NovelToon NovelToon
System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gen-1

Seorang pemuda yang memiliki rasa haus akan mimpi menjadi orang kaya, berangkat merantau penuh harapan tinggi.

Tapi, sesampainya dikota, tamparan keras menghantamnya.

Ternyata hidup dikota tidak semudah yang dia bayangkan.

Sampai pada akhirnya sistem datang seperti malaikat yang jatuh dari langit, memberi jalan baru baginya untuk melawan kerasnya hidup didunia orang dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gen-1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Botanic Villa

Setelah pemeriksaan verifikasi kepemilikan vila, Yuda perlahan masuk ke kawasan Vila NavaPark dibawah tatapan tidak percaya satpam itu.

Satpam itu masih merasa sulit mempercayainya dengan apa yang baru saja terjadi.

Tatapannya mengikuti punggung pria yang disangka kurir, ternyata dia adalah pemilik baru Vila paling mahal di Botanic Villa NavaPark.

Begitu melewati gerbang utama, atmosfer di sekelilingnya berubah drastis.

Hiruk-pikuk jalanan kota tergantikan oleh keheningan eksklusif.

Deretan pepohonan rindang yang tertata sempurna memayungi jalan aspal mulus, membuat Yuda tanpa sadar menurunkan laju motornya.

Matanya menyapu deretan hunian megah di balik pagar tinggi.

Di beberapa halaman, deretan mobil premium seperti Mercedes-Benz, BMW, hingga Porsche tampak terparkir tenang.

Tak lama kemudian, Yuda sampai di gate private area Botanic Villa.

Dua petugas keamanan berseragam rapi sudah berdiri tegap di luar pos, seolah memang tengah menanti kehadirannya.

Rupanya, informasi dari gerbang depan telah tersiar cepat melalui radio komunikasi.

Meski pemandangan di depan mereka—seorang pria bersandal jepit mengendarai Honda Beat butut—sangat kontras dengan nilai properti hampir 90 miliar yang ia miliki.

Namun, profesionalisme mereka sebagai garda depan kawasan paling prestisius di BSD City tidak goyah sedikit pun.

​"Selamat siang, Bapak Yuda. Selamat datang di Botanic Villa," sapa salah satu petugas dengan senyum hangat, diiringi gestur membungkuk hormat.

​Bahkan sebelum Yuda sempat menepi, palang pintu otomatis telah terangkat penuh.

​"Terima kasih, Pak," balas Yuda dari balik kaca helmnya.

​"Sama-sama, Pak Yuda. Sebagai informasi, pihak Estate Management telah menitipkan kartu akses fisik dan kunci master unit Bapak di pos kami demi kenyamanan Bapak," kata petugas itu dengan nada sopan, sembari menyodorkan sebuah kotak beludru hitam yang elegan.

​Yuda menerima kotak tersebut. "Oh, begitu. Terima kasih banyak atas bantuannya."

​"Dengan senang hati, Pak."

​Yuda mengangguk singkat, lalu kembali memutar tuas gas menuju hunian barunya.

​Suasana di dalam kompleks Botanic Villa terasa jauh lebih hening dan asri.

Udara terasa lebih bersih, disaring oleh pepohonan rimbun di sisi kiri dan kanan jalan.

'Ternyata seperti ini rasanya tinggal di kawasan elit,' batinnya berdecak kagum.

Tak lama kemudian akhirnya dia sampai didepan bangunan bertingkat vila no.1.

Yuda mendongak.

Di hadapannya berdiri sebuah vila tiga lantai dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan.

Perpaduan kaca dan elemen kayu membuat tampilannya terlihat modern, tetapi tetap terasa hangat.

“Ini... benar-benar vila.”

Yuda tersenyum kecil.

Ia kemudian memarkirkan motornya dan berjalan melewati area depan menuju pintu utama.

Setelah membuka pintu menggunakan sistem keamanan pintar, Yuda masuk ke dalam.

Di balik foyer, sebuah living room luas menyambutnya.

Dari ruangan tersebut, pandangannya langsung tertuju pada inner courtyard yang berada di tengah bangunan.

Taman terbuka itu menjadi pusat dari bagian dalam vila.

Kaca-kaca di sekitarnya membuat area depan dan belakang terasa saling terhubung.

Yuda berjalan lebih jauh.

