Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yayasan Penuh Misteri
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤
Jam 12.30, semua staf keluar untuk makan siang. Hanya tinggal Queen dan Carla.
Carla mengunci pintu depan, menarik Queen ke belakang, membuka pintu besi kecil yang tersembunyi di balik rak buku. Tangga turun ke basement. Gelap. Bau jamur.
"Nona, arsip asli tidak ada di atas. Semua yang di atas itu palsu. Laporan palsu untuk audit. Yang asli ada di bawah. Nyonya Amanda yang suruh saya simpan di sini sebelum beliau meninggal. Beliau bilang, " Kalau aku mati, berikan ini pada Queen saat dia kembali'," kata Carla sambil menyalakan lampu senter.
Basement itu penuh dengan kotak-kotak kardus berdebu, bertuliskan tahun: 2018, 2019, 2020, 2021.
Carla membuka kotak bertuliskan 2021 - BULAN KEBAKARAN.
Di dalam nya bukan kertas sumbangan beras atau uang sekolah. Di dalam nya ada buku besar akuntansi hitam, flashdisk, dan beberapa foto polaroid.
Queen membuka buku besar itu. Halaman pertama: Daftar pengiriman kontainer dari Pelabuhan Xxx. Tapi isi nya bukan bantuan kemanusiaan. Isinya: "AK-47 200 unit - Tujuan: Libya - Pengirim: Yayasan Kasih Amanda - Penerima: Al-Rashid Group"
Queen membalik halaman. Halaman kedua, ketiga, semua sama. Senjata. Rudal kecil. Granat. Semua atas nama yayasan amal ibu nya. Semua di tandatangani oleh tuan Herman.
Air mata Queen jatuh, Nama ibu nya di pakai untuk menyelundupkan senjata untuk membunuh orang lain. Tidak heran ibu nya ingin menghentikan tuan Herman.
"Lihat ini, Nona," Carla memberikan foto polaroid. Foto Tuan Herman sedang bersalaman dengan seorang pria Arab berjenggot di dalam gudang pelabuhan, di belakang mereka ada kotak-kotak bertuliskan "BERAS - BANTUAN KEMANUSIAAN" tapi salah satu kotak terbuka, isi nya senjata.
Tanggal di polaroid: 15 Oktober 2021. Dua minggu sebelum kebakaran vila.
Queen membalik buku besar ke halaman terakhir. Di sana ada catatan tangan ibunya, tulisan yang sama dengan di buku harian:
" Herman, aku sudah bilang berhenti. Kau gunakan nama anak-anak yatim untuk darah. Kalau kau tidak berhenti sampai akhir bulan ini, aku akan bawa semua bukti ini ke Dewan dan polisi. Aku tidak peduli kau adik ipar ku. Amanda.."
Jadi ini motif pembunuhan. Ibu nya mengancam akan melaporkan Tuan Herman.
Queen membuka kotak kedua. Kotak yang bertuliskan "DAFTAR JAGA MALAM VILA - 2021"
Di dalam nya ada jadwal satpam vila. Dan di malam 29 Oktober 2021, malam kebakaran, ada catatan yang dicoret: "Marco Esposito - Jaga Gerbang Belakang - DIGANTI - Herman perintahkan libur."
Marco sengaja di liburkan malam itu. Supaya gerbang belakang kosong.
Tapi kemudian Queen menemukan kertas lain. Kertas kecil yang di selipkan di sela buku. Daftar transfer uang.
Penerima: Marco Esposito - 50.000.000. Keterangan: Uang tutup mulut - Dari: Herman.
Queen terdiam. ' Marco? Marco menerima uang tutup mulut dari Herman? '
Tangan Queen dingin. Selama ini Marco bilang dia tidak bersalah. Dia hanya membuka gerbang karena dipaksa. Tapi kenapa dia terima uang 50.000.000. Carla melihat wajah Queen pucat. "Nona, ada apa?" Tanya Carla.
"Carla, apakah kau kenal Marco Esposito?" Tanya Queen.
Carla langsung menggeleng keras. "Jangan percaya dia, Nona! Marco itu anjing nya Herman! Dulu dia supir Nyonya Amanda, tapi sejak Tuan besar meninggal, dia jadi tangan kanan Herman! Dia yang sering antar kotak-kotak dari yayasan ini ke pelabuhan! Saya lihat sendiri!" Jawab Carla.
Dunia Queen runtuh untuk ketiga kali nya. Marco, orang yang merawat nya 15 tahun di panti asuhan, yang memberi nya pistol, yang bilang akan melindungi nya, ternyata adalah orang yang mengantar senjata atas nama ibu nya, dan menerima uang tutup mulut di malam orang tua nya di bunuh. Tiba-tiba, lampu basement mati. Gelap total.
"Carla?!" Queen berbisik panik.
Suara langkah kaki di atas. Bukan satu orang. Banyak. Pintu basement di dobrak. Senter besar menyorot wajah Queen dan Carla.
Bob, supir tuan Herman, berdiri di atas tangga dengan 2 anak buah lain, semua bawa pistol.
"Nona Queen, tuan Herman bilang, sudah waktunya pulang. Dan Nona Carla, tuan Herman bilang, masa kerja Nona sudah selesai hari ini. Selama nya," kata Bob dingin.
Carla langsung memeluk Queen. "Nona, lari! Ada pintu belakang di sana! Lorong itu tembus ke selokan!" Bisik Carla.
Queen tidak lari. Dia berdiri, tangan nya masuk ke dalam tas, memegang pistol asli yang peluru nya tajam.
