NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:21.3k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33.

Pagi menyapa bersama cahaya matahari yang menembus kaca jendela kamar hotel tempat pasangan pengantin baru itu menginap. Alfa terbangun lebih dahulu, senyum tipis langsung terukir di wajah pria itu saat menyadari bahwa wanita yang terlelap di sisinya kini telah resmi menjadi istrinya. Kenangan malam pertama mereka membuatnya merasa bahagia sekaligus bersyukur.

Alfa menggeser tubuhnya perlahan, berniat bangkit tanpa mengganggu tidur Ayudia. Namun, gerakannya justru membuat sang istri menggeliat dan membuka mata.

"Astaga, sudah pagi, ya, Mas?" Ayudia tersentak lalu buru-buru bangkit dari tidurnya.

Alfa tersenyum melihat kepanikan istrinya. Ia merapikan anak rambut yang jatuh di dahi Ayudia. "Iya, tapi tidak perlu buru-buru. Kalau masih mengantuk, tidur lagi saja. Kamu pasti lelah."

Pipi Ayudia seketika bersemu merah, merasa malu karena ucapan itu mengingatkannya pada percintaan mereka semalam.

"Mas Alfa, tidak usah diperjelas. Aku malu, tahu!" protesnya sambil memukul pelan lengan sang suami.

Alfa justru terkekeh. "Aku kan, cuma mengatakan yang sebenarnya."

"Sudah, ah! Aku mau mandi dulu. Kamu pesan sarapan saja ya, aku lapar." Ayudia segera turun dari tempat tidur, kemudian bergegas menuju kamar mandi sebelum suaminya kembali menggodanya.

Tawa Alfa memenuhi kamar. Melihat tingkah Ayudia yang salah tingkah seperti itu membuatnya semakin menyayangi wanita yang kini menjadi pendamping hidupnya.

Setelah membersihkan diri dan menikmati sarapan, keduanya bersiap meninggalkan hotel. Alfa memastikan tidak ada barang yang tertinggal sebelum mereka keluar kamar. Kemudian, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah yang akan menjadi tempat tinggal mereka membangun kehidupan baru sebagai suami istri.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, mobil Alfa memasuki halaman sebuah hunian minimalis. Beberapa tanaman hias dalam pot dan pohon buah-buahan tertata rapi menambah kesan asri rumah tersebut.

Baru saja mereka keluar dari mobil, pintu rumah sudah terbuka. Kedua keluarga yang menunggu sejak tadi segera menghampiri mereka.

"Akhirnya kalian datang juga!" seru Bu Mala antusias yang langsung memeluk menantunya. "Bagaimana perjalanan kalian? Tidak lelah, kan?"

"Tidak, Bu. Jalannya lancar," jawab Ayudia.

Ulya yang berdiri tidak jauh dari mereka tiba-tiba menyeringai jahil. Ia melirik pasangan pengantin baru itu bergantian, lalu melontarkan pertanyaan yang membuat suasana seketika berubah.

"Gimana malam pertama di hotel, Kak? Apa kalian tidur dengan nyenyak?"

Alfa dan Ayudia langsung saling pandang. Wajah keduanya memerah. Sementara Pak Ikhsan dan Pak Danu serta Bu Farida hanya bisa tertawa melihat keberanian Ulya menggoda pengantin baru.

"Ulya, kalau bertanya yang sopan, Nak," tegur Bu Mala, merasa tidak enak hati melihat Ayudia yang semakin salah tingkah.

Ulya memasang wajah tidak bersalah. "Aku kan, cuma bertanya, Bu. Memangnya salah, ya?"

"Sudahlah, Bu Mala. Tidak apa-apa. Ulya hanya bercanda," sahut Bu Farida menengahi.

Namun, rupanya Ulya belum selesai. "Tapi kenapa pipi Kak Ayudia malah merah begitu?"

"Ulya!" Alfa akhirnya berseru, membuat semua orang kembali tertawa.

"Sudah, jangan terus digoda. Kasihan pengantin baru," sela Pak Danu,

Pria paruh baya itu menggelengkan kepala, meski senyum di wajahnya belum menghilang.

Alfa mengambil tas dari bagasi, lalu mengajak Ayudia masuk ke rumah. Kedua keluarga mengikuti mereka. Setelah semua duduk di ruang keluarga, Bu Mala menyuguhkan minuman dan beberapa makanan ringan yang telah disiapkan sejak pagi. Ulya masih sesekali melontarkan candaan, tetapi kali ini ia memilih topik lain setelah mendapat teguran dari ibunya.

