NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27 : Panah barbar di malam purnama

Malam festival bulan purnama tiba dengan kemegahan yang luar biasa. Pelataran istana luar Kekaisaran Han diterangi oleh ribuan lampion merah yang tergantung indah di sepanjang dinding batu. Meja-meja perjamuan penuh dengan makanan dan arak terbaik, dihadiri oleh seluruh pejabat, pangeran, dan menteri senior. Namun, di balik tawa dan denting cangkir arak, atmosfer di tempat itu terasa sangat pekat dan berat.

Di sudut arena memanah, Pangeran Keenam berdiri dengan busur panah perak mewahnya, memandangi papan target yang berjarak seratus langkah dari tempatnya berdiri. Senyuman sombong tidak lepas dari wajah tampannya saat dia menoleh ke arah Ara yang baru saja tiba.

"Permaisuri Xia Ruo, Anda belum terlambat untuk membatalkan taruhan kita dan langsung bersujud di depanku," ejek Pangeran Keenam, memancing tawa kecil dari beberapa menteri faksi Wang yang duduk di dekatnya.

Ara yang malam itu mengenakan jubah berburu ringkas berwarna hitam-emas hanya mendengus santai. Dia memutar busur panah hitam besar di tangannya seperti sedang memainkan tongkat kayu biasa. "Kagak usah banyak bacot, Mas Bro Muda. Buruan maju duluan, gua mau liat seberapa hebat panah perak lu itu."

Pangeran Keenam mendengus kesal. Dia mengambil posisi tegap, menarik tali busurnya dengan mantap hingga melengkung sempurna, lalu melepaskan tembakan.

Wush! Jleb!

Anak panah peraknya melesat cepat dan menancap tepat di lingkaran merah paling tengah dari papan target. Sorak-sorai pujian langsung menggema di pelataran istana. Pangeran Keenam tersenyum puas, lalu memberikan isyarat menantang kepada Ara. "Seratus langkah, tepat di tengah. Sekarang giliran Anda, Permaisuri."

Ara melangkah maju ke garis batas. Dia tidak mengambil posisi menyamping yang anggun seperti teknik memanah kerajaan kuno. Ara berdiri dengan kaki terbuka lebar, memasang kuda-kuda kokoh ala penembak senapan taktis modern. Tangan kirinya memegang busur hitam besar, sementara tangan kanannya menarik tali busur dengan satu sentakan kuat bin bertenaga hingga tali baja itu bergetar nyaring.

Namun, bukannya membidik papan target miliknya sendiri, mata bulat Ara justru mengunci anak panah perak milik Pangeran Keenam yang masih menancap di papan sebelah.

Wushhh!

Ara melepaskan tembakannya tanpa membidik lama-lama. Anak panah hitamnya melesat dengan kecepatan gila, membelah angin malam dengan suara desingan yang memekakkan telinga.

Pranggg! Jleb!

Suara benturan keras terdengar di ujung lapangan. Seluruh pelataran istana mendadak senyap seketika, rahang para menteri dan jenderal serasa mau jatuh ke lantai. Anak panah hitam milik Ara tidak hanya menancap di lingkaran tengah, tetapi melesat tepat membelah anak panah perak milik Pangeran Keenam menjadi dua bagian, lalu menancap jauh lebih dalam ke dalam papan kayu hingga papan tersebut retak!

Pangeran Keenam mematung, wajah sombongnya langsung berubah menjadi seputih kain kafan. Teknik membelah anak panah musuh dari jarak seratus langkah adalah keahlian yang bahkan jenderal perang paling veteran sekalipun jarang bisa melakukannya!

"Lah, kok bengong?" cibir Ara ceplas-ceplos sambil menurunkan busurnya dengan gaya santai tanpa dosa. Dia menunjuk Pangeran Keenam dengan jempolnya. "Sertifikat tambang peraknya buruan serahin ke si vitamin di belakang gua. Kagak usah pake drama nangis, buruan!"

