan Angelie lee jangan harap, pikirku.

**

Kembang api selesai di nyalakan, semua bubar.

Aku berjalan ke arah selatan menuju parkiran mobil, kusadari tempat ini bukan kampus, aku melihat sekitar sepi.

"Nona, xiu ren...nona kemana?" kata perempuan yang menyeka bajuku tadi berlari.

Tunggu dari tadi mereka memanggilku Xiu Ren, nama ini tidak asing terdengar, nama di cerita buku perpustakaan

kampus yang baru aku pinjam dua hari lalu karena menyalin aksara kuno.

"Nonaaaaa..." kata perempuan itu lagi, pasti aku bermimpi, perempuan ini pasti dayangnya bernama May.

"May?" tanyaku ragu

"Iya nona, tandu nona menunggu di sana" kata Dayang May, mengajakku ke Tandu.

Aku patuh duduk di dalamnya, apakah aku sudah menjelajah waktu?

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!