Perbincangan mereka pun mengalir santai, Namun, di tengah obrolan tersebut, Pak Danu tampak memikirkan sesuatu, kemudian mengalihkan pandangan kepada Alfa dengan ekspresi lebih serius.

"Alfa, apa rencanamu selanjutnya?" tanyanya.

"Tetap seperti biasa, Pa?" Alfa menjawab santai.

Pak Danu membenarkan posisi duduknya lalu melanjutkan, "Maksud papa, sekarang Ayudia sudah menjadi istrimu. Apa dia masih boleh bekerja seperti sebelumnya?"

Pertanyaan itu membuat Ayudia menatap ayahnya, lalu mengalihkan pandangan kepada Alfa. Ia memahami mengapa Pak Danu bertanya masalah tersebut,

"Bagaimanapun, Ayudia menempati posisi penting di perusahaan papa. Selama ini, dia memegang kendali penuh atas proyek-proyek di lapangan. Untuk sekarang, papa belum menemukan kandidat yang tepat sebagai penggantinya," lanjut Pak Danu

Pak Ikhsan dan Bu Mala ikut memperhatikan Alfa, menunggu jawabannya. Sementara itu, Ayudia berusaha menyembunyikan kegelisahannya. Sebelum menikah, Alfa memang sudah mengatakan tidak keberatan jika dirinya tetap bekerja. Namun, Ayudia sadar keputusan bisa saja berubah setelah mereka resmi menjadi pasangan.

Meski demikian, ia telah membulatkan tekad untuk menghormati keputusan Alfa selama tidak bertentangan dengan syariat. Ia tidak ingin persoalan pekerjaan menjadi sumber perselisihan di awal pernikahan mereka.

Alfa menarik napas perlahan. Ia menatap Ayudia sejenak sembari tersenyum tipis, lalu mengalihkan pandangan kepada kedua orangtua dan mertuanya.

"Aku sudah membicarakan masalah ini sebelumnya,Pa. Aku tidak keberatan Ayudia tetap bekerja. Aku menikahinya bukan untuk membatasi ruang geraknya dalam berkarier," jawabnya mantap.

Ayudia menoleh cepat. Ada kelegaan yang sulit disembunyikan dari sorot matanya.

"Apalagi Ayudia sudah membangun kariernya dengan kemampuan sendiri. Aku tidak mungkin memintanya melepaskan sesuatu yang disukainya hanya karena sekarang kami sudah menikah," lanjutnya menambahkan.

Pak Danu mengembuskan napas lega. Sebagai seorang ayah, tentu ingin putrinya menjalani rumah tangga yang bahagia. Namun, juga tidak ingin Ayudia kehilangan kesempatan mengembangkan kemampuan yang selama ini menjadi kebanggaannya.

"Papa senang mendengarnya. Papa hanya ingin memastikan kalian sudah membicarakan hal ini baik-baik. Pernikahan tentu membawa tanggungjawab baru, tapi papa tidak ingin Ayudia merasa harus memilih antara keluarga dan pekerjaannya."

"Aku mengerti, Pa. Kami akan mengatur semuanya bersama. Kalau suatu saat pekerjaan membuat waktu kami terbatas, kami akan mencari jalan keluarnya."

Ayudia tersenyum mendengar jawaban suaminya. Ia merasa lega karena Alfa tidak hanya memberinya ijin, tetapi juga sangat pengertian.

"Terima kasih, Mas," ucapnya lirih.

Alfa menoleh lalu menggenggam tangan istrinya. "Kamu tidak perlu berterima kasih untuk itu. Kita sudah menjadi pasangan. Apa pun yang menyangkut kehidupan kita, sebaiknya dibicarakan bersama."

Bu Mala tersenyum haru melihat keduanya. "Itu yang paling penting, Nak. Rumah tangga bukan soal siapa yang paling berkuasa, melainkan bagaimana kalian saling mengerti dan percaya."

Pak Ikhsan mengangguk menyetujui ucapan istrinya. "Betul. Kalian boleh punya kesibukan masing-masing, tapi jangan sampai lupa menyediakan waktu untuk satu sama lain. Jangan menunggu ada masalah baru mau bicara."