Yuan-er yang berdiri di belakang langsung maju dengan senyuman kemenangan, menyodorkan nampan kosong untuk menagih taruhan. Pangeran Keenam terpaksa menyerahkan gulungan surat hak milik tambang dengan tangan yang bergetar hebat karena menahan malu dan syok kena mental yang luar biasa.

Kaisar Yan yang duduk di kursi kebesarannya sejak tadi menyaksikan pertunjukan itu dengan seulas senyuman miring andalannya. Mata elangnya berkilat penuh rasa bangga dan kepuasan yang amat pekat pada Permaisuri barbarnya.

Namun, tepat saat Ara hendak berjalan kembali ke mejanya, insting preman miliknya mendadak berdenting waspada dengan sangat kencang. Dari balik tembok pelataran istana luar yang gelap, terdengar suara gemerincing zirah perang besi yang bergerak dalam jumlah besar secara tidak wajar. Kabut malam yang tipis perlahan mulai turun, membawa aroma minyak tanah dan mesiu yang menyengat angin.

Ara menoleh ke arah Kaisar Yan, matanya menyipit tajam penuh keseriusan. "Mas Bro Kaisar... uler-uler tanahnya udah mulai mendobrak pager nih. Taruhan gua udah kelar, sekarang waktunya kita tawuran masal!"

1
Lo Lifuna
mereka cuti 2 Minggu dari istana kan?
apa ini ceritanya uda melewati 2 Minggu?
perasaan baru 1 hari deh. kok besok sudah balik ke istana?
Yadi
🤣🤣🤣
Lo Lifuna
ini gimana ya alurnya. menteri Wang itu sebenarnya paman atau ayahnya selir agung?

terus bukannya selir agung dihukum di istana dingin?

terus ayahnya ketahuan kudeta kenapa selir agung masih di istana?
Rima Yuliatin
nah akhirnya Nemu cerita yg mantap..ini baru seru alurnya berbobot tp dikemas santai dan ringan..lope lope dahhhh..😍
heldahell: makasih kak,udah suka sama ceritanya😙
total 1 replies
Arix Zhufa
bar bar sekali 😅
Arix Zhufa
jihaha....ara bahasa gaul mu jangan di bawa kesini
Arix Zhufa
lucu banget...ok mgkn masih bahasa gaul gpp karena belum mengenal lingkungan aslinya
Cintya Tya
mantep thor.... ceritae top markotop... lain dari yg lain.. 👍👍🤣🤣
Dbz Mar
😭😭😭😭😭😭😭 mengelap air kencingnya tuh
Yadi
Yeeeeey.... 💃🕺💃🕺
Akhirnya takluk juga singa betina 🕺💃🕺💃
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Andaikan dijadikan film, bisa sangat seru dah
Yadi
ya iyalah paksu Kaisar Yan pada bucin pada singa betina si Ara, lah wong Ibu Negara dgn strateginya dan juga bela diri jurus tawurannya bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah, apalagi sifat petakilannya yg bar bar ceplas ceplos mulutnya.. itu menandakan bhw sang permaisuri bersifat jujur dan wajar, tdk diolah olah..alias natural alami 😁😁😁
Jendra
bagus banget ceritanya, si ara yg kocak dan pemberani bikin sangat terhibur😊
Jendra
Wah asik nih lucu🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Ambyar dah krn dikalahkan bunyi perut cewe badas sang Permaisuri 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

knp jurus tawuran bisa mengalahkan tehnik bertarung si Jendral....??

hayo jawab 🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣 Ingat ya, gelar tertinggi Ara adalah "Anak Tongkrongan"
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Polisi dijaman modern saja memakai bubuk cabai untuk membubarkan aksi tawuran antar remaja 🤣🤣🤣
Lah ini dipakai untuk membabat habis para pemberontak, mana tahan pasukan pemberontak melawan bubuk cabai? 🤣🤣🤣
Yadi
Mana tahan gaya bertarung anggun kerajaan "kuno" dgn gaya bertarung jurus "tawuran"....?? 🤭🤭🤭🤭
Pa Muhsid
kurang tor tanggung 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!