Ia melewati koridor dengan dinding kaca, kamar pertama, powder room, serta area lift.

Semakin masuk ke dalam, ruangannya terasa semakin luas.

Beberapa anak tangga menghubungkan perbedaan level bangunan yang mengikuti kontur.

Sampai akhirnya Yuda tiba di bagian belakang.

Ia terdiam sejenak.

Living room belakang menyatu dengan ruang makan keluarga dalam satu area yang sangat luas.

Dinding belakangnya dipenuhi panel kaca dengan bingkai kayu, sementara dua pintu kaca geser terbuka menuju area luar.

Di baliknya terbentang kolam renang pribadi, taman, dan area bersantai.

Lebih jauh lagi, terlihat hamparan hijau Botanic Park.

Yuda hanya bisa tersenyum.

“Bagus...”

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar melihat sendiri tempat yang sebelumnya hanya ia kenal dari vidio pendek di sosmed.

Dan harus diakui, vila ini jauh lebih mengesankan ketika dilihat secara langsung.

Setelah cukup lama menikmati pemandangan dari area belakang, Yuda kembali masuk ke dalam vila.

Rasa penasarannya belum selesai.

Ia kemudian menaiki tangga menuju lantai dua.

Ia sengaja tidak naik lift, pengen keliling setiap sudut ruangan.

Berbeda dengan lantai bawah, koridor di lantai ini terasa lebih privat.

Panel-panel kaca di sepanjang sisi koridor kembali memperlihatkan inner courtyard di tengah bangunan, sementara dari beberapa sudut ia masih bisa melihat area living room besar di lantai bawah.

Yuda berjalan menyusuri koridor tersebut.

Dua kamar tidur berada berdampingan di salah satu sisi, masing-masing memiliki akses menuju balkon yang saling terhubung.

Yuda hanya melihatnya sekilas sebelum melanjutkan perjalanan.

“Bahkan kamarnya saja sudah seperti apartemen mewah.”

Ia tersenyum kecil.

Setelah itu, Yuda naik ke lantai tiga.

Di lantai paling atas, kembali terdapat koridor dengan banyak kaca yang menghadap ke inner courtyard.

Di bagian tengah terdapat sebuah living room, sementara beberapa pintu di kedua sisinya mengarah ke kamar tidur.

Salah satu kamar memiliki ukuran yang cukup luas dengan fasilitas lengkap dan balkon pribadi.

Namun, perhatian Yuda akhirnya tertuju pada kamar di sisi lainnya.

Kamar Utama.

Ruangan itu jauh lebih besar daripada kamar-kamar sebelumnya.

Area tidurnya luas, dilengkapi ruang ganti yang lebih besar, kamar mandi pribadi dengan fasilitas yang lebih lengkap, serta balkon yang juga jauh lebih luas.

Yuda melangkah keluar ke balkon.

Dari sana, pandangannya terbuka ke arah kolam renang, taman belakang, hingga Botanic Park di kejauhan.

Yuda terdiam beberapa saat.

“Pemandangannya bagus.”

Ia tidak menyangka vila yang selama ini hanya dilihat dari vidio pendek ternyata senyaman ini ketika dilihat langsung.

Setelah selesai berkeliling, Yuda akhirnya memiliki gambaran utuh mengenai tempat tersebut.

Vila itu memiliki 5 kamar tidur + 1 kamar tidur pembantu.

Kamar tidur yang tersebar ada ditiga lantai, dan setiap kamar dilengkapi ruang ganti serta kamar mandi pribadi.

Masing-masing juga memiliki akses balkon, dengan balkon kamar utama sebagai yang paling bagus pemandangannya.

Selain kamar tidur, tersedia beberapa living room, ruang makan keluarga, area servis, lift, inner courtyard, taman, serta kolam renang pribadi.

Yuda kembali memandang sekeliling.

“Kalau tinggal di sini sendirian... sepertinya malah terlihat kebesaran."

Ia tertawa pelan.

Kemudian Yuda melangkah masuk kembali ke kamar utama.

Dia berbaring diatas tempat tidur empuk dengan perasaan sangat puas.

Ia menatap langit-langit kamar, "Saldo bank 98 Miliar lebih, punya Vila Botanic NavaPark termahal..."

Yuda masih memiliki rasa tidak nyata atas apa yang ia alami saat ini.