"Kami akan mengingatnya, Yah," jawab Alfa sungguh-sungguh.

Pak Danu kemudian menyandarkan punggungnya ke sofa. Beban yang sejak tadi mengganjal pikirannya akhirnya terangkat. Dia menatap Alfa dengan keyakinan yang semakin besar bahwa putrinya telah memilih pasangan yang tepat.

"Kalau begitu, papa tidak perlu khawatir lagi. Untuk urusan perusahaan, Ayudia tetap akan menjalankan tugasnya seperti biasa sampai nanti ada keputusan lain. Papa juga akan membantu menyesuaikan jadwalnya jika diperlukan."

"Terima kasih, Pa. Aku akan tetap bertanggungjawab atas pekerjaanku, tapi aku juga tidak akan melupakan keluarga," sahut Ayudia.

"Bagus. Yang penting, kalian saling terbuka," balas Pak Danu.

Ulya yang sejak tadi mendengarkan akhirnya kembali menyela. "Wah, kalau kalian sibuk bekerja, terus kapan aku bisa main ke rumah kalian tanpa harus membuat janji dulu?"

"Kamu bisa datang kapan saja, Ulya. Asalkan tidak datang hanya untuk menginterogasi kami," jawab Alfa sambil tersenyum.

Tawa kembali pecah di ruangan itu.

Di tengah kehangatan kedua keluarga, Alfa merasakan kebahagiaan yang berbeda dari apa pun yang pernah dimilikinya. Kini, dia bukan lagi seorang pria yang harus menanggung setiap persoalan sendirian. Ada Ayudia yang akan berjalan bersamanya, juga keluarga yang siap menjadi tempat mereka bersandar.

1
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob/lihat akibat dari perlakuan kalian si kecil yang jadi korban
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: benar
total 1 replies
vj'z tri
ya elu juga oon tanya ke perawat tanya ya ke pak po yang nanganin kasus lu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Mau kesana tapi kaget dengar ledakannya ....
Duaarrr .... sport jantungku 🤭🫰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak papa bund
total 1 replies
Nar Sih
udh hdir mooz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih mbak🫰😍🫶
total 1 replies
Nar Sih
semoga naima bisa sembuh lgi
〈⎳ FT. Zira
udah kesana duluan.../Grin//Grin/ btw,,, gambarnya ilang🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Nar Sih
alfa bnr,,hati mu baik banget msih syg dgn naima stlh apa yg diperbuat org tua nya ,smoga ayudia lks hamil biar kmu punya ank sendiri
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin, mam🫰
total 1 replies
vj'z tri
mula mula sama sama malu malu lama lama tanda tanda asek 💃💃💃
vj'z tri: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kemarin lagi sibuk sibuk nya sekarang kejar tayang
total 2 replies
Patrick Khan
yg lebih kejam balasan di penjara biar seru🤣🤣🤣davina amar kapok dan sadar gk ya🔨🔨😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mantap sekali balasan buatmu Dav 👍
Aditya hp/ bunda Lia: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 2 replies
Rahmawati Amma
ceritanya bagus menarik
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya kak 🫰🫶😍
total 1 replies
Rahmawati Amma
langsung kasih bintang 5 sama vote
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak 😍😍😍
total 1 replies
Rahmawati Amma
awas aja klu sampai alfa sama istrinya mau asuhh tuh anak mendosa dan firaun ngak ridho aku 😤 boleh nolong asal jangan berlebihan secukupnya saja membantu betul ngak pembaca 😏😉
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak 🫡😂😂😂🫰
total 1 replies
Rahmawati Amma
asal jangan nanti klu si mendosa dan firaun di penjara anaknya di asuh sama si alfa udah benar suruh titip ke panti sosial 😤
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum...
total 1 replies
Rahmawati Amma
jangan bilang itu anaknya daging dan ammar 😤
Rahmawati Amma
salah thor katanya entah apa yg terjadi hanya mereka yg tau dan tuhan salah hanya mereka yg tau dan author🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bisa AE kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rahmawati Amma
😍🤭
Aditya hp/ bunda Lia
Naima itu akibat jatuh dari tangga itu yah ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Nar Sih
kasihan naima ..jdi korban perbuatan org tua nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul betul betul
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
dasar manusia serakah akibat perbuatan kalian anak sendiri jadi korban kan kasian ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!