" Bob, kau tahu apa yang ada di dalam kotak-kotak ini?" tanya Queen, suara nya tenang, tapi mata nya menyala. Bukan mata gadis manja. Mata keturunan Allesandro.
Bob tertawa. " Hahahaaa.... Saya tidak perlu tahu, Nona. Saya cuma perlu bawa Nona pulang." Jawab Bob.
Queen mengeluarkan buku besar itu, mengangkat nya tinggi.
"Di dalam sini ada bukti Herman menyelundupkan senjata pakai nama Momy ku. Ada tanda tangan Herman. Ada foto Herman dengan teroris. Kalau buku ini sampai ke polisi atau ke Dewan, Herman akan di penjara seumur hidup. Dan kau, Bob, kau akan ikut masuk penjara karena kau supir yang antar senjata ini." Ujar Queen.
Wajah Bob berubah. Dia tidak tahu isi kotak itu. Tuan Herman tidak pernah bilang.
" Bob, kau punya anak kan? Anak mu sekolah di mana? Sekolah yang di bayar Herman? Kalau Herman masuk penjara, siapa yang bayar sekolah anak mu?" kata Queen. Ini pelajaran dari ibu nya. Jangan ancam dengan pistol. Ancam dengan apa yang mereka sayangi. Bob ragu. Pistol nya turun sedikit.
Saat itulah Queen bertindak. Dia tidak menembak Bob. Dia menembak lampu senter di tangan anak buah Bruno. Pecah. Gelap lagi.
"LARI CARLA!" Teriak Queen.
Queen menarik Carla, berlari ke arah pintu belakang yang di tunjuk Carla. Lorong sempit, bau comberan. Mereka merangkak di dalam selokan yang hanya setinggi lutut, air hitam dan bau.
Di belakang, Bob berteriak, "KEJAR! JANGAN BIARKAN MEREKA BAWA BUKU ITU!"
Queen dan Carla keluar dari selokan di belakang pabrik, baju mereka kotor, bau, tapi buku besar itu masih di pelukan Queen, di bungkus jaket Queen agar tidak basah.
Di luar, sudah ada mobil hitam lain menunggu. Bukan mobil Herman. Mobil nya Lucas.
Lucas keluar, wajah nya tidak babak belur. Wajah nya asli. Dia memang tidak di tangkap. Video itu memang deepfake seperti kata Marco.
"Queen!" Lucas berlari memeluk Queen yang bau comberan. "Aku dapat pesan dari Marco kalau kau dalam bahaya!" Ucap Lucas.
Queen mendorong Lucas. "Jangan sentuh aku dulu! Aku bau! Dan... Marco pengkhianat!" Ucap Queen.
Lucas bingung. "Apa?"
Queen menunjukkan kertas transfer 50.000.000 itu. "Marco terima uang dari Herman malam Dady Momy di bunuh!"
Lucas mengambil kertas itu, membaca nya, lalu dia menghela napas. "Queen, ini bukan bukti Marco pengkhianat. Ini bukti Marco di jebak." Ucap Lucas.
"Maksud mu?" Tanya Queen.
"Lihat tanggal transfer nya. 30 Oktober 2021. Satu hari SETELAH kebakaran. Bukan sebelum nya. Herman transfer uang ini ke rekening Marco SETELAH kebakaran, tanpa sepengetahuan Marco. Supaya kalau polisi cek, Marco terlihat seperti di bayar. Ini cara Herman buat kambing hitam. Aku yang kerja di bank, aku tahu cara baca mutasi seperti ini. Ini transfer sepihak. Marco bahkan tidak pernah ambil uang ini. Rekening nya di bekukan polisi sampai sekarang." Ujar Lucas.
Queen terdiam. Jadi Marco tidak bersalah? Tuan Herman menjebak Marco juga?
Tiba-tiba handphone Queen bergetar. Nomor Tuan Herman. Video call.
Queen angkat. Wajah Tuan Herman muncul, tersenyum, sedang duduk di ruang kerja vila, dengan pistol Queen yang palsu di meja nya.
📞"Queen, sayang. Baju kamu kotor sekali. Main di selokan ya?" kata Tuan Herman santai. "Carla juga di sana? Halo, Carla. Lama tidak bertemu." Ucap Tuan Herman.
📞" Tuan Herman... ampun..." Ucap Carla gemetar.
📞"Carla, kamu kerja 20 tahun di keluarga ini. Kamu tahu aturan nya. Pengkhianat harus di hukum. Tapi karena kamu sudah tua, aku kasih hukuman ringan. Kamu di pecat. Dan uang pensiun mu, aku tahan. Dan anak mu yang kerja di restoran Alessandro, aku pecat juga hari ini." Ucap Tuan Herman.
📞"Dan kamu, boneka kecil ku. Kamu bawa buku Mommy mu? Bawa sini pulang. Kita baca bersama. Atau... kamu mau aku kirim video asli Lucas yang sekarang? Karena tadi deepfake, sekarang yang asli sedang aku buat di gudang."
Herman membalik kamera. Menunjukkan Lucas yang lain? Bukan. Menunjukkan Marco yang sedang di ikat di gudang yang sama, mulut nya di lakban, wajah nya babak belur beneran.
📞"Marco bilang dia tidak mau kasih tahu di mana kamu. Jadi aku pukul dia. Sekarang giliran mu. Pulang, bawa buku nya. Atau Marco mati." Ucap Tuan Herman, Video call mati.
Deg///
********
Happy Reading Guys. 🥰🤗