Semuanya seperti mimpi, dan dia bahkan tidak akan pernah bermimpi bakal punya rumah harga puluhan Miliar, saldo juga hampir seratus miliar.

Untuk beberapa saat, ia hanya diam menikmati kenyamanan tempat tersebut.

Kasur yang empuk, udara kamar yang sejuk, serta suasana yang begitu tenang membuat tubuhnya perlahan terasa semakin rileks.

Beberapa saat kemudian, pandangannya bergeser pada barang-barang bawaannya yang masih tergeletak di atas sofa panjang di sudut ruangan.

​Yuda bangkit, berjalan menghampiri tas belanja Huawei dan menarik keluar sebuah kotak premium berwarna hitam dengan tulisan emas: World's First Tri-Fold Smartphone.

​Ia membuka penutupnya.

Perangkat revolusioner Mate XT varian hitam dengan tepian emas itu tergeletak anggun dalam posisi layar terbuka penuh.

Yuda mengangkatnya hati-hati, merasakan material premium dan bobotnya yang pas di telapak tangan.

​Dengan sekali sentuh, layar menyala menampilkan logo Huawei dan HarmonyOS.

Yuda menyelesaikan pengaturan awal dengan cepat.

Layar utamanya luar biasa jernih.

Ia mencoba berselancar di peramban, menguji modul kamera canggihnya, dan beralih antar-aplikasi berat.

Engsel lipatnya terasa solid, dan perpindahan layarnya mulus tanpa jeda.

Sensasi memiliki HP impian benar-benar memberikan kepuasan tersendiri.

​Yuda meletakkan ponsel dengan senyum puas tak lepas dari wajahnya.

[Ding! Terdeteksi Tuan Rumah dalam suasana hati bahagia.]

[Hadiah Diberikan: 10 juta rupiah, akan di kirim ke rekening Tuan Rumah dalam waktu 1x24 jam.]

Ia menghiraukan notifikasi sistem, dalam artian sudah terbiasa dan tidak terkejut.

Dan baginya, 10 juta itu termasuk kecil jika disandingkan dengan saldonya yang puluhan miliar.

Ia kembali berbaring nyaman di atas kasur empuknya.

“Satu per satu impianku terwujud.”

Yuda menatap langit-langit kamar dengan senyum tipis.

Namun, tak lama kemudian, pikirannya beralih pada salah satu produk sistem yang belum digunakannya.

Kartu izin pembelian mobil edisi terbatas.

Ia sebenarnya sudah memikirkan dengan matang mobil apa yang ingin dibelinya.

Yang pasti itu mobil sport.

Lalu Rolls-Royce Cullinan dari toko event sistem masih terpajang.

Dan tentu saja, sebuah motor sport impiannya yang juga ingin ia beli melalui toko sistem.

Hanya saja, masih ada satu hal yang membuatnya penasaran.

Bagaimana sistem akan mengurus pembelian kendaraan tersebut?

Apakah mobil dan motor itu akan langsung muncul di garasi?

Atau sistem akan mengatur pembelian melalui jalur tertentu, kemudian ia hanya perlu datang ke dealer untuk mengambilnya?

Yuda menggelengkan kepalanya.

“Sudahlah. Nanti juga tahu sendiri.”

Ia tidak ingin terlalu memusingkan sesuatu yang bahkan belum terjadi.

Namun, sebelum benar-benar beristirahat, Yuda tiba-tiba teringat pada satu hal lainnya.

Saham Wirasakti Grup yang baru saja dibelinya.

“Kata sistem, besok bakal ada yang meneleponku dari pihak Wirasakti Grup...”

Yuda terdiam sejenak.

Sepertinya, kehidupan santainya akan mulai terganggu.

“Sepertinya besok aku bakal sangat sibuk.”

Dengan pikiran tersebut, Yuda berbaring memejamkan matanya.

Hari ini mungkin menjadi hari yang santai.

Tapi mulai besok, sesuatu yang baru akan dimulai.

Bab Berakhir.

1
Vian(周艳)
jangan lupa up yng banyak ya thor semangat💪🤧
Gege Mas
uwaaasyeekk
Gege Mas
luncurkan 10k katanya thor...gassa...
Gege Mas
yaaah masih kelas bsd...pikir otor beli rumahnya mc di pik 2 yang ada private jetty buat naruh kapal pesiar mini..baruu howrang kayah rayah..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!